Sequel 'Daddy, I Love you!'
"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara
"Kamu"
"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara
Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detiknya dia kembali menjawab.
"Senyum kamu"
Ya, bagi Arjuna segala hal tentang diri Sahara adalah hal yang paling dia sukai.
Sahara gadis kecilnya yang pada akhirnya berhasil dia miliki.
Sahara istri tercintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 : Don't Touch My Girl
Sisa tangis Sahara sudah terhapus, tapi sampai sekarang wanita itu masih belum bicara dan diam dipelukan Arjuna dengan isakan yang sesekali masih terdengar. Saat Sahara tidak mengangkat telponnya Arjuna memang cukup panik entah kenapa firasatnya tidak enak dan benar saja ketika sampai dia mendapati kekasihnya yang berurai air mata.
Salah satu hal yang paling dibenci Arjuna adalah tangisan Sahara, dia tidak suka melihat wanita itu menangis. Jangankan menangis bahkan melihat Sahara cemberut saja dia tidak suka, Sahara harus selalu bahagia.
Sayangnya hari ini Arjuna melihat wanita itu menangis dan ketika dia membawa Sahara ke dalam pelukannya tangisan itu semakin hebat dengan pelukan yang semakin erat. Satu pertanyaan yang keluar dari bibir Sahara membuat Arjuna bingung dan penasara diwaktu yang bersamaan.
Kak Ara wanita baik-baik kan?
Kenapa Sahara sampai menanyakan hal itu kepadanya?
Sahara adalah wanita yang begitu baik kepada siapapun makanya sejak dulu dia tidak pernah memiliki musuh.
Arjuna sedikit tersentak ketika Sahara menjauhkan tubuhnya dan dengan senyuman menenangkan Arjuna menangkup wajah kekasihnya lalu mencium kening Sahara pelan.
"Butuh sesuatu?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Mau minum tenggorokan Ara sakit dari tadi nangis." Kata Sahara dengan nada yang begitu manja
Tersenyum kecil Arjuna mengambilkan air minum untuk Sahara dan ketika mendapatkan airnya Sahara langsung meminumnya sampai habis.
"Sudah lebih baik?" Tanya Arjuna
Mendongakkan kepalanya Sahara mengangguk singkat dengan senyuman kecil yang menghiasi wajahnya.
"Mata kamu jadi merah." Kata Arjuna
"Emm matanya sekarang perih." Keluh Sahara
"Sini aku sembuhin, tutup dulu matanya." Kata Arjuna
Tadinya Sahara hanya diam, tapi ketika Arjuna menyuruhnya sekali lagi Sahara memejamkan matanya dan tidak lama setelah itu Arjuna mencium kedua matanya yang tertutup.
"Sudah sembuh belum?" Tanya Arjuna ketika Sahara membuka matanya
"Belum, mana bisa sembuh kalau kayak gitu." Kata Sahara membuat Arjuna tertawa kecil ketika mendengarnya
"Masih sedih gak? Sini kalau masih sedih peluk lagi." Kata Arjuna sambil membawa Sahara kedalam pelukannya
"Kakak kenapa bisa disini?" Tanya Sahara dengan tangan yang melingkar sempurna di pinggang Arjuna
"Aku telpon kamu gak diangkat lalu aku tanya Diandra, tapi dia bilang kamu gak ikut makan siang makanya aku khawatir." Kata Arjuna
"Aku belum makan." Kata Sahara mengadu
Sudah dari dulu ketika Sahara habis menangis dia akan begitu manja.
"Mau makan?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Sahara
"Nanti saja Kak sekalian pulang ke rumah." Kata Sahara
Mengangguk faham keduanya kembali diam, tadinya Arjuna mau bertanya banyak hal hanya saja dia takut kalau itu akan membuat Sahara kembali merasa sedih.
"Ara tadi pas nangis jelek ya?" Tanya Sahara asal
Dia ingin merubah suasana hatinya.
"Iya, makanya jangan nangis lagi." Kata Arjuna membuat kekasihnya itu tertawa ketika mendengarnya
"Tadi ada yang datang dan jahatin Ara makanya Ara nangis." Kata Sahara sambil mengeratkan pelukannya
"Siapa Ra?" Tanya Arjuna
"Kevin"
Mendengar nama itu membuat Arjuna mengepalkan tangannya dan melepaskan pelukannya lalu menatap Sahara dengan raut wajah penuh kemarahan.
