NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Berkemah

Mereka sudah menunggu. Sebagian besar sudah datang. Ada pos penjaga di bawah. Mobil Bagas terparkir di sana.

Papa Mayang membantu Bima mengeluarkan barang-barang. Ia merasa lebih lega, tempatnya terjangkau kendaraan. Ada lampu, ada pos jaga.

"Pak, titip anak-anak saya ya, Pak," Katanya beramah-tamah pada Bapak Penjaga.

"Siap, Pak. Saya pastikan aman."

Papa Mayang melambaikan tangan dari jendela kemudi. Mobil melaju pergi.

"Loh, Bima bawa tenda lagi?" Susi menatap heran. Dialah panitia utamanya. Ia yang mendata semua anak yang ikut.

"Iya. Soalnya Bima bawa kamera sama gitar. Takut nggak muat," ia beralasan sambil menunjukkan tentengannya.

Kemarin di kelas, Bima menyimak pengumuman yang dibacakan Susi. Ada 9 anak laki-laki yang ikut. Kalau satu tenda diisi 3 anak, ada kemungkinan Bagas satu tenda dengannya. Bagas pasti akan meminta Susi agar mereka tidak satu tenda. Tapi Bima tak mau kalah taktik, ia tak tahu apa rencana Bagas. Ia harus waspada.

Tenda-tenda sudah dibangun sebelumnya. Papa Bagas yang menyewanya khusus. Semua makanan yang diperlukan sudah disiapkan. Dimintanya satu orang lagi yang khusus bertugas untuk melayani dan membantu anak-anak selama camping.

Tak berapa lama kemudian semuanya sudah berkumpul. Susi mendata ulang meraka. Ada 8 anak laki-laki yang akan menempati tiga tenda. Kecuali Bima. Bima bawa tenda sendiri. Ada 15 anak perempuan. Berarti 5 tenda. Semuanya pas. Agar tak ada yang saling memilih teman setenda, Susi membuatnya adil. Ia menyiapkan gulungan kertas berisi nama-nama anak. Semua diacak menjadi 8 bagian. 3 kelompok laki-laki dan 5 kelompok perempuan.

Setelah sepakat, mereka naik ke bukit. Pak Yanto, karyawan kebun teh yang ditugaskan untuk membantu anak-anak, membimbing mereka ke atas. Penjaga di bawah yang satunya lagi juga ikut mengantar.

"Saya bantu bawakan, Mas," Pak Yanto menawarkan bantuan pada Bima. Tas kamera dan bajunya ia bawa sendiri. Gitar dan tas tenda berukuran sedang dibawakan Pak Yanto. Semuanya ringan saja. Bima tak menolak dibantu. Ia tahu Mayang akan kesulitan naik, Bima bisa lebih mudah membantunya kalau tangannya kosong.

Jalanan mudah dilalui. Jalanan dibuat sedemikian rupa agar mudah dijangkau, agar para pemetik teh dapat berjalan dengan leluasa. Namun semakin menuju atas, jalanan semakin sulit. Mayang dan Bima di barisan paling belakang. Mereka melewati batu cadas yang lumayang besar. Bima bergerak gesit lebih dulu, Mayang yang nampak kesulitan ia bantu. Tangannya ia ulurkan. Mayang menyambut dengan senang hati. Bagas mengawasi mereka berdua dari atas dengan tatapan tak suka.

Mereka akhirnya sampai di atas. Tanahnya rata, rerumputan terbentang bagaikan permadani. Tenda-tenda sudah terpasang. Tak jauh dari situ ada gudang berisi alat-alat pertanian. Di sampingnya ada bilik toilet.

Bima menurunkan ranselnya. Dengan gesit ia memasang tenda. Kemarin ia sudah memasangnya dengan Om Wira dengan mudah. Tentu ini lebih mudah. Mayang membantunya. Tenda terpasang tak jauh dari api unggun. Hanya di situ tempat yang memungkinkan dan tempat paling muat.

Bima akui pemilihan tempat ini cukup bagus. Walaupun sekali lagi ia tetap kurang suka karena ini tempat Papa Bagas. Pemandangannya cantik. Sore ini langit terlihat sempurna. Matahari masih terang benderang, tapi udara teramat sejuk.

Bima mengeluarkan kameranya, tripod, microphone serta alat-alat lain.

"Bim, bikin video tentang kita dong. Buat kenang-kenangan," Susi mengusulkan. Banyak yang menyetujuinya. Hampir semua. Hanya Bagas yang terdiam pura-pura tak tertarik. Lagi pula ia memang tak tertarik sama sekali.

"Bim, kita semua nonton loh youtube kamu sama Mayang. Bagus-bagus videonya. Nanti kamu unggah ke youtube boleh juga," Bani mengusulkan. Mereka setuju.

"Iya, bagus ya kalau tahun terakhir kita ada kenangannya. Seru pastinya nanti kalau kita udah nggak bareng-bareng lagi ada yang dikenang."

Awalnya Bima membawa kamera dan gitar untuk merekam video ia dan Mayang bernyanyi. Latar belakang kebun teh dan pegunungan dipikirnya akan bagus sekali nantinya. Tapi ide ini boleh juga. Semuanya setuju.

"Kayaknya mendingan diunggah ke youtube deh. Biar kita gampang nyarinya kalau kangen," Raline menambahkan. Matanya berkaca-kaca. Papanya Tentara, ia pindah tugas ke Jogja bulan lalu. Harusnya ia ikut pindah. Tapi Papanya memutuskan agar ia tinggal dengan Mamanya di sini dulu sampai lulus, baru pindah ke Jogja. Sekalian nanti dia bisa kuliah di Jogja setelah lulus.

"Ah, jangan nangis. Jangan sedih. Kita dia sini mau seneng-seneng kan?" Susi memeluk Raline yang mulai ingin menangis. Susi pencair dan penengah segala kondisi.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!