" Sah..."
Kanaya tertegun mendengar kata sakral yang keluar dari mulut seseorang pria yang dia rindu kan selama ini.
matanya menatap nanar sepasang pengantin yang tersenyum bahagia.
Apa ini???....bukankah dia yang seharusnya duduk di sana,bukankah seharusnya namanya yang di sebut dalam janji suci itu,bukankah gaun pengantin itu seharusnya dirinya yang memakainya, itu adalah gaun pilihannya.
Apa ini?... Sandiwara apa ini?....lelucon apa ini?...
Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah restoran yang berkelas, ia tersenyum bahagia menatap kotak kecil yang ada ditangannya.
" Aisar...naura sudah berangkat ke luar negeri pagi tadi " mendengar itu pria yang dipanggil Aisar itu sontak melempar kotak kecil yang di pegangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERGI
" Nak pilihlah salah satu yang kamu sukai, mama tahu bajumu dulu sudah di pakai kamila, jadi mama mau membelikan baju pengantin buatmu, oh iya mama juga beli perhiasan buat kamu nanti kamu pakai saat resepsi ya, nanti resepsinya di rumah mama saja " ucap bu eva bahagia.
Kanaya menatap bu eva dengan tatapan sendu, ada sesak di dadanya, wanita di hadapannya adalah wanita yang begitu baik , dan juga sangat menyayanginya, dan selalu peduli dengannya, selalu menanyakan kesehatan nya ".
" Tante ..." kanaya meletak ponsel di atas meja dan kemudian tangannya meraih tangan bu eva dan memegang erat tangan bu eva.
" Terimakasih sudah menyayangi naya selama ini, dan selalu memperhatikan kesehatan naya, maaf jika keputusan naya nanti menyakiti tante, tolong jangan benci naya.." ucap naya dengan bibir yang bergetar.
bu eva mengeryitkan dahinya dan menatap naya dengan penasaran dan bu eva baru sadar sedari tadi naya selalu memanggilnya tante, padahal biasanya di akan memanggilnya mama.
" Ada apa nak ...?" tanya bu eva ada rasa khawatir di hatinya.
" maaf tante...naya tidak bisa menikah dengan mas farrel, naya tidak mau menjadi istri ke 2 mas farrel, naya tidak mau jadi madu dari saudara naya sendiri " bu eva langsung terkejut dengan membeliakkan matanya.
" Naya...." bu hera langsung berteriak dan berdiri dari duduknya .
" Jangan berbicara ngawur kamu pernikahan mu tinggal 5 hari lagi, undangan sudah di bagikan, jangan mempermalukan keluarga " seru bu hera ibunya naya, kamila tersenyum tipis.
" tante...." naya menggenggam erat tangan bu eva yang masih terpaku menatap dirinya, naya tak memperdulikan teriakan ibunya.
" Tante tolong mengertilah...posisi naya di sini sangat sulit "
" Nay...apa apa kamu, pernikahan tidak akan pernah dibatalkan, kamu akan tetap menjadi istriku " kata farrel dan berdiri dari duduknya menghampiri naya, kemudian menarik tangan naya.
" Masuklah ke kamar biar urusan pernikahan kita, aku yang mengurusnya " kata farrel dan menarik tangan naya.
" Lepaskan.." pegangan farrel langsung terlepas.
" Sebenarnya apa mau mu mas, aku tidak mau menjadi istri ke duamu, lepaskan aku dan hiduplah berbahagia dengan mbak mila "
" tidak..aku tak akan melepasmu, kamu harus tetap menjadi istriku"
" kenapa kamu egois seperti ini mas "
" karena aku mencintaimu , dari awal kamu tahu seberapa besar cintaku padamu".
mendengar itu kamilah meremas roknya dengan kuat, matanya terus menatap tajam pada suami dan adiknya itu.
" bullshit...jika kamu mencintaiku, maka kamu akan menjaga perasaan itu dan tidak akan pernah mau tidur dengan sembarangan orang " seru kanaya.
" Sudah ku bilang itu kecelakaan naya, kakakmu yang terus mengoda dan merayuku " naya tertawa lepas.
" dengan melakukannya berkali kali sampai mbak mila hamil "
" cukup naya ...masuk ke kamarmu " seru farrel.
" pernikahan ini akan tetap berlangsung dan kamu tidak punya pilihan " kata farrel.
" ini adalah hidupku, kamu tidak berhak mengatur hidupku, aku...."
" Aku adalah orang tuamu, dan aku berhak mengaturmu, pernikahan ini akan tetap berlangsung " kanaya menoleh ke arah suara ayahnya.
