Kisah lanjutan dari Dewa iblis dan penerus Shin mo
Terlahir dalam kesedihan dan menganggap dirinya sebagai anak yang terbuang, dan hanya di bekali peninggalan kitab dan sebuah senjata dari ibu yang telah melahirkan nya, pemuda itu berusaha mencari jati diri nya di tengah lika liku, kelicikan dan intrik dunia persilatan daratan Tionggoan.
Siapa nama anak itu,..?
dan bagaimana ia mengatasi masalah masalah nya, silahkan ikuti terus pendekar gurun.
Mohon maaf bila tidak ada kata2 modern dan tingkatan tingkatan kekuatan dalam novel ini, karna ini cerita silat versi jadul.
kritik, saran dan masukan, di harapkan, asal sopan
Suport dan dukungan nya di tunggu kawan kawan.
# minimal 1 chapter setiap sore.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jack mad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch : 25 Tugas Pertama Mo Kwi
Mo kwi setelah mengangkat kepala meilhat tamu penting itu adalah putri Qiao dan Han sikong, wajahnya berubah.
Mo kwi jadi serba salah.
Begitu pula putri Qiao dan Han sikong yang berniat kepada Hek kwi untuk pamit pulang ke kota Fu'yi.
Pandangan putri Qiao tak lepas dari Mo kwi yang sering terlihat menunduk
"Di cari kemana mana, puluhan mungkin ratusan orang mencari kabar tanpa hasil, kau seperti lenyap di telan bumi, ternyata kau bersembunyi di sini," putri Qiao berkata dalam hati, ada sedikit senyuman di bibir putri Qiao melihat Mo kwi.
"Mari silahkan duduk putri Qiao, apa yang bisa saya bantu,"..? Hek kwi berkata pada putri Qiao.
"Ada laporan dari mata mata yang di kirimkan dari kota Fu'yi, ada gerakan kumpulan pengacau yang akan masuk dan mengacau di kota Fu'yi, jadi kami akan pamit dan kembali kekota Fu'yi," putri Qiao berkata kepada Hek kwi, lanjut perkataanya sambil melihat kearah Mo kwi dan kwan bin.
"Paman, siapa mereka, apakah tidak apa apa membicarakan urusan kita, jika didengar oleh mereka,"..?
Mo kwi menghela napas mendengar perkataan putri Qiao, sedangkan Kwan bin hanya tersenyum.
"Tuan putri tak usah Khawatir, mereka berdua adalah saudara kami, sesama anggota perguruan, dan yang muda adalah penjaga gurun Gobi, baru datang dari gurun Gobi," Hek kwi berkata.
Putri Qiao dan Han sikong terkejut, mengetahui Mo kwi adalah anggota perguruan Dewa iblis, setahu putri Qiao yang sudah mempelajari perguruan Dewa iblis yang misterius, dan berusaha mencari tahu siapa saja anggotanya.
Dewa iblis para anggotanya adalah para tokoh tua dunia persilatan yang jarang muncul, dan tentang perguruan Dewa iblis, putri Qiao tahu setelah ada laporan, dari orang yang pernah melihat acara juragan Lan, dan pertemuan di gunung thay pek san.
"Oh jadi anggota termuda dari perguruan Dewa iblis,"..!! putri Qiao berkata, "Benar tuan putri," Hek kwi membalas perkataan putri Qiao.
Mo kwi makin salah tingkah mendengar perkataan putri Qiao.
Paman,..!! "Jika berkenan aku akan meminta anggota perguruan Dewa iblis untuk ikut kekota Fu'yi, karna menurut laporan mata mata kami, yang hendak mengacau, ada beberapa orang yang memiliki kesaktian hebat, sedangkan ayah hanya mempunyai paman pedang kiri yang mengawal.
Putri Qiao berkata kepada Hek kwi sambil sesekali melirik kearah Mo kwi, yang berada di belakang Hek kwi.
Hek kwi dari balik caping nya seperti sedang berpikir mendengar perkataan dari putri Qiao.
Saudara Kwan, kau harus melanjutkan tugas mu ( mata mata di tengkorak putih ).
Kwan bin mengangguk mendengar perkataan dari Hek kwi.
"Adik Mo, apakau kau bisa mengantar putri Qiao kekota Fu'yi dan membantu membereskan urusan disana,"..?
"Ketua sudah berpesan kepadaku, untuk membantu urusan putri Qiao, tapi aku tak bisa meninggalkan kota Xi'an, aku harus menunggu kedatangan ketua di sini."
Mo kwi yang dipanggil adik oleh Hek kwi, lama tak menjawab, ia hanya menghela napas, akhirnya berkata.
Baiklah paman,..!!
"Sampaikan salam hormatku dan kakek kepada ketua Shin, jika paman bertemu ketua Shin."
"Baik,"..!! Hek kwi berkata.
Sedangkan putri Qiao hatinya bersorak mendengar perkataan Mo kwi, itu sudah ada di perhitungan nya.
Dengan meminta bantuan, putri Qiao berharap Mo kwi yang ikut mengawalnya.
Kwan bin sudah dikenal sebagai pelindung di perguruan tengkorak putih, jika pengacau ada yang mengenal Kwan bin, maka akan merugikan penyamaran Kwan bin di perguruan tengkorak putih.
Sedangkan Hek kwi takan bisa meninggalkan kota Xi'an, karna harus menunggu ketuanya di sini, dan yang tersisa hanya Mo kwi.
Dan akhirnya perhitungan putri Qiao berhasil, Mo kwi lah yang ikut kekota Fu'yi.
