NovelToon NovelToon
Gadis Culun Itu "Pacar" Ketua Geng Motor

Gadis Culun Itu "Pacar" Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Misteri / Bad Boy / Romansa / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Devan, ketua geng motor yang disegani, tak pernah menyangka hatinya akan terpikat pada Lia, gadis berkacamata yang selalu membawa setumpuk buku. Lia, dengan dunia kecilnya yang penuh imajinasi, awalnya takut pada sosok Devan yang misterius. Namun, takdir mempertemukan mereka dalam sebuah kisah tak terduga, membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Antara Nyaman dan Terancam

Sejak malam penyerangan itu, bayang-bayang van hitam dan tatapan dingin pria berbekas luka itu terus menghantui mimpi-mimpi Lia. Setiap kali ia menutup mata, ia kembali merasakan aspal dingin yang menggores lututnya. Namun, di saat yang sama, ia juga merasakan hangatnya dekapan Devan yang melindunginya. Dua perasaan yang bertolak belakang—ketakutan yang mencekam dan keamanan yang menenangkan—kini menjadi bagian dari keseharian Lia.

Pagi itu, suasana di Universitas Mahardika kembali riuh. Namun, bukan karena Sarah yang kembali berulah. Semua mata tertuju pada pintu gerbang kampus. Devan, dengan motor hitam besarnya, tidak lagi berhenti di parkiran luar. Ia dengan santai mengendarai motornya masuk hingga ke depan lobi fakultas Lia, seolah-olah dia adalah pemilik tempat itu.

"Naik," kata Devan singkat begitu melihat Lia keluar dari gedung kuliah. Ia tidak peduli pada ratusan pasang mata yang menatap mereka dengan penuh rasa ingin tahu, iri, bahkan ketakutan.

Lia ragu sejenak. "Devan, kamu tidak perlu menjemputku sampai ke depan lobi seperti ini. Teman-temanku melihat..."

"Biarkan mereka melihat," potong Devan sambil memberikan helm cadangan kepada Lia. "Aku sudah berjanji tidak akan membiarkanmu sendirian. Kejadian kemarin membuktikan bahwa musuh-musuhku mulai menjadikanmu sasaran. Aku tidak mau mengambil risiko."

Lia akhirnya mengalah dan naik ke boncengan motor. Sepanjang perjalanan, Devan tidak banyak bicara, namun ia sesekali menggenggam tangan Lia yang melingkar di pinggangnya, seolah meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja. Mereka tidak menuju ke perpustakaan atau kafe, melainkan ke sebuah perbukitan di pinggiran kota yang sepi.

Di sana, Devan memarkir motornya dan mengajak Lia duduk di atas rerumputan yang menghadap ke arah lampu-lampu kota yang mulai menyala. Angin malam berembus cukup kencang, membuat Lia sedikit menggigil. Tanpa kata, Devan melepas jaket kulitnya dan menyampirkannya ke bahu Lia.

"Lia, aku ingin jujur padamu," kata Devan sambil menatap lurus ke depan. "Duniaku itu kotor. Ada banyak darah, dendam, dan orang-orang yang tidak segan melakukan apa pun untuk menjatuhkanku. Geng yang menyerangmu kemarin adalah The Vipers. Mereka rival terberatku."

Lia menunduk, memainkan ujung jaket Devan yang terlalu besar di tubuhnya. Aroma parfum kayu dan sisa asap rokok yang khas dari Devan tercium kuat. "Kenapa mereka mengincarku? Aku tidak punya apa-apa."

"Karena mereka melihat bagaimana aku menatapmu di perpustakaan hari itu," suara Devan melemah. "Bagi orang-orang sepertiku, menunjukkan kepedulian pada seseorang adalah sebuah kelemahan. Dan sekarang, mereka tahu kamu adalah kelemahanku."

Jantung Lia berdegup kencang mendengar pengakuan itu. Kelemahan. Kata itu terasa sangat berat.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Lia pelan.

"Aku akan menjagamu, tentu saja. Tapi aku juga sadar, kehadiranku di dekatmu justru membawa bahaya," Devan menoleh, menatap mata Lia yang tersembunyi di balik kacamata tebalnya. "Kadang aku berpikir, apakah sebaiknya aku menjauh darimu agar kamu tetap aman di duniamu yang tenang?"

Lia terdiam. Itulah yang sebenarnya ia pikirkan semalaman. Dunianya adalah buku, perpustakaan, dan ketenangan. Dunia Devan adalah jalanan, kekerasan, dan ancaman. Mereka seperti minyak dan air yang dipaksa bersatu. Namun, membayangkan kembali ke hari-hari di mana ia di-bully tanpa ada yang membela, atau tidak lagi melihat senyum tipis Devan, membuat hati Lia terasa hampa.

"Tapi aku merasa aman bersamamu, Devan," bisik Lia jujur. "Walaupun aku takut dengan duniamu, aku merasa lebih takut jika harus kehilangan satu-satunya orang yang benar-benar melihatku sebagai Lia, bukan sebagai si 'gadis culun'."

Devan tersenyum, kali ini senyumnya terasa sangat tulus dan hangat, bukan lagi senyum yang mengintimidasi. Ia mengusap pipi Lia dengan ibu jarinya yang kasar. "Kamu sangat berani, Lia. Jauh lebih berani daripada anggota gengku yang paling sangar sekalipun."

Namun, momen manis itu tidak bertahan lama. Ponsel Devan kembali berdering. Kali ini adalah sebuah pesan foto. Wajah Devan seketika berubah menjadi pucat pasi sebelum kemudian memerah karena amarah yang meledak.

"Sialan!" umpat Devan sambil berdiri dengan cepat.

"Ada apa, Devan?"

"Mereka menyerang bengkel pusat kami. Dan mereka menyandera salah satu adik anggotaku," Devan menatap Lia dengan tatapan yang penuh konflik. "Lia, aku harus membawamu ke tempat aman sekarang. Aku tidak bisa membawamu ke bengkel, terlalu berbahaya."

"Tapi bagaimana denganmu? Kamu akan berkelahi lagi?" suara Lia bergetar.

"Ini tugasku sebagai ketua, Lia. Aku harus melindungi keluargaku," kata Devan sambil membantu Lia berdiri.

Malam itu, keraguan dalam diri Lia semakin besar. Ia melihat sisi Devan yang siap meledak kapan saja. Ia melihat bagaimana kekerasan selalu membuntuti pria ini. Saat Devan mengantarnya pulang dan berjanji akan memberikan kabar, Lia hanya bisa berdiri di depan pintu rumahnya sambil memeluk jaket Devan yang tertinggal.

Ada rasa takut yang luar biasa. Bukan takut karena ia akan diserang lagi, tapi takut jika suatu saat nanti, Devan-lah yang tidak akan kembali kepadanya. Kehidupan Lia yang dulu membosankan kini berubah menjadi sebuah drama menegangkan yang tidak tahu kapan akan berakhir. Ia mulai bertanya-tanya, apakah cinta yang mulai tumbuh ini sepadan dengan nyawa yang menjadi taruhannya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!