NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KONSPIRASI

Duke Aslan yang melihat putrinya sedang meringkuk ketakutan di sudut kamar sembari melihat ke ranjang dan sofa, membuat kedua matanya mengikuti arah pandangan Charlotte dan iapun menemukan dua ular berbisa besar lainnya selain yang duduk manis diatas ranjang putrinya itu, melingkar menutupi sofa yang ada dikamar putrinya.

Setelah diamati lebih teliti, ternyata bukan hanya ada tiga ular besar berbisa dikamar putrinya, tapi juga ada lima kalajengking beracun yang berhasil Duke Aslan temukan, membuat darah dalam tubuh pria paruh baya itu mendidih.

Duke  Aslan pun segera membuat api yang sangat besar di kedua telapak tangannya kemudian dengan cepat mengarahkan api itu pada tiga ular besar berbisa dan juga lima kalajengking beracun yang sedang menakut nakuti putrinya.

Dalam sekejap ketiga ular besar berbisa dan kelima kalajengking beracun itu mati terbakar, Duke Aslan  meminta Ronix untuk mengambilkan segelas teh hangat untuk Charlotte agar gadis itu bisa sedikit lebih tenang.

Kedua saudara laki-laki Charlotte saling berpandangan satu sama lain, mereka memang kerap melakukan tindakan kasar dan melontarkan kata-kata kejam pada sang adik namun tak pernah separah ini hingga hampir menghilangkan nyawa adiknya itu.

Yohanes de Fleur  mengepalkan tangannya kemudian pergi dari depan pintu kamar Charlotte menuju tempat para pelayan beristirahat, pemuda itu yakin ular ular besar berbisa dan kalajengking beracun  yang masuk ke kamar sang adik adalah ulah dari beberapa pelayan di Kediaman de Fleur.

Dulu mereka selalu membully Charlotte setelah mengetahui jika gadis itu tak bisa membangkitkan kekuatan dalam tubuhnya.

Kini, setelah gadis itu mulai berontak, para pelayan semakin merasa tidak senang dan tentu saja hukuman yang diterima oleh beberapa pelayan atas kemurkaan Duncheess Ariana semakin memicu mereka untuk melenyapkan Charlotte.

Begitu sang kakak pergi, Andreas de Fleur berjalan mendekati ayahnya. "Bagaimana kondisi adik? apakah dia dipatuk oleh ular atau digigit kalajengking beracun itu?", tanya Andreas penuh kekhawatiran.

Duke Aslan sendiri yang tak tahu apakah Charlotte tergigit hewan berbisa itu, berjalan mendekati sang putri yang baru saja berganti pakaian dengan tubuh yang terlihat gemetar ketakutan.

"Apa kau tergigit ular atau kalajengking beracun itu putriku?", tanya Duke Aslan dengan suara lembut, ia mengusap rambut putrinya yang masih basah itu penuh dengan penuh kasih sayang.

"Saya baik-baik saja ayah,  untunglah saya menyadari kehadiran ular dan kajengking beracun itu sehingga saya terdiam ditempat ini dan tak berani melangkah maju karena takut pergerakan saya membuat mereka waspada dan mencelakai saya”, jawab Charlotte dengan suara tertahan, seperti menahan tangis membuat Duke Aslan langsung mendekap sang putri, memberi rasa aman untuknya.

Andreas de Fleur yang merasa jika tak mungkin ular dan kalajengking itu masuk kedalam kamar Charlotte karena rapatnya jendela kamar sang adik merasa curiga sehingga iapun berjalan mendekat ke arah jendela kamar adiknya itu untuk melihat apakah ada kerusakan yang sengaja dibuat oleh seseorang mengingat didepan pintu kamar adiknya ada formasi penghalang, hal itu dengan jelas menegaskan jika ada orang yang memang sengaja mentargetkan adiknya agar celaka dan hal itu tak bisa ia diamkan begitu saja.

Setelah diamati dengan seksama. Andreas de Fleur menemukan sebuah celah dengan ukuran yang cukup besar di jendela tersebut, dimana sebuah kantong besar bisa dimasukkan lewat celah itu.

“Ayah, lihat ini”, ucap Andreas sambil menunjukkan celah dibawah jendela kaca kamar adiknya.

Duke Aslan yang melihat celah besar itu mengertakkan giginya. Kini ia benar-benar yakin jika ada seseorang yang memang berniat mencelakai putrinya dan ingin melenyapkan nyawanya.

"Sepertinya memang ada yang sengaja memasukkan hewan-hewan berbahaya itu ke dalam kamar Charlotte, ayah", ucap Andreas de Fleur.

Duke Aslan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Siapa orang yang berani masuk ke dalam Kediaman de Fleur dan sengaja mengincar nyawa putri kesayangannya.

Kali ini, ia benar-benar yakin jika pelaku tampaknya merupakan orang yang tinggal dan berada di dalam kediaman ini juga, jika sampai tertangkap maka Duke Aslan akan membakarnya menjadi abu karena berani melakukan kejahatan tepat dibawah hidungnya.

"Lakukan penyelidikan sekarang juga, pelaku harus ditemukan sebelum matahari terbit esok pagi", ucap Duke Aslan pada putra keduanya itu.

Dengan sigap Andreas de Fleur segera keluar dari kamar sang adik menuju tempat para prajurit keamanan berada.

