NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22. Tekanan yang Semakin Menghimpit

Hana Tanaka menatap pantulan wajahnya di air danau yang sangat jernih itu. Matanya terlihat sangat lelah dan ada lingkaran hitam yang sangat jelas di bawah matanya. Meskipun berita tentang skandal tersebut sudah meledak, dia merasa bebannya tidak berkurang sama sekali.

Dia tahu bahwa Haruo Fujiwara tidak akan tinggal diam setelah dipermalukan di depan seluruh rakyat Jepang. Hana mengambil sebuah kerikil kecil dan melemparkannya ke tengah danau dengan perasaan yang sangat gundah.

Riak air yang terbentuk mengingatkannya pada kekacauan yang sedang terjadi di sekolah mereka sekarang. Dia merasa sangat rindu pada suasana kelas yang normal tanpa ada bayang-bayang intimidasi dari pihak yayasan.

Kaito Fujiwara keluar dari pondok kayu sambil membawa dua gelas air putih yang masih terasa sangat hangat. Dia memberikan salah satu gelas tersebut kepada Hana dan duduk di samping gadis itu dengan tenang.

Kaito bisa merasakan ketegangan yang sangat luar biasa dari raut wajah Hana yang biasanya terlihat sangat tegar. Dia tahu bahwa Hana sangat mengkhawatirkan kondisi ibunya yang masih berada di rumah sakit pusat kota.

Kaito sudah mencoba menghubungi rekannya untuk memastikan keamanan ibu Hana dari gangguan petugas yayasan. Namun sinyal yang timbul tenggelam di dalam hutan membuat komunikasi mereka menjadi sangat terhambat dan sulit.

"Kita harus tetap fokus pada rencana awal kita untuk menuju ke kantor kejaksaan," ujar Kaito dengan sangat tegas.

Hana mengangguk namun dia tetap merasa ada sesuatu yang sangat mengganjal di dalam hatinya pagi ini. Dia merasa bahwa musuh mereka sedang menyiapkan sebuah jebakan yang sangat besar untuk menangkap mereka berlima.

Akane Sato keluar dari pondok dengan wajah yang sangat pucat sambil memegang tablet miliknya yang sudah menyala. Akane melaporkan bahwa pihak sekolah mulai mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat menyudutkan posisi mereka semua.

Sekolah menuduh Hana dan teman-temannya telah melakukan pencurian data pribadi siswa dan melakukan peretasan ilegal. Narasi ini dibuat untuk membelokkan opini publik dan membuat mereka terlihat seperti sekelompok kriminal remaja yang berbahaya.

Akane menunjukkan beberapa unggahan di media sosial yang mulai menyerang karakter pribadi mereka masing-masing secara sangat kasar. Foto-foto masa lalu Hana yang sedang bekerja paruh waktu disebarkan dengan narasi bahwa dia sangat haus akan uang.

Ada juga tuduhan bahwa Kaito hanya ingin memberontak kepada ayahnya karena masalah warisan keluarga yang sangat besar. Fitnah-fitnah tersebut menyebar dengan sangat cepat seperti api yang membakar padang rumput yang sangat kering di musim panas.

Akane merasa sangat sedih karena banyak orang yang mulai meragukan kebenaran dari data yang mereka bagikan. Perang narasi ini jauh lebih melelahkan daripada pelarian fisik yang mereka lakukan di dalam hutan lebat.

Yuki Nakamura mencoba untuk melacak sumber pertama yang menyebarkan fitnah tersebut melalui algoritma khusus di laptop miliknya. Dia menemukan bahwa ada ribuan akun bot yang sengaja digerakkan oleh tim komunikasi rahasia milik yayasan sekolah.

Tugas akun bot tersebut adalah untuk membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan yang sangat negatif dan juga sangat provokatif. Yuki merasa sangat marah karena teknologi justru digunakan untuk membungkam kebenaran yang sedang mereka perjuangkan bersama.

Dia segera menyusun sebuah tanggapan teknis untuk menunjukkan bahwa akun-akun tersebut adalah akun palsu yang sangat tidak berdasar. Namun Yuki menyadari bahwa menjelaskan hal teknis kepada masyarakat luas adalah tantangan yang sangat sulit dilakukan.

Ren Ishida kembali dari arah hutan dengan membawa beberapa buah beri liar yang bisa mereka makan untuk sarapan. Dia melihat teman-temannya sedang berkumpul dengan wajah yang sangat tegang di depan teras pondok kayu tua itu.

Ren mencoba untuk mencairkan suasana dengan melakukan beberapa gerakan senam ringan yang terlihat sangat lucu dan menghibur. Dia ingin teman-temannya tidak terlalu larut dalam kesedihan yang bisa melemahkan semangat juang mereka semua saat ini.

Ren mengingatkan bahwa mereka masih memiliki satu sama lain sebagai keluarga baru yang sangat solid dan kompak. Tawa kecil mulai terdengar dari bibir Hana dan Akane saat melihat aksi konyol yang dilakukan oleh Ren tersebut.

Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa terus bersembunyi di dalam pondok kayu ini dalam waktu yang sangat lama. Pasukan keamanan yayasan pasti akan segera memperluas area pencarian mereka hingga ke wilayah pinggiran kota yang sepi ini.

