NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Mantan (Cinta Tertinggal)

Rahasia Sang Mantan (Cinta Tertinggal)

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Psikopat itu cintaku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jika Laudia

[JANGAN LUPA LIKE SETIAP MEMBACA]

Setelah bertahun-tahun hancur akibat dicampakkan tanpa alasan oleh sang istri, akhirnya Nevandra Ardiona kembali menemukan keberanian untuk membuka lembaran baru.

Namun, rupanya takdir masih belum bosan bercanda dengannya karena sang masa lalu justru kembali menyapa dan membuat perasaan yang susah payah ditata Nevan kembali jungkir balik.

Gantari Dihyan Irawan, seorang gadis manis yang pernah mati-matian dicintai Nevan hadir kembali dengan sikap berbeda. Begitu dingin dan ... galak.

Akankah Nevan kembali dengan kisah lamanya? Atau tetap melanjutkan kisah yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jika Laudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Dua

Sudah lebih setengah jam Nevan mengguyur tubuhnya di bawah kucuran air. Pikirannya tidak tenang. Hari ini begitu kacau.

Ia keluar dari kamar mandi menggunakan kaos hitam dan celana pendek longgar serta rambut yang masih basah menetes-netes. Kemudian, berjalan menuju nakas dan memeriksa ponsel sebentar. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari telepon rumah Shanessa. Namun, Nevan memilih meletakkan kembali ponselnya, tapi disaat bersamaan ponsel itu kembali berdering.

"Halo?"

"Mas Nevan," suara Bi Uti terdengar khawatir di seberang panggilan.

Nevan meraih kunci mobil setelah Bi Uti menyampaikan kabar. Ia memacu laju mobilnya, bukan lantaran ingin cepat sampai tujuan, tapi memang beginilah cara dia memperbaiki suasana hati.

Sesampainya di depan pagar kediaman Ardiwinata, rupanya Bi Uti sudah menanti di teras rumah. Disongsongnya kedatangan Nevan, lalu ia mulai bercerita mengenai kondisi nona muda.

"Dari siang Non Shaness belum makan, Mas. Nangis terus di kamar," adunya.

"Mau ngadu sama Pak Ardi, takut khawatir soalnya bapak kan lagi di luar negeri. Kalau sama Pak Darya, Bibi nggak berani," tambahnya sembari membuka pintu utama.

Nevan mengangguk paham, kemudian mengguratkan senyum tipis pada asisten rumah tangga Ardiwinata itu. Ia mengetuk pintu kamar Shanessa dan tidak ada jawaban. Setelah mendapat persetujuan Bi Uti, Nevan memberanikan diri untuk masuk ke kamar dengan menggunakan kunci cadangan. Pintu terbuka dan ia mendapati Shanessa tengah duduk memeluk lutut di atas lantai dengan rambut berantakan. Bi Uti mengintip sebentar, lantas pergi menjauh.

Nevan jalan mendekat, lalu berjongkok, menyejajarkan dirinya dengan Shanessa dan merapikan rambut gadis itu. Shanessa mendongak dengan mata sembab dan langsung menghambur memeluk Nevan.

"Kamu membenciku, kan?" tanya Shanessa parau.

Nevan mengusap kembali rambut Shanessa, lalu mengendurkan pelukan. Ia menatap Shanessa lembut, kemudian menggeleng.

"Aku mengacaukan semuanya," lanjut Shanessa, sembari menjambak rambutnya sendiri. "Aku menghancurkan hati Gantari lagi," lanjutnya.

Nevan ikut duduk di lantai tepat di samping Shanessa, lantas menyandarkan kepalanya ke dinding. Sejujurnya ada sebuah sudut di hatinya yang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Gantari. Tentang apa yang membuat Gantari bisa masuk ke dalam keluarga ini. Tentang mengapa Dihyan bisa berubah menjadi Gantari, dan .... Tentang peyebab sebenarnya yang membuat Gantari ingin berpisah dengan dirinya. Namun, keingintahuan itu selalu ia tahan dan lenyapkan.

Nevan menghela napasnya dalam. "Tidak separah itu. Ini hanya salah paham. Dia pasti mengerti," akhirnya Nevan bersuara juga.

Shanessa menggeleng kuat. "Kamu nggak mengerti," katanya berkaca-kaca.

Nevan memang tidak mengerti. Memang tidak ada yang dimengertinya saat ini.

"Dia susah payah untuk menyembuhkan luka hatinya, dan aku justru menghancurnya lagi," katanya getir.

Nevan memilih diam, hingga keduanya terjebak dalam hening cukup lama.

"Gantari pernah begitu hancur ketika kakek memaksanya untuk tinggal disini," tatapannya menerawang, dan dengan berat melanjutkan, "Dengan jaminan .... pengobatan ibunya."

Wajah Nevan menegang. Tatapannya berubah kosong.

Jaminan?

Ia beberapa kali tampak memejamkan mata, mengingat sesuatu.

Aku mau jadi dokter kaya, sehingga tidak perlu mengharapkan uang dari orang miskin.

*Aku mau ....

jadi dokter kaya, sehingga tidak perlu mengharapkan uang dari orang miskin*.

Aku... mau...

Kalimat itu kembali berputar-putar di kepala Nevan. Ia menoleh cepat pada Shanessa, menghujamnya dengan tatapannya tak percaya. Napasnya tercekat. Ia bangkit dan meninggalkan Shanessa dengan langkah gontai.

***

Hari ini Nevan menghilang. Dia tidak mucul di kantor dan mengabaikan puluhan telepon dari karyawannya.

