Memiliki seorang bayi cantik sebelum menikah membuat Jennifer harus mengalami prahara dalam rumah tangganya.
Pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan untuk Jennifer, justru menjadi kehancuran baginya.
Inilah rahasia terbesar Jennifer yang harus diungkap.
Siapakah ayah bayi cantik tersebut? Akankah semuanya terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Jonathan Memiliki Anak Lagi
Setahun telah berlalu. Perlakuan suaminya diluar dugaan selama setahun terakhir. Berbagai macam hadiah diberikan pada Jonathan setiap kali mereka selesai bercinta. Sudah banyak sekali perhiasan perhiasan yang diberikan oleh suaminya. Percintaan mereka yang panas tidak ada bandingannya. Jonathan selalu saja membuatnya merasa puas. Dan hadiah adalah nilai bonus untuk semua itu.
Putrinya Velly sudah mulai berjalan. Pengasuh pun kewalahan melihat tingkah putrinya. Hampir semua seisi rumah dibuat berantakan olehnya. Hampir semua yang ada didepannya diraihnya untuk dimasukkan kedalam mulutnya. Hari ini Jennifer mendengar suara raungan Velly didalam ruang kantor suaminya. Jennifer mengejar suara itu dan mengintip dari balik pintu.
Ternyata daddy nya sedang diganggu olehnya. Hampir semua kertas maupun buku di robek robek oleh Velly membuat ruangan itu berantakan. Jennifer memperhatikan Jonathan saat melarang putrinya memasukkan sebuah pena kedalam mulutnya. Itulah mengapa putrinya meraung dengan keras.
"Tidak, kau tidak boleh mengambil itu." larang Jonathan dan mengangkat tubuh Velly membuatnya menangis semakin keras.
"Dan tangisanmu tidak akan membuatmu mendapatkan sesuatu." tegas Jonathan, sambil memberikan mainan kepada putrinya yang sedang marah.
Velly melemparkan mainan itu dan menangis semakin keras.
Jonathan duduk dan membiarkan putrinya berdiri di pahanya. Seakan disulap, Velly berhenti menangis dan melompat lompat kegirangan. Jonathan melihat sosok istrinya yang mengintip dibalik pintu. Jennifer tersenyum padanya. "Ku pikir kau tidak akan kelihatan hari ini sayang."
"Dan salah siapa itu, kau selalu membuatku lelah." jawab Jennifer.
Jonathan menyipitkan matanya. "Tapi yang aku ingat hanya istriku yang membangunkanku pagi pagi sekali dan sangat menuntut."
Jennifer malu pernyataan suaminya. Terkadang memang Jennifer memancing gairah suaminya. Karena ia sendiri tak mampu menahan hasratnya sendiri saat melihat wajah tampan suaminya.
Velly mengerjap ngerjapkan matanya karena mulai mengantuk akibat kelelahan dengan polahnya sendiri. "Sini biar aku membawanya tidur siang." kata Jennifer.
Jonathan bangkit dengan hati hati dan membawa Velly bersama Jennifer ke arah kamarnya. Jennifer mengganti baju Velly yang dipenuhi keringat. Dan mulai menidurkannya. Velly adalah putri yang penurut saat disuruh memejamakan matanya. Memang sangat mudah membuatnya tertidur.
Jonathan memandangi putrinya yang lama kelamaan terlelap dengan damai. Dipeganginya jari jari Velly dengan lembut dan menatap istrinya. "Aku ingin punya anak lagi."
Tercengang mendengar pengakuan yang tiba tiba dan tidak siap dengan jawabannya. Jennifer mengerutkan dahinya.
"Aku tidak menjadi bagian darinya ketika kau mengandungnya sayang. Aku melewatkan semuanya." jelas Jonathan datar.
"Kau tahu aku punya alasan merahasiakannya." kata Jennifer membela diri.
"Aku tahu kau memutuskan bahwa kekasihku lebih penting dari anakku yang belum lahir." balas Jonathan. "Tapi itu kesalahanmu. Aku akan mendahulukan kepentingan anakku. Sayang sekali kau tidak memberikan kesempatan untuk membuktikannya langsung padamu."