"Apa yang dia lakukan sampai kamu menangis Ra? Apa dia mukul kamu?" Tanya Arjuna
Menggelengkan kepalanya Sahara kembali memeluk Arjuna, dia takut kalau kekasihnya itu akan marah.
"Nanti Kakak marah sama Ara." Kata Sahara
"Tidak Ra katakan saja." Kata Arjuna dengan lembut
Menghela nafasnya pelan Sahara menatap wajah Arjuna membuat pria itu mengangguk pelan seolah menandakan bahwa dia tidak akan marah.
"Tadi..."
Mengalirlah cerita Sahara mulai dari kedatangan Kevin, bentakan pria itu, ciuman tanpa permisi, dan ancaman yang diberikan Kevin kepadanya. Selama mendengarkan Arjuna benar-benar menahan emosinya, pantas saja Sahara sampai menangis.
Pria brengsek itu benar-benar mengibarkan bendera perang kepadanya.
"Ara tidak pernah seperti itu Kak bahkan Kak Juna pacar pertama Ara." Kata Sahara
Tersenyum manis Arjuna mengusap pipi Sahara dengan begitu lembut dan perlahan turun menyentuh leher wanita itu bersamaan dengan didekatkan wajahnya.
Entah secepat apa, tapi secara tiba-tiba Sahara merasakan bibirnya dicium oleh Arjuna.
Sebuah ciuman singkat yang mampu membuat Sahara merasa tenang.
"Sudah tidak ada lagi jejak pria itu disana, jangan sedih Ra, kamu wanita baik dan aku bahagia bisa jadi kekasih kamu." Kata Arjuna dengan senyuman yang begitu tulus
Mengangguk singkat Sahara sangat bahagia bisa mendapatkan Arjuna dan dia harap Kevin tidak akan datang lagi untuk mengganggunya.
"Sekarang mau pulang? Mau aku antar?" Tawar Arjuna
"Tidak perlu Kak lebih baik Kakak pulang saja nanti malam kita kan mau ke pesta pertunangan teman Kakak." Kata Sahara sambil tersenyum kecil
"Ra aku lupa mengatakan sesuatu." Kata Arjuna secara tiba-tiba
"Apa Kak?" Tanya Sahara penasaran
"Besok malam ke rumahku ya?" Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan alis bertaut
"Untuk apa? Aku takut nanti ada Om Abian." Kata Sahara jujur
Mendengar hal itu Arjuna tertawa kecil, bahkan Abian yang menyuruh dia untum membawa Sahara.
"Justru Papi yang minta aku untuk ajak kamu Ra"
Membulatkan matanya Sahara tidak percaya ketika mendengar kalimat yang dikatakan oleh kekasihnya.
"Bohong"
"Benar Ra tadi pagi Papi minta supaya besok malam kamu ke rumah, dia mau bertemu sama kamu." Kata Arjuna
Masih diam Sahara terlihat ragu, dia takut karena dia sangat tau kalau Abian yang suka menjodohkan Arjuna.
Kenapa dia mau ketemu Sahara?
"Ra"
"Emm"
"Aku tidak tau kamu sudah pernah dengar hal ini atau belum, tapi Papi memang sempat menjodohkan aku dengan wanita lain,"
Perkataan itu membuat Sahara mendongak dan menatap Arjuna dengan wajah sedihnya.
"Hanya saja aku mencintai kamu Ra dan selama ini aku selalu menolak setiap kali Papi jodohkan,"
Tersenyum menenangkan Arjuna mengatakan hal yang membuat jantung Sahara berdetak dengan cepat.
"Aku sudah bicara sama Papi meskipun butuh waktu lama, tapi akhirnya Papi percaya sama pilihan aku dia batalkan perjodohannya dan besok malam dia mau ketemu sama pilihan hati anaknya." Kata Arjuna
Ikut tersenyum Sahara kembali memeluk Arjuna dengan perasaan bahagia.
