Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
“Kita mau kemana,Kak?”
“Makan,”balas Callum singkat.
Ayolah,Delanay juga tau mereka akan makan siang. Bukankah tadi Callum sudah menegaskannya di depan semua orang? Tapi makan di mana? Dan kenapa mereka makan berdua? Bertubi-tubi pertanyaan memenuhi kepala Delanay.
“Restorannya jauh?”
“Jangan banyak tanya.Ikut saja,"titah Callum datar.
Dia sedang tidak mood bicara setelah dipaksa ini itu oleh ibunya.Callum hanya bisa menurut daripada disumpahi yang tidak-tidak.Clara kalau ngomel, bisa-bisa semua sumpah serapah keluar dari bibir yang terbiasa berkata lembut itu.
Sialan!
Lagipula kenapa mulut netizen minta dilem sih? Callum sudah lelah mengurus bisnis,masih juga dituntut terlihat sempurna di mata orang lain.
Delanay memang istrinya.Tapi bukan berarti mereka harus selalu berdua.
“Sana! Ajak Delanay makan siang.Mama nggak mau tau,kamu harus buktiin ke semua orang, kalau Delanay itu istri yang kamu cintai.Buat pemahaman kalian berdua bahagia.Pernikahan kalian harmonis.Awas aja, kalau Delanay masih diomongin yang jelek-jelek,kamu bakal Mama hukum!”
Clara tadi mendapat pesan dari teman arisannya.Berita tentang Callum dan Delanay. Dan wanita itu langsung kebakaran jenggot. Cepat-cepat menghubungi sang putra.
Dari kabar yang beredar, banyak orang menghina Delanay. Katanya,menikah dengan Callum,hanya digunakan untuk menutupi kegagalan pernikahannya dengan Jovan.Banyak yang berspekulasi Delanay tidak dianggap oleh suaminya sendiri. Malahan dibenci.
Bahkan foto pagi ini,saat Callum hanya mengantar Delanay sampai perempatan jalan,mulai beredar di media massa.Tentu saja itu jadi santapan empuk para penggemar Callum. Delanay dibilang terkena karma. Sudah tidak cocok,masih nekat minta dinikahi.
“Hufh...!”
Delanay melirik Callum.Pria yang sedang menyetir itu baru saja mendesah.Ada apa sih?
Wajah Callum kelihatan tidak ikhlas. Jelas sekali tengah menggerutu atau diam-diam mengumpat. Dia tak ada ubahnya seperti pria pemarah. Hilang sudah pria idaman Delanay yang membuatnya dag-dug ser di pertemuan pertama.
“Ini atas inisiatif Mama kan?”tanya Delanay lagi.Tidak tahan dengan keheningan di dalam mobil.
Callum berdecak.“Jelaslah.Memangnya kamu pikir aku mau serepot ini?”
Noted: Callum lebih senang direpotkan tender bisnis,ketimbang repot makan berdua dengan istrinya. Delanay justru tidak sakit hati atau terkejut mendengar faktanya. Dia sudah kebal. Lebih tepat berusaha kebal.
“Cepat,turun!”
Hah?Apa?
Saking sibuknya memikirkan sikap Callum yang terkesan aneh,Delanay sampai tidak sadar mobil telah berhenti.Matanya menatap ke kaca depan dan...dia terbelalak.I-ini?
“Kenapa ke sini?”
Callum yang melepas seatbelt menoleh.
“Apa?”
Memangnya salah makan siang di restoran bintang lima? Atau karena Delanay berasal dari konglomerat kelas bawah,makanya dia takut masuk ke restoran mewah?
“Kamu tidak mau makan siang?”
“B-bukan begitu.Cuma,kenapa harus di sini?” Delanay mereguk saliva. Melihat papan nama Oriental Restaurant, Delanay kembali diingatkan oleh pertemuannya dengan Jovan.Pertemuan yang membuat mereka mengesahkan restoran ini, menjadi tempat Jovan melamar dirinya.
Well,Callum sepertinya tanpa sadar sedang membalas dendam pada Delanay.
“Aku yang pilih tempat,” ujar Callum seraya membuka pintu.
