NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:108.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penawaram dan kematian

Tak butuh waktu lama, sesosok wanita cantik dengan rambut pirang yang dikuncir dua mendarat tepat di depan Raiden. Namun, bukannya menghancurkan tanah dengan tinjunya, Tsunade justru berdiri mematung dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

" RAI-DEN!!! " teriak Tsunade.

Ia segera berlari dan menubruk tubuh Raiden hingga mereka berdua jatuh terlentang di atas reruntuhan. Tsunade memeluk Raiden dengan sangat erat, seolah-olah jika ia melonggarkannya sedikit saja, Raiden akan menghilang lagi.

" Kau jahat! Kenapa meninggalkanku sendirian begitu lama! Kau tahu betapa sepinya rumah itu tanpa dirimu! " isak Tsunade di dada Raiden.

Raiden bergidik ngeri merasakan pelukan yang sangat posesif ini. ' Haisss, benar-benar berbeda dengan di anime. Kenapa dia jadi semanja ini? ' batin Raiden sembari mengusap kepala Tsunade dengan kikuk.

" Hei, tenanglah. Aku kan baru pergi beberapa hari, Tsuna. Dan lihat, aku sudah membereskan urusannya, " ucap Raiden mencoba menenangkan.

Tsunade mengangkat kepalanya, wajahnya memerah dan matanya sembap. " Aku tidak peduli dengan urusanmu! Aku dengar dari Jiraiya kau bertemu dengan Mizukage itu! Apa dia lebih cantik dariku? Apa kau mau menikahinya juga?! "

Raiden menepuk jidatnya. " Kau ini bicara apa? Aku ke sana hanya untuk urusan perpustakaan. Lagi pula, siapa yang bisa menandingi pesona 'G-Cup' milikmu, hah? " goda Raiden sembari menyeringai nakal.

Mendengar godaan itu, Tsunade seketika merona hebat. Ia memukul dada Raiden pelan. " Bodoh! Jangan bahas itu di sini! "

Namun tak lama kemudian, Tsunade kembali memeluk Raiden, kali ini lebih lembut. " Berjanjilah... jangan pergi sendirian lagi. Jika kau ingin pergi, bawa aku. Aku tidak mau menjadi wanita yang hanya menunggumu pulang seperti nenek Mito. "

Raiden terdiam sejenak. Ia melihat kesungguhan di mata Tsunade. Meskipun ia adalah makhluk terkuat, ia menyadari bahwa bagi Tsunade, ia adalah segalanya.

" Baiklah, baiklah. Aku janji, " ucap Raiden sembari mencium kening Tsunade. " Sekarang, mau pulang ke rumah? Aku tiba-tiba merindukan masakanmu... dan mungkin hal lain. "

Tsunade tersenyum manja dan menyandarkan kepalanya di bahu Raiden. " Kamu harus menggendongku sampai Konoha! Itu hukumanmu karena sudah membuatku khawatir! "

Raiden hanya bisa pasrah. " Hah... baiklah, Tuan Putri. "

Raiden kemudian menggendong Tsunade dengan gaya tuan putri dan melompat ke udara, melesat menuju Konoha meninggalkan Pulau Shion yang telah rata dengan tanah.

Di tengah perjalanan menuju Konoha, Raiden terbang melintasi gumpalan awan sambil menggendong Tsunade yang tampak sangat nyaman menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Angin sepoi-sepoi memainkan rambut mereka, menciptakan suasana yang begitu tenang.

Tiba-tiba, Tsunade mendongak, menatap dagu Raiden dengan mata berbinar. "Sayang... aku terpikir sesuatu. Bagaimana jika kau menjadi guru di Akademi? Kau tahu, dengan kemampuanmu, anak-anak itu pasti akan menjadi ninja yang hebat."

Raiden tertegun sejenak. Langkah terbangnya tidak goyah, tapi pikirannya melayang kembali ke momen di Akademi saat ia melihat Naruto dan anak-anak lainnya. Ia teringat bagaimana Naruto tersedak ramen saat ia menceritakan prinsip Bushido yang ia sendiri tidak memakainya.

' Menjadi guru? Aku? Haisss... membayangkan harus menghadapi puluhan bocah ingusan yang berisik seperti Naruto setiap hari saja sudah membuatku merinding, ' batin Raiden.

" Aku tidak menolak, Tsuna," jawab Raiden akhirnya sembari menatap ke depan. "Tapi jangan harap aku menjadi guru resmi yang harus datang setiap pagi dan mengurusi dokumen membosankan itu. Aku hanya akan sesekali mampir untuk melihat-lihat atau memberikan satu dua pelajaran jika aku sedang mood. "

Tsunade tersenyum lebar dan semakin mengeratkan pelukannya di leher Raiden. "Fufufu, itu sudah lebih dari cukup. Aku yakin Hiruzen akan sangat senang mendengarnya."

Mereka berduapun pergi dengan mesra.

Beberapa Bulan Kemudian: Ujian Chunin

Waktu berlalu begitu cepat. Konoha sedang berada dalam euforia Ujian Chunin. Namun, di balik keramaian itu, badai besar sedang mengintai. Raiden yang sedang duduk di tribun penonton bersama Tsunade hanya menatap datar ke arah arena. Matanya yang tajam sudah merasakan aura jahat yang menyelinap di antara para penonton.

" Sesuatu yang buruk akan terjadi, Tsuna. Bersiaplah, " bisik Raiden pelan.

Benar saja, tak lama kemudian, asap meledak di seluruh stadion. Genjutsu tidur mulai menyebar. Raiden hanya menjentikkan jarinya, membuat area di sekitar Tsunade dan dirinya tetap terjaga.

