NovelToon NovelToon
R²

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Caramels_

Di usianya yang beranjak remaja, pengkhiatan menjadi cobaan dalam terjalnya kehidupan. Luka masa lalu, mempertemukan mereka di perjalanan waktu. Kembali membangun rasa percaya, memupuk rasa cinta, hingga berakhir saling menjadi pengobat lara yang pernah tertera

"Pantaskah disebut cinta pertama, saat menjadi awal dari semua goresan luka?"
-Rissaliana Erlangga-

"Gue emang bukan cowo baik, tapi gue bakal berusaha jadi yang terbaik buat lo."
-Raka Pratama-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caramels_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Rissa berbaring di tempat tidurnya, sembari memandang jemarinya yang kini tersamar cincin begitu cantik. Ia tersenyum mengingat kejadian di hari ulang tahunnya itu. Hatinya masih berbunga-bunga saat mengingat bagaimana Raka berlutut di hadapannya, menyatakan perasaan dengan penuh keyakinan.

Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka begitu saja, tanpa ada ketukan terlebih dahulu. Seorang cowok masuk dengan wajah jail dan seringai khasnya.

"Pandangi aja terus tuh cincin," celetuk Daeren, adiknya, dengan nada menggoda.

"Suka-suka gue lah," sahut Rissa santai, tetap menatap cincin di jarinya dengan penuh makna.

"Makanya besok kalau lu udah punya pacar, cepet-cepet seriusin. Keburu diambil orang," lanjut Rissa sembari menyengir.

Ucapan itu terasa menancap di hati Daeren. Terbukti dari raut wajahnya yang berubah menjadi lebih masam. Namun, Rissa tak menyadari hal itu dan tetap melanjutkan lamunannya.

"Kakak dipanggil sama Papa tuh, disuruh turun ke bawah," kata Daeren, berusaha mengalihkan pembicaraan.

Risa menoleh ke arahnya sambil menaikkan salah satu alisnya.

"Ngapain?"

"Mana ku tahu. Makanya, cepetan turun gih!" jawab Daeren sembari mendorong tubuh kakaknya hingga terjatuh dari atas kasur.

Sontak Rissa ingin marah, namun Daeren sudah lebih dulu lari keluar kamar sebelum mendapat amukan darinya. Dengan mendengus kesal, ia pun bersiap untuk turun menemui Papanya.

...****************...

Rissa menuruni tangga rumahnya. Begitu tiba di ruang keluarga, ia melihat Mama, Papa, dan Daeren sedang duduk bersama. Sebuah pemandangan yang sangat ia inginkan sejak dahulu. Mereka jarang berkumpul seperti ini, mengingat hubungan orang tuanya dulu sempat merenggang. Namun kini, melihat mereka kembali bersama, hatinya dipenuhi kehangatan.

"Ada apa, Pa? Kata Daeren, Papa manggil aku," tanya Rissa penasaran.

Pak Ryand menatapnya lembut sebelum akhirnya bertanya,

"Papa cuma mau nanya, kapan kamu jadi berangkat ke Turki?"

Rissa menghela napas pelan. "Kurang lebih seminggu lagi sih, Pa," jawabnya seadanya.

Pak Ryand mengangguk pelan. "Papa sama Mama cuma mau pesan, nanti kalau sudah berangkat dan sampai di sana, jangan lupa kabarin kita. Jangan telat makan dan jaga kesehatan. Soalnya di sana kamu sendiri, nggak ada Papa sama Mama yang jagain. Jadi, kamu harus lebih bisa jaga diri."

Mendengar ucapan itu, dada Rissa tiba-tiba terasa sesak. Baru kali ini ia benar-benar merasa begitu disayangi oleh Papanya. Dulu, papanya selalu sibuk bekerja dan jarang sekali meluangkan waktu untuknya. Namun kini, ia bisa merasakan kehangatan keluarga yang sudah lama ia rindukan.

Tanpa sadar, air matanya menggenang. Dengan spontan, ia menghamburkan diri ke dalam pelukan sang Papa.

Bu Emil, Mamanya, yang melihat itu ikut terharu. Tak lama, Daeren juga bergabung dalam pelukan mereka. Hingga akhirnya, mereka berempat saling berpelukan erat, seperti Teletubbies. Rissa tersenyum lebar. Ia bersyukur, sebab pada akhirnya ia bisa merasakan pelukan hangat dari orang tuanya sebelum ia berangkat ke negeri yang jauh.

...****************...

Setelah momen haru itu berlalu, mereka mulai berbincang lebih santai. Rissa duduk di antara Papa dan Mamanya, sementara Daeren duduk bersila di lantai sambil memainkan ponselnya.

"Jadi, nanti di Turki kamu bakal tinggal di mana?" tanya Mamanya.

"Aku bakal tinggal di asrama kampus dulu, Ma. Tapi nanti kalau sudah nyaman, mungkin aku cari apartemen sendiri," jawab Rissa.

"Kamu yakin nggak bakal kesulitan tinggal sendirian?" tanya Pak Ryand, masih dengan nada khawatir.

Rissa mengangguk. "Tenang aja, Pa. Aku udah cari tahu semuanya,"

Pak Ryand menghela napas. "Ya sudah. Yang penting kamu selalu jaga diri. Jangan gampang percaya sama orang baru."

Mereka pun melanjutkan obrolan ringan. Daeren yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suara.

"Kak, kalau udah di sana nanti, jangan lupa bawain oleh-oleh, ya," katanya sambil cengengesan.

Rissa tertawa. "Dasar bocah. Yang lain khawatir, eh kamu malah mikirin oleh-oleh."

"Ya wajar lah. Kapan lagi dapet oleh-oleh dari luar negeri," cengir Daeren.

Mereka semua tertawa bersama. Keadaan keluarga mereka kini terasa lebih hangat dari sebelumnya.

Malam itu, mereka menghabiskan waktu berbincang lebih lama dari biasanya. Membicarakan banyak hal, dari rencana masa depan Rissa, kenangan masa kecil, hingga candaan ringan yang membuat mereka tertawa.

Rissa menikmati setiap detik kebersamaan ini, karena ia tahu, setelah keberangkatannya nanti, momen-momen seperti ini akan sulit terulang kembali.

Saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, Rissa menguap lebar.

"Aku ngantuk. Aku ke kamar dulu, ya," katanya sambil meregangkan tubuh.

"Iya, Kak. Istirahat yang cukup. Jangan lupa besok masih ada banyak hal yang harus dipersiapkan," ujar Mamanya.

Rissa mengangguk, lalu berdiri dari sofa. Sebelum pergi, ia menatap wajah keluarganya satu per satu. Dalam hati, ia berdoa agar kebersamaan mereka bisa bertahan selamanya, meski ia harus pergi jauh.

Dengan perasaan hangat, Rissa pun melangkah menuju kamarnya, membawa serta kebahagiaan yang baru saja ia dapatkan malam ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
author
mampir back ya kak
author
keren ih alur nya
Caramels_: terimakasiihh
total 1 replies
tasha angin
Membuat terkesan
Caramels_: terimakasiihhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!