Di sisi lain saat ini Yohanes de Fleur sudah sampai di tempat para pelayan beristirahat. Pemuda itu datang dengan raut wajah yang menyeramkan hingga membuat para pelayan merasa takut.

"Berkumpul kalian semua!", perintah Yohanes de Fleur dengan suara keras dan lantang.

Sontak para pelayan langsung berbaris dengan rapi di hadapan pemuda itu, dua pelayan yang menjadi pelaku dari kemunculan hewan berbahaya didalam kamar Charlotte sedang menahan rasa gugup mereka sekuat mungkin.

"Berapa kali sudah saya katakan jangan ada seorangpun dari kalian yang berfikir untuk menghilangkan nyawa Charlotte! apa kalian semua ingin di hukum penggal!", bentak Yohannes de Fleur yang sudah kehilangan kesabarannya, ia tak merasa masalah jika para pelayan hanya mengucapkan kata-kata kasar pada sang adik ataupun memberi sedikit pukulan karena menurutnya sebagai anggota Keluarga de Fleur, Charlotte tak boleh lembek sehingga mudah di intimidasi oleh orang lain.

Tapi sayangnya, rasa abainya itu disalah artikan oleh semua orang hingga membuat para pelayan berani bertindak nekat seperti ini.

Kali ini tindakan para pelayan sudah terlalu jauh dan Yohanes de Fleur tak bisa mentolerir hal tersebut.

"Kami tak melakukan apapun pada Nona Muda Charlotte de Fleur", ucap beberapa pelayan yang memang tak mengetahui apapun tentang kejadian barusan.

Samantha yang melihat Yohannes de Fleur murka, hanya bisa menancapkan kuku jarinya dengan kuat hingga telapak tangannya berdarah karena tak menyangka jika pemuda itu akan melindungi adiknya sedemikian rupa.

Iapun segera mengkode Bilna agar tetap tenang dan menampilkan wajah polos andalannya, agar Yohanes de Fleur tak sampai menaruh kecurigaan terhadap mereka.

Melihat para pelayan masih menyangkal dan tak ada yang berinisiatif untuk maju dan mengaku dihadapannya, membuat Yohanes bertambah murka.

"Ini pertanyaan terakhir. Siapa diantara kalian yang sengaja memasukkan ular dan kalajengkin beracun di kamar Nona Muda? cepat katakan atau saya akan membunuh kalian semua tanpa terkecuali!", ucap Yohannes de Fleur dengan tatapan serius.

Perlu diketahui bahwa pemuda itu selalu menepati apa yang ia katakan. Prilly dan Maria saling bertatapan satu sama lain, mereka adalah dua pelayan yang ingin merenggut nyawa Charlotte de Fleur dengan meletakkan ular berbisa dan kalajengking beracun di kamar gadis itu.

Tak mungkin jika keduanya mengaku pada Tuan Muda Yohanes de Fleur. Bisa-bisa kepala mereka terpisah dari badan sekarang juga.

Yohanes de Fleur melihat ke arah para pelayan satu persatu dan mengamati ekspresi mereka, mata pemuda itu tertuju pada dua orang pelayan yang tengah mengeluarkan keringat dingin di saat pelayan yang lain terlihat santai.

Ia sama sekali tak menyangka jika pelayan yang terlihat mencurigakan justru pelayan pribadinya dan adik keduanya, Andreas.

Karena keduanya telah melewati batas, Yohanes de Fleur pun tak lagi merasa iba dan segera menyuruh keduanya untuk maju.

Tak ingin membuat Yohanes de Fleur merasa curiga, keduanya mematuhi perintah Tuan Muda Pertama de Fleur tersebut dan berjalan maju dengan cepat.

Prilly yang sudah mendapatkan petunjuk dari Samantha, ketika berjalan tergesa-gesa maju kedepan kertas dari sakunya terjatuh dan hal itu dilihat oleh Yahonnes de Fleur yang memang memiliki penglihatan yang tajam.

“Bawa kertas itu kemari”, perintah Yohanes de Fleur.

Pelayan yang berada disamping kertas yang terjatuh segera memungutnya dan memberikannya kepada Tuan Muda Pertama de Fleur itu.

Melihat jika tampaknya Prilly yang sengaja menjatuhkan kertas tersebut, Maria yang ada disampingnya merasa sedikit lega.

“Kakak Prilly ternyata sudah menyiapkan jalan keluar untuk kita. aku jadi merasa sedikit tenang”, batin Maria.

Namun ketenangan yang Maria rasakan tak berlangsung lama. Yohanes de Fleur yang baru saja membaca isi pesan dalam kertas itu segera meremasnya dengan kuat hingga tak berbentuk.

Ia sama sekali tak menyangka jika Keluarga Archi akan berani menyusup hingga menggunakan pelayan pribadi miliknya dan Andreas untuk bertindak.

Jika berkaitan dengan Kediaman Archi ini bukan hal sepele sehingga Yohanes de Fleur menyuruh pengawal untuk membawa keduanya kedalam penjara untuk diinterogasi nanti.

“Bawa mereka  berdua ke penjara khusus biar aku dan ayahku nanti yang akan menginterogasinya!”, perintah Yohanes de Fleur penuh ketegasan.

1
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!