Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.3
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanya Eli kepada pelayan setia nya itu. sebab ingatan dari tubuh gadis ini, belum sepenuhnya pulih. Masih sedikit samar samar, sehingga Aluna atau yang sekarang disebut lady Eli, belum bisa mengetahui apapun tentang penderitaan dari tubuh gadis yang bernama Eli ini.
Sare yang terkejut saat nona nya tak mengingat apapun, langsung merasa cemas. Pasti nona nya itu mengalami luka yang cukup parah.
"Nona, maafkan hamba, yang tak memiliki uang untuk memeriksa nona ke seorang tabib. Hamba juga di ancam oleh lady Ella nona, untuk melarang melaporkan kondisi nona muda kepada jendela besar."
"Tidak apa apa sare, jadi jelaskan apa yang terjadi kepada ku saat ini. Dan berapa lama aku terbaring di ranjang usang ini?"
"Nona terbaring di tempat kumuh ini, sudah hampir 1 bulan lama nya. Setiap hari, hamba yang akan melihat kondisi nona muda. dan nona muda hanya meminum ramuan ramuan herbal saja. bahkan lady Ella melarang semua orang untuk mengetahui kondisi nona yang cukup parah ini. mereka mengancam hamba nona, hamba benar benar tak berdaya." ucap nya sambil meneteskan air mata nya dengan begitu sedih.
"Jadi seperti itu, malang sekali nasib mu Elli. Kembaran mu benar benar seorang wanita iblis!" pekik nya dalam hati.
"Flashback......
"Nona, hamba membawakan sarapan pagi untuk nona muda."
"Terima kasih sare. tolong letakan saja disitu ya."
"Baiklah nona."
"Apa yang terjadi di kediaman sare, apakah ada berita yang penting?" tanya Elli yang memang tak mengetahui informasi apapun tentang kediaman nya sendiri.
Perlakuan ibunya, dan juga kembaran nya sendiri, membuat nya benar benar merasa tertekan.bahkan gadis itu, tak tau apa apa dan merasa keluarga nya itu, benar benar memperlakukan nya secara tidak adil. biasanya kembaran akan memiliki ikatan batin, apabila salah satu disakiti, ataupun merasakan sakit. Tapi tidak dengan Ella, yang begitu membenci Elli. Ella tumbuh menjadi seorang gadis yang egois, dia ingin menjadi nomor satu yang di sayangi di keluarga jendral besar ini. Sikap dan juga tingkah nya benar benar sangat buruk. Dia menjadi orang yang seenaknya sendiri, memperlakukan orang lain seperti seorang pesuruh bagi nya.
"Pesta rakyat akan di gelar 2 bulan lagi nona, dan lady Ella sudah mempersiapkan dirinya untuk ikut tampil di hadapan para kaisar, dan ibu suri beserta pangeran Harry."
"Hmm, dia memang selalu mencari muka di hadapan kaisar bukan, jadi tak heran saat ini, dia sedang berusaha mencari nama agar bisa menjadi pendamping pangeran Harry." ucap Elli yang merasa miris dengan kembaran nya itu.
"Nona, tenang saja, nona tak sendirian. Hamba siap menemani nona, baik suka maupun duka." ucap pelayan setia nya yang begitu setia kepada Elli.
Setidaknya untuk saat ini, Elli merasa beruntung. karena masih ada sare, yang menemani nya dan membantu nya bila diperlakukan tidak baik di kediaman sang jendral.
Bahkan saat ini Elli tinggal di halaman belakang rumah kecil, yang seharusnya ditempati oleh para pelayan. Dia sama sekali tak merasakan kehangatan ataupun perlakuan yang pantas sebagai seorang lady.
"Rusak semua fasilitas ini, karena anak buangan ini tak pantas mendapatkan tempat yang layak!" perintah ella kepada para prajurit pribadi nya.
"Apa apaan ini, kenapa kau masih tetap mengusik ku!" pekik Elli yang tak menerima perlakuan buruk saudara kembarnya itu.
"Cepat ikuti perintah ku, atau kalian akan mendapatkan akibatnya!"
"Baik nona."
"Jangan, hei apa apaan ini! hentikan Ella!"
