NovelToon NovelToon
ADIK ANGKAT JADI ISTRIKU

ADIK ANGKAT JADI ISTRIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Suami ideal / Istri ideal / Slice of Life
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Raden Tresnoka Herlambang Agung memiliki perasaan lebih dari saudara kepada adik angkatnya yang bernama Rindu Hagika Agung. Namun Rindu sangat menghindari hubungan dengan kakaknya itu lebih dari saudara karena tidak ingin mengecewakan orang tua yang telah membesarkannya yaitu orang tua Noka. Saat pulang dari luar negeri selepas menyelesaikan pendidikan S2 di New York, niat Noka ingin menyatakan cinta kepada Rindu malah dikenalkan dengan kekasih adik angkatnya itu. Murka lah Noka hingga kehilangan akal dan mengambil keperawanan sang adik angkat. Bagaimana respon orang tua mereka? Bagaimana Rindu bisa menerima Noka kembali setelah merusak dirinya dan cintanya kepada sang kekasih? Lanjutan Novel "TRESNO KARO KOWE" , anak pertama Saka dan Fina bersama anak angkat mereka.

#konfliketika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNGKAPAN CINTA

Setelah pemeriksaan dan konsultasi, Dokter Trias memberikan resep vitamin dan penguat kandungan serta hasil USG.

Pada akhir pertemuan, Noka menyempatkan untuk menanyakan apa yang sudah ia ingin ketahui jawabannya.

"Dokter Trias, mohon maaf saya ingin bertanya" tanya Noka dengan senyuman tipis malu malu.

"Iya tanyakan saja pak" jawab Dokter Trias.

"Hmm apakah kandungan istri saya aman untuk melakukan hubungan suami istri?" tanya pria itu dengan tersipu namun tetap saja ia harus menanyakannya.

Rindu juga merasa malu dan memilih untuk menundukkan wajahnya.

"Sesuai hasil pemeriksaan, kandungan ibu Rindu dalam kondisi baik dan normal. Boleh boleh saja melakukan hubungan suami istri selama tidak sering sering ya pak dan kalau bisa dihindari untuk keluar didalam karena dapat menyebabkan kontraksi dini. Tapi saat sudah menjelang HPL, boleh dikeluarkan didalam sebagai perangsang jalan lahir selama tidak terjadi pendarahan" jelas Dokter Trias dengan tersenyum.

Noka tersenyum lega dan Mentari bisa melihat raut wajah bahagia sang suami.

Setelah puas mendapatkan jawaban yang diinginkan, Noka pun mengajak Rindu untuk keluar poli kandungan dan berjalan menuju apotik.

Puk!

Rindu memukul lengan sang suami.

"Aku malu mas, kamu tanya frontal begitu sama dokternya" protes wanita itu.

"hehehe, tapi udah dapet jawabannya jadi aku akan memuaskanmu nanti malam" sahut Noka dengan kedipan mata menggoda.

"Hisst!!!!" balas Rindu sambil memegang lengan sang suami.

Mereka pun berhenti si apotik dan memberikan resep kepada petugas disana.

Petugas menyuruh Noka dan Rindu duduk dulu di kursi tunggu karena ada obat yang masih diracik.

Mereka berdua pun menunggu bersama. Lalu pandangan Rindu jatuh kepada seorang wanita yang terlihat sudah berumur duduk dikursi roda dan didorong oleh wanita yang mungkin sebagai anaknya.

Terlihat wanita tua yang duduk di kursi roda tersebut menggunakan penutup kepala dan terlihat tulang leher karena berat badan yang bisa dibilang jauh dari berat badan ideal.

Sampai menyadari lamunan sang istri, Noka mencoba menyadarkannya.

"Sayang" panggilnya namun tatapan Rindu masih belum lepas dari wanita tua yang duduk di kursi roda sepertinya menunggu obat juga.

"Sayang, kamu melamun?" panggil Noka sambil bertanya barulah Rindu menoleh kearah suaminya.

"Hah..nggak kok mas" bohong Rindu dengan wajah sendunya.

"Hmmm kalau gak lagi melamun, aku gak perlu manggil kamu dua kali sayang. Kamu lihat wanita tua itu ya? Kenapa? Kamu inget sama ibumu?" tebak Noka.

Rindu menatap kedua mata sang suami dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Mas...apakah aku harus menemui ibuku dan mulai memperhatikannya? Apakah aku harus memaafkannya dan menganggap apa yang telah ia lakukan padaku bukan jadi masalah lagi?" tanya Rindu serius. Sepertinya wanita ini sedang bimbang dan meminta pendapat sang suami.

"Kamu mau denger jawabanku sebagai apa nih, sebagai menantunya atau sebagai suamimu?" goda Noka sambil tersenyum menyeringai.

"Ih mas. Kamu nih gak bisa diajak berbicara serius kalau aku lagi serius" sahut Noka.

"Hehe, karena serius mu ini harus aku tanggapi dengan santai dan tenang, Rindu sayang. Kalau aku serius karena kamu terlalu serius kayak gini, jawabanku bisa salah dan membuatmu marah sama aku, kan bahaya toh" ujar Noka.

Rindu mencoba mengerti apa yang dimaksud sang suami. Ia juga menyadari, ada harapan Noka membelanya saat bertanya tentang sang ibu.

Namun tiba tiba nama Rindu dipanggil oleh petugas apotik. Noka yang mengambil dan istrinya masih duduk di kursi tunggu.

Tidak lama kemudian, Noka kembali lagi dengan obat dan vitamin di dalam paperbag yang ia pegang.

"Ayo makan malam sayang. Aku udah lapar. Kita akan malam mingguan" ajak Noka.

Rindu memberikan senyumnya.

Mereka berdua berjalan menuju parkirkan.

