******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. TCA 2
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Di rumah Vina ibu dari Alana dengan gelisah menunggu telpon dari putrinya, karena ini pertama kalian Alana pergi jauh dari nya. Aditya sang suami yang melihat istrinya mondar mandir hanya bisa menggeleng kepala karena dia tau Vina mencemaskan putri mereka yang belum memberi kabar.
"Sayang duduk lah kamu jangan cemas Al pasti akan telpon." ucap Adit.
"Kakak ini gimana sih, gimana Vina gak cemas kak Alan pergi jauh dari kita tiba - tiba dengan alasan kejuaraan sepeda." ucap Vina.
Setelah mengatakan itu Vina terdiam sambil mengingat putrinya yang selalu ada bersama dia dan suaminya saat sedang duduk berdua.
"Duduk lah dulu jangan cemas Al sudah besar dia bisa jaga diri, dia juga punya ilmu bela diri kan untuk membela diri nya saat dia dalam masalah jadi jangan khawatir." ucap Adit saat melihat istrinya sudah berada di dekat nya.
Vina membenarkan apa yang di katakan oleh suaminya, dia tau jika Alana belajar beladiri bersama dengan Ken dan juga Saga saat di tempat latihan khusus.
Tak lama dering ponsel Vina berdering dan dia langsung menjawab panggilan tersebut saat tau nomor putrinya yang menghubungi nya.
"Assalamualaikum bundaaaa....!" teriak Alana saat panggilan sudah di jawab oleh bunda nya.
"Walaikumsalam nak! Kamu gimana keadaan nya di sana?" tanya Vina dengan nada cemas.
"Baik bunda ini Vina gak ganti kartu bunda di aktifkan roaming internasional sama temen satu kamar." jawab Al.
"Syukur lah kalau kamu baik - baik saja, gak papa pakai roaming internasional yang penting kamu bisa telpon bunda. Baik - baik di sana ya nak jangan bikin rusuh, itu negara orang nak banyak jenis manusia di sana." ucap Vina.
"Iya bunda, bunda tenang saja Al bisa jaga diri." jawab Alana.
Adit yang mendengar suara putrinya langsung menyuruh sang istri menghidupkan pengeras suara agar dia juga bisa ikut berbicara.
"Benar yang di bilang bunda kamu nak, di sana negara orang ingat jangan suka ikut campur urusan orang apalagi urusan orang L dengan J, jangan dekat dan jangan pernah kenal mereka nak, nenek mu hapal tingkah orang- orang itu." ucap Aditya.
"Iya ayah, Alan gak akan berteman dengan orang-orang yang ayah sebut kan." ucap Alan.
Setelah memberi kabar ke orang tua nya Al berbaring di kamar nya dan mengingat cerita sang nenek dan kakek nya saat mereka berada di negara malaysia. Hingga dia memejamkan karena lelah dan sudah mengantuk.
Saat Alan akan terlelap suara bel terdengar tanda semua yang berada di dalam kamar keluar karena ada pengumuman.
Tet..... Tet......
"Alan bangun dengar Lan ada suara bel ayo kita turun." ajak teman 1 kamar Alan.
"Astaga ini sudah malam masih saja ganggu gak enak apa ya kalau gak ganggu orang mau istirahat." kesal Alan.
Mereka semua turun dengan berlari kecil menuruni anak tangga dan saat tiba di lapangan mereka semua berdiri. Hingga pengumuman untuk latihan hari pertama balap sepeda di mulai besok. Setelah mendengar arahan mereka semua bubar ada yang langsung menuju ke kamarnya ada juga yang memilih untuk duduk di halaman sejenak menikmati udara malam hari dengan menatap langit yang gelap.
"Kita ke kantin yuk cari cemilan." ajak Alan.
"Aduh Lan aku gak bawa uang, uang aku ada di kamar." ucap nya.
Alan yang memang baik dan tak perhitungan langsung menarik tangan teman nya untuk membeli sesuatu.
"Kamu ambil saja mau jajan apa." ucap Alan.
"Gak usah aku temenin saja."
"Sudah ambil saja gak papa." ucap Alan dengan tersenyum ramah.
