NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Gimana Kya, kamu mau jadi ART di rumah Oma Amisha?" Kyara masih tertegun. "Atau kamu nggak mau ya, karena rumahnya dan rumah mertuamu berdekatan?" Erna bertanya lagi.

Setelah menarik napas panjang dan memejamkan mata sejenak, Kyara menjawab. "Mau, Er. Aku nggak peduli rumahnya dan rumah mertuaku berdekatan. Aku nggak mau jadi pembantu gratisan lagi."

Erna tersenyum lebar. "Good. Nah, gitu dong. Mending jadi pembantu di rumah orang, daripada jadi babu di rumah mertua yang nggak punya hati."

"Iya." Kyara mengangguk.

"Kalau begitu, besok pagi kita ke rumah Oma Amisha sama-sama. Aku tunggu di depan gerbang rumah mertuamu."

"Siap, Er."

_____

"Kyaraaa! Kyaraa!" Hesti berteriak-teriak dari ujung tangga sambil mendongak ke lantai dua. "Ihh ... ke mana sih tuh anak, dipanggil-panggil dari tadi kok nggak menyahut!" gerutunya kesal.

"Si Kya belum turun juga, Ma?" tanya Doni yang baru keluar dari kamar mandi yang ada di dapur.

"Belum, Nak. Istrimu itu budeg. Tolong susulin gih. Bilang ke dia ... beresin meja makan."

Doni mengangguk. "Iya, Ma." Lelaki itu melangkah menaiki tangga.

Saat sudah sampai di depan kamarnya, ia membuka pintu dan matanya membeliak. "Loh ... si Kya ke mana?" Tatapan Doni berlarian mencari keberadaan istrinya. "Apa dia ada di kamar mandi ya?" Doni menutup pintu kamar dan berjalan menuju kamar mandi. "Kyaaa!" Ia menggedor pintu kamar mandi dengan sangat keras. Namun tak ada sahutan sama sekali. Dengan kasar, ia membuka pintu kamar mandi dan langsung masuk. "Eh, kok dia juga nggak ada di sini?" Doni keluar lagi dari dalam kamar mandi.

"Jangan-jangan dia kabur?" Pikiran liar mulai datang. "Nggak! Nggak mungkin deh. Dia kan cinta mati sama aku. Dia juga mau kabur ke mana? Keluarga aja udah nggak punya. Nggak mungkin juga dia pergi ke rumah Bapaknya, punya uang dari mana dia buat ongkos ke Padang?" Tertegun sejenak Doni. Entah mengapa ia jadi sedikit khawatir. "Lebih baik aku kasih tahu Mama." Buru-buru ia keluar dari kamar untuk turun ke lantai satu dan memberitahu ibunya jika Kyara tidak ada di kamar.

"Mana istrimu, Don?" Baru juga Doni selesai menuruni tangga, sang ibu sudah menodongkan pertanyaan demikian.

"Si Kya nggak ada di kamar, Ma."

"Hah?!" Hesti memekik. "Nggak ada?" ulangnya. "Memangnya dia pergi ke mana?"

"Nggak tahu." Doni mengangkat bahu. "Aku takut dia kab-" Perkataan itu rumpang karena terdengarnya langkah kaki dari ruang tamu.

Doni dan ibunya spontan melirik ke sumber suara.

"Kya! Kamu habis dari mana?!" bentak Doni merasa tak dihargai. "Berani sekali kamu keluar rumah malam-malam begini tanpa minta izin ke aku?" lanjutnya maju dan menarik lengan Kyara dengan erat.

"Betul. Mau jadi istri durhaka kamu?" timpal Hesti ikut menggertak. Namun kali ini, Kyara tidak ketakutan. Wajahnya tetap datar.

"Aku habis dari rumah Erna."

"Habis ngapain?!" Suara Doni makin meninggi. Cengkeraman di lengan Kyara makin mengerat, namun Kyara tak berontak.

"Pasti habis menggosip dan menjelek-jelekan kami, iya kan?" Hesti tak ingin ketinggalan memarahi menantunya.

"Nggak. Aku habis makan malam di sana," jawab Kyara enteng. Tapi bagi Doni dan Hesti, jawaban itu seperti tamparan telak yang membuat tubuh mereka menegang.

"Apa kamu nggak punya malu makan malam di rumah orang?!" hardik Hesti. Suaranya menggema di ruang tengah itu.

"Benar kata Mama ... kamu sengaja ya, mau mempermalukan kami?!" Doni makin mencengkeram lengan Kyara, sampai kukunya nyari menembus sweater rajut yang dipakai istrinya.

"Kenapa aku harus malu?" Lagi-lagi Kyara menjawab santai. "Erna yang mengajakku makan malam di sana. Daripada aku kelaparan ... ya aku terima saja ajakannya."

Sekali lagi, Doni dan Hesti seolah terkena tamparan keras.

"Kau!" Doni menghempaskan lengan Kyara yang sejak tadi dicengkeramnya.

"Aku tidak salah kan, Mas, Ma?" Kyara mengangkat dagunya. "Kalian melarangku ikut makan malam di sini. Terus Erna mengajakku makan malam di rumahnya, ya aku langsung menerimanya. Aku bukan robot yang akan tetap berdiri tegak saat tidak diberi makan. Aku ini manusia, butuh makan dan minum."

