Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua
"Assalamualaikum Kayla pulang." Seru Kayla ketika memasuki pintu utama rumahnya. Ia tak sendiri, gadis itu di temani adiknya yang terpaut satu tahun di bawahnya dan mereka bersekolah di sekolah yang sama. Semenjak satu sekolah ia dan adiknya selalu diantar jemput oleh Arga.
"Assalamualaikum Mah Kanaya cantik pulang!"
Kayla dan Kanaya menyalami tangan Mamah.
"Waalaikumsalam."jawab Mamah Lia
"Anak-anak Mamah sudah pulang."
Keduanya mengangguk "Aku ke kamar ya mah, kira-kira ada yang bisa di bantu?" Tawar Kayla.
Lia tersenyum hangat lalu menggeleng. "Gak ada sayang,lebih baik kalian ganti baju setelah itu makan, mamah udah siapin makanannya di meja."
"Iya mah," jawab Kanaya dan Kayla serentak.
"Kalau butuh bantuan panggil kakak aja ya mah, hehe."ujar Kanaya lalu gadis itu segera berlari ke arah kamarnya.
Kayla hanya menggeleng melihat kelakuan adiknya.
"Aku ke kamar ya mah."
"Iya sayang."
Lia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua putrinya dan tersenyum kecil. Kedua putrinya memiliki sifat yang cukup berbeda namun sama-sama memiliki hati yang baik. Kayla memiliki sifat sedikit pemalu namun galak, jika sudah bersama orang yang menurut nya satu frekuensi gadis itu berubah menjadi gadis yang tak kenal diam dan cenderung tak tahu malu dan dia bisa berubah menjadi sedingin es jika berhadapan dengan orang yang tidak ia suka. Sedangkan Kanaya dia gadis yang ceria dan sedikit cerewet, pembawaannya yang ramah membuat siapa saja betah menjadi temannya, sama seperti Kayla gadis itu juga memiliki sifat sedikit pemalu dalam situasi tertentu.
___
Arga turun dari mobilnya, kemudian ia melangkah memasuki pintu utama rumahnya. Seperti biasa suasana rumahnya tampak sepi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, bahkan lebih tepat dikatakan terlalu sibuk bekerja sampai mereka lupa jika memiliki seorang putra. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar.
Satu tangan terulur membuka kenop pintu, Arga merogoh ponsel dari kantong celananya. Ia mengotak-atik ponselnya lalu tangannya menyentuh icon pesan dan membuka satu notifikasi dari seorang gadis.
Kak malam ini gue ke rumah lo gak?
Anda
Iya,gue tunggu jam 7
Arga mematikan ponselnya lalu melempar asal ke kasurnya, ia membuka seragamnya dan memilih membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Laki-laki itu mengusap kepalanya yang basah dengan handuk,ia kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di kasur dan kembali menekan notifikasi dari sang gadis.
Gue bawain makanan ya? soalnya gue udah masak
Anda
Iya,bawa aja udah lama gue gak makan masakan Lo
Oke sayang, gue otw
Arga tersenyum, ia tak sabar bertemu dengan gadisnya. Walaupun mereka sering berpapasan di sekolah tapi karena perbedaan kelas mereka membuat keduanya menjadi jarang bertemu.
Tak lama ia mendengar beberapa notifikasi dari ponselnya, dilihatnya beberapa pesan dari kekasihnya. Ia membuka pesan tersebut dan segera membalasnya, ia terkekeh geli melihat isi pesan dari kekasihnya yang galak plus manja itu.
Ia menutup aplikasi pesan,lalu ia termenung menatap wallpaper ponselnya terpampang jelas foto kekasihnya yang cantik sedang tersenyum. Entah kenapa hatinya merasa bersalah.
"Kay maaf"
___
"Mau kemana Lo?" tanya Kayla melihat adiknya yang sudah rapih.
Kanaya hanya tersenyum "Mau apel ke rumah pacar"
"Dih gaya-gayaan Lo,,kaya yang punya pacar aja, palingan juga nongkrong di rumah si Bayu."
Kanaya menatap sinis kakaknya "Yeuh ketauan,,kali-kali percaya kek gue mau apel ke rumah pacar."