Di atap gedung Hokage, sebuah penghalang ungu raksasa(Shisui Enjin) tercipta, mengurung Hiruzen dan sosok yang menyamar sebagai Kazekage, yang tak lain adalah Orochimaru.

Raiden berdiri, matanya menatap tajam ke arah penghalang itu. " Si ular kecil itu benar-benar nekat. "

Pe

Di dalam penghalang, Hiruzen berdiri berhadapan dengan mantan murid kesayangannya. Orochimaru melakukan segel tangan, dan dua peti mati muncul dari tanah.

" Edo Tensei! "

Dua sosok legendaris keluar dari peti tersebut: Hashirama dan Tobirama. Namun, karena ini adalah Edo Tensei versi Orochimaru yang masih belum sempurna, kesadaran mereka hampir sepenuhnya terhapus, meski mereka masih sempat mengenali Hiruzen.

Raiden yang menonton dari kejauhan mendengus dingin. " Menggunakan adik-adikku sebagai boneka? Kau benar-benar ingin mati, Orochimaru. "

Raiden hendak melesat untuk menghancurkan penghalang itu, namun ia melihat tatapan Hiruzen. Tatapan seorang guru yang ingin menyelesaikan masalah yang ia ciptakan sendiri. Hiruzen seolah tahu Raiden ada di sana dan memberikan isyarat agar Raiden tidak ikut campur.

" Hah... Dasar tua bangka keras kepala, " gumam Raiden, menghentikan niatnya.

Pertarungan berlangsung sangat sengit. Hiruzen, meski sudah tua, menunjukkan mengapa ia dijuluki "Sang Profesor". Namun, melawan dua Hokage sekaligus dalam kondisi fisik yang menurun adalah hal yang mustahil.

Hingga akhirnya, Hiruzen memutuskan untuk menggunakan jurus pamungkas yang paling terlarang.

" Shiki Fujin!"

Sesosok dewa kematian muncul di belakang Hiruzen, mencengkeram jiwa Hashirama dan Tobirama untuk disegel selamanya. Namun, saat hendak menarik jiwa Orochimaru, tenaga Hiruzen benar-benar habis. Pedang Kusanagi milik Orochimaru telah menembus dadanya.

" Jika aku tidak bisa membawamu, maka aku akan membawa seluruh jutsu-mu! " teriak Hiruzen sembari menyegel kedua tangan Orochimaru.

Kepergian sang Hokage Ketiga

Penghalang ungu itu akhirnya runtuh. Raiden seketika muncul di samping Hiruzen yang sudah tersungkur lemas dengan senyuman tipis di wajahnya. Orochimaru, dengan tangan yang sudah membusuk dan menghitam, melarikan diri dengan bantuan anak buahnya.

" Kau puas sekarang, Bocah Tua? " tanya Raiden dengan nada datar, namun ada sedikit rasa hormat di matanya.

Hiruzen menatap Raiden dengan pandangan yang kabur. " Raiden-sama... tolong... jaga... desa ini... "

Suara Hiruzen menghilang seiring dengan embusan napas terakhirnya. Sang Hokage Ketiga meninggal dunia, tepat di bawah langit Konoha yang sedang berduka.

Tsunade yang baru saja tiba di samping Raiden langsung jatuh berlutut. Ia menutup mulutnya, air mata mengalir deras melihat gurunya telah tiada. Raiden hanya berdiri tegak, membiarkan jubah putihnya berkibar ditiup angin.

" Beristirahatlah dengan tenang, Hiruzen. Kau sudah melakukan bagianmu, " ucap Raiden pelan.

note : hahhaa sedikit salah dengan 3 bab cerita kemarin, karena terlalu fokus pada mc dan sedikit lupa alurnya.. Seharusnya Mei Terumi masih menjadi jonin tingkat tinggi. dan Kirigakure masih disebut Desa Kabut Darah,dan masih dibawah kepemimpinan Yagura yang dikendalikan oleh Obito.. jadi gimana mau dirombak dulu atau lanjutkan saja?

Mohon masukannya kawan-kawan.

1
agustinus noya
lagi dong Thor
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya thor dan serap kekuatan musuhnya thor
muhammad farhant
lanjut Thor
Kei O'Conner
lanjut
Nekofied「ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ」
bebas 🤷🏻 mau bikin baru pun boleh
Axel
alur ceritanya bagus walaupun ini novel di buat iseng, tapi alur ceritanya gak ngasal
Lorenzo Leonhart: buat kakak yg suka tema Isekai , mari mampir kak ke novelku 🙏🏻
total 1 replies
Poetra S
lanjut aja thor,tapi dengan alur yg lebih fresh,kalau bisa ya alur nya sangai jangan kecepetan,pasti nya juga banyak yg baca nanti nya
Lorenzo Leonhart: ayo kak, sambil nunggu ini lanjut, mampir yuk ke novel ku 🙏
total 3 replies
muhdzulfitri Bacik
bila lanjutnya
Muhammad Rizki
Luar biasa
Brayen Meilano
Thor, kok gak up up sih, gak sabar baca lanjut nya
anonim: udah lupa kalau saya punya novel ini hehehe maap
total 1 replies
Brayen Meilano
yang ORI nya di Mana thor
Aby Satya
lanjut Thor
.
authornya sesad🗿🗿
Yor Forger.
Raiden&Tsunade🔥❤️
Yor Forger.
malam pertama Raiden dan Tsunade👩‍❤️‍💋‍👨🌃❤️🔥🗿
Nizam Zainudin
lanjut thor semangat
EVIL GOD
entah kenapa membaca kata Yoo di awal percakapan membuatku jengkel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!