Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.
Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.
"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.
"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.
Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROTEKTIF
"Kita masuk jam tujuh kurang lima belas menit," cetus Arkan.
"Kita harus ada di ruang tamu ini sebelum Damian sampai, aku mau lihat mukanya pas dia buka pintu dan bukannya melihat Ziva, tapi malah melihat kita berdua sedang mengasah pedang samurai... eh maksudku, sedang minum kopi dengan wajah galak," ucap Arkan, terkekeh jahat.
"Jangan norak, Arkan," tegur Kenzo meski dia setuju.
"Kita cukup duduk di sini, memakai setelan terbaik kita, dan memberikan tatapan intimidasi, itu sudah cukup untuk membuat pria manapun gemetar," ucap Kenzo, percaya diri.
"Tapi Damian tidak termasuk dalam barisan, pria manapun Bang. Dia itu gila kerja, aku bertaruh dia bakal tetap pasang wajah lempeng meskipun kita todong pakai pertanyaan soal rencana masa depan," ucap Arkan menantang.
"Kita lihat saja besok, siapa yang akan lebih dulu pecah konsentrasi. Si Manusia kaku itu, atau adik kita yang gengsinya selangit," ucap Kenzo menutup laptopnya dengan bunyi klik yang tajam.
Pagi harinya, suasana di Mansion Willson sudah terasa seperti medan perang yang dingin.
Ziva turun ke ruang makan dengan langkah waspada, melihat Kenzo sedang membaca koran bisnis dengan dahi berkerut, sementara Arkan sibuk mengutak-atik tabletnya, mungkin sedang mencari celah hukum kontrak pernikahan Ziva.
"Pagi, Little Monster. Sudah siap untuk malam penentuan?" goda Arkan tanpa mengalihkan pandangan.
"Berhenti memanggilku begitu, Bang! Dan berhenti pasang wajah seperti mau menggerebek sarang penjahat," ketus Ziva sambil meraih roti bakarnya.
"Duduk, Va. Habiskan rotimu," ucap Kenzo tanpa menurunkan korannya.
"Seorang Willson tidak boleh pergi ke medan perang dengan perut kosong," lanjut Kenzo, menatap adiknya.
"Bang, ini cuma Gala Dinner, bukan pelantikan presiden. Kenapa kalian berdua jadi seserius ini sih?" tanya Ziva memutar bola matanya malas, sambil mengoleskan selai stroberi.
"Bukan soal acaranya, Adikku sayang, tapi soal siapa yang membawamu ke sana, semalam aku riset kecil-kecilan? Aku baru saja menemukan data kalau dia pernah mengakuisisi perusahaan saingannya hanya karena mereka telat mengirim email penawaran selama sepuluh menit," jawab Arkan meletakkan tabletnya, lalu mencondongkan tubuh ke arah Ziva dengan senyum miring.
Ziva hampir tersedak rotinya, dia kembali teringat ucapan Damian kemarin soal memanipulasi data dan betapa pria itu sangat memuja ketepatan waktu.
"Itu... ya itu memang dia banget, kemarin saja dia hampir meledak gara-gara aku telat sedikit di mall," gumam Ziva, pelan.
"Dan kamu masih mau sama cowok yang hidupnya diatur pakai stopwatch begitu?" tanya Kenzo, menatap Ziva tajam.
"Ziva, kamu itu bebas, kamu itu desainer, jiwamu seni, kamu nggak akan tahan hidup sama pria kaku yang kalau mau ciuman saja mungkin harus bikin jadwal di Google Calendar," ucap Kenzo, tanpa dosa.
"Uhuk!"
Ziva langsung tersedak, saat mendengar penuturan Abang nya.
"Abang! Ngomong apa sih!" ucap Ziva, kesal.
"Kita serius, Va. Apa dia pernah bikin kamu ketawa? Atau jangan-jangan selama jalan bareng, dia cuma bacain laporan laba rugi kuartal ketiga?" tanya Arkan sambil menahan tawa melihat pipi adiknya memerah
Ziva terdiam sejenak, ingatannya melayang ke momen telur gulung di pinggir jalan kemarin. Dia teringat wajah Damian yang tampak tersiksa tapi tetap mengunyah makanan micin itu demi dirinya.
"Nggak seseram itu kok, kemarin dia aku paksa makan telur gulung di pinggir jalan," jawab Ziva santai sambil menyesap susunya.
Hening.
Kenzo dan Arkan saling pandang dengan ekspresi tidak percaya.
"Damian Alexander? Makan telur gulung? Di pinggir jalan?" tanya Arkan mengulang kalimat itu, tidak percaya.
"Maksudmu, dia jongkok di trotoar?" tanya Arkan, lagi.
