Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Bos Besar
Perasaan aneh yang muncul dalam batin pria angkuh itu, kini tanpa ia sadari menganggu pekerjaannya. Bagaimana tidak? bocah itu memang begitu mirip dengannya, tetapi apa yang pernah ia konsultasikan dengan dokter, itu juga menjadi penghambat keyakinannya.
Penasaran dengan vonis itu, ia pun meminta asisten pribadinya untuk membuat janji dengan dokter yang selama ini ia percaya menangani penyakit anehnya ini.
"Soni, emmm, ck, tolong buatkan aku janji dengan Dokter Rehan, ada yang mau aku bicarakan dengannya," pinta pria angkuh ini, tenang.
Soni, nama asisten pribadi pria angkuh dengan ketampanan yang hampir sempurna itu, hanya bisa mengangguk menyetujui tanpa banyak protes. Sebenarnya ia juga tidak tahu mengapa bosnya ini memintanya membuat janji dengan dokter Rehan, setahu dirinya, selama ini bosnya selalu terlihat sehat dan bugar, lalu apa masalah sebenarnya pria ini. Ah entahlah, Soni tidak mau terlalu ikut campur urusan pribadi bos angkuhnya ini. Yang terpenting bagi Soni, pekerjaannya di hargai, jasanya di bayar. Rasanya itu sudah cukup baginya.
Tepat pukul lima sore, Soni mengantar bos besarnya ini ke rumah sakit tempat dokter Rehan praktek. Tak ada perbincangan yang berarti, tetapi saat pria tampan ini turun dari mobil, tiba-tiba saja seorang bocah tampan berlari tanpa melihat sekelilingnya, sehingga bocah tampan itu tak sengaja tertabrak mobil yang ada di belakang mobil milik pria angkuh ini. Bocah tampan itu terpental jauh dari tempatnya tertabrak. Tampak darah mulai keluar dari hidung, pelipis dan lengannya.
Tentu saja tanpa aba-aba, pria angkuh ini pun langsung menolong bocah itu.
"Cepat panggilkan dokter, cepat!" teriak pria itu sembari membawa bocah itu berlari ke ruang IGD. Entah mengapa ia merasa takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan oleh bocah ini. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak jauh lebih kencang dari menghadapi masalahnya sendiri. Sungguh pria ini benar-benar ketakutan.
Sembari memperhatikan bocah itu ditangani oleh para dokter, pria ini langsung kepikiran dengan ibu bocah itu yang menurutnya sangat teledor.
"Di mana orang tua bocah itu, kenapa dia teledor sekali," ucap pria itu pada Soni, asisten pribadinya.
Belum sempat Soni menjawab, seorang wanita muda berlari memanggil nama bocah itu.
"Kevin kevin di mana kamu, Nak?" ucap wanita muda yang pria itu tahu adalah ibu bocah ini.
"Hay, kamu, sini!" ucap pria angkuh ini.
Tampak wanita muda yang tak lain adalah Sinta itu langsung gemetar ketakutan, ketakutan bukan hanya di panggil oleh pria galak itu, tetapi saat melihat noda darah di baju pria itu, pikiran Sinta langsung menjadi semrawut yak karuan. Ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada putra sahabatnya ini.
"Saya, Pak. Maaf ada apa ya?" tanya Sinta dengan napas yang tersegal.
"Kamu itu bagaimana sih jaga anak teledor begitu, Lihat tu anak kamu ketabrak mobil. Untung ngga pa-pa, coba kalo dia kenapa-napa mau nyalahin siapa kamu?" ucap pria itu, suaranya cukup keras dan dengan nada yang cukup tinggi, membuat Sinta shock.
"Ha? anak saya tertabrak mobil, Ya Tuhan, ya Tuhan! di mana dia sekarang, Pak?" ucap Sinta dengan bibir gemetar dan seluruh badan terasa panas dingin.
"Dia di dalam, lain kali jangan teledor lagi," ucap pria itu.
"Baik, Pak terima kasih banyak, tolong maafkan saya," ucap Sinta, membungkukkan badan, lalu segera berlari masuk ke dalam ruangan itu, sedangkan pria angkuh itu langsung meminta asisten pribadinya untuk mengurus biaya administrasi dan juga mengurus kasus tabrakan ini sampai tuntas.
Tak mau membuang waktunya lagi, Pria angkuh ini pun segera menemui dokter yang akan memeriksa kesehatannya.
Langkahnya yang gagah membuat semua mata wanita yang berpas-pasan dengannya hampir tak mau lepas. Sungguh ketampanan pria ini sukses mengalihkan perhatian banyak orang. Namun sayang, tanpa banyak yang tau, pada kenyataannya ketampanan itu ternyata menyimpan rahasia yang cukup mengejutkan, yaitu...
"Milikmu masih belum bisa bereaksi, lalu bagaimana bisa kamu punya anak, Jo!" ucap Dokter Rehan, lima tahun yang lalu. Tepat sebulan sesudah ia dan sang istri bercerai. Sampai detik ini, milik Jonathan, si pria angkuh ini benar-benar tidak mau bereaksi. Meskipun di depan matanya ada ribuan gadis cantik berdiri dalam keadaan telanjang.
Demi apa, hal ini juga sukses membuat Jonathan stres. Entah apa penyebab miliknya tidak bereaksi, Jonathan sendiri juga tidak tahu apa penyebabnya. Yang jelas, sampai saat ini, miliknya benar-benar tidak bereaksi terhadap rangsangan wanita manapun.
Melihat sang sahabat tiba-tiba mau datang mengunjunginya, tentu saja hal ini sukses membuat Rehan sangat bahagia.
"Hallo, Bosku, astaga, lama sekali kita tak jumpa. Ada apa gerangan, tumben pengen ketemu aku, gimana sudah ketemu pujaan hati yang pas belum?" cecar Rehan dengan nada bercanda seperti biasa.
"Diamlah kau Han, aku ga mau mikirin hal begituan, aku ke sini mau bicara sesuatu yang penting denganmu," jawab Jonathan dengan raut wajahnya lesu.
"Bicara apa, astaga jangan membuatku takut, Bos. Ayolah, jangan pasang ekpresi seperti itu. Kamu selalu berhasil membuat ruangan terasa dingin. Astaga!" ucap Rehan, kesal.
"Ini soal.... " Jonathan tak melanjutkan ucapannya, sepertinya dia ragu. Tapi dengan ekspresi sedih itu, Rehan bisa membaca apa yang di pikirkan sahabatnya.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaes...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat