NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Suasana di kediaman utama Keluarga Wang yang terletak di pinggiran utara Shanghai sangat kontras dengan ketenangan Klinik Medis Xue. Di sebuah ruangan luas beralaskan marmer hitam, aroma dupa gaharu yang mahal gagal menutupi bau amis darah dan obat-obatan antiseptik.

Wang Xiong, pria paruh baya dengan tubuh tegap dan tatapan mata setajam elang, dia berdiri mematung di depan ranjang medis. Di hadapannya, putra tunggalnya, Wang Ruo, sedang meringis kesakitan saat tim medis pribadi keluarga mencoba membalut tangannya yang sudah kehilangan bentuk aslinya.

"Hancur," gumam kepala medis keluarga Wang dengan suara gemetar. "Tuan Besar, setiap tulang di telapak tangan Tuan Muda hancur menjadi serpihan kecil. Ini bukan sekadar patah tulang... ini seperti diremas oleh mesin hidrolik berkekuatan Ribuan kilogram."

Wang Ruo mengerang, wajahnya berkeringat dingin. "Ayah... balas... balas dendam. Dia... dia menghinaku. Dia menyebut Telapak Api Utara kita sebagai kotoran!"

Wajah Wang Xiong tetap datar, namun udara di sekitarnya seolah-olah mulai memanas secara perlahan. Meja kayu jati di sampingnya tiba-tiba retak tanpa disentuh, sebuah tanda bahwa energi internalnya sudah mencapai tingkat Pemurnian Jantung yang sangat stabil.

"Siapa namanya?" tanya Wang Xiong, suaranya rendah namun mengandung tekanan yang membuat para dokter di ruangan itu sulit bernapas.

"Xue Xiao... dia menyebut dirinya Master Xue," jawab salah satu pengawal yang selamat sambil bersujud di lantai. "Dia bahkan hanya menggunakan bahunya untuk menjatuhkan saya, dan dia menangkap Telapak Api Tuan Muda hanya dengan tangan kosong dan tanpa terluka sedikit pun."

Wang Xiong menyipitkan mata. "Menangkap Telapak Api tanpa terluka? Bahkan seorang ahli di tingkat Transformasi Otot puncak pun akan melepuh pada kulitnya. Apakah dia menggunakan alat pelindung? Atau mungkin... dia seorang praktisi Beladiri tubuh fisik?"

Di dunia seni beladiri modern, praktisi yang fokus pada kekuatan tubuh fisik sangat jarang. Itu karena metode pelatihan yang sangat menyiksa dan dianggap kuno. Sebagian besar keluarga besar lebih memilih melatih energi internal yang lebih elegan dan mematikan.

"Cari tahu identitasnya sekarang juga!" perintah Wang Xiong. "Gunakan seluruh jaringan kita di biro sipil dan kepolisian. Aku ingin tahu dari Gunung mana bocah liar ini keluar."

Hanya dalam waktu satu jam, laporan dari bawahannya masuk. Namun, ekspresi Wang Xiong berubah menjadi keraguan saat membaca dokumen di tangannya.

"Tidak ada data? Lahir di luar negeri? Kerabat jauh keluarga Lin?" Wang Xiong melempar dokumen itu ke lantai. "ini jelas-jelas keluarga Lin yang mencoba melindungi orang ini. Lin Jianhua... Sepertinya tua bangka itu benar-benar ingin menantangku demi seorang tabib liar?"

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka, dan seorang pria berpakaian jas abu-abu masuk dengan tenang. Ia adalah penasihat hukum sekaligus informan rahasia keluarga Wang.

"Tuan Besar, ada satu detail yang cukup menarik. Identitas resmi pria ini baru diterbitkan tiga hari yang lalu. Sebelum itu, dia tidak eksis di database mana pun di Tiongkok maupun internasional. Seolah dia muncul begitu saja dari hutan Shennongjia bersama tim Garda Bayangan Lin Qingyan."

Wang Xiong terdiam. Hutan Shennongjia. Sebuah tempat yang dikenal sebagai zona terlarang bagi manusia biasa karena kabut beracun dan binatang buasnya.