Kayla tertawa mendengar ucapan adiknya. "Lagian dimana-mana cowo yang apel ke rumah cewe, ini malah sebaliknya. Udah sana kalau mau nongkrong nanti keburu malem, jangan lupa pamit sama mamah. Dan jangan pulang lebih dari jam 10 besok sekolah."ujar Kayla mewanti-wanti.
"Iya kakakku sayang, gue berangkat dulu ya doain semoga si Bayu bawa temen cakep biar gue bisa kenalan, haha."
Kayla menggeleng melihat tingkah adiknya yang satu ini.
Kanaya melangkah keluar kamar menuju ruang tengah untuk berpamitan pada mamahnya.
"Mah, aku pamit ke rumah Bayu ya."
"Iya, seperti biasa pulang jangan lebih dari jam 10 kalau bisa secepatnya pulang ya, kamu ke sana sama siapa?"
"Bareng sama Ines mah,,nanti pulang juga diantar dia."
"Oh yasudah,,sana nanti keburu malam, hati-hati ya nak."
"Siap mah,,aku berangkat Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Tak lama setelah Kanaya keluar, Kayla menghampiri Lia dengan pakaian rapi sama seperti adiknya sebelumnya.
"Loh loh tadi adiknya sekarang kakaknya, mau kemana nak?"
Kayla menunjukkan deretan giginya. "Aku mau ke rumah Sasha, izin ya mah gak lama kok cuma sampai jam 8 paling lama jam 9 aku pulang, janji deh."
"Yasudah, rumah Sasha yang di komplek sebelah kan?"
"Mamah pinter deh,,iya mah gak jauh kan? hehe."
"Iya iya,yasudah sana nanti keburu malam."
"Iya,mamah gapapa di tinggal sendiri?"
"Gapapa sebentar lagi papah kamu juga pulang."
"Oke deh,,aku berangkat ya mah, assalamualaikum."
"Iya waalaikumsalam."
___
Kanaya melangkah menghampiri gerbang rumah besar di depannya,sembari menenteng kotak makan ditangannya.
"Permisi pak"
Pak satpam yang menjaga rumah tersebut tersenyum ke arahnya "Eh neng, ayok masuk aden udah nunggu di dalam."ucap Pak satpam seakan sudah paham akan kedatangan Kanaya ke rumah majikannya.
"Iya, terimakasih pak."
Kanaya masuk menghampiri pintu utama rumah tersebut, tanpa mengetuk pintu dirinya masuk ke rumah besar itu.
"Kak gue datang, lo dimana?"panggil Kanaya sedikit berteriak.
Seorang laki-laki turun dari tangga, dengan baju santainya laki-laki itu melangkah menghampiri Kanaya.
"Wah, udah dateng yang? Sini ke meja makan aja gue gak sabar mau coba masakan Lo."
Kanaya mengangguk lalu mengikuti Arga menuju meja makan.
"Gimana enak?"tanya Kanaya setelah melihat isi kotak makanan yang ia bawa habis tanpa sisa.
"Seperti yang lo lihat, kalau gak enak gak mungkin gue abisin makanan ini."
Kanaya tersenyum hangat. "Nanti gue bakal sering-sering bawain makan buat lo."
"Dengan senang hati gue menerimanya."
Keduanya tersenyum, Arga dan Kanaya menghabiskan waktu berdua di rumah besar tersebut.
Di sisi lain Kayla sedang memegang mic sembari menyanyikan sebuah lagu dari layar televisi di depannya.
"Heh anak Dajjal, lagi patah hati Lo? Dari tadi lagu yang Lo nyanyiin galau mulu perasaan."ujar Bastian.
"Eh daki biawak,,Lo tuh ya udah gak diajak ngatur-ngatur pula, suka-suka gue lah mau nyanyi lagi apa,"ujar Kayla sinis.
Sasha yang melihat perdebatan keduanya hanya bisa mengelus dada, sejak Sekolah Dasar Kayla dan Bastian memang tak pernah akur selalu saja ada perdebatan diantara keduanya. Dan lihat sekarang mereka berdua sedang berebut mic, keduanya seperti anak kecil yang berebut mainan.
"Lo berdua berantem mulu lama-lama gue jodohin juga dah." Ujar Sasha yang sudah jengah melihat pertengahan keduanya.
Kanaya dan Bastian saling menatap sinis satu sama lain lalu mereka berucap hal yang sama "Ogah."