NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:469.8k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerjasama Dengan Jiao Tong

"Selamat datang tuan muda, nona...!"

Sambutan ramah diterima oleh tiga sekawan dari pelayan yang berjaga dipintu masuk Jiao Tong.

"Salam tuan...!"

"Tuan dan nona muda ingin dilantai satu, dua atau mau menyewa kamar penginapan..?"

"Maaf tuan, kami datang ingin menawarkan sesuatu barang. Bisakah kami bertemu dengan pemilik atau pengelola Jiao Tong..?"

Pemuda pelayan terdiam, menguliti penampilan tiga sekawan dengan cermat.

Baru si pelayan mau membuka mulut, seruan dari arah meja kasir mengalihkan perhatiannya dan tiga sekawan.

"Nona tabib...!"

Xuan Fang kontan meletakkan sempoa ditangan saat melihat kehadiran tiga sekawan.

Pemuda itu gegas keluar dari kubikel transaksi menghampiri Huang Feng, Lizi dan Jiayi dengan wajah semringah.

"Salam tuan muda...!" sapa tiga sekawan menundukkan kepala.

Xuan Fang membalas ramah.

"Ah, akhirnya aku bisa bertemu dengan nona tabib, tuan muda dan nona lagi." ucap senang Xuan Fang.

"Aku sebenarnya ingin sekali berkunjung menemui kalian, tapi hari itu aku lupa menanyakan dimana kalian tinggal." sambung Xuan Fang menyesal.

"Bagaimana kabar tuan muda Xuan..?" tanya Huang Feng.

"Berkat nona tabib, penyakitku tidak pernah kambuh lagi. Oleh sebab itu sekarang aku sudah bisa mengurus Jiao Tong."

"Ah, syukurlah..! kami turut senang mendengarnya." balas Huang Feng.

"Tapi meski begitu, tuan muda harus tetap meminum obatnya paling tidak dua sampai tiga tahun kedepan. Karena pengobatan tuan muda tidak disertai dengan tanam jarum dan perawatan lainnya." Qing Lizi menimpali.

Netra Xuan Fang membulat berbinar "jadi kalau aku melakukan pengobatan tanam jarum, penyakitku bisa sembuh lebih cepat tanpa perlu minum obat lagi..?"

Qing Lizi mengangguk tegas.

Xuan Fang terpekik riang, lalu membawa tamunya menuju keruang kerjanya dilantai tiga.

Manager Wu juga turut mendampingi bersama dua pelayan kepercayaan putra walikota Nanmu itu.

Diawal percakapan, Xuan Fang membicarakan soal pengobatan penyakitnya lalu membuat jadwal cek up.

"Maaf jika boleh tahu apa tujuan nona tabib, tuan muda dan nona Jang kemari..? pasti bukan karena soal pengobatanku kan..?"

Tiga sekawan terkekeh, saling bertukar tatapan sesaat.

"Tuan muda Xuan, bisakah kau memanggil kami dengan nama saja..?" protes Qing Lizi.

"Tentu bisa..! tapi kalian juga harus memanggilku seperti itu."

Tiga sekawan pun mengangguk, tak mau protes berdebat.

Huang Feng mengibaskan tangan, memunculkan enam botol kecap diatas meja.

"Ini....

Xuan Fang, manager Wu dan dua pengawal kompak menatap cincin dijari manis tiga sekawan.

Xuan Fang lalu melirik cincin penyimpanan tingkat sedang dijarinya sendiri. Ada yang mengganjal dihatinya, tapi untuk bertanya jelas ia sungkan.

Xuan Fang berdehem, fokus kearah enam botol didepannya.

"Ini apa..?"

"Tiga varian kecap. Manis, asin dan sedap rasa atau kecap inggris." jawab Huang Feng.

"Apa, kecap...?"

Seru terjingkat Xuan Fang dan tiga anak buahnya.

Satu kecap yang ada dipasaran sekarang saja adalah barang langka berharga mahal. Tapi ini malah muncul tiga varian.

Huang Feng membuka semua tutup botol, menyerahkan sendok perak agar Xuan Fang bisa mencicipinya.

"Dari mana kalian mendapatkannya..?" tanya Xuan Fang sembari mencoba kecap-kecap itu.

"Ini buatan keluarga kami..!" jawab Huang Feng.

"Buatan keluarga kalian..?" mata Xuan Fang mendelik ragu.

Tiga sekawan kompak mengangguk "benar...!"

Xuan Fang mencicipi kecap itu satu per satu.

"Woo, kecap ini sangat enak, apa lagi yang sedap rasa." ucap Xuan Fang kagum.

