NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Romansa
Popularitas:323
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dunia ini bukanlah tempat bagi mereka yang lemah si kaya terbang membelah awan layaknya naga, sementara si miskin terinjak sebagai debu di bawah kaki sang penguasa. Di tengah kejamnya takdir, hiduplah Zhou Yu, bocah laki-laki yang jiwanya jauh lebih dewasa dibanding usianya yang baru delapan tahun. Sejak kecil, ia adalah pelita bagi orang tuanya, sosok anak berbakti yang rela menghabiskan masa bermainnya di pasar demi menyambung hidup keluarga.

Namun, langit seolah runtuh saat Zhou Yu pulang membawa harapan kecil di tangannya. Aroma darah dan keputusasaan menyambutnya di ambang pintu. Ia menemukan sang ayah pria yang selama tiga bulan terakhir berjuang melawan sakit tergeletak mengenaskan dalam napas terakhirnya. Di sudut lain, ibunya terkulai lemas, tak berdaya, bersimbah darah dan dengan kondisi yang mengenas. Di detik itulah, kepolosan Zhou Yu mati. Dalam tangis yang tertahan, sebuah dendam dan ambisi membara ia tidak akan lagi mengubah nya menjadi sosok yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri lencana perak

Berita mengenai penyerangan di asrama elit menyebar seperti wabah di Akademi Tian meng. Atmosfer akademi yang biasanya penuh dengan persaingan ambisius, mendadak berubah menjadi kesunyian yang mencekam. Chen Mo dan keempat pengikutnya ditemukan dalam kondisi yang mengerikan secara psikologis, luka fisik mereka memang tidak mematikan, namun sayatan di wajah mereka adalah pesan yang tak bisa dihapus oleh obat alkimia mana pun.

Identitas penyerang tetap menjadi misteri. Tidak ada jejak Qi yang tertinggal, tidak ada saksi mata, hanya kesaksian yang meragukan dari korban yang terlalu ketakutan untuk menyebutkan nama. Chen Mo, yang dulunya adalah penguasa tawa di lorong akademi, kini hanya bisa meringkuk jika mendengar suara petir.

Di tengah kegemparan itu, Zhou Yu menjalani harinya dengan ketenangan. Tubuhnya, yang beberapa hari lalu hancur lelah, pulih dengan kecepatan yang melampaui logika. Di dalam pembuluh darahnya, energi dingin dari sisa-sisa pertarungan malam itu seolah justru memperkuat fondasi kekuatannya.

Tiga hari setelah malam berdarah itu, akademi mengadakan latihan tanding mingguan di lapangan terbuka utama. Awan hitam kembali bergejolak, seolah-olah langit enggan memberikan cahaya pada tempat itu. Hujan mulai turun rintik-rintik, membasahi lantai batu lapangan yang luas.

Instruktur latihan, seorang pria paruh baya dengan bekas luka di leher bernama Master wu, berdiri di tengah lapangan. Suaranya menggelegar mengalahkan suara guntur.

"Hari ini, kita akan menguji ketahanan mental dan adaptasi kalian terhadap elemen alam! Bertarung di bawah terik matahari itu mudah, tapi bertarung saat matamu tertutup hujan dan pijakanmu licin adalah ujian sesungguhnya!"

Mata Master wu menyapu barisan murid, lalu berhenti pada sosok Zhou Yu yang berdiri paling belakang di barisan murid kelas rendah. "Zhou Yu! Maju!"

Bisik-bisik mulai terdengar. Murid-murid lain memandang Zhou Yu dengan tatapan meremehkan, mengira pria itu masih ringkih setelah dihajar Chen Mo beberapa waktu lalu.

"Lawanmu adalah Li xing," lanjut Master Ge.

Sosok pria jangkung dengan pedang lebar melangkah maju. Li xing adalah murid kelas menengah yang dikenal karena teknik "Pedang Angin Pemutus". Ia sombong dan memiliki hubungan dekat dengan faksi Chen Mo.

