" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
" ma, pa, sarline duluan ya"!! Kata sarline sambil keluar dari mobil tersebut setelah menyalami papa dan mamanya.
"Hati hati"!! Belum juga mama Zahra selesai berbicara sarline sudah keburu keluar dari mobil dan berlari menyusul Alea yang sudah menghilang entah kemana.
"Boss, apa kita berangkat sekarang"! Tanya asisten Dika sambil menoleh sekilas ke arah kursi belakang,tidak ada jawaban dari saka,laki laki itu masih duduk terdiam mematung dengan wajah menegang.
"Boss"! Pekik asisten Dika dengan suara yang sedikit meninggi. Membuat saka terlonjak kaget lantas menatap tajam ke arah asisten Dika yang masih meliriknya .
"Apa kita berangkat sekarang"! Tanya asisten Dika sekali lagi.
"Hemmm"! Sahut saka. Asisten dika pun segera menginjak pedal gas dan melajukan mobil tersebut ke perusahaan Aditama grub.
"Pa, mama jadi sangat penasaran dengan gadis tadi, jadi apa yang dikatakan kak Vano benar jika saka menurun denganmu"! Kata mama Zahra sambil menatap ke arah tuan bhara yang ini juga sedang menatapnya.
"Apa maksudmu, honey"! Tanya tuan bhara dengan kening yang sudah bertaut.
''suka daun muda, hehee"! Sahut mama Zahra diiringi gelak tawa.
**
Disisih lain.
Sarline sudah ngos ngosan mencari keberadaan Alea ,tepat di kelas 12A ,Alea tidak ada batang hidungnya.
"Dimana bocah tengil itu perginya"! Gumam sarline sambil memegangi dadanya mencoba mengatur nafasnya yang sudah ngos ngosan,.
Sarline mendudukan bokongnya di atas bangku sambil meraih botol minum di dalam tasnya dan meneguknya Hingga sisa setengah.
Sedangkan yang di carinya kini sedang berada di toilet ,Alea membasuh wajahnya berkali kali dengan air yang keluar dari kran wastafel di hadapanya .
"CK , kenapa masih memerah begini sih, bahkan air pun tidak membuat pipi ku meredakan hawa panasnya."! Kata Alea sambil menepuk nepuk kedua pipinya dengan telapak tanganya yang masih basah.
"Lagian kau bodoh sekali kenapa pakai main sosor begitu sih Alea ,Alea"! Geruntuh alea merutuki dirinya sendiri. Setelah beberapa saat berdiam diri di dalam toilet,akhinya Alea memutuskan untuk keluar dari toilet dan berjalan dengan jantung yang masih berdebar debar menuju ke kelas barunya.
"Alea"!! Panggil sarline saat melihat Alea melangkah memasuki kelasnya, Alea tersenyum singkat dengan jantung yang masih berdebar debar,bahkan pipinya pun masih nampak memerah saat ini.
Alea duduk di sebelah sarline dan masih diam membisu saat ini.
"Al , katakan ada apa, kenapa kau tadi lari terbirit-birit keluar dari mobil kak saka".? Mendengar itu Alea langsung membulat kan mata sempurna menatap ke arah sarline yang masih menatapnya dengan tatapan penasaran.
"Ja- jadi kau melihatnya " tanya Alea dengan mimik wajah serius.
"Yaa, bahkan mama dan papa juga melihatnya"! Jawab sarline di ikuti anggukan kepala.
"Apaa"!! Pekik alea kaget setengah ingin semaput mendengarnya.
"Kau serius "! Alea kembali memastikan .
"emmm"! Sahut sarline lagi. Alea memalingkan wajahnya menghadap ke depan dengan pikiran yang entah berkelana kemana.
"Al"!!
"CK , aku tidak ngapa ngapain di mobil itu, hanya tadi kakak mu menjemput ku,karena takut hujan tadinya"! Jelas Alea yang ingin tahu jika tragedi menyosoran sudah terjadi di dalam Mobil tersebut.
"Is, is. Jadi kak saka tadi buru buru pergi tanpa serapan karena ingin menjemput ya, jangan jangan kak saka beneran suka kali denganmu"!
"St, jangan ngawur ya,mana ada beruang kutub bersanding dengan burung merak seperti ku"! Celetuk Alea yang tak ingin memikirkan hal yang lebih dari pura pura ,takutnya malah kebablasan dan sakit hati.
