Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.
Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.
Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.
Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.
Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mabuk
Happy Reading😘
Disini lah mereka sekarang di salah satu ruang VVIP di club rose.
Club rose adalah club termewah di kota itu ya setelah melihat kemesraan Dion dan Zeline di mall tempat dia nonton tadi Adelia memaksa Maira untuk membawa nya ke tempat itu untuk menenangkan pikiran nya yang lagi lagi kacaw karena Dion.
Awalnya Maira menolak karena mereka hanya pernah dua kali ketempat itu saat ada reuni dengan teman sekolahnya mereka pun tidak pernah minum saat kesana mereka selalu memesan minuman non alkohol.
Tapi Adelia tetap memaksa dan mengancam akan berangkat sendiri ketempat itu kalau Maira tidak mau mengantarkan nya karena takut Adelia benar-benar nekat akhirnya mau tak mau Maira pun mengantar Adelia ketempat itu.
Adelia sudah memberi tahukan pada keluarga nya kalau dia akan menginap di rumah Maira agar orang tuanya tidak mengkhawatirkan nya.
"Gimana ini gak mungkin kan aku bawa Adelia pulang kerumah ku bisa bisa aku di marahin habis-habisan oleh ayah dan bunda kalau lihat kondisi Adelia yang kaya gini mana Adelia berat lagi aku mana kuat bawa dia dari sini mau minta bantuan pelayan Lelaki di sini untuk membawa Adelia ke mobil juga gak mungkin bisa ngambek juga entar Adelia." Kata Maira yang bingung melihat Adelia yang tengah mabuk.
"Ra kamu ko jadi banyak sih,, hahaha" Racau Adelia.
"Huh ternyata benar ya kata temen-temen kita kalau lagi banyak masalah minum yang kaya gini lumayan bikin hati senang ya kan Ra" Racau Adelia lagi sambil menopang dagu nya di meja.
"Senang apanya bikin repot iya haduh Adelia sekarang kita gimana pulangnya" Kata Maira prustasi sementara Adelia hanya cekikikan.
Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Maira pun mendapatkan ide dia pun mengambil ponsel Adelia utuk menghubungi seseorang yang bisa membantu nya.
"Hallo pak bisa tolongin saya gak pak Adelia mabuk saya bingung mau bawa dia kemana."Kata Maira melalui sambungan telepon.
" APA,,, gimana bisa kamu biarin Adelia minum sekarang kalian dimana."
"Dia maksa mau kesini pak,,, sekarang kita di club rose pak." Jawab Maira.
"Oke saya segera kesana kamu jangan tinggalkan dia sendirian itu bahaya." Kata Vano lalu mematikan sambungan teleponya.
Ya orang yang di telpon Maira adalah Vano karena cuma Vano yang pasti bisa bantuin Maira untuk membawa Adelia keluar dari tempat itu. Kebetulan saat Maira menelpon Vano lagi di perjalanan pulang dari kantor menuju kerumah nya.
Setelah 15 menit perjalanan dengan cara ngebut Vano pun sampai di Club rose dia langsung berjalan mencari ruangan yang telah di sebutkan oleh Maira setelah menemukan ruangan nya Vano membuka pintu dan masuk.
"Bagaimana kamu bisa biarin Adelia minum," Kata Vano sambil menatap tajam Maira.
"Ii,,, itu tadi Adelia liat Dion sama Zeline saat kita sedang jalan-jalan pak akhirnya dia maksa buat kesini sampai ngancam mau kesini sendiri kalau saya tidak mau nganter." Kata Maira gugup karena tatapan Vano.
"Kamu pulang saja biar Adell aku yang bawa." Kata Vano sambil menggendong Adelia yang sedang meracau karena mabuk.
"Eehh tapi Pak Adel bawa ke hotel saja biar saya yang temani dia." Kata Maira.
"Kamu pulang saja nanti orang tua kamu khawatir." Kata Vano berjalan keluar menuju mobil nya.
"emmm tapi Pak." Kata Maira lagi yang bingung saat melihat Adelia di masukan ke mobil Vano.
