NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Audit di Bawah Terik

BAB 14: Audit di Bawah Terik

Januari 2026 hampir berakhir, namun tekanan di ruko Matahari Food justru mencapai puncaknya. Hari ini bukan hari produksi biasa. Hari ini adalah hari audit mendadak dari tim kendali mutu Indo-Retail. Jika mereka menemukan satu saja pelanggaran standar kebersihan atau prosedur kerja, kontrak sepuluh ribu bungkus per minggu itu bisa dibatalkan dalam sekejap.

Nayla sudah berdiri di depan pintu ruko sejak pukul enam pagi. Ia mengenakan kemeja putih rapi dengan apron hitam kebanggaannya. Di tangannya, ada tablet digital yang mencatat semua alur produksi. Ia memastikan tidak ada satu pun debu di atas mesin pemotong, dan semua Ibu-ibu karyawan mengenakan sarung tangan serta masker dengan sempurna.

"Ranti, pastikan semua dokumen asal-usul bahan baku bakso ikan dari Pak Mamat sudah siap di atas meja. Bagas, cek kembali suhu gudang penyimpanan jangan sampai lewat dari dua puluh lima derajat celcius," perintah Nayla dengan nada tenang namun penuh penekanan.

Tepat pukul sembilan, sebuah mobil sedan hitam berhenti. Tiga orang berpakaian rapi dengan papan klip keluar. Mereka adalah tim auditor. Suasana ruko mendadak sunyi, hanya terdengar suara mesin yang menderu halus. Nayla menyambut mereka dengan senyum profesional, meski telapak tangannya sedikit berkeringat.

Selama tiga jam, para auditor memeriksa setiap sudut. Mereka mengecek kebersihan lantai, cara karyawan mencuci tangan, hingga memeriksa tempat pembuangan limbah minyak yang telah dibangun Nayla bulan lalu. Mereka sangat teliti, hampir tidak ada celah yang terlewatkan.

"Mbak Nayla, kami melihat catatan penggunaan cabai hijau Anda sangat tinggi untuk varian Sambal Ijo. Bisa kami lihat proses pencuciannya?" tanya salah satu auditor perempuan dengan kacamata yang bertengger di ujung hidung.

Nayla mengantar mereka ke bagian pencucian. Di sana, ibunya sedang bekerja. Nayla sempat ragu, mengingat hubungan mereka yang masih dingin. Namun, ia melihat ibunya bekerja dengan sangat tekun. Beliau mencuci cabai satu per satu di bawah air mengalir dengan ketelitian seorang ibu yang sedang menyiapkan makanan untuk anaknya sendiri.

"Kami tidak menggunakan mesin pencuci otomatis untuk cabai, Pak, karena kami ingin memastikan setiap batang cabai yang busuk terbuang secara manual. Kami mengutamakan kesegaran," jelas Nayla.

Auditor itu mengangguk-angguk, mencatat sesuatu di papan klipnya. Setelah pemeriksaan selesai, mereka berkumpul di ruang depan yang sempit. Nayla menahan napas.

"Secara keseluruhan, sistem Anda sangat luar biasa untuk ukuran usaha yang baru pindah ke ruko," ujar ketua tim auditor. "Ada beberapa catatan kecil soal pencahayaan di gudang, tapi kami memberikan nilai A- untuk audit pertama ini. Kontrak Anda aman, Mbak Nayla. Pertahankan kualitas ini."

Setelah mobil auditor pergi, seluruh ruko meledak dalam sorak-sorai. Ibu-ibu karyawan saling berpelukan. Nayla terduduk lemas di kursi kerjanya, air mata kelegaan hampir jatuh. Beban besar itu terangkat sudah.

Di tengah kegembiraan itu, ibunya mendekat. Beliau membawa segelas es teh manis dan meletakkannya di meja Nayla. "Minum dulu, Nay. Kamu pucat sekali dari tadi."

Nayla menatap ibunya. "Terima kasih, Bu. Maaf kalau tadi Nayla terlalu keras."

Ibunya menghela napas, lalu duduk di samping Nayla. "Ibu yang harusnya minta maaf. Tadi saat auditor itu memeriksa cara Ibu mencuci cabai, Ibu baru sadar... kamu bukan sedang pamer kekuasaan dengan aturan-aturan ketat itu. Kamu sedang melindungi kita semua. Kalau Ibu kerja asal-asalan, usaha ini tutup, dan Ibu-ibu tetangga kita akan kehilangan pekerjaan lagi."

Nayla memeluk ibunya erat. Sinar matahari yang masuk lewat jendela ruko terasa sangat hangat di hati mereka. Rekonsiliasi ini adalah kemenangan yang lebih besar daripada nilai audit mana pun.

Namun, keberhasilan ini justru memicu kecemburuan di tempat lain. Di media sosial, muncul akun-akun anonim yang mulai menyebarkan fitnah bahwa Basreng Matahari menggunakan bahan pengawet mayat—sebuah isu klasik yang sering digunakan untuk menjatuhkan bisnis makanan yang sedang naik daun di tahun 2026.

"Nay, lihat ini! Beritanya mulai viral di grup-grup WhatsApp ibu-ibu!" seru Maya sambil menunjukkan layar ponselnya.

Nayla melihat unggahan itu. Foto basrengnya disandingkan dengan foto rumah sakit, dengan narasi yang sangat provokatif. Ia tahu, ini adalah serangan balasan dari kompetitor yang merasa terganggu dengan masuknya Basreng Matahari ke ritel nasional.

"Jangan dibalas dengan kemarahan, Maya," ujar Nayla sambil bangkit dari duduknya. "Kita punya sertifikat audit hari ini. Kita punya video proses produksi yang transparan. Kita akan lawan fitnah ini dengan kebenaran."

"Hari ini saya belajar bahwa sebuah bangunan yang tinggi membutuhkan pondasi yang sangat dalam. Audit bukan tentang mencari kesalahan, tapi tentang membuktikan keseriusan. Dan fitnah? Itu hanyalah debu yang menempel di kaca. Semakin terang matahari bersinar, semakin jelas debu itu terlihat, dan semakin mudah bagi kita untuk membersihkannya. Kami tidak akan goyah. Karena cahaya kami bukan berasal dari sekadar kata-kata, tapi dari kejujuran di setiap keping bakso goreng yang kami hasilkan."

Besok, ia harus bersiap melakukan kampanye "Buka Pintu Dapur" agar masyarakat bisa melihat langsung kebersihan produksinya lewat live streaming. Takdirnya di tahun 2026 kini memasuki babak baru: bertarung melawan hoaks digital.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!