NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Wajah Kai terlihat sedikit panik.

"Itu artinya…"

"Apa ini berarti aku kembali dicurigai sebagai penyihir misterius…?"

"Atau jangan-jangan aku cuma dianggap sebagai pemasok kuenya dia…"

"Tidak, tunggu dulu… apa dia akan menanyakan soal sihir tadi?"

Kai bergumam sendiri dengan wajah tegang.

Namun Marina hanya melambaikan tangannya dengan santai.

"Kalau begitu, sampai jumpa."

Keesokan harinya, Kai kembali ke Guild Petualang.

"Selamat datang, Kai-san. Ada yang bisa saya bantu hari ini?"

Elise menyambutnya dengan senyuman seperti biasa.

Namun senyum itu perlahan menghilang begitu melihat wajah Kai yang kusut.

"Anda baik-baik saja, Kai-san?"

Kai menghela napas panjang.

"Hati dan dompetku… dua-duanya sudah kosong."

Elise terlihat terkejut.

"Apa Kai-san sedang dalam keadaan darurat?"

"Yah… karena itulah aku datang ke sini untuk mengambil misi."

Namun Elise terlihat sedikit canggung.

"Umm… soal itu…"

"Misi peringkat D sudah habis."

"Hah?! Kenapa bisa begitu?!"

Kai langsung berteriak kaget.

Elise menjelaskan dengan wajah tidak enak.

"Anak-anak yang kemarin mengganggu Kai-san… mereka mengambil semua misi yang ada."

"Mereka sepertinya sengaja melakukannya untuk menjahili Anda."

Kai hanya terdiam beberapa saat.

"…Serius?"

Elise buru-buru menambahkan.

"Tapi masih ada satu misi investigasi sarang kobold."

"Namun…"

"...untuk petualang rank D yang mengerjakannya sendirian, aku tidak merekomendasikannya."

Ia melanjutkan dengan nada khawatir.

"Misi penaklukan mungkin masih bisa dilakukan sendiri…"

"Tapi misi investigasi sarang monster akan berbahaya jika kekurangan orang."

Kai berpikir sejenak.

Kalau aku mengambil misi itu sendirian lalu berhasil…

Pasti bakal semakin dicurigai.

Akhirnya ia menghela napas.

"Kalau begitu… aku ambil misi rank E saja."

Namun tiba-tiba terdengar suara perempuan dari samping mereka.

"Misi investigasi sarang kobold itu… aku akan mengambilnya bersama Kai."

Kai dan Elise langsung menoleh.

Yang berdiri di sana adalah Marina.

Elise tampak terkejut.

"Marina-san?!"

"Anda mau mengambil misi?"

"Luka dari pertarungan melawan naga tanah sudah tidak apa-apa?"

Marina menjawab dengan nada datar seperti biasa.

"Sudah sembuh."

"Aku mengambil misi ini hanya untuk pemanasan."

Ia lalu menoleh ke Elise.

"Kalau bersamaku tidak masalah, kan?"

"I-iya memang benar sih… tapi…"

Elise masih terlihat ragu.

Sementara itu Kai menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Ke-kenapa kamu mau mengambil misi bersamaku?"

Dalam hati Kai langsung berpikir buruk.

Apa dia ingin mengawasi ku karena curiga aku penyihir misterius?

Namun pikiran itu langsung dihancurkan oleh jawaban Marina yang datar.

"Soalnya Kai kelihatannya sedang dalam masalah."

"Oh ya… sebagai ucapan terima kasih… traktir aku kue saja sudah cukup."

Marina menunjuk restoran di samping guild.

"Daripada itu…"

"Mumpung kita di sini, bagaimana kalau kita makan steak di sana?"

Wajah Kai langsung datar.

"Apa kau tidak pernah kenyang?"

"Bukankah kemarin kau sudah makan begitu banyak kue?"

Marina menjawab dengan santai.

"Perut untuk makan kue itu terpisah."

Kai terdiam.

Sementara itu Elise mendekat dan berbisik pelan.

"Kai-san… sejak kapan Anda kenal dengan Marina-san yang itu?"

Kai terlihat bingung.

"Umm… memangnya Marina-san seterkenal itu?"

Elise langsung menjawab.

"Kan sudah saya ceritakan sebelumnya."

"Dia adalah anggota dari party White Snow."

"Yang dikenal dengan julukan Penyihir."

"Dia seorang Archmage rank A."

Kai langsung membeku di tempat.

"…Eh?"

Di dalam hatinya hanya ada satu pikiran.

Wajah Kai langsung pucat. Ia bahkan bertingkah seperti orang aneh.

"Eh… itu kan orang-orang yang mati-matian mencari ku… White Snow."

Mereka berdua masih duduk di dalam guild.

Kai terus membaca kertas misi di tangannya, sementara di sampingnya Marina masih sibuk mengunyah sesuatu.