"Jadi dia adalah binatang liar yang dipelihara keluarga Lin," Wang Xiong menyeringai dingin. "Lin Jianhua berpikir dia bisa menggunakan orang ini untuk menggeser dominasi kita di pasar obat-obatan herbal Shanghai. Baiklah, jika mereka ingin bermain, maka kita akan ikut bermain dengan aturan mereka dulu."

Ia lalu menoleh ke arah pengawal pribadinya. "Jangan bergerak secara terang-terangan untuk sementara waktu. Jika keluarga Lin terlibat, kita tidak bisa langsung menyentuh anak itu tanpa memicu perang antar keluarga. Kirimkan pesan ke Asosiasi Seniman Beladiri Shanghai. Katakan bahwa ada seorang praktisi liar yang membuka klinik tanpa izin asosiasi dan telah melukai Tuan Muda anggota keluarga besar hingga cacat. Biarkan aturan dunia beladiri yang menyeretnya keluar dari sarangnya."

Sementara itu, di Klinik Medis Xue, suasana sudah kembali tenang. Han Meiling sudah bisa berjalan perlahan di lantai dua, sementara Pak Tua Han sedang asyik memasang kembali pintu kaca yang sudah diperbaiki oleh teknisi, tentu saja dengan biaya yang dibayar oleh keluarga Lin.

Xue Xiao berdiri di lantai tiga, menatap sebuah ponsel pintar yang baru saja diberikan oleh Lin Qingyan. Ia menekan-nekan layarnya dengan jari telunjuknya yang kaku, merasa heran mengapa benda ini bisa menampilkan wajah orang yang sedang bicara.

"Formasi dalam kotak kecil," gumam Xue Xiao. "Manusia di dunia ini benar-benar sangat canggih dan nyaman. Di kehidupanku sebelumnya, kami menggunakan jimat giok sebagai alat komunikasi, dan itu hanya dapat mengirimkan pesan suara dalam jarak yang terbatas."

Tiba-tiba, ponsel itu bergetar dan mengeluarkan suara musik yang nyaring. Xue Xiao terkejut, dan dengan refleks melempar ponsel itu ke atas meja kayu seolah-olah benda itu adalah ular berbisa yang baru saja terbangun.

Ia melihat nama yang muncul di layar, nama Lin Qingyan tertulis jelas di sana.

Xue Xiao menghela napas, menenangkan detak jantungnya yang sempat terkejut. Ia mengangkat ponsel itu dengan dua jari, lalu menggeser tombol hijau dengan sangat hati-hati, takut layarnya akan hancur oleh kekuatannya.

"Halo?" suara Xue Xiao terdengar sangat formal, seolah-olah sedang berbicara dengan kaisar.

"Master! Apakah anda tidak apa-apa?" suara Lin Qingyan terdengar cemas di seberang sana. "Saya baru mendengar tentang insiden Wang Ruo. Ayah saya juga sangat khawatir, dia bilang Keluarga Wang tidak akan tinggal diam mengenai pemukulan ini."

"Ohh, Aku sedang minum teh sekarang. Dan tehku sangat enak," jawab Xue Xiao datar. "Mengapa kalian semua sangat hobi merasa khawatir? Apakah kecemasan adalah hobi umum manusia modern?"

"Ini bukan lelucon, Master Xiao! Wang Xiong adalah orang yang sangat picik. Jika dia tidak bisa menyerang Anda secara fisik, dia akan menyerang melalui pengaruhnya. Anda harus berhati-hati, saya akan mengirimkan beberapa pengawal tambahan untuk menjaga klinik."

"Tidak perlu," potong Xue Xiao. "Pengawalmu hanya akan menjadi beban, ketika saatnya tiba, mungkin aku harus merawat luka-luka mereka. Jadi, jika Wang Xiong itu ingin datang, biarkan dia datang. Aku justru sedang kekurangan bahan untuk menguji ketebalan kulit kepalaku."

Mendengar jawaban itu, Lin Qingyan di ujung telepon hanya bisa terdiam, antara ingin tertawa dan marah. Ia baru menyadari bahwa Xue Xiao, menganggap ancaman dari salah satu keluarga terkuat di Shanghai hanyalah sekadar hiburan di sore hari. Ia tidak tahu apakah itu kepercayaan diri atau kesombongan nya semata.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!