Didalam mobil dan baru saja mobil berjalan, Noka berkata "Soal ibu mu kita akan bahas besok saja ya sayang. Malam ini kita kencan dan bersenang senang kayak orang pacaran, meskipun udah ada calon anak kita disini tapi kita masih tetep bisa menikmati masa masa berduaan seperti ini sebelum dia lahir" .

Pria itu menyempatkan meletakkan tangan yang tidak memegang setir di perut sang istri dan mengelusnya pelan.

Tangan Rindu pun refleks diletakkan diatas tangan sang suami.

"Iya mas" sahut Rindu lembut.

Lalu layaknya pasangan suami istri yang pacaran halal setelah menikah, mereka pun menikmati perjalanan dengan bahagia meskipun ya macet di jalanan Jakarta tapi karena mereka berdua jadi tidak terasa terlalu lama diperjalanan.

Jika tidak macet, dari rumah sakit ibu dan anak tadi menuju restoran yang akan dijadikan dinner Noka dan Rindu, mungkin sekitar 30 menit tapi karena macet bisa 2x lipat yaitu sekitar 1 jam perjalanan.

Mereka gunakan untuk mengobrol layaknya suami istri yang sedang kasmaran.

Hingga benar perkiraan dalam satu jam perjalanan, Noka dan Rindu sudah sampai di salah satu restoran mewah Jakarta.

Berada di lantai terasa sebuah gedung, sehingga pemandangan lampu ibukota terlihat jelas dan indah menemani makan malam mereka.

Restauran ini juga tempat dimana keluarga Saka dan Fina beserta anak anak mereka sering makan malam jika merayakan sesuatu di keluarga mereka.

Dan kini diikuti oleh Noka dan Rindu. Bagi mereka yang dibesarkan sebagai saudara tapi berakhir menjadi suami istri, sudah tidak asing dengan satu sama lain serta selera dan kebiasaan.

Tapi terlihat jelas berbeda saat mereka berhubungan sebagai saudara angkat dan kini sebagai pasangan.

Setelah memesan makanan favorit mereka, untuk menghabiskan waktu menunggu pesanan, mereka pun mulai mengobrol.

"Kamu pernah bayangin makan malam disini, kita berdua dalam status suami istri nggak, sayang? Kayak gini? Aku ngerasa ini mimpiku sih hehe" celetuk Noka.

"Ih dasar! Kamu udah ngincer aku dari awal berarti ya, mas? Padahal kan aku adikmu sebelum jadi istrimu? Bisa bisanya mau nikahin adik sendiri" sahut Rindu.

"Iya, aku udah ngicer kamu jadi istriku dari awal. Dari awal aku tau kamu bukan adik kandung ku dan tidak ada hubungan darah diantara kita. Sejak saat itu aku tidak pernah menganggap mu adik lagi, sayang" jujur Noka.

"Emang kapan itu? Aku merasa sikapmu sama saja gampang berubah. Kadang dingin, kadang hangat, kadang juga panas kalau lagi marah marah" tanya Rindu.

"Saat aku kelas 1 SMP dan kamu SD kelas 3. Waktu itu kamu sakit DBD dan butuh donor darah tapi mommy daddy bilang golongan darah kita semua berbeda denganmu. Akhirnya mereka bercerita padaku dan Rada soal kamu, sayang. Ketika aku mendengarnya, aku merasa senang. Jujur waktu itu menjadi salah satu momen terbaikku mengetahui kamu bukan adik kandungku" jawab Noka.

"Hmmm, mangkanya sejak saat itu kamu udah mulai jaga jarak sama aku ya. Takut tergoda ya?" malah Rindu memberikan pancingan merayu sang suami.

"Udah tau nanya. Ya jelas aku takut tergoda sama kamu lah waktu itu secara semua orang masih taunya kita saudara. Untung saja udah gede, bisa nikahi kamu hahhaa. Bangga banget aku nikahi wanita cinta pertamaku" sahut Noka dengan tawa kebanggaan.

"Masa kamu gak pernah menyukai wanita lain, Mas? Di New York?" tanya Rindu lagi.

"Nggak. Aku gak pernah tergoda sama mereka" jawab Noka.

"Awas ya kalau kamu bohong pernah menjalin hubungan sama wanita lain dan hubungan kalian belum selesai terus ngelabrak aku" ancam Rindu.

"Aman sayang. Aku di New York, kegiatan ku cuma kuliah, kerja, pulang dan bisnis bareng temen. Gak ada tuh namanya tergoda sama wanita lain" sahut Noka dengan ekspresi wajah meyakinkan.

Rindu tidak mengeluarkan suaranya lagi dan memilih tersenyum bangga.

"Aku udah mengungkapkan perasaanku loh sama kamu, giliran kamu yang menyatakan cinta padaku, sayang. Enak aja cuma aku yang cinta kamunya nggak" lanjut Noka.

"Kalau aku gak cinta, mana ada aku mau kamu nikahi dan sekarang aku hamil anak mu, Mas. Aneh aneh aja" sewot Rindu.

"Hehe tapi kalau dinyatakan secara verbal kan lebih enak didengarnya, sayang" bujuk Noka dan wanita itu pun menuruti apa yang sang suami mau.

"I love you, my husband. Aku mencintaimu, Mas. Sangat" ungkap Rindu sambil meraih tangan sang suami diatas meja.

Mereka saling tatap penuh cinta dan tatapan itu buyar saat waiters mengantarkan pesanan mereka.

1
Laarni Ibrahim
Terima kasih , Atas karya hebar ini saya suka jalan cerita nya.
SariRani: Terima kasih banyak kak atas bintang 🌟 5 nyaa, semoga bahagiaa selalu ❤️🥰 ditunggu endingnya yaa hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!