Kaito mengusulkan agar mereka melakukan penyamaran yang lebih ekstrem agar bisa masuk kembali ke pusat kota Tokyo. Dia menyarankan agar mereka menggunakan pakaian olahraga yang seragam agar terlihat seperti tim atlet yang sedang berlatih.

Mereka akan menggunakan bus antar kota yang biasa digunakan oleh warga lokal agar tidak terlalu mencolok perhatian. Akane mulai memodifikasi tampilan rambut mereka dengan menggunakan peralatan sederhana yang ada di dalam tas miliknya.

Hana Tanaka memotong rambut panjangnya hingga sebahu agar penampilannya berubah secara drastis dan juga terlihat sangat segar. Dia menatap potongan rambutnya di lantai pondok dengan perasaan yang sangat campur aduk dan juga penuh haru.

Rambut panjang itu adalah kenangan terakhir dari ibunya saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar dulu. Namun, Hana tahu bahwa dia harus melakukan pengorbanan ini demi keselamatan teman-temannya dan juga demi tujuan besar.

Kaito menatap Hana dengan tatapan yang sangat kagum karena keberanian Hana dalam mengambil keputusan yang sangat berat. Dia merasa bahwa Hana terlihat jauh lebih cantik dengan potongan rambut pendek yang sangat menunjukkan karakter kuatnya.

Yuki Nakamura membungkus laptopnya dengan plastik kedap air dan menyembunyikannya di bagian paling bawah tas olahraganya yang besar. Dia juga menyiapkan beberapa kartu identitas palsu yang dia buat secara digital untuk digunakan saat pemeriksaan di terminal bus.

Akane Sato memastikan bahwa semua log aktivitas digital mereka sudah dihapus sepenuhnya agar tidak bisa dilacak kembali oleh polisi. Mereka semua sudah siap untuk melakukan perjalanan paling berisiko di dalam hidup remaja mereka yang sangat penuh warna.

Mereka meninggalkan pondok kayu tersebut tepat saat matahari mulai berada tepat di atas kepala mereka dengan sinar terik. Perjalanan menuju jantung kekuasaan di Tokyo dimulai kembali dengan penuh kewaspadaan yang sangat tinggi dan juga sangat ketat.

Suasana di terminal bus kecil terlihat cukup ramai dengan para penduduk desa yang ingin pergi berbelanja ke pusat kota. Hana dan teman-temannya berdiri dalam barisan antrean dengan kepala yang terus menunduk ke arah bawah lantai terminal.

Mereka mengenakan jaket olahraga berwarna biru tua yang menutupi identitas asli mereka sebagai buronan yayasan sekolah elit. Hana bisa merasakan tangan Kaito yang sesekali menyentuh bahunya untuk memberikan sinyal agar dia tetap tenang dan rileks.

Ada dua orang petugas polisi yang berdiri di dekat pintu masuk bus sambil membawa selembar kertas berisi foto mereka. Jantung Hana berdegup sangat kencang saat salah satu petugas polisi itu mulai berjalan ke arah barisan antrean mereka.

Petugas polisi tersebut berhenti tepat di depan Ren Ishida dan menanyakan tujuan perjalanan tim olahraga mereka hari ini. Ren menjawab dengan suara yang sangat tenang dan juga sangat meyakinkan bahwa mereka ingin mengikuti kompetisi di Tokyo.

Dia bahkan menunjukkan kartu peserta palsu yang sudah disiapkan oleh Yuki dengan sangat detail dan sangat rapi sekali. Petugas polisi itu mengangguk dan mempersilakan mereka untuk segera naik ke dalam bus tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hana menarik napas lega saat dia sudah duduk di kursi paling belakang bus yang aromanya sangat khas itu. Bus mulai bergerak perlahan meninggalkan area terminal dan membawa mereka kembali menuju ke arah konflik yang sangat panas.

Di dalam bus, Akane Sato terus memantau perkembangan berita melalui ponsel milik salah satu penumpang yang duduk di depannya. Dia melihat bahwa pihak kejaksaan agung mulai memberikan sinyal bahwa mereka akan segera membuka penyelidikan resmi atas skandal ini.

Berita ini memberikan secercah harapan yang sangat terang bagi perjuangan kelompok lima sekawan yang sedang dalam pelarian. Namun mereka tahu bahwa perjalanan ini belum berakhir sampai mereka benar-benar memberikan bukti fisik ke tangan jaksa.

Keheningan di dalam bus terasa sangat mencekam namun mereka semua memegang tekad yang sama di dalam hati. Mereka adalah remaja yang sedang menuliskan sejarah baru bagi sistem pendidikan di negara mereka yang sangat kaku.

1
Xlyzy
setiap satu kebohongan akan di timpa kebohongan lagi begitu seterusnya dan lama kelamaan kebohongan itu akan menumpuk dan akan menimbulkan masalah untuk nya
Nuri_cha
ah, sedih sekali aku melihatnya
Nuri_cha
hai pemuda-pemudi kaya lainnya, Yuk contoh Akane yg peduli terhadap negaranya
Nuri_cha
kenapa harus begitu? apakah kamu malu karena ketahuan miskin, atau takut dibully karena kamu miskin?
Filan
sudahlah Hana. Persahabatan tidak bisa dimulai dengan kebohongan. Lagipula pura-pura kaya itu sulit dibanding orang kaya pura-pura miskin.
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!