"Kamu tenang saja aku tidak akan macam-macam sama Adell." Kata Vano memasangkan seatbelt pada Adelia.
"Iya deh Pak tolong jaga Adelia ya Pak saya gak bisa bawa dia kerumah saya karena orang tua saya pasti marah." Kata Maira.
"Hmmm." Jawab Vano datar dan masuk ke mobilnya lalu menjalankan mobilnya.
Maira pun masuk ke mobilnya dan segera meninggal kan tempat itu karena sudah larut malam.
Di perjalan Vano memutuskan untuk membawa Adelia ke apartemen nya.
"Kamu kenapa sih Dell cuma karena Dion kamu sampai berani minum minuman itu." Kata Vano sambil pokus kejalanan.
Adelia yang sedang mabuk terus melihat kearah Vano dengan mata sayu nya.
"Kamu kok jadi tampan banget sih Van." Kata Adelia sambil terus menatap Vano sambil senyam seyum.
"Kamu cinta gak sama aku Van,, Kamu tampan juga Van kaya nya lebih sedikit di banding Dion hihih" Racau Adelia tidak ditanggapi oleh Vano.
"Van kamu tau gak meski aku janda tapi kamu gak akan rugi kok kalau sama aku karena aku masih suci tau belum terjamah sama sekali aku adalah janda rasa perawan loh Van giman mau nggak sama aku." Oceh Adelia vulgar sambil mengusap pipi Vano dan leher Vano
"Kamu diam Dell jangan banyak bicara." Kata Vano ketus yang sedang berusaha menahan sesuatu saat mendengar ocehan Vulgar Adelia di tambah tangan Adelia yang tidak bisa diam.
"Oh god,, jangan sampai ada lain kali lagi kamu minum minuman itu lagi Dell kamu bahaya banget kalau lagi mabuk gini untuk di depan aku kalau di depan orang lain udah abis kamu Dell." Geram Vano.
"Beneran loh Van kamu gak mau nyoba apa," Kata Adelia berubah sendu.
"Apa aku begitu menjijikan ya Van sehingga Dion tidak pernah sedikit pun menyentuh ku tapi dia lebih memilih menyentuh wanita itu yang jelas jelas belum sah dengan nya sementara aku jangankan menyentuh melihat pun mungkin enggan hahah." Racau Adelia lalu air mata mengalir di pipi nya.
Vano hanya diam tidak mengeluarkan suara lagi hingga akhirnya mobilnya sampai di parkiran apartemen nya dia pun turun dari mobil dan membuka mobil penumpang lalu menggendong Adelia setelah sampai di dalam lift Adelia terus mencium pipi dan leher Vano hingga sesuatu bagian dlam diri Vano menegang.
"Dell kamu diem jangan terus mancing aku sebelum kamu benar-benar menyesal karena aku tidak bisa nahan diri aku." Kata Vano mengancam Adelia yang hanya terkekeh.
Setelah sampai di unit apartemen nya Vano membawa Adelia ke kamar tamu dia memutuskan untuk segera meninggal kan kamar itu karena tidak ingin terjadi sesuatu yang di inginkan nya yang berusaha dia tahan dari tadi.
Tapi baru saja Vano membalikan badannya Adelia menarik tangannya dengan tarikan yang kuat sehingga dia tidak bisa menjaga keseimbangan badannya dan terjatuh di atas tubuh Adelia.
Adelia mengalungkan tangannya di leher Vano lalu mencium bibir Vano dan mulai mel**** bibir Vano. Vano yang sudah berusaha mati-matian untuk menahannya akhirnya pertahanan nya runtuh dia pun membalas lum**** Adelia dengan rakus sehingga semakin hilang kendali begitu pun dengan Adelia dia mulai menurunkan ciumannya ke leher Vano dan menghisap nya hingga meninggalkan bekas di leher Vano.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung***
hajar si Dion 🤬😡😤
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
🎵🎵🎵🎵
Sukses bwt kk 💐😄