NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:573.4k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhadapan Langsung dengan Montgomery Tertua

Cantika memandangi foto Ethan di atas ranjang sempitnya, bibirnya melengkung dalam senyum kepuasan. Meskipun telah menikah dengan Celine, kenyataannya Ethan tetap tetap memprioritaskannya. Fakta itu membuat dadanya berdenyut manis.

Pandangan itu lalu beralih mengelilingi seluruh sudut kamar. Foto-foto Ethan tertempel rapi di dinding kusam, mulai dari balutan jas hitam formal, kemeja putih berpotongan sempurna, hingga potret candid dari artikel bisnis. Ia pernah menjadi salah satu dari sekian banyak perempuan di sekolahnya yang mengagumi pria itu. Ethan Solomon Montgomery, pewaris Montgomery Corp yang tersohor.

Nama itu sudah bolak-balik menghiasi media sejak ia masih anak-anak. Putra mahkota dunia bisnis, tumbuh di bawah sorotan, namun nyaris tak pernah menampilkan ekspresi. Tak ada senyum berlebihan, tak ada gestur ramah, hanya wajah datar, tatapan dingin, dan sikap cuek yang bergantian mengisi wajah tampannya. Tapi justru itulah yang membuatnya begitu menarik.

Cantika tersenyum kecil. Tak pernah ia sangka, setelah bertahun-tahun berjuang, belajar keras, menelan rasa rendah diri, akhirnya ia bisa diterima bekerja di Montgomery Corp. Bukan hanya masuk ke dalam gedung megah itu, tapi berdiri cukup dekat untuk benar-benar melihatnya. Ia tidak lagi melihat Ethan dari layar, atau sibuk mencari update tentang dirinya dari berita. Melainkan sebagai pria nyata yang kini ada dalam jangkauan hidupnya.

Ia membayangkan wajah Ethan dan sorot mata pria itu saat menatapnya, seketika jantungnya berdebar cepat. Saat pria itu datang dan menawarkan bantuan padanya, ia tidak lagi bisa menahan perasaannya. Berada di sisi Ethan akan membuat hidupnya lebih mudah. Pria itu akan mengangkatnya dari kemiskinan yang selama ini mencengkeram kehidupannya dan adiknya.

Suara mobil terdengar berhenti di depan rumah, disusul ketukan pelan yang terukur. Cantika turun dari ranjang dan membuka pintu. Seketika ia tertegun, seorang wanita dengan blazer hitam berpotongan klasik berdiri di hadapannya. Rambut peraknya disanggul rapi, perhiasan mutiara tunggal menggantung di lehernya, tidak berlebihan namun jelas menunjukkan kelasnya. Tatapannya anggun, seperti seseorang yang terbiasa dipatuhi tanpa perlu meminta.

Florence Montgomery, garis tertua yang masih hidup dari darah Montgomery.

“Selamat siang, Nyonya,” kata Cantika gugup, menunduk sopan.

Florence tidak menjawab, tapi dagunya terangkat angkuh. Tatapannya menyapu Cantika dari ujung rambut hingga kaki dengan teliti, seolah sedang menilai barang di etalase yang tidak pernah berniat ia beli.

Cantika mencengkeram daun pintu, jantungnya berdegup tak karuan.

Tanpa menunggu undangan, Florence melangkah masuk. Langkahnya anggun dan mantap, seolah rumah itu adalah ruang yang wajib menyingkir untuknya.

“Saya… saya ambilkan minum dulu, Nyonya,” ujar Cantika buru-buru.

“Tidak perlu.” Satu kalimat datar yang mutlak.

Cantika menoleh. “B-baik, kalau begitu silakan du…”

Florence mengangkat tangannya, memotong tanpa menoleh. Ia jelas tidak berniat menyentuh sofa reot di rumah itu.

“Kau menyukai cucuku?” tanya Florence tanpa aba-aba.

Cantika terdiam, kepalanya tertunduk.

Florence memiringkan kepala tipis.

“Apa kau memang terbiasa tidak menjawab ketika seseorang bertanya padamu?”

Cantika tersentak. “T-tidak, Nyonya. Maafkan saya.”

Ia menelan ludah. “Saya hanya… merasa tidak pantas menyukai orang seperti Pak Ethan. Apalagi beliau sudah memiliki istri.”