Doni dan Hesti tak berkutik, mereka hanya mampu menggertakkan gigi masing-masing.

"Ah, sudahlah. Sekarang, pergi ke dapur sana! Bereskan tuh meja makan. Cuci perabotan dan pel lantainya sampai bersih!" Hesti mengalihkan pembicaraan.

"Iya." Kyara mengangguk. "Tapi sebelum aku pergi ke dapur ... aku ingin menyampaikan satu kabar," katanya lantang.

"Kabar apa?" Serentak, kedua orang itu bertanya.

"Mulai besok ... aku akan berhenti bantu-bantu di rumah makan Mama. Aku, mau bekerja."

"Apa?!" Doni dan Hesti memekik sambil membeliakkan mata.

"Jangan ngawur kamu, Kya! Kerja apa? Dimana?!" Suara Doni menyambar, bak guntur di tengah hujan.

"Kerja jadi pembantu."

"Kyara!" Doni maju dan menarik Kyara menaiki tangga. "Kita perlu bicara berdua!" sentaknya kasar.

"Kasih dia pelajaran, Don!" teriak Hesti mengompori sambil mendongak menatap anaknya yang menarik Kyara tanpa belas kasihan. "Enak aja mau berhenti dari rumah makanku. Tidak akan kubiarkan," desisnya menghentakkan kedua kaki secara bergantian.

Doni mendorong tubuh Kyara dengan kasar masuk ke kamar, lalu ia berbalik, dan mengunci pintu. Setelah itu, ia membalik badan dan menatap istrinya. "Aku nggak akan mengizinkan kamu bekerja!" ulangnya dengan penuh penekanan.

Kyara tertawa sumbang. "Terserah. Aku  nggak butuh izinmu. Aku tetap akan bekerja, karena aku butuh uang untuk memenuhi semua kebutuhanku."

Napas Doni memburu, ia bersiap mendekati Kyara dan mengangkat tangannya, tapi tiba-tiba langkah itu terhenti, pikirannya mendadak berkecamuk. "Kalau sampai Kyara bekerja ... maka hancur lah reputasiku di depan semua orang di kompleks ini, dan juga di depan rekan-rekan kerjaku. Apalagi kalau dia kerja jadi pembantu. Makin porak-poranda harga diriku. Aku pasti akan jadi bahan olokan. Dianggap sebagai suami yang tidak becus menjadi kepala rumah tangga, dan ... ah, tidak-tidak! Aku tidak mau hal itu terjadi. Aku tidak mau karier dan nama baikku beserta keluargaku hancur." Doni mengakhiri pusaran batin itu, ia menatap Kyara yang kini sudah duduk di tepi ranjang. "Kya ... kamu jangan kerja." Suaranya melemah, tak sekeras tadi. "Aku akan memberikanmu uang bulanan lagi."

Seketika, Kyara menatap wajah Doni. "Cih! Kamu jangan menipuku, Mas. Sudahlah. Aku tak butuh janji manismu. Keputusanku sudah bulat, aku akan tetap bekerja, meski hanya menjadi babu."

"Jangan, Kya. Aku serius." Doni berlari ke arah tas kerjanya yang disimpan di meja dekat lemari. Ia mengambil dompet, dan menarik sepuluh lembar uang seratus ribuan serta satu kartu debit. Lalu segera berbalik dan menghampiri Kyara lagi. "Ini Kya. Uang ini untukmu, dan pakailah kartu debit ini sesuka hatimu. Beli yang kamu mau. Silakan, aku ikhlas. Tapi tolong ... jangan bekerja. Tetaplah jadi ibu rumah tangga."

Kyara mengerjap beberapa kali, memastikan pendengaran dan penglihatannya tidak salah.

1
falea sezi
bkin cerai lah lama amat g sat set kya menye menye agak. oon
falea sezi
harusnya semua isi ATM di kuras
falea sezi
muter. doank. sih. Thor hadehh. g sat sett. kelamaan. drama. doank
falea sezi
menye menye oon
stela aza
menjijikan
stela aza
males bgt kebanyakan drama
stela aza
Nora bgt biyunge Doni Karo Doni ,, melayat kaya mau kondangan
Ama Apr: haha orkay sombong adigung kk
total 1 replies
stela aza
Thor emang si Kya g punya kelebihan selain beres2 rumah ,,, kasian amat mau minggat dari rumah itu nunggu ngumpulin duit di kasi Doni 🤦
stela aza: kalau bisa karakter cewenya jgn cuma cantik doank Thor harus punya kelebihan yg bisa di banggakan 🤭
total 2 replies
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣 kaget ya...🙏🙏
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
I Love you,
nnk karma tunai bayar nya g nyicil loh🤣🤣
Ama Apr: hehehe
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤😤selingkuh dia😡😡
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
falea sezi
bertele tele tolol males
Ama Apr: skip aja kk
total 1 replies
falea sezi
ngadu ngadu percuma ambil tindakan. lah. goblok. je males. like. lahh g jelas
falea sezi
oon menye menye
Amy
jgn mau kyaa
Ama Apr: semoga kya nggak luluh
total 1 replies
CB-1
lanjut kaak💪
Ama Apr: siap kk, makasih🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!