Bi Murni juga sejak subuh sudah khawatir, karena pintu tetap tidak bisa dibuka meski anak kunci sudah diputar berkali-kali. Ia memanggil nama Nevan, tapi tidak pernah mendapat sahutan. Akhirnya ia terjebak di luar dan memutuska kembali pulang.

Nevan sedang berbaring di sofa dengan pakaian yang sama. Ia mendengar panggilan Bi Murni, tapi dia butuh waktu sendiri, maka pintu sengaja ia kunci dari dalam.

Seharian dia berbaring saja di sofa dengan sebelah tangan terlipat di kepala. Matanya terus terpejam, namun dia tidak sedetik pun tertidur.

Menjelang sore, akhirnya Nevan membuka mata juga. Tampak matanya memerah dengan urat tipis yang menyembul. Ia bangkit, hendak meraih ponselnya, namun kepalanya terasa pening.

Ia duduk sebentar di sofa sembari memijat pelipis, baru kemudian mengambil ponselnya lagi. Dia mengabaikan deretan pemberitahuan di ponselnya dan langsung mencari sebuah nama, Darya Ardiwinata.

Dengan senyum simpul Kakek menemui Nevan pada malam harinya. Ia mengedarkan pandang, kemudian mengangguk-angguk takjub.

"Sudah cukup lama aku tidak kesini," katanya setelah puas mengamati ornamen klasik khas restoran Bumbu Moyang.

Nevan tidak menggubris, pandangannya masih tertuju pada Darya.

"Dulu aku dan Irawan sering kesini," kenangnya.

"Irawan Ardiwinata?" tanya Nevan tanpa mengalihkan pandang.

Darya mengangguk. "Ayah Gantari," tambahnya.

"Ngomong-ngomong soal Gantari, aku cukup terkejut karena tiba-tiba Shanessa memiliki sepupu. Setahuku dulu tidak punya," ujar Nevan datar.

Darya mengguratkan senyum tipis. "Ada, tapi tidak tinggal bersama kami."

"Aku dengar banyak hal yang Anda lakukan untuk membuat Gantari tinggal bersama," cecar Nevan.

Darya cukup terusik, namun ia segera menguasai dirinya. "Apa tujuanmu?"

"Apa anda juga tau kalau Gantari sudah pernah menikah?"

Darya menatap tajam Nevan. Wajahnya mengeras tak suka. "Sejauh apa kau mencari tau?"

Nevan mendengus, lantas mengangkat sebelah ujung bibirnya. "Kuli bangunan itu ...," Nevan menjeda ucapannya, meneliti sebentar mata Darya yang melebar, baru melanjutkan, "adalah aku."

Darya terhenyak. Ia mencengkram erat pegangan kursi hingga buku-buku jarinya memutih, sedangkan dadanya naik turun.

Nevan bangkit, lalu membungkukkan badan sedikit tanda pamit. Ia memutar tubuhnya dan meninggalkan Darya begitu saja.

Tak lama, Pak Sarif masuk ke dalam dan menanyakan kabar Darya, lalu membantunya untuk kembali ke mobil. Nevan yang memintanya.

***

Nevandra Ardiona

20.45 PM

Aku di luar.

Read

Gantari menghela napasnya panjang. Apa lagi sekarang?

Dia memakai sweater rajut berwarna kelabu terlebih dahulu, baru kemudian keluar rumah menemui Nevan.

Taman kompleks yang tidak jauh dari kediaman Ardiwinata menjadi tempat mereka bertemu. Disana ada kursi kayu panjang berwarna cokelat tua dan di situlah mereka duduk.

Gantari mengeratkan sweaternya sembari menunggu Nevan bersuara. Sebenarnya udara malam ini tidak begitu menusuk, namun suasana yang dibawa Nevan sungguh dingin.

"Kalau tidak ada yang mau dibicarakan, aku pulang," ujar Gantari.

"Apa alasan kita berpisah karena kecelakaan ibumu?" tanya Nevan akhirnya.

Gantari menoleh, kemudian segera mengalihkan pandangannya kembali pada lampu-lampu taman.

"Bukan," Gantari berdeham kecil, lalu melanjutkan, "Ibu kecelakaan setelah kita berpisah."

"Jangan bohong!" sentak Nevan. "Jangan berbohong, lagi," lanjutnya getir.

Gantari terkesiap. Ia menahan diri untuk tidak menatap Nevan, namun gagal. Pada akhirnya ia menoleh dan mendapati ada air tipis yang menyelimuti bola mata mantan suaminya itu.

1
betters
Kecewa
betters
Buruk
Cinta Rodriques
thour blm nikah kok udh. selesai aja....
Wiwik Widyaningsih
seperti bang maher ya
Syakilla
novel pertama ku baca...dan sampai skarang ku ulang2 karna suka...pokoknya the bast
Hikmah Mashuroh
Kecewa
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
ehhh bru lulus Sekolah atau lgi kuliah kali yaa 18 taun
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
apa Kakek gantari engga tau klo cucunya udah menikah?

lanjutttt bau bau Clbk ini sih 🤭
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
ini alurnya mundur kak kak?

menarik nihh
lanjut baca deh
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
mampir yg kedua kali di krya kak jika Claudia setelah suprbia yg entah endingnya blm tahu🤭🙏
Joeiksa Tree
aku mampir kak,
Ova
loe bener bener sedeng y thooor....

cerita loe ga ke detack...😎
Ama
tubuhkan = tubuhnya
Ama
kamu yang cemburu
Ama
gak.
Ama
Adiwiyata
Ama
keluarga Ardiwinata atau Adiwinata. ?????
Eti
dia mantan istriku.......kata Nevan.
Eti
kata 'pada' kok berasa ganggu yah 🤔🤔🤔
Ditta
ngelamar orang tuh pake cinta Bang,bukan pake kasihan 😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!