"Nggak sampai jongkok juga sih, tapi dia makan dua tusuk. Dan dia nggak mati keracunan kok," jawab Ziva bangga.
"Menarik. Dia mau merendahkan dirinya sampai ke level telur gulung cuma buat kamu? Itu pilihannya cuma dua, dia beneran mulai tertarik sama kamu, atau dia manipulator yang hebat banget buat ambil hati kamu," ucap Kenzo menyipitkan matanya.
"Ih, Abang negatif mulu pikirannya!" protes Ziva.
"Oh iya, setelah ini aku nggak di rumah ya. Aku ada janji sama Mama Diandra," ucap Ziva, mengingat pesan yang tadi di kirim oleh Calon mertua nya, tentang perubahan jadwal.
"Nyonya Alexander?" tanya Kenzo.
"Iya, Mama mau jemput aku jam satu siang buat ke butik perhiasan. Mau pilih set perhiasan buat pernikahan aku nanti," jawab Ziva, menjelaskan.
"Wow, langsung ke butik perhiasan keluarga Alexander? Sepertinya mereka benar-benar ingin mengikatmu dengan rantai berlian, Va," ucap Arkan langsung bersiul panjang.
"Terserah apa kata kalian, yang jelas, Mama Diandra itu baik banget, beliau bahkan cerita kalau dulu Damian pernah nangis seharian gara-gara nggak dibeliin mainan mobil-mobilan, sama papa Alex," ucap Ziva sambil menjulurkan lidah, merasa menang karena punya As calon suaminya.
"Hah? Si Kaku itu bisa nangis?" tanya Arkan tertawa terbahak-bahak.
Tin
Tin
Tin
Tiba-tiba, suara klakson mobil mewah terdengar dari arah depan mansion.
Belum sempat pelayan membuka pintu, sosok Nyonya Diandra sudah melangkah masuk dengan gaya elegan yang memukau.
"Ziva! Sayang! Sudah siap?" seru Nyonya Diandra dengan nada riang, membuat Kenzo dan Arkan otomatis berdiri dengan sopan.
"Pagi, Nyonya Alexander," sapa Kenzo dengan suara berat dan formal.
"Oh! Kenzo? Arkan? Kalian sudah pulang? Ya ampun, Ziva nggak bilang kalau dua kakak gantengnya ini sudah di rumah!" seru Nyonya Diandra dengan mata berbinar.
"Baru tadi malam, Tante. Kami harus memastikan adik kecil kami ini tidak diculik oleh robot manapun," jawab Arkan maju dan mengecup punggung tangan Nyonya Diandra dengan gaya charming nya.
"Tenang saja, Arkan. Robot itu sedan Tante servis supaya lebih manusiawi buat Ziva," jawab Nyonya Diandra tertawa renyah, dia tahu persis reputasi kedua putra Willson ini.
"Ayo, Sayang, kita berangkat sekarang? Kita harus pilih berlian yang paling berkilau, supaya nanti malam semua mata cuma tertuju padamu, dan Damian makin nggak bisa berpaling!" lanjut Nyonya Diandra, semangat.
Ziva menyambar tasnya dan menatap kedua kakaknya dengan tatapan Lihat kan? Aku aman
"Aku pergi dulu ya, Bang! Jangan berantem sama Daddy!" teriak Ziva sambil melambaikan tangan.
Saat Ziva dan Nyonya Diandra sudah menghilang di balik pintu, Kenzo kembali duduk dengan wajah serius.
"Arkan," panggil Kenzo.
"Ya, Bang?"
"Siapkan setelan paling mahal yang kita punya untuk nanti malam, dan pastikan kamu sudah tahu semua daftar kelemahan bisnis Alexander Group," perintah Kenzo, dingin.
"Sudah siap di otakku, Bang. Malam ini, si pencuri itu bakal tahu kalau menikahi seorang Willson itu bukan cuma soal tanda tangan kontrak, tapi soal bertahan hidup dari kita berdua," jawab Arkan tersenyum penuh arti.
pgn bgt jd ziva,d cntai tlus sm dami..plus cnta dr kluarganya jg...
playboy udh saatnya tobat..biar dia tau gmna rsanya brjuang mngejar prmpuan yg ga mmpan sm psonanya...smnggttt......😘😘😘
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
biasanya kn bnyk drama,trs acuh....
Laahh....ni mlah mkin hri mkin bucin....
tar kl ziva hmil,psti anknya jd rival....🤣🤣🤣
sweet banget sih.....
curiga nih... keknya kak oThor orangnya jg romantis nih..... cieeeee
maniss bgt loh, sll bikin baper🥰🥰🥰