“Jadi kau sudah mengetahui pernikahan cucuku,” kata Florence tenang.

Cantika mengangguk. “Karena itu saya tidak berani berharap, apalagi mengganggu hubungan mereka, Nyonya.”

Florence menatapnya lama.

“Jika Ethan menginginkanmu,” katanya perlahan, “apa yang akan kau lakukan?”

Cantika memilin jarinya. “Sa-saya bingung, Nyonya. Bu Celine tampak tidak menyukai saya.” Air mata menetes dari sudut matanya.

Senyum tipis terbit di bibir Florence, senyum seseorang yang telah mendapatkan jawaban yang ia cari.

“Aku menyimpulkan kau bersedia.”

Cantika tercekat, masih terlihat bingung apakah kalimat itu pernyataan izin atau sekadar informasi tak berarti

Florence melanjutkan, suaranya tetap rata. “Tapi dari segi apa pun, kau tidak memenuhi satu aspek pun untuk menyandang nama Montgomery di belakang namamu.”

Cantika membeku, kalimat Florence menghantam telak.

“Ekonomimu berada di bawah kaki Montgomery. Pendidikanmu tidak sebanding.” lanjut Florence mengingat masa lalu Ariana sekilas. “Namun tenang saja kedua hal itu bisa di-upgrade.”

Mata Cantika berbinar, harapan itu kembali menyala.

Florence melanjutkan, dingin dan penuh penekanan.

“Tapi satu hal yang tidak bisa diubah…” Ia menatap Cantika lurus. “Karakter pelacur dalam dirimu.”

Dunia Cantika runtuh seketika.

“Itu fakta yang tidak bisa ditutupi oleh status kebangsawanan.” kata Florence tanpa emosi

“Apa maksud Anda, Nyonya?” ujar Cantika gemetar. “Anda tidak berhak menghina saya seperti ini.”

Florence tetap tenang. “Aku tidak sedang menghina,” katanya dengan nada lembut, terlalu lembut untuk kata-kata yang keluar dari mulutnya. “Aku hanya sedang meletakkan kaca di depan wajahmu.”

Ia melangkah setengah mendekat. “Aku tidak kaget jika kau sulit paham. Jalang yang bersembunyi di balik kepolosan dan kelemahan memang sering berpura-pura bodoh.”

Florence menghela napas kecil, nyaris bosan.

“Aku yakin kau sudah mengenal siapa Celine Attea sebelum kakiku melangkah ke rumah yang hampir roboh ini.”

Ia berbalik sedikit, seolah sedang membandingkan bayangan.

“Cantik, cerdas, berpendidikan, latar belakangnya bersih, hampir sempurna. Dan yang paling penting dia tahu caranya berdiri dan menunjukkan kelasnya.”

Florence menatap Cantika untuk terakhir kalinya.

“Kau bisa menilai sendiri,” katanya dingin, “sampai di titik mana kau mampu menandinginya, Nona.”

Tanpa menunggu jawaban, Florence berbalik. Langkahnya tetap anggun saat meninggalkan rumah itu, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Gadis ini secuil pun tidak bisa menyamai menantuku, batinnya.

Cantika tertinggal sendirian dengan dada sesak, dan harga diri yang hancur di lantai rumahnya sendiri. Ia mengepalkan tangannya saat mobil Florence menghilang dari halaman rumah. Wajahnya memerah karena amarah yang dipaksa tertelan.

Setiap kata wanita tua itu masih terngiang di kepalanya. Pelacur, jalang, tidak setara. Napas Cantika memburu, dadanya bergerak naik turun tak beraturan. Penghinaan itu menekan paru-parunya.

Pintu belum sepenuhnya tertutup ketika suara ceria itu terdengar.

“Mbak, aku pulang.”

Bedo berdiri di ambang pintu, tas sekolah masih menggantung di bahunya. Wajahnya polos, matanya berbinar, tak tahu apa-apa tentang dunia orang dewasa yang barusan menghantam kakaknya.

Ia melangkah mendekat, mengulurkan tangan kecilnya.

“Mau salim.”

Cantika menoleh, amarah yang belum menemukan sasaran langsung mencari pelampiasan. Tangannya terangkat dan menepis tangan Bedo dengan keras.