Setelah membeli cemilan kedua nya duduk di atas tebing menatap ke bawah arah jalanan yang sesekali taksi melintas di depan hostel tempat mereka tinggal.
"Kamu sudah pernah ikut balap sepeda Lan?" tanya Clara.
"Sering dan gue selalu menang." jawab Alan sambil memakan eskrim yang dia beli.
"Wow... keren dong! Sumpah Lan ini pertama kali aku makan eskrim malam hari mana dingin lagi cuaca nya di sini di tambah maka eskrim tambah beku aku jadi nya." ucap Clara.
"Hahaha.... serius kamu gak pernah makan eskrim malam - malam? tanya Alan.
"Iya serius Lan." jawab nya.
Setelah menghabiskan eskrim dan cemilan ringan nya mereka berdua beli, kedua nya memilih untuk kembali ke kamar mereka karena hari sudah semakin malam dan Alan yang sudah kenyang mulai mengantuk.
Saat pagi hari setelah semua orang bersiap mereka di surih memilih sepeda yang menurut kata hati mereka cocok untuk dirinya. Alan menatap ke arah salah satu sepeda berwarna hitam membuat nya merasa ingin menggunakan. Semua orang mengambil sepeda yang sudah di sediakan oleh para pelatih.
Setelah mendapatkan sepeda mereka memberi tanda ciri khas mereka agar tak ada yang menukar sepeda latihan mereka yang akan digunakan selama ikut kejuaraan. Seperti biasa Alan memberi tanda sepeda nya dengan sebutan Alan lovers.
"Beee.... mantap Lan ciri khas kamu Alan lovers." ucap nya.
"Harus dong ini memang ciri khas gue dari kecil sepeda aku selalu aku tandai dengan nama Alan Lovers biar gak ada yang ambil. Saat gue latihan juga sepeda gue selalu ada tanda ciri khas gue kayak gitu." ucap Al.
"Hemm bearti dalam lomba kita bukan temen ya La, tapi saingan." ucap nya.
"Oke siapa takut." ucap Alan.
Alan selalu mengabadikan setiap momen yang terjadi di hidup nya melalui ponsel nya dan dia simpan di akun facebook nya. Hari pertama Alan dan yang lain latihan sepeda mengambil waktu tercepat dan terbaik agar bisa lolos saat pertandingan di mulai. saat jam istirahat Alan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi bunda nya agar sang bunda tak mencemaskan diri, Alan pun melakukan panggilan vidio call agar sang bunda tau saat ini dia sedang makan siang.
"Assalamualaikum bunda....!" sapa Alana
"Waalaikumsalam nak! kamu sedang apa?" tanga Vina.
"Ini Alan lagi makan siang bareng temen - temen." ucap Alan.
Alan menunjukkan ponsel nya mengarah ke arah temen - teman nya yang saat ini sedang makan siang bersama dengan diri nya dan mereka melambaikan tangan saat melihat ibu dari Alana.
"Kamu sudah punya temen nak, ingat baik - baik ya sama temen jangan berantem Lan." ucap Vina.
"Siap bunda jangan khawatir Alan akan baik jika orang baik juga sama Alan, Oh iya salam buat ayah abang Ken sama abang Saga." ucap Alan.
"Kamu gak nitip salam buat Helen nak?" tanya Vina dengan sedikit heran.
Alan yang mendengar nama Helen hanya diam dia tak ada niat untuk menitip salam untuk Helen, tapi agar bunda nya tak curiga Alan tersenyum dan langsung mengatakan jika dia juga rindu sama Helen, semua Alan lakukan agar sang bunda tak cemas.
Bersambung.....!!!
✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧
wihh kelakuan Ken bikin semua keluarga besar nya pada penasaran, kalau sampai saga tau bakalan ngamok nggak ya sama ken😅😂
rekomendasi bgt buat di baca
harusnya kamu tuh nolak aja walau udh di paksa juga ishhh
jadi begini kan
gmna kalo si Santo itu ngapa-ngapain kamu kan serem itu
yeayy Alana balik ke indo, gak kerasa udah 2 tahun aja Alana d malay🤭