****
Sebuah kereta mewah dan besar, bergerak dengan dikawal beberapa ekor kuda.
Putri Qiao menatap kearah Mo kwi yang berada di depannya.
Mo kwi tadinya enggan berada dalam kereta bersama putri Qiao, tapi setelah putri Qiao dan Han sikong memaksa dengan alasan takut tidak menghargai perguruan Dewa iblis, bila Mo kwi duduk di luar kereta.
Mo kwi akhirnya mau duduk didalam kereta bersama putri Qiao.
"Tak kusangka sama sekali, ternyata kau adalah anggota termuda perguruan Dewa iblis yang sangat tersohor," putri Qiao berkata membuka percakapan, melihat Mo kwi yang jarang bicara.
"Aku hanya menggantikan tugas kakekku tuan putri," Mo kwi berkata.
"Panggil saja Qiao Qiao, jangan pakai tuan putri, umur kita tidak jauh berbeda," putri Qiao ketika berkata, sedikit agak malu malu.
Mo kwi tak menjawab perkataan putri Qiao.
kemana saja kau selama setahun ini, paman Han sikong mencarimu kemana mana, tapi kau seperti lenyap di telan bumi.
Aku ada urusan, harus memenuhi amanat kakekku, Mo kwi berkata, sebelum putri Qiao membalas perkataan Mo kwi.
Jendela kereta yang berada di dekat Mo kwi di ketuk dari luar, Mo kwi lalu membuka jendela yang di ketuk, Han sikong berkata dari luar jendela, "di depan seperti ada yang bertempur,"..!!
Tak lama kemudian kereta berhenti, Mo kwi dan putri Qiao turun dari kereta.
Rombongan putri Qiao melihat 2 orang sepasang muda mudi berpakaian putih dengan memakai pedang, sedang mengamuk dengan pedangnya.
Diatas tanah sudah banyak mayat tergeletak, dengan berbagai macam luka pedang.
Tak lama kemudian, akhirnya kedua pasangan muda mudi itu, berhasil membereskan musuh musuh mereka.
Lalu ketika melihat rombongan kereta, kedua muda mudi itu lalu menghampiri rombongan putri Qiao.
"Maaf kan kami, jika perjalanan kalian terganggu," seorang pemuda berpakain putih berkata, kepada putri Qiao yang memakai pakaian ala bangsawan, dan melihat kereta kuda yang mewah.
Tidak apa apa tuan muda, putri Qiao berkata.
Aku Siauw han, dan ini adiku Siauw hu, kami akan kekota Fu'yi, tapi di pegat oleh para perampok gunung, Siauw han berkata.
Mendengar perkataan dari Siauw han akan kekota Fu'yi, putri Qiao mengerutkan keningnya.
Ada perlu apa tuan muda Han kekota Fu"yi,..?
putri Qiao bertanya kepada Siauw han.
Siauw han tertegun melihat kecantikan putri Qiao, sedangkan adik nya, Siauw hu sesekali melirik kearah Mo kwi.
Siauw han tersenyum manis kearah putri Qiao.
"Maaf bila melihat pakaian dan kereta yang nona gunakan, agak nya nona adalah seorang putri bangsawan," Siauw han berkata.
Aku adalah Li Qiao putri gubernur li dari kota Fu'yi.
Siauw Han dan adiknya Siauw hu, terkejut melihat perkataan putri Qiao.
Lalu keduanya memberi hormat.
"Kami berdua kakak beradik dari perguruan Elang putih dari selatan Lam hay, ayah kami Siauw sin, yang dikenal siluman elang sekarang sedang bersama dengan raja muda Yan."
"Kami lalu diutus kekota Fu'yi, untuk mengawal tuan putri Qiao, anak angkat raja muda Yan, dan juga mengejar seorang penghianat dari perguruan elang putih, yang sudah bergerak hendak mengacau di kota Fu'yi,"
"Sambil menunggu ayah yang akan menyusul, setelah bercakap cakap dengan raja muda Yan."
Putri Qiao tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan dari Siauw han, dan putri Qiao tau bahwa perguruan elang putih di daerah Lam hay adalah perguruan terbesar.
Didalam kereta mewah yang agak besar itu, putri Qiao duduk berdampingan dengan Siauw hu, sedangkan Siauw han bersama dengan Mo kwi.
Putri Qiao dan Siauw hu sesekali melirik kearah Mo kwi, yang tak banyak bicara.
Ketika Siauw han melihat pedang yang berada di punggung Mo kwi, Siauw han berkata.
"saudara, pedang mu terlihat sudah usang, di perguruan kami banyak pedang pusaka, jika aku kembali, aku akan memberi mu satu pedang pusaka, Siauw han berkata.
"Terima kasih tuan, tapi tidak usah, pedang ini pemberian dan kenang kenangan dari kakekku," Mo kwi berkata,
"Kita belum saling mengenal, boleh Siauw han tau nama saudara,"..?
"Namaku Mo kwi."
Salam hormat dariku saudara Mo kwi, Siauw han berkata, Siauw han berpikir bahwa pemuda ini berada dalam satu kereta dengan putri Qiao, pasti bukan pemuda sembarangan.
Mo kwi hanya mengangguk mendengar perkataan Siauw han, tanpa menoleh.
"Dan saudara Mo kwi dengan tuan putri Qiao adalah,"..? Siauw han berkata sambil menoleh kearah Mo kwi lalu menatap putri Qiao.
Mo kwi mendahului menjawab pertanyaan dari Siauw han, sebelum putri Qiao berkata.
Bekas kusir kereta, tuan putri Qiao.
sayang swkali ngurangi bumbu... kd sedikit hambar...