NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Sebab Akibat

“Sekarang kamu tidur saja, besok aku pesankan taksi online. Malam ini kamu tidur di sana dan aku tidur di sini. Semoga yang aku lakukan jadi amal baik saja. Karena aku sudah terlalu baik sama kamu, aku tidak peduli kamu itu penjahat atau korban kejahatan. Yang jelas, kalau nanti ada apa-apa jangan libatkan aku.” Elyra berbicara tegas, enggan terlibat lebih jauh. Leon terdiam sejenak.

“Meski itu hal baik?” tanya Leon. Elyra terdiam. Tak ada hal baik yang datang tiba-tiba tanpa sebab. Dunia ini berjalan dengan hukum sebab-akibat yang kejam.

“Tidak ada hal baik yang muncul tanpa sebab dan bayaran. Ini, minum.” Elyra menyerahkan air hangat pada Leon lalu merapikan sisa makanan mereka. Leon tersenyum tipis, menatap wajah Elyra dengan saksama.

“Kamu kuliah?” tanya Leon. Elyra menatap tubuhnya sendiri. Tingginya sekitar 168 sentimeter, perawakannya sudah nyaris sepenuhnya dewasa. Selain usia, dia memang sudah masuk kategori wanita dewasa.

“Sejenis itu. Minum obat lalu tidur.” Elyra menyerahkan obat yang baru saja dibelinya, lalu mengambil handuk. Tak lama kemudian suara air terdengar dari kamar mandi.

Leon memperhatikan tablet obat di tangannya. Entah mengapa, menatap wajah manis Elyra terasa jauh lebih menenangkan dibanding obat itu sendiri. Ada perasaan asing yang menyelinap ke dalam hatinya. Namun satu hal yang dia yakini, pertemuan ini tak akan berakhir begitu saja.

Elyra keluar dari kamar mandi mengenakan kaus besar dan celana rumah longgar. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Tangannya cekatan mengoleskan krim ke wajah, lalu mengeringkan rambut dengan handuk. Setelah itu, dia menggelar tikar di lantai untuk tidur.

“Kamu tidak takut aku berbuat macam-macam?” tanya Leon. Elyra yang sudah berbaring kembali membuka matanya.

“Dengan kondisi tubuhmu itu? Jangan bercanda. Satu dorongan saja aku yakin kamu sudah tumbang. Jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku menolongmu karena aku yakin bisa mengatasinya.” Elyra membelakangi Leon. Leon menatap punggung itu dalam diam.

.

.

.

Pagi tiba. Elyra menunaikan salat subuh lalu memesan taksi online untuk Leon. Tak satu pun tetangga menyadari kejadian semalam. Namun di dalam hati Leon, Leon telah merencanakan pertemuan mereka berikutnya.

“Aku harus membayar ke mana?” tanya Leon saat sudah duduk di dalam mobil.

“Taksi sudah kubayar. Kalau mau mengganti, kirim saja lewat pos ke alamat ini.” Leon mengangguk. Mereka pun berpisah begitu saja.

Leon pergi. Sementara Elyra kembali disibukkan dengan rutinitas paginya. Tepat pukul 07.30, dia berangkat menuju sekolah menengah atas negeri yang berada tak jauh dari kosannya.

Elyra mengendarai motor besarnya dan tiba di sekolah dengan ekspresi biasa saja, seolah tak ada hal luar biasa yang terjadi.

“Elyra, tumben datang nggak telat?” sapa Zavira, teman semejanya.

“Lagi dapat hidayah. Geser sedikit, aku ngantuk,” jawab Elyra sambil duduk dan menempelkan wajah ke meja.

“Kamu sering telat tapi nilaimu tetap bagus. Bagi rahasianya dong,” goda Zavira.

“Belajar. Jangan berharap keajaiban, asal kamu tahu orang laduni di bumi ini sudah musnah, jadi mustahil kemampuan muncul tanpa usaha.” jawab Elyra santai. Dia mencatat setiap penjelasan guru dengan rapi, menyerap semua pelajaran dengan serius.

Di warnet pun dia tetap belajar. Elyra paham betul betapa kejamnya dunia bagi mereka yang tak memiliki ilmu.

Meski kurang tidur dan hidup dari jerih payahnya sendiri, Elyra adalah murid yang tekun. Dia memang tak punya banyak teman, mulutnya yang tajam sering membuat orang lain kewalahan, bahkan guru sekali pun. Sekali saja bicara yang menyinggung sosok Elyra, cukup satu kalimat yang dapat membuat orang lain tak dapat tidur tenang selama satu Minggu.