"Kau tidak mengingatnya." ujar Jennifer jengkel.
"Kau tidak mencoba mengingatkan sayang." balas Jonathan.
"Kurasa satu anak cukup untuk saat ini." kata Jennifer.
Wajah Jonathan menjadi tegang. "Kau masih tidak mempercayaiku. Apa kau mengira aku egois sehingga menyarankan untuk punya anak lagi tanpa ada keinginan untuk mempertahankan pernikahan kita."
"Bukan itu maksudku. Ini bukan tentang kepercayaan." balas Jennifer. "Aku hanya butuh waktu denganmu untuk meyakinkan hal ini lagi."
"Velly membangkitkan emosi dalam diriku yang tidak pernah aku sadari sebelumnya." ujar Jonathan. "Aku sangat terkejut pada diriku sendiri. Tapi aku bosan dengan hidupku yang begitu begitu saja. Aku lebih siap berkeluarga bersamamu daripada yang pernah kusadari istriku."
"Itu bagus sekali." tukas Jennifer. "Tapi aku mohon beri aku sedikit waktu lagi." pinta Jennifer.
"Kau terlalu banyak melihat kehidupanku sebagai seorang playboy." ujar Jonathan dan menarik tubuh Jennifer agar lebih dekat dengannya. "Disitulah letak masalahnya."
"Aku tak berprasangka."
"Kau berbohong. Kau selalu berprasangka." ujar Jonathan. "Wajahmu berubah menjadi kaku dan serius, nada suaramu pun berubah menjadi dingin saat menyembunyikan perasaanmu."
Jennifer malu akan perkataan suaminya. Jonathan menariknya lebih dekat. "Kau memang mudah cemburu."
"Itu tidak benar." gumam Jennifer. "Kau dulu liar."
"Tapi disudut kecil dalam benakmu, kau menyukai keliaran." kata Jonathan. Gairah panas kembali menjalarinya. "Kurasa kau sebaiknya tinggal ditempat tidur sepanjang hari." Jonathan mencium leher Jennifer. "Kau nyaris tidak pantas berpakaian. Aku menginginkanmu lebih sayang."
Jennifer mundur. "Ini masih siang sayang, kau harus menyelesaikan pekerjaan kantormu."
Jonathan terkekeh dan menarik tangannya meninggalkan kamar Velly dan membawanya ke ruang kantornya. "Aku nyaris tak bisa berangkat ke perusahaan JC jika sudah berada didekatmu."
Jonathan menarik Jennifer kembali. "Kau ingin aku menyelesaikan pekerjaan kantorku? Ini..." sambil menyentakkan tali gaun Jennifer dari bahunya. Dan melucuti pakaian istrinya. Berkali kali Jonathan menyatukan tubuh mereka hingga keduanya mencapai kepuasan bersama. Kepuasan yang membuat gemetar tubuh Jonathan dipelukan istrinya. Lagi lagi permainan ini dilakukan didalam ruangan kerjanya.
"Apakah aku menyakitimu?" tanya Jonathan dengan napas yang terengah engah.
Jennifer menggeleng. "Aku baik baik saja...bahkan sangat baik." gumam Jennifer.
Jonathan tersenyum nakal kepadanya membuat jantung Jennifer berdegup terlalu cepat. "Rasanya semakin hebat denganmu." Jonathan menghujani Jennifer dengan kecupan kecupan lembutnya. "Kau luar biasa sayang, aku mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu." balas Jennifer.
Happy Reading All...
Eps.eps selanjutnya akan aku buat semakin liar...
Ikuti terus kelanjutannya...😘😘😘
terus kenapa di mlm pertama pernikahan harus merasa kecewa dan marah,
klw memang ingat kejadian di waktu mabuk......
haaaahhh....
carlos gz
Terima kasih, semangat berkarya terus author sayang...Gbu🙏💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jgn dikit2 cerai.