Arjuna memang selalu membuatnya percaya kalau dia adalah pilihan terbaiknya.
¤¤¤¤
Derap langkahnya terburu-buru dengan tangan yang terkepal erat dia melangkahkan kakinya untuk menemui seseorang yang sudah menyakiti wanitanya. Memasuki rooftop perusahaan tempat pria yang akan ditemuinya berada tanpa aba-aba sebuah pukulan langsung melayanh ke wajah tampan pria yang ada disana.
Bugh
Nafas Arjuna memburu emosinya benar-benar sudah tidak dapat dia tahan. Sudah dua kali Kevin menyakiti wanita yang paling dia sayang dan Arjuna benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Brengsek"
Sekali lagi pukulan itu melayang dan membuat Kevin terhuyung ke belakang dengan sudut bibirnya yang mulai mengeluarkan darah.
"Gue bilang jauhin Sahara!" Bentak Arjuna
Mendudukkan dirinya dilantai Kevin menyeringai sambil menatap remeh pria dihadapannya.
Jujur saja dia juga merasa bersalah karena melakukan itu kepada Sahara, tapi sekarang rasa bersalah itu hilang begitu saja.
"Dia bilang? Ahh pasti bilang cewek manja itu gak mungkin diem aja." Kata Kevin membuat Arjuna semakin marah mendengarnya
"Tutup mulut lo Vin! Jauhin Sahara jangan pernah berani lo deketin dia lagi!" Kata Arjuna sambil mencengkram kerah Kevin dengan kuat
"Lo juga cuman manfaatin dia kan? Gue tau Juna lo juga dijodohin sama orang lain untuk apa lo masih bertahan sama cewek manja kayak dia?" Tanya Kevin membuat Arjuna semakin marah dan kembali memukulnya
"Gue bukan cowon brengsek kayak lo!" Bentak Arjuna dengan tatapan mata yang begitu tajam
"Lo pacarin dia karena dia nurut kan? Kasih tau apa aja yang udah kalian lakukan? Hanya sekedar ciuman atau jangan-jangan kalian sudah tidur bersama?" Tanya Kevin yang kembali menyulut emosi Arjuna
Dia tidak bisa terima karena pria itu berani merendahkan kekasihnya, Sahara sama sekali bukan wanita seperti itu.
"Cowok brengsek kayak lo memang cuman bisa ngomongin hal-hal sampah." Kata Arjuna yang kembali melayangkan pukulannya
Tadinya Arjuna akan kembali memukul Kevin, tapi pintu rooftop kembali terbuka dan dua orang pria dengan pakaian security masuk lalu menahan kedua tangan Arjuna agar berhenti. Mungkin kedua orang itu tanpa sengaja mendengar adanya keributan di atas sana.
"Biarkan saja dia teman saya ini hanya salah faham." Kata Kevin sambil berdiri dan menghampiri mereka
Mengangguk faham setelah mendapat kode untuk pergi keduanya pergi dan kini kembali hanya Kevin dengan Arjuna di dalam sana.
"Gak seru kalau lo harus kalah sekarang." Kata Kevin sambil tersenyum meremehkan
"Lo akan menyesal kalau sampai macam-macam dengan Sahara." Ancam Arjuna dengan penuh penekanan
"Take your time with my girl"
Tersenyum sinis Kevin mengatakan sesuatu yang membuat Arjuna benar-benar ingin mendorongnya dari atas gedung ini sekarang juga.
"Nikmatin waktu lo sebelum dia kembali jatuh digenggaman gue Arjuna"
Mengepalkan tangannya erat Arjuna mengatakan sesuatu lalu berlalu pergi, dia tidak akan bisa menahan diri lebih lama lagi.
"In your dream"
Arjuna memang benar-benar harus membuat Sahara menjadi miliknya seutuhnya.
Dia tidak akan membiarkan pria brengsek itu menyakiti wanitanya.
Tidak akan pernah.
¤¤¤¤
Emang Kevin mulutnya minta ditampol😡
Hehe tungguin aku updatee yaa semuanyaaaa😄
Hari ini ada UAS sekali 3 pusing banget untung tadi malam udah sempat nulis :)
Suka bnget pokoknya Thorr😇
Semangat terus 💪