"Kau beruntung bisa berdiri hari ini, Zhou Yu," ejek Li xing sambil menghunus pedangnya. Kilatan logam pedangnya tampak dingin di bawah rintik hujan. "Tapi keberuntunganmu berakhir di sini. Aku akan menunjukkan padamu perbedaan antara debu dan awan."

Zhou Yu tidak menjawab. Ia melangkah maju tanpa senjata, hanya mengenakan pakaian latihan tipis yang mulai basah kuyup. Rambutnya yang hitam menempel di dahi, menutupi sebagian matanya yang kini tampak lebih dalam dan gelap.

"Mana pedangmu?" tanya Master wu heran.

"Untuk melawannya... tanganku sudah cukup," jawab Zhou Yu datar.

Lapangan itu seketika hening. Li xing tertawa terbahak-bahak, tawanya meledak di antara suara hujan yang semakin deras. "Sombong! Aku akan mematahkan semua tulangmu!"

Tarian Maut di Tengah Hujan

"Mulai!"

Li xing bergerak lebih dulu. Ia menghentakkan kakinya ke lantai batu, memercikkan air hujan ke segala arah. Pedang lebarnya diayunkan secara vertikal, membawa tekanan angin yang tajam.

WUSH!

Zhou Yu tidak mundur. Ia hanya menggeser kakinya sedikit ke samping. Pedang Li xing lewat hanya seujung rambut dari pakaiannya. Zhou Yu bergerak seperti air; tidak melawan arus, namun mengalir bersamanya.

"Jangan hanya menghindar!" Li xing berteriak kesal. Ia melancarkan serangkaian serangan beruntun. Pedang Angin Pemutus miliknya menciptakan pusaran udara yang memotong tetesan hujan di sekeliling mereka. Setiap tebasan adalah serangan mematikan, namun Zhou Yu seolah bisa membaca arah angin sebelum tebasan itu tiba.

Zhou Yu melihat segalanya dengan jernih. Setiap butiran hujan yang jatuh seolah melambat di matanya. Ia merasakan aliran Qi di dalam tubuh Li xing yang tidak stabil karena amarah.

Saat Li xing melakukan tebasan melingkar yang lebar, Zhou Yu merunduk sangat rendah. Tangannya menghantam lantai yang licin, bukan untuk jatuh, melainkan untuk menggunakan momentum putaran.

BUKK!

Satu tendangan telak menghantam pergelangan tangan Li xing. Pedang lebar itu terlepas, berputar di udara sebelum tertancap di tanah beberapa meter jauhnya.

"Apa?!" Li xing terkejut. Namun sebelum ia sempat mundur, Zhou Yu sudah berada di dalam zona pertahanannya.

Hujan semakin deras, berubah menjadi badai yang riuh. Zhou Yu menyerang dengan tangan kosong, namun setiap pukulannya membawa getaran Qi yang aneh dingin dan menusuk. Ia memukul titik-titik saraf Li xing dengan presisi yang menakutkan, persis seperti yang ia lakukan pada Chen Mo di malam itu.

PLAK! BUKK! CRACK!

Li xing menjerit saat bahunya bergeser dari sendinya. Ia mencoba membalas dengan pukulan tangan kiri, namun Zhou Yu menangkap lengannya dan memutarnya dengan gerakan yang halus namun bertenaga.

"Ingat rasa sakit ini, Li xing," bisik Zhou Yu di tengah deru badai, suaranya hanya bisa didengar oleh lawannya. "Ini adalah rasa sakit dari mereka yang kau anggap rendah."

Zhou Yu kemudian melepaskan serangan terakhirnya. Ia mengumpulkan Qi di telapak tangannya, menciptakan tekanan udara yang memadat.

"Telapak badai petir"

DUARR!!

Bersamaan dengan sambaran petir di langit, telapak tangan Zhou Yu menghantam dada Lu Feng. Tubuh pria jangkung itu terpental sejauh sepuluh meter, meluncur di atas lantai batu yang basah hingga menabrak tiang penyangga lapangan. Lu Feng terkapar pingsan dengan mulut berbusa, dadanya dihiasi memar hitam berbentuk telapak tangan.

