NovelToon NovelToon
Mengejar Mantan Istri

Mengejar Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Contest / Fanfic / Tamat
Popularitas:849.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ragazza Belle

Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.

Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.

Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?

Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawarku

Mila membuka jendela kamarnya setelah dirinya selesai menunaikan sholat subuh dan membaca Alqur'an. Hawa dingin dan aroma dedaunan yang basah langsung menerpa wajahnya. Perlahan Mila menengadahkan kepalanya memandangi langit subuh yang sudah tampak kemerahan pertanda sebentar lagi sang mentari akan menampakkan diri. Merasa sudah cukup memandangi keindahan ciptaan-Nya, Mila melepaskan mukenanya lalu menggantungnya di sudut kamarnya. Ia keluar dari kamarnya berjalan menuju dapur untuk menyiapkan bekalnya hari ini.

Mila membersihkan daging ayam dan juga sayur kangkung yang akan menjadi menunya kali ini. Hidup sendiri memang lebih nyaman dan praktis. Tapi, sering kali Mila merasa jenuh jika dirinya sudah berada dirumah. Tidak ada siapapun yang bisa di ajaknya untuk berinteraksi, rumahnya terasa begitu sepi. Namun lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Dan ia mungkin sudah terbiasa dengan segala kejenuhan yang di rasakannya.

Setelah acara cuci-mencuci daging ayam dan kangkung selesai, Mila mulai menyalakan kompor dan siap memasak. Saat dirinya tengah asyik mengaduk tumis kangkungnya, tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu depan rumahnya.

" Siapa lagi yang datang kali ini? " Gumam Mila sambil mematikan kompor. Ia melangkah dengan cepat sambil menyambar kerudung instan miliknya lalu berjalan menuju pintu depan rumahnya . Setelah sampai didepan pintu tanpa menunggu lama Mila langsung menarik gagang pintu dan lagi-lagi Irsyad sudah berdiri dengan setelan rapinya. Tersenyum manis sambil memandanginya hingga membuat Mila merasa jantungnya langsung berdetak lebih cepat.

" Assalamu'alaikum " Suara sapaan yang mulai sering didengar oleh Mila dari pria masa lalunya itu.

" Wa'alaikumsalam. Kenapa kamu datang lagi? " Tanya Mila tanpa basa-basi. Irsyad yang mendengarnya hanya terkekeh pelan. Respon Mila memang selalu membuatnya terkekeh geli.

" Aku datang untuk memberikan ini padamu " Ucap Irsyad sambil menyodorkan satu buket bunga Mawar merah lagi. Mila terkejut sekaligus terpana, wajahnya langsung merona hanya dalam beberapa detik.

" Bukankah kemarin kamu sudah membawakan satu untukku " Mila mengusap pelan tengkuknya. Rasa gugup kini mulai menyerangnya.

" Satu tidaklah cukup Mila. Dari awal aku sudah memutuskan untuk memberikan bunga mawar merah ini setiap pagi padamu " Irsyad tersenyum lagi, sebelah tangannya kembali mengulurkan buket mawar itu di hadapan Mila.

Sebenarnya apa yang baru saja Irsyad ucapkan sangatlah romantis tapi entah kenapa ia merasa takut. Mila menelan ludahnya dengan susah payah, setiap pagi, yang benar saja. Apa mungkin Irsyad kerasukan sesuatu, hingga dengan tiba-tiba bersikap romantis padanya?

" Kamu tidak perlu melakukan ini padaku " Mila mengambil buket bunga tersebut dengan berat hati. Bukankah sikap romantis yang Irsyad tunjukkan padanya terlalu mendadak. Semuanya ini terasa bagaikan mimpi untuknya. Mila takut jika suatu hari nanti ia akan kembali kecewa seperti dulu.

Irsyad tersenyum puas saat melihat Mila menerima bunga darinya. Dalam hati Irsyad berharap suatu hari nanti Mila akan mau menerimanya kembali. Walau untuk saat ini wanita itu terlihat masih ragu padanya. Terkadang dari matanya Irsyad bisa melihat rasa takut yang begitu besar, tapi Mila terlihat berusaha keras untuk menyembunyikannya.

" Boleh aku masuk ke dalam? " Tanya Irsyad. Mila hampir saja menolak sebelum matanya menangkap sosok lain yang juga berdiri tidak jauh dari Irsyad. Anak laki-laki waktu itu.

" Kamu membawanya lagi "

" Iya. Sekarang dia bekerja padaku " Irsyad menoleh pada Rian dan mengulas senyum tipis. Sejak kapan Irsyad memperkerjakan seorang anak kecil. Ya Allah, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran pria ini.

" Hai tante! " Rian melambaikan tangannya di depan Mila.

" Hai Rian " Balas Mila sambil mengulas senyum tipis.

" Masuklah " Ucap Mila lalu mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam rumah.

" Tunggulah disini sebentar. Aku akan membuatkan minuman untuk kalian " Mila berjalan pelan dengan tongkat kruknya sambil menghela nafas berkali-kali.

Irsyad dan Rian sama-sama mengangguk. Keduanya terlihat sabar menunggu Mila.

" Bukankah kemarin dia sudah kesini.Sebenarnya apa yang dia inginkan? " Gerutu Mila dengan kesal begitu dirinya sudah sampai didapur. Ia mengambil teh dan gula lalu menyeduhnya dengan air panas yang ada di dalam termos air miliknya.

Sambil menunggu teh tersebut berwarna, Mila mengangkat tumis kangkungnya lalu memasukkan ke dalam piring.

" Dia mungkin akan meminta sarapan lagi kali ini " Gumam Mila dengan nada kesal.

