Novel baru lagi ....semoga pada suka ya
Mencintai wanita yang merupakan istri dari teman kerja ,membuat nya tidak pernah lagi berhasrat pada wanita mana pun sehingga dia memilih untuk tetap sendiri di usia nya yang sudah cukup matang untuk menikah
Di suatu kesempatan ,mereka bisa bersama tapi malah di halang oleh restu . Akan kah mereka bisa bersama selama nya ?
Yuk....langsung di simak cerita ku ,tinggalkan komentar nya ya. Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
calon mertua
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Seto duduk dengan tubuh yang tegang di ruang tamu yang cukup besar ,dia tak berani menatap ke arah pria paruh baya yang dia temui di hotel waktu itu. Keringat dingin mengucur dari leher nya, dia bingung dengan keadaan yang ada
Melihat rumah milik kedua orang tua Hanna membuat nya merasa minder, tapi Seto tak mungkin mundur karena dia sudah mengambil kehormatan yang paling berharga dari Hanna .
"Sayang....kamu kenapa ? Semua nya akan baik baik saja ,jangan kaku gitu " bisik Hanna dan kedua orang tua nya melihat apa yang dilakukan oleh Hanna pada Seto saat ini ,sikap Hanna sangat berbeda saat bersama dengan pria lain
"Ekhm.....jadi kamu berani datang kesini ?" tanya papa nya Hanna ,dia menatap tajam pada Seto yang terlihat gugup didepan nya
"Pa....Jangan nakuti mas Seto ah ,nanti aku kabur lagi ya. Aku mau kawin lari aja sama mas Seto kalau papa begini sikap nya " bentak Hanna dan Seto yang tadi tertunduk kini menatap ke arah Hanna, dia menarik tangan Hanna membuat Hanna menatap nya dan dia langsung menggelengkan kepala nya menyuruh Hanna untuk diam
"Ck....kamu ini ya ,bisa nya cuma kabur saja " ucap Sebastian dengan ketus dan Hanna semakin menantang papa nya ,dia melotot dan tersenyum sinis ke arah papa nya tanpa takut membuat sebastian langsung menghela nafas nya dengan kasar.
"Hah.....anak kamu ini ma ,manja nya bukan main . Tau nya ngancam orang tua saja, keras kepala banget . Nurun siapa sih " ucap Sebastian dengan kesal ,dia menggerutu sambil melotot ke arah anak nya
"Hi...hi....hi....nurun kamu lah pa ,kan anak kamu. Sama keras nya sama papa nya " jawab mama nya Hanna sambil terkekeh kecil, dia bisa melihat sikap Hanna yang sama dengan suami nya bahkan kedua nya tak pernah mau mengalah sama sekali kalau sudah selisih paham seperti ini .
"Pa....Jangan banyak drama deh ,besok aja nikah nya. Aku ngak mau jauh jauh sama mas Seto pa " ucap Hanna dengan manja dan membuat Seto langsung melotot, dia menatap ke arah sebastian dengan tatapan mata yang bingung
"Maaf pak ,saya ngak ada ngajarin Hanna bicara seperti itu" ucap Seto yang langsung meminta maaf pada sebastian, sebastian pun tersenyum.
Sebastian yakin kalau nanti nya Seto akan berada di bawah perintah anak nya ,walaupun dia tak suka lelaki yang takut istri tapi untuk urusan Hanna dan Seto dia senang melihat hal itu.
"Mas....Kok kamu malah nyalahin aku gini sih ?" tanya Hanna yang sudah melotot ke arah seto dan Seto menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan nya dengan pelan
"Kamu bisa diem ngak? Biar aku yang urus semua nya, aku ngak suka punya istri yang suka ngelawan dan mendahulukan ego nya. Jangan manja ,kamu harus ikutin apa yang aku katakan. Aku yang bakal jadi kepala rumah tangga di rumah kita nanti " ucap Seto dengan tegas dan tenang ,
Hanna langsung diam ,dia menundukan kepala nya karena dia memang takut pada Seto. Bukan karena seto kejam dan akan memukul nya, tapi karena dia menyayangi seto dan akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh seto pada nya.