Manager Wu ikut mencoba, komentarnya pun tak kurang lebih sama.

"Kecap manis ini sangat berbeda dari yang ada dipasaran, baik rasa juga kekentalannya. Aromanya juga sangat harum." ucap manager Wu.

"Kami ingin mengajukan kerja sama pemasaran untuk tiga macam kecap ini dengan Jiao Tong. Jika tuan muda bersedia, ada satu buku resep dari kami sebagai bonus." jelas Huang Feng.

Xuan Fang tergelak riang "tanpa diberikan resep pun aku pasti bersedia A-Feng. Tapi ada syaratnya..?"

"Apa itu...?"

"Hanya Jiao Tong yang berhak memasarkan tiga rasa kecap ini, bagaimana...?"

"Tentu saja A-Fang, karena itu kami kemari." balas Huang Feng.

Xuan Fang menyuruh manager Wu membuat kontrak kerjasama, sementara satu ajudannya gegas menggiling tinta dan menyiapkan giok stempel.

Untuk tiga varian kecap dibandrol dengan harga berbeda-beda.

Kalau yang manis dan asin, ukuran 250ml seharga lima puluh wen, 500ml seratus wen, 1000ml dua ratus wen.

Sedangkan yang ukuran liter dimulai dari satu sampai empat tahil.

Sementara kecap inggris lebih mahal lima puluh wen untuk ukuran ekonomis dan satu tahil yang literan.

Pendistribusian prodak akan dilakukan dua kali dalam seminggu.

"Kapan barangnya tersedia..?" tanya Xuan Fang seraya membubuhkan cap jari juga stempel berlambang Jiao Tong pada kertas linen halus.

"Hari ini juga sudah ada." balas Huang Feng.

"Oke, besok aku akan mengirimkan kereta untuk mengangkut semua kecapnya, kalian tunggu saja dirumah." ucap Xuan Fang setelah menandatangani kontrak dengan Huang Feng.

"Baik...!"

Qing Lizi menyerahkan satu buku resep berisi dua puluh macam masakan yang menggunakan tiga varian kecap.

Untuk uang panjer, Xuan Fang menyerahkan seratus tahil.

Satu salinan kontrak dipegang oleh masing-masing kedua belah pihak.

Beres urusan dengan Jiao Tong, tiga sekawan pergi berbelanja kedelai dari lima toko palawija langganan mereka.

Sedangkan Xuan Fang langsung menyuruh anak buahnya untuk mempromosikan tiga varian kecap.

Xuan Fang juga meminta kepada koki Jiao Tong mempelajari semua hidangan yang ada dibuku resep, lalu menawarkannya kepada para pelanggan.

Papan menu restoran yang baru langsung dibuat. Ruko milik klan Xuan yang kosong dibersihkan untuk dijadikan gudang distributor kecap nanti.

Terimakasih tipsnya gaes 🙏 semoga rezeki kalian makin dilancarkan, selalu sehat dan bahagia bersama keluarga. Sekali lagi terimakasih 🙏🫰❤️

1
Memyr 67
𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖽𝖺 𝗃𝖺𝗎𝗁. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗃𝖺𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗋𝖺𝗍𝗎. 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗃𝖺𝗎𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗂.
Babe Babe
sepertinya ceritanya menarik
SENJA
udah mau mati masih aja jahat astaga 😤🤮
SENJA
bener juga sih 🤣
Babe Babe
aku baru baca
SENJA
jahat perdana mentri, memang pantes disiksa 😤
Memyr 67
𝗁𝖾𝗁𝖾𝗁𝗁 𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝗄𝗂 𝖺𝗃𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝖺𝗃𝖺, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗒𝗀 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝖻𝗎 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂 𝗃𝗎𝗀𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺? 𝖽𝗂𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗍𝖾𝗇𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗆𝗀
Memyr 67
𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺. 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗇𝗍𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗋𝖾𝖺𝖽𝖾𝗋.
Shena R
Kerana uang ada lah segalanya 🤭🤭🤭
Memyr 67
𝗎𝗅𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗁𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁. 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝗈𝗇𝗀. 𝖻𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Shena R
Wow💪😍🤭
Datu Zahra
Terharu, Lizi baik banget ❤️❤️❤️
Osie
lizi mau donk satu pil nya buat benerin jari tanganku yg putus pasca laka lantas
miss blue 💙💙💙
aq ampe lupa sama ibunya lizy 😭😭😭
@Mita🥰
lanjut thor 😍😍😍
Atik Kiswati
lnjt....
Wiwin Ma Vinha
bikin🥺🥺 nih cerita eps kali ini
Datu Zahra
ada liagi weh portal teleportasi, ah katrok kalian
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!