Intan, memiliki sifat pemalu, inscure, dan selalu menghindar dari keramaian. Penampilannya selalu menggunakan kacamata, rambut yang selalu diikat satu, membuat penampilannya terkesan culun. Intan dinikahkan oleh Mama dan Papanya dengan laki-laki narsis, hanya dikarenakan hutang keluarganya. Namun siapa sangka, ternyata hutang adalah sebuah kebohongan agar Intan mau menikah.
Begitu pula dengan sebaliknya, Rifal, pria narsis yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena ketampanannya yang membuat kaum hawa ingin menjadi istrinya.
Akankah pernikahan Intan dan Rifal menjadi sebuah keluarga yang harmonis? Setelah semuanya terbongkar, akankah Intan dan Rifal memilih untuk berpisah?
Update tidak menentu, tapi saya akan usahakan untuk update setiap hari😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maililiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Minggu
"Apaan sih, Bun. Nikah aja belum," celetuk Rifal yang masih fokus menyetir mobilnya. "Kapan kalian nikahkan kami?" tanya Rifal yang pandangan matanya masih ke arah jalanan.
"Secepatnya, enggak sabaran banget sih kamu, Fak," ucap Nahla. Wanita paruh baya itu kembali menatap Intan, "Jadi, mau liburan di mana?" tanya Nahla memastikan.
"Jepang," Rifal memotong ucapan Intan yang belum selesai.
...***...
"Yah, satu setengah bulan lagi aku ada perjalanan bisnis ke luar kota. Tapi bareng Dina." Rifal duduk di samping Ayahnya yang sedang membaca koran. "Mau kah Ayah yang menggantikannya?" Rifal memasang wajah yang memelas.
"Ayah tidak bisa, Fal. Satu setengah lagi ayah ada bisnis ke luar negeri lagi." Rubin melipat korannya. "Kenapa tidak teman-temanmu saja yang mewakilkanmu," lanjutnya lagi.
"Ya sudahlah, tidak apa-apa," kata Rifal sesikit kecewa. "Cepatlah nikahkan aku dengan Intan, maka akanku ajak ia keluar kota," gumam Rifal pelan.
Rubin hanya menahan tawanya ketika mendengar gumaman Rifal yang ngebet pengen nikah. Sebenarnya Rubin dan Nahla juga tidak sabar ingin menikahkan anaknya dan menggendong cucu, tapi waktu di Amerika ia sudah membicarakan semuanya dengan Ferdian. Dua minggu setelah kepulangan Ferdian dan Nie, maka akan diadakan pesta pernikahan yang meriah. Tapi pertanyaannya kapan Ferdian dan Nie pulang ke Indonesia?
Kamar Nahla
Nahla dan Intan saling bertukar cerita mengenai masalah yang akan datang ketika Intan dan Rifal menikah. Intan hanya bisa mendengarkan dan menyimak semua cerita yang diceritakan oleh wanita paruh baya yang ada di depannya.
"Dulu mama dan papa mu juga pernah bertengkar hanya karena ingin memiliki anak perempuan," kata Nahla kepada Intan. "Bahkan mama mu pernah meninggalkan Indonesia selama satu bulan. Papamu begitu frustasi, hingga akhirnya Ferdian menjemput Nie ke Australia dan membicarakan semuanya dengan baik-baik." Nahla menceritakan semua yang ia ketahui tentang mama dan papa Intan.
Intan tertidur di ranjang Nahla, wanita paruh baya itu bercerita banyak seakan-akan Intan seperti didongengi. Seseorang mengetuk pintu kamar, Nahla bangun dan membuka pintu kamarnya. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Rifal.
"Lapar," kata Rifal saat wanita paruh baya itu membukakan pintu kamar. "Pengen masakan Bunda, aku kangen banget," sambungnya lagi sambil bergelayut manja.
"Oke, bunda buatkan." Nahla menutup pintu kamarnya.
...***...
"Intan, kamu tinggal di sini yah," ujar Nahla setelah makan malam selesai.
"Tapi di sini tidak ada baju ganti," sanggah Intan.
"Nanti aku belikan, pake baju Bunda dulu untuk sementara." Bukan Nahla yang menjawab melainkan Rifal.
"Tapi ...."
Rifal menempelkan jari telunjuknya di bibir Intan. "Aku tidak ingin mendapatkan penolakan!" Intan mendengar kalimat Rifal yang tidak ingin mendapat tolakan, ia langsung cemberut. "Nanti aku ajak jalan-jalan yah, mumpung malam minggu," bujuk Rifal.
Setelah makan malam, Intan mengganti bajunya dengan dress milik Nahla yang sangat pas di badan Intan yang agak berisi. Kemudian berpamitan kepada Rubin dan Nahla yang sedang menonton televisi siaran berita. Dengan laptop di meja serta majalah yang ada di tangan Nahla.
"Ayah, Bunda, kami izin keluar dulu yah. Malam minggu, kalian mau nitip apa?" pamit Rifal.
"Bunda nitip kue aja," ucap Nahla.
"Oke siap. Secepatnya anak ganteng Bunda akan membawakan apa yang Bunda minta." Rifal dan Intan bersalaman kepada Nahla dan Rubin.
Dengan bergandengan tangan layaknya sepasang pengantin baru. Sedangkan Nahla menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sifat putranya yang begitu narsis. "Mirip sekali denganmu waktu kita pacaran dulu," ujar Nahla yang bergelayut manja di tangan suaminya. "Jadi enggak sabar pengen nimang cucu," lanjutnya lagi yang mendapatkan pelukan hangat dari suaminya, Rubin.
Bersambung ....
merasa paling laki aja klo bgn..😅😅😅
red velvet bukan red valvet
berjibaku bukan bercibaku.
semngat trus nulis ny ya thor