Keheningan melanda lapangan latihan. Master Ge menatap Zhou Yu dengan mata menyipit, ada rasa takjub sekaligus waspada di dalam hatinya. Teknik yang digunakan Zhou Yu tadi bukanlah teknik standar akademi. Itu jauh lebih efisien, dan lebih mematikan.

Zhou Yu berdiri tegak di tengah hujan. Air mengalir dari ujung jari-jarinya, menyapu bersih sisa-sisa Qi lawan yang menempel. Ia tidak tampak senang, juga tidak tampak lelah. Ia hanya berdiri di sana, seperti sebuah monumen yang dingin.

Murid-murid lain mundur selangkah saat Zhou Yu berjalan melewati mereka untuk kembali ke barisan. Tidak ada lagi ejekan. Tidak ada lagi tawa. Yang ada hanya rasa ngeri yang merayap di punggung mereka.

Di tribun atas yang tersembunyi, seorang tetua akademi dengan jubah abu-abu mengamati kejadian itu dari balik tirai. Ia mengelus janggutnya yang panjang.

"Anak itu... dia tidak hanya memulihkan meridiannya. Dia telah menemukan jalan yang lain," gumam tetua itu.

Malam itu, setelah latihan yang melelahkan, Zhou Yu kembali ke asrama reyotnya. Ling’er menyambutnya dengan cemas, langsung membawakan handuk hangat.

"Kak Yu, kau menang... tapi kenapa wajahmu terlihat begitu sedih?" tanya Ling’er pelan sambil mengeringkan rambut Zhou Yu.

Zhou Yu menatap tangan Ling’er yang gemetar. Ia meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. "Aku tidak sedih, Ling’er. Aku hanya sedang berpikir... bahwa dunia ini ternyata jauh lebih luas daripada dinding akademi ini. Dan untuk melindungimu, aku harus menjadi lebih dari sekadar kuat."

Ling’er terdiam. Ia merasakan ada sesuatu yang hilang dari Zhou Yu yang dulu kehangatan yang naif itu kini telah digantikan oleh tekad yang membeku.

Setelah Ling’er tertidur, Zhou Yu duduk bersila di pojok ruangan. Ia mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalam sakunya. Sebuah lencana perak yang ia ambil secara diam-diam dari saku jubah Li xing saat pertarungan tadi.

Lencana itu bukan milik akademi. Di atasnya terukir lambang seekor ular yang melilit belati simbol dari Sekte Bayangan Darah, sebuah organisasi hitam yang dilarang di kekaisaran.

Mata Zhou Yu berkilat di kegelapan. Ternyata, Chen Mo dan kelompoknya hanyalah pion dari sesuatu yang jauh lebih besar yang telah menyusup ke dalam Akademi Guntur.

"Permainan ini baru dimulai," gumam Zhou Yu.

Ia memejamkan matanya, membiarkan kesadarannya masuk ke dalam pedang Han Shui yang ia sembunyikan. Di dalam dunia pedang yang dingin itu, ia melihat sebuah pintu raksasa yang mulai retak.

Di balik pintu itu, terdengar suara tawa yang sangat mirip dengan tawanya sendiri di malam penyerangan asrama elit.

"Lebih banyak darah... lebih banyak amarah... dan aku akan menjadi milikmu sepenuhnya, Zhou Yu..."

Zhou Yu tersenyum tipis dalam meditasinya. Ia tahu, jalan yang ia ambil tidak akan bisa berbalik. Ia akan menjadi angin yang membesarkan api, bahkan jika api itu akhirnya akan membakar dirinya sendiri.

Di luar, hujan akhirnya reda, namun udara terasa lebih menyesakkan daripada sebelumnya. Sesuatu yang besar sedang bergerak di balik bayang-bayang akademi, menunggu saat yang tepat untuk menerjang. Dan Zhou Yu, dengan lencana perak di tangannya, siap untuk menjadi pemangsa di antara para pemangsa.

...Bersambung.......

1
Ada badaknya
baru 1 bab udah cerita sedih/Sweat/
pinguin: author kejam👍
total 1 replies
Butet Kon77
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!