NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Cerai
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Othan Si Pembuat Onar

“Aku tahu! Pasti Pak Karimi yang bantu kita!”

Mata Rachel berbinar seperti baru menyadari sesuatu. “Tadi aku telepon dia habis telepon polisi. Pasti dia yang nyuruh Presdir Palumbo ke sini.”

“Othan Karimi?” Tiffany mengernyit, masih ragu.

“Iya. Cuma dia yang mau nolongin kita dan punya kuasa buat minta bantuan Tuan Palumbo!” analisis Rachel mantap, yakin dengan dugaannya.

“Masuk akal juga,” Tiffany mengangguk pelan.

Saat mereka masih berbicara, sebuah Ferrari merah berhenti di tepi jalan. Pintu mobil terbuka, dan Othan turun dengan tergesa. Pakaiannya mencolok dan rapi.

“Tiffany! Kamu gak apa-apa? Begitu dapet telepon, aku langsung ke sini!” katanya dengan wajah cemas.

“Pak Karimi, makasih banyak udah nolong. Kalau nggak, Nona Rasheed bisa dalam bahaya,” Rachel buru-buru berterima kasih.

“Nolong?” Othan terpaku. Dia hampir tak bisa bereaksi.

“Iya! Tadi Tuan Palumbo sudah datang. Dia yang nyelamatin Nona Rasheed,” jelas Rachel sambil tersenyum.

“Hah?” Othan makin kaget.

“Pak Karimi, aku gak nyangka kamu bisa minta tolong Presdir Palumbo. Keren banget. Aku salut!” Rachel mulai memujinya.

Ujung bibir Othan berkedut. Dia tampak bingung. Andy Palumbo adalah tokoh besar. Othan sama sekali tidak punya posisi untuk meminta bantuannya. Bahkan untuk bertemu saja rasanya mustahil, apalagi minta tolong.

Namun Tiffany dan Rachel sudah salah paham. Karena keadaan sudah terlanjur seperti ini, Othan memutuskan mengikuti saja alurnya. Toh, dia tidak rugi apa-apa.

“Ehm … ya, aku cuma coba-coba aja. gak nyangka Tuan Palumbo sebaik itu,” katanya sambil membetulkan dasinya dan menerima pujian itu.

Hans tak bisa menahan tawa kecil. Wajah pria itu memang terlalu percaya diri.

Apa dia tidak takut kebenarannya terbongkar?

“Hans! Kamu berani-beraninya ketawa?” bentak Rachel kesal. “Liat Pak Karimi. Semua beres dengan gampang. Lah kamu? Kerjanya cuma pakai kekerasan, hampir bikin Nona Rasheed dalam bahaya!”

“Kalau dia sehebat itu, kenapa baru muncul sekarang?” jawab Hans tenang.

“Walaupun telat, dia berhasil minta bantuan Tuan Palumbo. Kalau nggak, kamu pikir kamu bisa keluar hidup-hidup dari wilayah Tuan Langodai?” balas Rachel emosi.

“Cuma kamu yang mikir begitu. Aku gak merasa Othan yang nyelametin aku,” ujar Hans santai.

“Eh! Kok kamu gak tahu diri? Pak Karimi yang nolongin kamu. Bukannya berterima kasih, malah ngomong ngawur. Gak tahu malu!” Rachel semakin kesal.

“Udah lah. Dia memang gak tahu cara menghargai bantuan orang. gak usah kita turunin standar buat debat sama dia,” kata Othan, pura-pura murah hati.

“Liat tuh. Itu baru namanya sikap!” Rachel menatap Hans tajam.

“Hans, bagaimanapun Pak Karimi sudah nolong kita. Gak ada salahnya kamu ucapin terima kasih,” ujar Tiffany, nada suaranya pun terdengar tidak puas.

“Kalau mau, kamu aja yang makasih. Bukan urusan aku,” jawab Hans acuh.

“Kenapa sih sikap kamu kayak gini?” Tiffany mengernyit tipis. Dia bahkan tidak mengucapkan terima kasih setelah diselamatkan.

Bagaimana bisa dia sekecil itu hatinya?

“Aku memang selalu begini. Bukan baru sekarang kamu kenal aku.” Hans menatapnya tanpa ekspresi. “Lain kali jangan ikut campur dan nekat masuk ke wilayah Bimbo. kamu bego banget.”

“Aku bego? Aku ngelakuinnya buat nolongin kamu!” Tiffany mulai tersulut marah.

“Nolongin aku? Siapa yang minta?” suara Hans meninggi. “Kita ini ada hubungan apa? Aku butuh bantuan kamu? Jangan sok ikut campur. Kamu hampir mati, tapi masih mau sok kuat. Itu salah kamu sendiri.”

Tiffany terdiam. Dia tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Hans.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!