“Tunggu!” Tapi Delanay lebih cepat mencekal lengan pria itu. Callum lantas menoleh kebingungan.
“Apa tidak bisa ganti tempat?”
Untuk kedua kalinya Callum berdecak.“Tidak.Aku sudah lapar."
Melihat Callum keluar dengan membanting pintu, Delanay hanya bisa menghela napas. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain ikutan keluar.Mengekori sang suami yang tampak melenggang santai.Bahkan beberapa pelayan yang seolah sengaja menyapa mereka-menunduk sopan. Callum memilih tempat duduk paling strategis. Dekat dengan chef-nya langsung.
Di sini memang istimewa. Restoran prasmanan yang pengunjungnya bisa melihat jelas bagaimana proses memasak pesanan.Itulah poin terhebat yang membuat Delanay betah berlama-lama di Oriental Restaurant.
“Selamat datang,Tuan."Sang Chef ber-nametag Abe itu menyapa Callum. Tak lupa tersenyum pada Delanay.
“Dan selamat datang kembali,Nona.”
Ingin rasanya Delanay menenggelamkan diri ke rawa-rawa.Kenapa harus Chef Abe sih? Chef itu adalah pria yang ikut andil mempersiapkan lamaran Jovan dan Delanay.Apalagi dia juga yang selalu menemani hari-hari kencan Delanay dulu.
Delanay tidak tau isi kepala Chef Abe.Apa dia terlihat seperti wanita murahan?
Gonta-ganti pasangan dalam sekejap. Bahkan baru empat hari yang lalu, Delanay ke sini bersama Jovan.Dan sekarang,Delanay menggandeng Callum dengan status sebagai istri pria tersebut.Katakanlah,Delanay memang berselingkuh dengan salah satu dari mereka.
“Kamu pilih apa, Sayang?”
Callum lagi-lagi membuat Delanay tak habis pikir. Kenapa harus panggil sayang?
“Em,seafood sama...,”mata Delanay bergulir ke sana ke mari,“bakso.”
Gerakan Callum yang hendak mengambil piring terhenti. Dia menatap Delanay yang tampak berbinar tatkala melihat stand bakso.Really? Jauh-jauh datang ke sini, Delanay hanya ingin membeli bakso? Kenapa tidak sekalian saja dia menyuruh Callum berhenti di tempat makan pinggir jalan?
“Anda memang tidak pernah berubah."Justru Chef Abe yang berkomentar geli.
Oh,benar.Delanay memang pecinta meat ball. Segala jenis bakso sudah melekat kuat di kepalanya.Mau itu dihadapkan sushi, sashimi,salad, sampai steak pun, Delanay akan memilih bakso.
Callum mendesah.Demi pengakuan publik, dia akan melakukan apapun keinginan Delanay.
Membiarkan Delanay duduk,Callum berkeliling.Mengambil beberapa makanan yang dirasa akan mereka makan. Namun, gerakannya terpaksa dibuat lambat.Karena dari sudut matanya, Callum melihat beberapa orang mulai memotret ke arahnya dan Delanay yang terduduk tegang.
“Sempurna,”gumam Callum puas.
Setelah mengambil enam porsi makanan-cukup banyak memang,Callum memanggil seorang pelayan.
“Tolong,bawa ke meja kami. Dan jangan lupa ambilkan nasi."
Pelayan itu mengangguk.Sedangkan Callum memilih kembali ke samping Delanay.
“Itu Callum Westwood sama istrinya ya?”
Telinga Callum mendengar bisik-bisik pengunjung. Memasang wajah masa bodoh, dia melirik Delanay yang sesekali mengawasi sekitar.Was-was.
“Ada apa?” tanyanya ketika menemukan ketidaknyaman wanita itu.
Delanay menatap mata cokelat Callum, kemudian menggeleng.
“Tidak papa.Kak,apa ada sesuatu?"
“Apanya?”
Delanay melirik orang-orang yang terang-terangan memandang mereka.
“Aku tau Kakak tidak mungkin melakukan ini, kalau tidak ada sesuatu.Walaupun Mama yang suruh,pasti ada hal yang terjadi kan?”