"Tadi aku lari terbirit-birit karena pisang goreng ku ingin keluar"! Jelas Alea kembali berbohong,tidak ingin sarline semakin curiga denganya.
"Hangat tidak"! Tanya sarline.
Bugh'"!!
"Tahu gitu aku bawa kesini tadi siapa tahu kamu belum sarapan"! Seru Alea di iringi pukulan singkat pada lengan sarline.
Uugh, ugh'! Sarline segera menutupi mulutnya membuat Alea meledakan tawanya detik itu juga.
**
Disisih lain saka yang baru saja sampai di kantor Aditama grub dan langsung berjalan menuju ruang kerjanya.
''boss apa anda baik baik saja"! Tanya asisten Dika yang melihat telinga boss nya memerah sampai ke pipinya.
"Hemmm"!! Sahut saka.
"Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya,bisa". Saka mengangguk dan asisten Dika pun keluar dari ruang CEO dan menuju ruang kerjanya.
"Baru di cium pipi saja sudah linglung begitu, bagaimana jika bibirnya yang tadi diserobot nona Alea ,apa tidak semaput di tempat"! Gumam asisten Dika sambil geleng gelang kepala mengingatnya.
"Tapi kalau di pikir pikir nona Alea agresif juga, boss yang tampanya seperti beruang kutub Utara pun berani dia cium Tanpa rasa berdosa sama sekali"! Lagi lagi asisten Dika hanya bisa bergumam dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
-- " baru aku beri uang 200 ribu aku sudah mendapatkan ciuman cuma cuma, bagaimana jika aku kasih 500 ribu jangan jangan"! Ucapan saka terhenti tanganya kini sudah meraba bibirnya sendiri. Sejak mendapatkan ciuman dadakan dari Alea pagi tadi saka pun sering senyum senyum sendiri tidak jelas hingga saat mama Zahra dan tuan bhara datang ke kantor dan masuk keruangan nya pun dirinya tidak sadar.
"Pa ,jangan jangan anak kita sakit,lihatlah bahkan dia tidak menyadari kita datang ,dan sejak tadi juga senyum senyum sendiri tidak jelas"! Kata mama Zahra sambil menatap ke arah saka yang sedang duduk di kursi kebesaran nya .
"iya sayang, apa perlu kita konsultasi kepada Vano"! Sahut tuan bahra menimpali .
"CK , kak Vano kan bukan speakeater,mana tahu dia"!
"Benar juga,"! Sahut tuan bhara yang juga ikut bingung dengan tingkah anaknya hari ini.
"Saka"!! Panggil mama Zahra sambil menepuk pelan pundak saka ,saka pun terlonjak kaget dan sontak menatap kearah sang mama.
"Mama"!! Pekik saka yang begitu kaget hingga sedikit terlonjak dari duduknya.
" ma,pa"! Kata saka masih dengan wajah kagetnya," sejak kapan kalian ada disini"! Tanya saka .
"Sejak kamu senyum senyum sediri tidak jelas "! Jawab mama zahra.
"Katakan ada apa sebenarnya, kenapa kamu senyum senyum tidak jelas sejak tadi, oiya mama dan papa datang kesini hanya ingin bilang jika mama dan papa ingin cepat bertemu dengan kekasih mu"!.
"Deg"!!
"Apa"!! Pekik saka tidak percaya.
"Sudah jangan sekaget itu,lagian papa dan mama juga sudah tahu jika tadi kamu mengantarkan nya sekolah " sahut tuan bhara.
"Apa"!! Lagi lagi saka semakin di buat jantungan dengan cecaran pertanyaan tersebut.
"Sudah jangan apa apa terus dari tadi, mama capek dengernya " jelas mama Zahra .
"Mama tunggu besok malam ajak dia makan malam bersama dirumah "! Kata mama Zahra lalu berlalu pergi sambil menarik lengan tuan bhara untuk meninggalkan ruang ceo tersebut.
"Maksud nya apa ,datang kemari hanya untuk mengatakan hal itu'! Gumam saka sambil memutar bola matanya malas.
"Ya sudah lebih cepat baik kan,biar urusanya cepat selesai"! Saka menggelengkan kepala lalu meraih ponselnya dan mengirimkan pesan untuk Alea.