Setelah semuanya selesai, Mila berjalan keluar dengan membawa nampan yang berisi dua gelas. Irsyad yang tadinya hanya duduk diam menunggu Mila langsung berdiri saat Melihat Mila keluar membawa nampan dengan sebelah tangannya. Irsyad tidak tahu dimana lagi ia bisa menemukan wanita setegar dan sekuat Mila. Wanita yang pernah singgah di hidupnya ini bahkan hidup sendirian dirumah yang kecil ini selama lima tahun terakhir. Irsyad merasa hatinya tercubit sakit. Perasaan menyesal telah menceraikan Mila kembali datang padanya. Dulu, tanpa pikir panjang ia menceraikan Mila hanya karena ingin menikah dengan Lisa. Meski dirinya tahu bahwa Mila hidup sebatang kara. Ia hanya memikirkan dirinya sendiri dan Lisa saat itu, tapi Mila dengan sabarnya menerima semuanya, bahkan wanita itu tidak pernah menuntut apapun darinya. Bukankah ia sangat kejam. Irsyad benar-benar mengutuk dirinya sendiri.

" Berikan padaku " Pinta Irsyad yang kini sudah berdiri di depan Mila. Tak ingin berdebat, akhirnya Mila memberikan nampan tersebut kepada Irsyad.

" Minumlah Rian " Ujar Mila saat dirinya sudah duduk di kursi.

" Baik tante " Balas Rian sambil tersenyum malu.

" Kamu tidak ingin menawariku juga? " Tanya Irsyad sambil tersenyum. Mila menoleh padanya, menatapnya sejenak. Irsyad merasa tatapan mata itu masih sama belum berubah seperti dulu. Masih terasa dingin dan datar.

" Apa aku harus melakukannya? Tanpa kutawari kamu sudah melakukannya lebih dulu " Balas Mila dengan ketus. Irsyad tersenyum masam, Mila yang hangat kini berubah ketus padanya. Irsyad mengambil gelas yang berisi teh manis itu lalu menyesapnya.

" Enak sekali " Puji Irsyad.

" Benarkan Rian? " Tanya Irsyad. Rian mengangguk sambil tersenyum.

" Rian lapar tidak? " Tanya Irsyad lagi. Ia sengaja ingin menyindir Mila yang tidak menawari mereka untuk sarapan pagi. Kemarin mereka sarapan bersama itu karena usahanya sendiri. Dan sekarang ia ingin berusaha lagi.

" Lapar om hehehe " Jawab Rian sambil tersenyum. Mila menghela nafas panjang. Sudah ia duga Irsyad akan kembali berulah. Mau tidak mau ia harus menuruti keinginan pria itu untuk kedua kalinya.

" Kalian ingin sarapan dimana? Di sini atau di dapur? " Tawar Mila dengan kesal. Ia menahan kekesalan hatinya demi anak laki-laki yang kini sedang duduk di depannya.

" Ditempat kemarin saja " Jawab Irsyad sambil tersenyum. Mila memutar malas bola matanya, dengan terpaksa ia berdiri lalu melangkah menuju dapur. Sedangkan Irsyad dan juga Rian mengikutinya dari belakang.

" Aku suka sekali melihatmu marah mawarku " Gumam Irsyad dengan sangat pelan. Yah, sekarang ia menemukan panggilan sayang untuk Mila.

" Kurasa cocok untukmu " Irsyad tersenyum bangga.

Mungkin ada banyak bunga yang pernah singgah dihidupnya, tapi ia yakin bahwa hanya akan ada satu mawar yang hidup di hatinya

Bersambung....

Love you guys, happy reading😘

1
sutiasih kasih
jdi ceritanya mila jdi serep buatmu ya irsyad....
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
sutiasih kasih
km pikir mila itu patung tk punya hati & perasaan....
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
sutiasih kasih
msa iya setelah km ceraikn mila.... dn km mnikahi kekasih trcintamu... km msih kpikiran mila....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
sutiasih kasih
km aneh irsyad..... tk mncitai mila... tp smpe saat ini mikirin mila...
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Nur Aini
masa Alloh, cantik sekali,lisa
Nur Aini: masa Alloh Milan cantik sekali 😘🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
bagus banget
Endang Sulistia
harusnya tahan dulu Mila...g usah ketemu Ama si irsad...si irsadnya jadi kepedean
Endang Sulistia
gpp Mila, biar tau si mantan sakit dan hancurnya Mila dulu...Ampe kehilangan sahabatnya
Endang Sulistia
semangat
Endang Sulistia
bagus Mila...
Nurliana Uteh
Kecewa
Nurliana Uteh
Buruk
Bunga Ros
km tu pergi aja muka kk km emang beber beber benci sama irsyad untuk temenmu itu
Bunga Ros
cewek kok g punya pendirian kuat gampang sekali memaafkan usah tau di sakiti.....
Ana Ana
Mila mengapa jadi wanita lemah.yang tegar mila.jangan hanya menangis.
Oh Dewi
Dicari: Naskah yang layak terbit untuk dijadikan buku.
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.

Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.

Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.

AE Publishing Cab. Gresik

*paling lambat 15 Agustus 2023
masukan kedua orang itu dalam penjara...cocok sekali tapi kenapa Irsyad menceraikan juga kekasih kesayangan nya wpun curang, sedangkan kedua²nya penjahat
sumber kejahatan semua dari Lisa tapi Irsyad menyokong semua perbuatan kekasih tercintanya yang akhirnya curang...hebat sekali
bodoh juga c mila ni, mudah sekali memaafkan..
Ran Aulia
👍👍👍👍👍

terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!