Kanaya menatap tajam ayahnya dan tangannya mengepal erat.
" Ayah ...Ayah yang seperti apa, apa ayah yang selalu mengabaikan ku, yang selalu menomor duakan aku ,ayah yang tak pernah perduli, atau ayah yang selalu menyalahkan aku karena kesalahan kalian sendiri, ayah yang selalu menyuruhku mengalah demi mbak mila, ayah pikir aku nggak punya hati....naya punya hati yah, hati naya juga bisa sakit yah melihat ayah dan ibu selalu membedakan kami ...naya juga ingin di sayang yah, apa jangan jangan naya bukan anak kalian ..."
Plaakkk....sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus kanaya. kepala naya sampai berpaling kesamping dan terlihat cap lima jari merah di pipinya.
Bu eva dan pak maher sampai terkejut, bu eva sampai menutup mulutnya melihat besarnya itu menampar kanaya ,matanya berembun dan setetes air mata jatuh dari matanya.
kanaya menatap tajam Ibunya yang tiba tiba datang dan langsung menampar pipi kanaya, kanaya tersenyum miring dan satu tangan memegang pipinya.
" Jaga bicaramu naya ...tidak sopan sekali berbicara pada orang tua seperti itu, aku menamparmu karena kamu sudah kurang ajar berbicara seperti itu pada orang tuamu sendiri, kamu membuat malu kami pada orang tua farrel " mendengar itu kanaya langsung tertawa keras dalam tangisnya hingga orang orang yang berada di situ tertegun melihat nya.
" kurang ajar? , membuat malu ?...bagaimana dengan mbak mila? apa ibu memukulnya juga?, dia bahkan lebih parah ..hamil di luar nikah dengan tunangan adiknya sendiri, mana yang lebih membuat malu aku atau mbak mila....apa bisa ibu menampar mbak mila , bukankah dia juga membuat malu ...tidak hanya pada orang tua mas farrel , Tapi juga pada semua warga disini , seorang kamila putri kesayangan dari bapak irawan dan ibu hera hamil di luar nikah dengan calon suami adiknya, tapi apa yang kalian lakukan...kalian tutup telinga kan, bahkan kalian tidak marah pada mbak mila dan kalian malah..."
" cukup...cukup naya, masuk ke kamar kamu dan pernikahan ini akan tetap berjalan " teriak ayah naya dan menyeret naya untuk masuk ke kamarnya.
naya memberontak dan menggigit tangan ayahnya dan kemudian berlari ke arah bu eva dan pak maher. farrel yang melihat itu langsung mengejar kanaya, tapi di hadang oleh papanya.
" papa..." ucap lirih farrel menatap papanya.
" hentikan..." ucap pak maher pelan.
kanaya memegang tangan bu eva dan tangan satunya mengusap air mata dari bu eva.
" tante...maafkan kanaya...kanaya tak bisa menikah dengan mas farrel...tolong izinkan kanaya pergi " ucap sendu kanaya.
Bu eva tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
" Pergilah nak , cari kebahagiaan mu sendiri..hiduplah dengan baik " kata bu eva dan langsung memeluk kanaya, keduannya terisak.
" ma ...kenapa mama bilang begitu, kanaya adalah menantu kesayangan mama, jangan biarkan naya pergi ma " sahut farrel yang hendak meraih tubuh kanaya, tapi papanya langsung mencekal tangan farrel.
" sudah cukup Rel, lepaskan kanaya "
" pa..."
" Pergilah nak ..." ucap pelan bu eva.
kanaya tersenyum tipis " makasih tante " .
kanaya mengambil tasnya yang tadi di letakkan di atas meja.
" Jika kamu keluar dari rumah ini, maka jangan pernah kembali lagi, kamu bukan lagi keluarga kami ! " seru ayah naya.
kanaya sudah tidak peduli dengan semuannya, ia menatap sekilas ayah, ibu ,dan kakaknya, kemudian berlari pergi dari ruangan itu, farel mencoba untuk mengejarnya tapi pak maher terus menghalangi putranya itu.
" Papa minggir ...kanaya tidak boleh pergi seperti ini, sebentar lagi kami akan menikah, papa tolong menyingkirlah "
" cukup farrel " kata pak maher dengan intonasi tinggi.
Kamila yang sedari tadi diam, terlihat tersenyum penuh kemenangan, hatinya bersorak gembira ,akhirnya ia bisa memiliki farrel seutuhnya.
" Pergilah yang jauh naya, kalau perlu kamu tidak perlu kembali ke sini " batin kamila bersorak gembira.
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING jangan lupa vitamin buat author ya...like, vote dan komennya🤩😘