“Lyra, tolong bawa tugas hari ini ke meja ibu,” pinta seorang guru. Elyra mengangguk dan berdiri.

“Kumpulkan buku tugas, taruh di meja depan,” ucapnya tegas. Semua murid menuruti. Elyra juga mengekor di belakang guru tersebut menuju sebuah ruang guru, sekitar 3 koridor dari kelasnya.

“Besok malam Jumat ada yasinan di rumah ibu. Bisa bantu urus katering dan camilan? Terakhir pesan lewat kamu, ibu banyak dapat pujian,” ujar sang guru.

“Lyra tanyakan dulu ke pihak katering ya, Bu. Kalau sanggup nanti Lyra kabari. Kalau tidak, Lyra carikan yang lain. Soal rasa dijamin memuaskan,” jawab Elyra sopan, Guru tersebut mengangguk dan sedikit rasa senang muncul di hatinya. Elyra menaruh semua tugas di atas meja guru tersebut. Saat hendak pergi, sang guru menyelipkan uang ke tangan Elyra.

“Untuk jajan. Jangan sering begadang.” Amanah guru tersebut dengan sangat berharap, Elyra tersenyum lembut.

“Terima kasih, Bu. Tapi Lyra masih cukup,” Elyra mengembalikan uang itu lalu pergi.

Guru-guru lain hanya bisa menghela napas. Elyra memang murid yang jujur, mandiri, dan tangguh.

"Dia anak yang baik, seandainya punya anak laki-laki." Ucap Guru kimia dengan wajah penuh harap.

"Dia tidak tertarik pacaran atau kenalan sama lelaki, masih kecil Bu." Ucap salah satu guru lainnya.

"Dia teguh dan langka sekali anak zaman sekarang yang bisa seteguh Elyra. Perkembangan nilai dan sosialnya juga sangat apik." Ucap Guru agama dengan harapan besar dia simpan pada Elyra.

Seperti biasanya Elyra dapat mengerjakan apa yang diamanahkan kepadanya dengan baik dan tanggung jawab besar, bahkan dia juga dapat bonus lumayan banyak Minggu itu. Selain itu, dia juga baru saja mengambil iuran wifi dan uangnya tersisa banyak setelah dia belanjakan.

Elyra memang tak pernah belajar banyak, dia hanya belanja apa yang sekiranya dia butuhkan saja.

Seminggu kemudian.

“Bu, Lyra mau bayar kos,” seru Elyra di depan rumah pemilik kos.

“Kamu ini, datang-datang teriak. Santai saja,” tegur sang ibu sambil tersenyum.

“Ini untuk tiga bulan, Bu. Lyra ada rezeki lebih,” ucap Elyra sambil menyerahkan amplop.

“Kak Lyra nggak masuk dulu?” tanya anak kecil pemilik kos.

“Nanti ya, Kakak mau kerja dulu,” jawab Elyra lembut.

“Elyra!”

Suara itu membuat Elyra terkejut. Tangannya ditahan oleh seorang pria yang langsung memeluknya erat.

“Aku dapat tiket ke Seoul, Ly!” ucap pria itu antusias.

“Lepas! Aku susah napas!” Elyra mendorongnya kesal.

“Fahmi, beneran?” tanya Bu kos.

“Iya, Bu. Alhamdulillah.”

Meski empat tahun lebih tua, wajah Fahmi yang awet muda membuat mereka tampak seumuran.

“Sudah gede, jangan peluk-peluk begitu,” omel Elyra sambil bergidik.

"Ya ampun, akhirnya gua bisa jadi idol Ly. Bayangin di masa depan kamu punya temen artis." Fahmi terkekeh-kekeh tidak jelas.

"Hmm, aku biasa aja tuh. Asal kamu masih Fahmi, kamu berarti masih temen aku. Kapan berangkatnya?" Tanya Elyra, Fahmi memperlihatkan tiket di tangannya.

"4 Hari lagi." Elyra mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Jangan lupa bayar hutang kalo udah sukses, jangan sombong. Korea gak sama, disana lebih kejam dari disini. Jangan banyak malesnya." Elyra hendak naik ke atas sepeda motornya.

"Ikut Ly," Rengek Fahmi, Elyra menatap Fahmi tajam.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!