Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Setelah delapan belas tahun lamanya, Dylan sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan bertemu kembali dengan seseorang yang sangat dia benci.
Orang itu tidak layak disebut sebagai ayah. Dengan sengaja, Bobby telah meninggalkannya di sebuah kota terpencil. Saat itu Dylan baru berusia 8 tahun, sangat ketakutan, hanya bisa makan satu bungkus roti sehari dengan sisa uang yang dia miliki. Bahkan dia harus tidur di luar toko, terpaksa merasakan kedinginan setiap malam, apalagi jika hujan turun.
Bukan hanya itu, dia juga telah menjadi korban penculikan, hampir saja dia akan menjadi korban penjualan organ.
Semua itu tidak akan terjadi jika seandainya ayahnya tidak meninggalkannya.
Sampai kini, dia masih tidak tahu alasan mengapa dulu ayahnya tega meninggalkannya.
Dylan masih ingat betul saat itu, ibunya masih bekerja sebagai dokter, ibunya adalah anak tunggal yang mewarisi banyak kekayaan dari mendiang kakeknya, yang memiliki hektaran tanah, hingga menjadi salah satu orang terkaya di kota Noga. Sementara ayahnya menjadi penganguran setelah di PHK dari pekerjaannya.
Suatu hari, Dylan tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan ibunya.
Flashback On...
"Maya, bagaimana kalau kamu menjual semua tanah peninggalan orang tuamu untuk modal usaha kita? Kebetulan ada seorang teman yang mengajak aku berbisnis di Jakarta," Bobby berusaha membujuk istrinya agar mau menjual seluruh tanah peninggalan orang tuanya.
Maya langsung menolak, "Semua kekayaan yang aku punya sengaja aku simpan untuk Raka, Mas. Aku ingin masa depan Raka terjamin."
Bobby tak menyerah, dia terus berusaha meyakinkan, "Aku janji akan mengelola uang itu dengan baik. Dan setelah anak kita dewasa nanti, perusahaan itu akan menjadi miliknya. Aku sengaja ingin membuka bisnis ini demi masa depan Raka."
Maya terdiam sejenak, seakan sedang memikirkan sesuatu. Setelah mempertimbangkannya demi masa depan Raka, akhirnya Maya setuju, "Baiklah. Aku percaya padamu, Mas. Aku harap kamu menepati janjimu. Tapi ingat, jangan pernah mengkhianati kami. Aku akan menarik semua aset jika kamu mengkhianati kami."
Tapi... waktu demi waktu silih berganti, ayahnya yang awalnya begitu perhatian dan setiap bulan selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Kota Noga, perlahan-lahan mulai berubah dan jarang pulang.
Apalagi setelah ibunya divonis mengidap penyakit leukimia stadium akhir, ayahnya semakin mengabaikan mereka. Selama itu, Dylan yang merawat ibunya. Ayahnya sangat sulit untuk dihubungi.
Sehingga suatu hari, ayahnya telah pulang ke kampung Noga, Dylan yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa, dia terkejut saat melihat ibunya tiba-tiba tidak sadarkan diri, padahal ada ayahnya sedang berada disana. Dan setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata ibunya sudah tak bernyawa lagi.
Setelah ibunya meninggal, itulah awal dari segala penderitaan yang Dylan alami.
Flashback off...
Dengan tatapan penuh amarah, Dylan mengepalkan tangannya, memandangi Bobby yang sedang berjalan dengan tenang, dibelakangnya terdapat beberapa orang pengawal yang setia mengikutinya.
Bobby sama sekali tidak menyadari bahwa pria muda yang sedang dia lewati di lorong itu adalah Raka, putra kandungnya. Bahkan dia membiarkan salah satu pengawal membentaknya.
"Cepat minggir! Kamu menghalangi jalan! Tuan Besar akan lewat!" bentak salah satu pengawal pada Dylan.
Tanpa berkata apa-apa, Dylan segera melangkah mundur dan memberikan jalan bagi Bobby serta para pengawal untuk lewat. Tatapan matanya tetap dingin pada pria paruh baya itu.
Sebelum Bobby masuk ke dalam sebuah ruangan, dia menoleh sebentar ke arah Dylan, mungkin dia tidak mengerti, mengapa pemuda itu menatapnya dengan tatapan penuh tidak suka.
Dylan memutuskan untuk segera pergi dari rumah sakit tersebut. Dia berharap tidak akan bertemu dengan ayahnya lagi, yang hanya akan membuka luka lama yang selama ini dia coba sembuhkan.
Namun, dia menghentikan langkahnya saat tidak sengaja mendengar desas-desus para perawat di sana.
"Saya harap, bisa memiliki suami seperti Tuan Bobby. Tidak hanya kaya, beliau juga sangat setia pada istrinya," ucap seorang perawat berambut panjang.
Perawat berambut pendek menimpali, "Iya, saya dengar pernikahan Tuan Bobby dan istrinya sudah berjalan 19 tahun. Mereka pasangan yang sangat setia."
Dylan nampak terkejut saat tak sengaja mendengar percakapan mereka. Ternyata, ayahnya telah diam-diam menikah dengan perempuan lain selama 19 tahun lamanya.
Padahal ibunya meninggal 18 tahun yang lalu. Apakah itu artinya ayahnya diam-diam telah mengkhianati ibunya?
Dylan pun tersenyum getir, sekarang dia baru mengetahui alasan ayahnya telah tega membuangnya, itu karena ayahnya telah memiliki keluarga yang baru. Dan ayahnya telah mengkhianati ibunya.
Itu artinya... apa ada kemungkinan ibunya sengaja dibuat meninggal?
Dylan masih ingat betul saat dia berangkat ke sekolah, ibunya terlihat baik-baik saja. Tapi setelah dia pulang ke rumah, dia melihat ibunya yang sudah terbujur kaku di lantai, dan ada ayahnya disana hanya diam tanpa berbuat apa-apa.
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