Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
SELAMAT MEMBACA !!!
Sarah menggandeng tangan Vania sedangkan Tasya sama Riri digandeng Sasa sama Febri . Sarah mendekat ke karyawan. " Mbak !" Panggil Sarah dan karyawan itu mendekat ke Sarah .
" Mbak, ini ada sedikit uang untuk Ibunya nanti langsung dibawa ke rumah sakit saja Mbak supaya langsung ditangani dan ini no saya kalau ada yang dibutuhkan sama Mbak jangan ragu menghubungi saya ya Mbak ." Sarah menyelipkan sejumlah uang ke tangannya Mbaknya dan memberikan no telponnya . Sarah melihat orang itu sangat baik siapa tau dia butuh pekerjaan lain .
" Terima kasih selagi ya Bu, sudah membantu saya sama Ibu saya Mbak ." Balas Karyawan itu dengan dengan terharu.
Sarah sama rombongan langsung keluar dari restoran itu dan langsung masuk ke dalam mobilnya mengikuti mobil Sasa yang sudah diarahkan Pak Imam untuk menuju ke Ruko yang dibelinya melalui Pak Imam.
Sasa menyalakan lampu sein mobilnya untuk mengode Sarah untuk belok ke jalur kiri dan nggak jauh dari pertigaan itu Sasa membelokkan mobilnya ke Ruko yang lumayan besar .
" Wau ini tempatnya strategis sekali Kak, aku yakin Butik kita akan ramai dengan pengunjung !" Seru Heboh Sasa yang yakin sekali kalau Butik cabangnya akan ramai.
" Doakan saja ya Sa, Butik yang disini juga akan seramai yang di Jakarta ."
" Amin amin ya robbal'alamin ." Ucap serempak dari semua orang kecuali para bocil .
Pak Imam membuka pintu koridor Rukonya mereka semua masuk ke dalam bangunan itu .
" Masih bagus Pak, Rukonya juga luas tinggal merubah bagian depannya Pak. Nanti diganti dengan kaca transparan ."
Sarah naik ke lantai atas melihat bagian atasnya juga bagus dan juga bersih tinggal nanti kasih sekat ruangan untuk ruang kerja Sarah sama untuk gudang penyimpanan barang.
" Kak kalau bagian atas cuma dipakai buat ruangan kamu sama gudang apa nggak terlalu terbesar Kak ?" Tanya Sasa sambil mengelilingi lantai atas.
" Ya juga sih Dik, tapi kalau mau dibuat Butik juga nanti ruangannya Kakak dimana dan untuk penyimpanan barangnya ." Ucap Sarah sambil memikirkan solusinya .
" Itu ada pintu lagi buat apa ya Pak ?" Tanya Sarah yang melihat ada pintu di lantai atas .
" Lah Bapak malah nggak tau Nak, ayo coba kita lihat siapa tau ada apa gitu, ini kunci semua sudah dikasihkan ke Bapak nanti tinggal ganti semua kuncinya untuk menjaga keamanan Ruko ini ." Jawab Pak Imam sambil melihat kunci yang mana yang buat membuka pintu itu .
Ceklek bunyi kunci pintu terbuka .
" Wah ada tangga untuk naik ke atas Kak, ayo kita lihat ada apakah dilantai atas sana !" Ajak Sasa dia penasaran sama atas atasnya lagi yang bagian belakang .
" Masyaallah Kak, disini ada banyak tanaman bunganya kemungkinan sama pemilik sebelumnya dibuat rooftop dan untuk istirahat ." Ucap Sasa lagi dan Sarah juga berpikir begitu.
" Pak, nanti disini kita buat ruangan aku sama buat gudang Pak, sekalian nanti aku minta dibuatkan kamar mandi juga dan untuk dilantai satu aku juga mau minta kamar mandi untuk pegawai atau pengunjung ."
" Baik Nak, nanti Bapak akan mencarikan tukang bangunan untuk membangun tempat ini seperti yang kamu inginkan ." Jawab Pak Imam.
Sarah mengajak mereka pulang karena sebentar lagi akan adzan magrib.