Kepekaan Delanay patut diapresiasi. Tidak heran kalau dia adalah Harper.
“Tidak terjadi apapun. Kecuali dipaksa Mama." Callum memilih berdusta. Entahlah kenapa dia melakukan itu.Mungkin,Callum masih punya hati untuk tidak membicarakan penilaian buruk orang lain soal Delanay.
“Benarkah?”
Oh,manik Callum kembali berkilat dingin.“Terserah." Delanay menatap wajah datar pria itu. Benar-benar sulit ditebak.
Sebenarnya apa yang sedang Callum sembunyikan? Kenapa seolah ada hal yang tidak boleh diketahui Delanay? Apa ini menyangkut Jo-
“Makanan Anda,Tuan,Nona.”
Makanan itu datang. Buyar sudah segala rasa penasarannya.Manik cokelat madu itu memilih menikmati semangkuk bakso yang masih mengepul panas. Delanay sampai berteriak 'selamat makan'.Lupa kalau yang diajak makan bukan Elara atau karyawan butik,melainkan Callum.
Jelas alis Callum naik satu senti.Gadis aneh.
Memang aneh. Dengan karakter dan kehamilan Delanay,dia benar-benar labil.Sedikit-sedikit bingung,sedikit-sedikit was-was,sekarang malah girang seperti bocah yang diberi es krim.
Dalam diam,mereka makan.Callum sendiri tidak berkomentar melihat napsu makan Delanay yang terkesan bar-bar.
“Iya bener.Dia cewek gampangan.”
“Gue setuju.Hidupnya nggak jauh-jauh dari godain konglomerat.Kemarin padahal sama si Sanjaya,eh sekarang dapet jackpot dong.Sama Westwood.Orang cantik emang gitu ya? Manfaatin muka sama tubuhnya.”
Detik itulah,gerakan menyuap Delanay terhenti. Tiga gadis di seberang tempat dia duduk,sedang bergunjing soal dirinya.
“Gitu tuh, kalau banyak duit,”kata si gadis berambut disemir merah.
“Gue nggak kaget kalau ternyata dia hamil duluan."
Sendok Delanay langsung terjatuh.Mengeluarkan suara 'klontang' nyaring. Wajahnya memucat dengan mata melirik ketiganya.Mereka tampak mengeluarkan senyuman sinis.
“Liat kan? Dia langsung pucat.Pasti bener deh,” ejek si gadis merah bertubi-tubi.
“Suaminya aja keliatan nggak peduli. Gue yakin berita kalau dia dibenci suaminya itu fakta."
Callum memang sejak tadi diam.Abai dengan suara keras yang mengejek Delanay. Lebih asyik menikmati steak di piringnya dengan gerakan elegan. Bahkan tidak menatap istrinya sedikit pun.
Delanay? Wanita itu berusaha menghentikan tangannya yang gemetaran.
Dia takut, berita kehamilan di luar nikahnya akan tersebar cepat.Ya Tuhan,apa yang harus Delanay lakukan sekarang?
“Gue bertaruh 1 juta,sebentar lagi,mereka pasti cerai."
BRAK
Bukan hanya Delanay yang berjingkat.Justru ketiga gadis yang tadi mengejeknya tampak kaget bukan main.Bagaimana tidak?Callum baru saja menggebrak meja.Suara gebrakannya sampai menggema ke penjuru restoran.
“Kita pergi. Makan di sini membuatku muak,” ucap Callum dingin. Mata setajam belati itu,jelas-jelas menatap ketiga gadis yang menciut di tempat.
“Dan kau,"tunjuk Callum.
Chef Abe yang terpaku,mengerjap kaget.“Y-ya,Tuan?”
“Tolong katakan pada manajermu, jangan pernah biarkan mereka menginjakan kaki di sini lagi.Atau,restoran ini akan tutup untuk selamanya,"tandas Callum sambil merangkul pinggang Delanay. Membawanya ke luar restoran.
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
makin seeruuu nih🥰
seruuu banget thor😄
callum kok dingin ky es balok banget sih