NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Ujian Kepercayaan

BAB 5: Ujian Kepercayaan

Dapur rumah Nayla kini tak lagi sesepi dulu. Sejak keputusan Nayla untuk fokus pada produksi, rumah itu berubah menjadi bengkel kerja kecil-kecilan. Pukul tiga pagi, kepulan uap dari penggorengan sudah memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma tajam cabai yang digiling manual. Di sudut meja makan, ibunya sibuk menimbang basreng yang sudah dingin, sementara dua orang tetangga—Bu RT dan Kak Sari—ikut membantu membungkus dengan upah harian yang disepakati.

Nayla berdiri di depan kompor dengan dahi yang terus berkeringat. Tangannya memegang sudip besar, mengaduk ribuan keping bakso di dalam wajan baru yang lebih lebar. Ia sadar, beralih menjadi produsen berarti tanggung jawabnya naik sepuluh kali lipat. Jika dulu ia hanya bertanggung jawab pada perutnya sendiri, kini ia bertanggung jawab pada stok yang sudah dipesan oleh para agennya.

"Nay, ini sudah 200 bungkus. Benar mau dikirim semua ke agen?" tanya ibunya sambil merapikan tumpukan plastik.

"Iya, Bu. Kemarin permintaan di pesan WhatsApp banyak sekali. Lima agen kita itu masing-masing minta 40 bungkus. Katanya, pembeli mereka sudah menanti sejak subuh," jawab Nayla tanpa mengalihkan pandangan dari wajan.

Namun, mengelola produksi besar bukan tanpa kendala. Nayla mulai merasakan tantangan dalam menjaga konsistensi rasa. Bakso ikan dari Pak Mamat kadang datang dengan tekstur yang sedikit berbeda, atau tingkat kepedasan cabai yang berubah-ubah tergantung cuaca saat panen.

"Nay, bumbu yang ini sepertinya agak terlalu asin," celetuk Kak Sari setelah mencoba satu keping sampel.

Nayla segera mencicipinya. Benar. Karena terburu-buru mengejar target waktu, ia melakukan kesalahan kecil dalam takaran garam. "Waduh, Kak, tolong dipisahkan yang batch ini. Jangan dibungkus dulu. Kita harus tambahkan sedikit gula palem untuk menyeimbangkan rasanya. Kualitas adalah harga mati, aku nggak mau agen kita diprotes pembeli."

Kecermatan Nayla inilah yang membuatnya berbeda. Di tahun 2026, di mana semua orang bisa berjualan dengan mudah lewat internet, hanya mereka yang memiliki standar kualitas tinggilah yang akan bertahan.

Pukul tujuh pagi, para agen mulai berdatangan ke rumah Nayla. Salah satunya adalah Riko, seorang pemuda yang terlihat sangat ambisius dan lincah dalam berbicara. Riko adalah agen dengan penjualan tertinggi dalam dua hari terakhir.

"Nayla, hebat ya! Rumahmu sekarang jadi pabrik basreng!" seru Riko sambil mengangkut dua kardus besar pesannnya ke atas motor.

"Ini berkat bantuan kalian juga, Ko. Tolong jaga barangnya ya, jangan sampai remuk saat di jalan," pesan Nayla.

Riko hanya mengacungkan jempol dan segera tancap gas. Namun, firasat Nayla mulai merasa tidak enak saat melihat cara Riko melirik ke arah tumpukan bumbu rahasia di sudut dapur.

Benar saja, menjelang sore, sebuah notifikasi masuk ke ponsel Nayla. Itu adalah pesan dari salah satu pembeli setianya yang dulu sering membeli langsung saat Nayla masih keliling di stasiun.

"Kak Nayla, tadi aku beli basreng dari agen atas nama Riko. Tapi kok rasanya beda ya? Teksturnya keras banget, nggak renyah kayak biasanya. Terus bumbunya kayak bumbu bubuk instan di pasar, nggak ada aroma daun jeruknya. Apa Kak Nayla ganti resep?"

Nayla tertegun. Jantungnya berdegup kencang. Ia segera memeriksa sisa stok di rumahnya. Semuanya sempurna. Ia mencoba mencerna apa yang terjadi. Mungkinkah Riko melakukan sesuatu?

Nayla memutuskan untuk menyelidiki. Ia meminjam motor tetangganya dan diam-diam mendatangi tempat Riko biasa mangkal. Dari kejauhan, Nayla melihat Riko sedang melayani pembeli. Namun, ada yang aneh. Riko tidak mengambil basreng dari kemasan berlogo "Basreng Matahari". Ia justru terlihat memindahkan basreng curah dari kantong plastik besar ke dalam kemasan plastik klip kosong yang mirip dengan milik Nayla.

Riko ternyata melakukan kecurangan. Ia membeli basreng murah yang kualitasnya rendah, lalu mencampurnya dengan sedikit sisa bumbu dari Nayla demi meraup untung yang lebih besar.

Nayla merasa dikhianati. Rasa marah membuncah di dadanya. Ia ingin langsung melabrak Riko saat itu juga, namun ia teringat pesan ayahnya: "Bisnis itu bukan soal otot, tapi soal otak dan reputasi."

Nayla tidak mendekat. Ia mengambil ponselnya dan merekam aksi Riko dari kejauhan sebagai bukti. Setelah itu, ia pulang dengan pikiran yang berkecamuk.

Malam harinya, Nayla mengumpulkan keluarganya dan para pembantunya di dapur. Ia menceritakan apa yang dilakukan Riko.

"Kurang ajar itu si Riko! Kita sudah capek-capek goreng subuh-subuh, dia malah merusak nama baik Basreng Matahari!" seru Kak Sari emosi.

"Sabar, Kak," ujar Nayla tenang. "Kita tidak akan main kasar. Besok, aku akan membuat pengumuman resmi di media sosial tentang 'Ciri-ciri Basreng Matahari Asli'. Aku juga akan mulai menggunakan stiker hologram yang sulit ditiru. Dan untuk Riko... aku akan putus kerja samanya secara profesional."

Nayla pun mengirim pesan singkat kepada Riko malam itu juga. Pesan yang tegas namun tetap sopan, menyatakan bahwa kemitraan mereka berakhir karena pelanggaran standar kualitas. Riko sempat membalas dengan marah dan mengancam akan membuat produk tandingan, namun Nayla tidak gentar.

"Matahari tidak butuh memadamkan bintang lain untuk terlihat terang."

Ujian kepercayaan ini menjadi pelajaran mahal bagi Nayla. Ia menyadari bahwa semakin besar bisnisnya, semakin banyak pula orang yang ingin mengambil keuntungan dengan cara kotor. Namun, ini justru membuatnya semakin dewasa. Ia mulai belajar tentang kontrak sederhana bagi agen, tentang perlindungan merek, dan pentingnya menjaga loyalitas pelanggan lewat transparansi.

Saat ia mematikan lampu dapur malam itu, Nayla menatap sisa-sisa cabai kering di cobeknya. Matanya mencerminkan tekad yang lebih keras dari sebelumnya.

Esok pagi, ia akan bangun lebih awal lagi. Bukan hanya untuk menggoreng basreng, tapi untuk membuktikan bahwa kejujuran adalah bumbu terbaik dalam setiap kesuksesan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!