Ella yang melihat Elli tak berdaya merasa puas, sebab dia begitu membenci kembaran nya sendiri. Dia merasa puas, karena tak memiliki saingan.
dengan penuh emosi, Elli langsung mendorong kembaran nya itu.
"Brugh..... Awwwww."
"Cukup! Hentikan semua perlakuan buruk mu kepada ku!" bentak Elli sambil meneteskan air mata nya. Sudah dari kecil, dia terlalu mengalah. bahkan beberapa kali usaha nya untuk membuat keluarga nya menyayangi nya, selalu tak terlihat di mata mereka.
Dengan tak siap menahan tubuh nya, Ella terjatuh ke bawah, sehingga gadis itu tampak murka.
Tak lama nyonya jendral yang mendengar keributan di luar halaman nya, langsung beranjak menuju ke tempat kediaman salah satu putri nya itu. Salah satu pelayan tadi, langsung memberikan informasi bahwa saat ini anak kembar nya sedang bertengkar di luar halaman belakang.
"Ada apa ini?" tanya nyonya viol yang merupakan ibunya Ella dan Elli. Tapi sikap nya, lebih cenderung menyayangi Ella. bahkan dia begitu membanggakan putri nya Ella di hadapan banyak orang
"Ibu, huhu.... Elli mendorong ku. tangan dan kaki ku terasa sakit bu." rengek Ella yang langsung membuat drama saat melihat ibunya.
"Apa apaan ini Elli!" bentak nya dengan keras membuat beberapa pengawal dan pelayan hanya diam saja. Bahkan mereka tak perduli dengan perlakuan sang nyonya, yang selalu menyakiti anak kandung nya sendiri
"Bu, aku tak bersalah. ella yang mengusik ku Bu, dia ingin menghancurkan tempat tinggal ku." Elli berusaha menjelaskan bahwa dia tak bersalah. Tapi nyonya voil menutup telinga seolah jawaban Elli tak berhak berkomentar ataupun membela diri sendiri.
"Ibu, dia berbohong. aku tak pernah mengusik nya Bu, Bahkan dia yang langsung mendorong ku!" elak gadis itu yang pandai bersandiwara.
Tatapan Eli begitu terluka, bahkan air mata nya sudah mengalir deras saat ini.
"Kau! Dasar anak tak tau diri, sudah berapa kali aku jelaskan jangan mencari ribut dengan putri keluarga jendral!" bentak nya dengan keras Seolah tak perduli dengan perasaan Eli yang hancur. Saat melihat kembaran nya di bela padahal kembaran nya yang salah.
"Bu, aku juga putri sang jendral. Tapi mengapa kalian tak mau sedikit saja menyayangi ku. Apa salah ku Bu?" tatapan nya penuh luka seolah berusaha meminta belas kasihan kepada ibunya sendiri.
"Jangan mengajari ku! bawa gadis itu, dan cambuk dia 20 kali. Jangan biarkan dia makan dengan baik, dan biarkan dia terluka. Dia harus diberikan pelajaran agar tak semena-mena kepada Ella!" bentak nyonya voil yang langsung menyuruh para pengawal untuk menghukum Elli dengan cambukan.
Ella yang mendengar ucapan ibunya, langsung tersenyum smirk. inilah yang ia inginkan. melihat kembaran nya sengsara.
"Bu, tolong jangan Bu. Aku minta maaf Bu."
"Cepat bawa dia!' pekik nyonya voil yang menutup mata hati nya itu.
"Ibu.... Ku mohon ibu."
"Hiks....tolong jangan."
Cambukan demi cambukan langsung mengarah pada kulit punggung nya. Bahkan tangis nya tak berhenti henti, saat merasakan peri nya setiap kali cambukan dari para pengawal itu.
"Ctas.....argh.......hiks....ampun."
"15...ctas.....saat cambukan ke 20, Elli sudah tak sadarkan diri. bahkan wajah nya begitu terlihat pucat pasi. Sang pelayan setia nya tak henti henti nya merasa bersalah, dan tak berdaya untuk menolong sang nona muda."
back to topik....
lanjut up yg banyak thor