“Masuk kamar!” bentaknya tajam, suaranya meninggi. “Jangan keluar sampai Mbak mengizinkanmu keluar!”

Bedo tersentak. Tubuh kecil itu mundur dua langkah, matanya membulat ketakutan.

“Mbak…” suaranya bergetar. “Mbak jahat.”

Bedo berlari menuju kamarnya sambil menangis. Pintu ditutup dengan suara kuat, cukup untuk menandai jarak yang tercipta di antara mereka.

Cantika berdiri mematung di ruang tamu. Tangannya mengusap wajahnya kasar. Ia baru saja melukai satu-satunya orang yang selalu berdiri di sisinya. Ia menurunkan tangannya, menatap pintu kamar Bedo yang tertutup.

“Apa yang sudah aku lakukan…” bisiknya lirih. Rasa bersalah yang mulai menggerogoti batinnya. Amarah telah membuatnya lupa diri.

1
Ivy
ngk ada bonchap y thor 😄
Ivy
happy ending celine ethan ❤️❤️❤️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayaknya mulai paham, si ethan manfaatin cantika kayaknya buat tujuan tertentu tp tetep aja ya ngeselin sampe bikin isteri nya gondok 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kapook 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semua isteri sah ga suka sama perempuan gatel yg naksir suami nya lah, itu normal mbak 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini beda nya lu sm celine, celine emang dasar nya cinta sedangkan lu ngeliat ethan sebagai jalan pintas naikin derajat 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan si tolol wkwk
Zafir Nadin
hmm apa kabar rega dan alyaa ya atau mungkin jodoh zelina turunan dari anak rega atau dari anak si max??
Semangat selalu kak otor
Zafir Nadin
hufftt finally ethan celine hidup bahagia,semoga tahun ini banyak berkah di hidup aku dan di beri kelancaran rezeki dan di bukakan pintu hati untuk selalu ingat akan perinta allah swt doakan aku ya temen² biar bisa hidup lebih baik kedepannya dan untuk kalian semua semoga sehat selalu dan mudah rezeki aamiin
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"wanita yg mengisi pikiran nya sejak tadi" preet kalo emang dia kepikiran sm celine kenapa milih nolongin perempuan lain, si tolol 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh kocak, masalahnya bukan celine punya kaki atau enggak tp masalah ente itu suami nya kenapa milh nolongin perempuan lain di hari pernikahan kalian, hr pertama aja begini, dah lah bye kalo jd celine pergi aja cari pangetan dubai 👋🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gini ya,pura2 baik sm ngasih paham itu beda mbak cantik, itu nama nya memberi batasan.. sebenernya kamu baik tp aku tim celine slnya dia bukan perempuan yg cuma ngincer harta nya ethan, ga ada jejak buruk selingkuh dll juga 😉
Harry 2610
Di tunggu kak 🤗🥰
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo jd celine mending batalin aja nikahan drpd makan hati, belum nikah aja dia too much baiknya ke perempuan lain 🙏🤣 salah satu kelemahan buat aku sbg perempuan adalah ga bisa di nomor duain sm pasangan jd kalo cowoknya model nya ethan gini mending skip aja gasuah nyeyenye, kayak cowok dia doang 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"jika kau membutuhkan sesuatu, datanglah padaku" admin toko palugada kah 😏 walopun tokoh ga nyata, gasuka banget cowok modelan begini, ngapain lu baik banget sm perempuan lain, bikin orang salah sangka, dikira lu naksir dia, kalo emang naksir gapapa ternyata dia ada calon isteri kan kampring 🙏😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sarkas nya celine halus banget wkwk
olyv
happy ending selmat bapak dan ibu negara 😁❤
Nesya
yeeayy happy ending welcom baby zalina, selamat menjadi orang tua celine ethan 🥰🥰
Nesya
thanks thor untuk ceritanya, ditunguu next season thor 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
celine sabar banget wkwk kalo gua nungguin ga pasti gua udah gua tinggal, bodo amat kaga jadi aja sekalian nikah nya, laki ga niat ga ada ngabarin, lu pikir jaman majapahit yg ngabarin kudu pake merpati, ngabarin aja ga niat mending gausah nikah sekalian 😡😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!