Hanna sudah secinta itu pada Seto, dia ingin memberikan apa pun agar seto juga memiliki perasaan yang sama dengan nya . Apalagi dia yakin kalau Seto akan menjadikan nya ratu dirumah nanti ,dia sudah cinta pada pandangan pertama pada Seto .
Kedua orang tua Hanna langsung melotot, mereka saling pandang karena anak manja kesayangan mereka bisa sejinak itu pada Seto . Kini kedua nya menatap Seto dengan tatapan kagum karena bisa menjinakkan singa betina mereka, Hanna yang terbiasa melawan dan melakukan apa pun yang dia ingin kan tanpa perduli dengan perasaan kedua orang tua nya kini dia terlihat sangat kalem pada Seto, dia bahkan menundukan kepala nya .
"Maaf kan sikap Hanna pak ,saya akan bertanggung jawab pada Hanna. Saya ingin menikahinya,malam ini saya akan membawa nya ke rumah dan mengenalkan nya pada kedua orang tua saya " ucap Seto dengan sopan ,kedua orang tua Hanna masih diam karena masih terkejut dengan sikap Hanna yang penurut disebelah seto
"Berikan saya waktu untuk menjelaskan semua nya pada kedua orang tua saya,kemudian kami akan segera melamar Hanna seperti melamar pada wanita lainnya. Saya akan memberikan yang terbaik untuk Hanna ,pernikahan yang mewah dengan uang saya karena saya memiliki tabungan untuk itu " jelas Seto dengan tegas dan tenang ,dia memang sudah memiliki tabungan yang akan dia gunakan untuk pesta pernikahan nya nanti.
Bahkan Seto sudah menyiapkan mobil ,rumah dan segala isinya walaupun sederhana tapi pengantin nya yang berbeda saat ini . Dia merasa kalau dirinya sudah siap menjadi kepala rumah tangga di rumah kecil nya nanti, dia merasa bertanggung jawab pada istri nya.
"Baiklah ,kami akan menunggu tapi jangan terlalu lama " ucap Sebastian, dia sudah bisa menerima seto karena sudah bisa menjinakkan putri singa nya .
"Yah.....baiklah ,kalau begitu kita makan siang dulu sebelum kalian pergi. Mama sudah menyiapkan makanan nya sedari tadi, sekarang kita makan bersama ya " ucap mama nya Hanna karena suasana sudah mulai canggung, Hanna pun mengangguk dengan cepat dengan wajah yang berbinar
"Ekhm.....papa dengar kamu bekerja di perusahaan milik keluarga Lucas, sebagai apa disana ?" tanya sebastian dengan tegas saat mereka sampai di meja makan
"Saya hanya karyawan biasa pak ,tidak ada jabatan penting disana " jawab seto dengan sopan
Sebastian tersenyum, dia sudah tau kalau Seto memang karyawan biasa tapi merupakan karyawan pilihan yang berada satu tim dengan Lucas. Dia juga mendengar kalau Seto cukup dekat dengan Lucas dan beberapa pria lain nya yang cukup penting di perusahaan itu, dia yakin kalau Seto memiliki kemampuan yang baik dalam bisnis.
"Oh....begitu, jadi kamu mengerti mengenai bisnis ? Papa ingin membahas mengenai bisnis sedikit ,biar ngak terasa canggung " ucap Sebastian, dia sudah memanggil dirinya dengan sebutan papa agar bisa memberikan kesan dekat karena sebentar lagi seto akan menikah dengan Hanna
"Tau sedikit pak" jawab seto dan dia masih benar benar canggung dengan panggilan papa
Sebastian pun membicarakan mengenai proyek yang saat ini dia jalani di perusahaan nya ,dia meminta tanggapan dari seto dan dengan tenang dan tegas seto pun menjawab nya. Menjelaskan secara rinci apa yang harus dan tak harus di lakukan dalam proyek itu, karena Sebastian meminta pendapat nya
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘
thor