Kai menopang pipinya dengan satu tangan.

"Kira-kira butuh berapa lama ya… untuk misi besok?"

Marina menjawab sambil terus mengunyah, pipinya mengembung.

"Hmm… normalnya dua sampai tiga hari."

Ia menelan makanannya.

"Tapi untuk kali ini kita cuma perlu mencari lokasi sarangnya dan melihat skala ancamannya."

"Jadi mungkin akan selesai dalam satu hari."

Kai langsung menghembuskan napas lega.

"Begitu ya… syukurlah."

Marina menatap Kai dengan sedikit rasa penasaran.

"Apa kau cemas?"

"Mengingat ini misi investigasi pertamamu."

Kai tertawa kecil dengan canggung.

"Ah… umm… kurang lebih begitu."

Marina mengelap mulutnya dengan santai.

"Tenang saja. Ada aku bersamamu."

Ia membuat pose dua jari dengan percaya diri.

"Walaupun begini, aku ini penyihir rank A dari party White Snow, loh."

Kai tersenyum tipis.

"Yah… aku akan mengandalkan mu."

Namun dalam hatinya, Kai justru semakin gelisah.

Justru itu yang membuatku paling cemas…

Itu berarti aku akan terjebak seharian dengan salah satu anggota yang sedang mencari ku.

Sebelum pulang, Kai berjalan sendirian melewati pasar.

Ia memperhatikan berbagai barang yang dijual di sana.

Niatnya sih ingin melihat barang apa yang laku dijual di tempat ini…

Kai melihat sekeliling.

"Sepertinya tidak ada yang menjual ikan."

"Mungkin karena mereka tidak punya cara untuk mengawetkannya."

Ia mengangguk pelan.

"Hampir sama seperti pasar di negaraku dulu… banyak buah dan sayur."

Sesampainya di rumah, Kai langsung menuju halaman belakang untuk latihan pedang.

Ia mengeluarkan dua katana miliknya.

Kemudian perlahan membuka penutup di salah satu matanya.

"Aku sudah membaca tentang mata ini dari buku itu…"

"Bisa dibilang ini adalah God's Eyes."

Ia menggerakkan pedangnya perlahan.

"Kekuatannya sangat besar… bahkan aku bisa melihat ribuan kilometer ke depan."

"Tapi…"

Kai mengerutkan alisnya.

"Penggunaan energi sihirnya terlalu besar."

Ia kembali menutup matanya.

"Besok aku hanya akan membantunya sedikit saja."

"Aku tidak ingin terlihat mencolok lagi."

Keesokan harinya.

Kai dan Marina sudah berada di perjalanan menuju lokasi misi.

Tiba-tiba Marina berbicara.

"...Hei, Kai. Apa kau tahu?"

"Ada cerita yang beredar."

Kai menoleh.

"Cerita apa?"

Marina berkata dengan nada kesal.

"Katanya aku menangis dan mengakui kekalahan."

"Itu rumor tentang pertarungan ku melawan penyihir misterius itu."

Kai langsung memegang kepalanya.

Sudah tamat riwayatku…

Lagian kenapa aku yang kena getahnya…

Padahal kejadian itu sudah cukup lama…

Ia hanya bisa menghela napas dalam hati.

Marina mengembungkan pipinya dengan kesal.

"Penyihir itu…"

Ia mengepalkan tangannya.

"Tidak akan pernah ku maafkan."

Kai langsung membeku.

Di dalam hatinya hanya ada satu pikiran.

Orang yang kau bicarakan…

Sedang berjalan tepat di sampingmu sekarang.

Mereka kembali berjalan menyusuri jalan setapak.

Marina masih berjalan di depan dengan pipi mengembung.

"Aku tidak akan memaafkannya…"

Ia berkata dengan nada kesal.

"Kecuali dia mentraktirku kue dari toko terkenal."

Kai menoleh ke arahnya.

Ia tersenyum tipis lalu bergumam pelan.

"Syukurlah… untung saja Marina-san maniak kue."

Kai lalu mencoba menjawab dengan senyum yang agak kaku.

"E-eh… begini… soal rumor itu sih sebenarnya tidak apa-apa, tapi…"

Ia menggaruk pipinya sedikit.

"...aku juga ingin kau tetap waspada dengan keadaan di sekitarmu."

Marina menoleh ke arah Kai.

"Tidak masalah."

"Aku sudah memasang perisai sihir di sekitar sini."

Kemudian ia menunjuk ke arah penutup mata Kai.

"Bukankah yang seharusnya lebih waspada justru kamu, Kai?"

"Meskipun katamu penutup mata itu tidak mengganggu penglihatan mu…"

"Tapi tetap saja mungkin itu menurunkan kewaspadaanmu."

Marina menatap lurus ke depan.

"Karena area yang bisa kau lihat menjadi lebih terbatas."

1
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!