Diperjalanan pulang Sarah mampir untuk membelikan oleh oleh buat Tasya sama Riri dibawa pulang. Sarah membelikan martabak satu sama martabak manis untuk masing masing anak dan dia juga beli untuk keluarganya .
Mobil yang dikendarai Sasa sudah masuk ke dalam halaman rumahnya Sarah tapi Sarah kemana? mereka belum tau kalau Sarah membeli martabak. Setelah dua puluh menit berlalu mobil yang dikendarai Sarah baru masuk ke halaman rumahnya.
Tiga bocil turun dari mobilnya Sarah bersama Mbok Marni sedangkan Sarah membawa martabak yang baru saja dibelinya. Dia menyuruh bocil bocil masuk rumah dulu karena belum dijemput sama Ibu mereka .
" Dari mana saja Kak, kok jaraknya jauh banget ?" Tanya Sasa yang sudah selesai sholat magrib.
" Nanti saja ceritanya aku mau sholat dulu Dik, nanti kalau Ibunya Tasya sama Riri menjemput mereka, tolong kasihkan satu orang martabak manis satu sama martabak telur satu ya Dik, ayo Mbok kita sholat dulu ." Ajak Sarah ke Mbok Marni .
Dan benar saja setelah Sarah sama Mbok Marni masuk ke dalam rumah , Mbak Leha sama Mbak Rika datang menjemput anaknya .
" Mbak, ini buat kalian bawa pulang ya, Kak Sarah baru sholat magrib !" Seru Sasa sambil memberikan mereka masing masing satu kantong plastik .
" Masyaallah, kok masih dikasih bungkusan Mbak, anak kami diajak jalan jalan sudah senang sekali tapi terima kasih ya Mbak, sampaikan kepada Mbak Sarah terima kasih kami langsung pulang sudah malam ." Ucap Mbak Leha .
" Ya sama sama Mbak, ya nanti akan saya sampaikan kepada Kak Sarah Mbak ." Ucap Sasa mengantarkan mereka sampai depan pintu dan Sasa langsung menutup pintunya .
Pak Imam tadi pamit sama Sasa kalau mau ke rumah temannya yang menjadi tukang bangunan .
" Bapak kemana Bu ?" Tanyanya pada Bu Leni setelah selesai sholat Sarah kembali ke ruang tamu dia nggak melihat Bapaknya .
" Dia tadi pamit mau ke rumah temannya yang menjadi tukang bangunan dan kata Bapak pekerjaan dia sangat bagus dan rapi makanya Bapak ingin kesana minta tolong ." Jawab Bu Leni yang duduk disebelahnya Vania yang lagi makan martabak manis rasa coklat .
Karena sudah kenyang dan mengantuk Sarah membawa Vania ke kamarnya dan dia juga ikut tidur karena capek .
Keesokan paginya setelah sholat subuh Sarah ikut nimbrung bersama Mbok Marni , Bu Leni yang lagi membuat sarapan buat mereka semua . Pak Imam ikut duduk di kursi depannya Sarah .
" Nak, temannya Bapaknya bersedia untuk merenovasi Ruko kamu Nak, nanti siangan sedikit kita ketemu langsung ke Ruko ya Nak. Bapak minta untuk secepatnya diselesaikan dan nanti minta sistem borong saja Nak biar cepat jadi mau dia dikerjakan siang malam terserah mereka ."Ucap Pak Imam memberitahukan hasil pertemuannya semalam .
" Baik Pak, terima kasih sudah dibantu !" Jawa Sarah.
Setelah sarapan Sasa sama Febri pamit untuk kembali ke Jakarta .
" Kak, kami pamit pulang ke Jakarta ya !" Seru Sasa pamit sama Sarah .
" Ya Dik, hati hati dijalan jangan mengebut dan tolong jaga Butiknya Kakak dengan baik ya dan Febri tolong dibantu Sasa menjaga Butiknya ya ." Pesan sama Sasa sama Febri .
" Bye bye Tante Sasa Tante Febri ." Ucap Vania melambaikan tangannya begitu juga Febri juga melambaikan tangannya ke semua orang .
salam sehat sehat selalu
Aamiin