*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
..
..
Perkara candaan
Pagi hari di hari Minggu ini mendung menandakan bakalan ada hujan lebat mengguyur kota Jakarta, angin beserta Badai mulai berhembus membuat debu debu berterbangan. Namun sepasang suami istri itu masih lelap dalam mimpi indah nya,
Beberapa saat kemudian hujan pun turun sangat lebat dan badai yang berhembus membuat gorden kamar nya itu meliuk liuk, rasa dingin menyengat hingga tulang membuat Liyan bangkit dari tidur nya dan menutup jendela kaca dekat balkon Kamarnya itu, lalu kembali membaringkan tubuh nya di atas kasur dilihat nya jam masih pukul "06.10", biasa nya di jam segini mereka tengah sibuk berbenah namun hari ini rasa malas mulai melanda akibat hujan yang tak kunjung reda.
Liyan POV
Ku baringkan lagi tubuh ku ini di samping bidadari yang masih lelap dalam tidur nya, ku tatap wajah diam nya itu, dia tampak cantik meski tampa polesan make up. Aku suka pemandangan seperti ini, wajah nya yang adem membuatku sedikit rileks dan tenang seakan masalah ku terkikis begitu saja.
aku merasa beruntung telah menikahinya meski tak ada perasaan cinta di antara kami. Entah lah, namun Wajah cantik nya ini mampu membuat ku terpikat dan berdebar. Apakah aku telah jatuh cinta pada nya? Aku rasa mungkin karena aku pria yang normal wajar jika aku merasa seperti ini, sepasang manusia tidur di atas kasur yang sama siapa sih yang ga akan berdebar? Mungkin rasa ingin melindungi pun bentuk dari tanggung jawab ku yang telah menikahi nya.
Ku elus pipi nya yang mulus itu, hasrat ku begejolak ingin mencium bibir merah ranum yang manis itu, entah kenapa akhir akhir ini sangat sulit bagi untuk mengontrol diri, rasa nya ingin lepas kendali, lagi lagi aku memaklumi keadaan ku yang seperti ini.
Tak ingin melepaskan kesempatan, selagi istri ku pulas ku kecup keningnya lalu beralih kebibir nya berhasil membuat hormon ku mendidih. Jika bukan karena ku hargai dan ku hormati permintaan nya mungkin saja sekarang lain ceritanya.
Dari pada menyiksa diri lebih baik aku kekamar mandi untuk mendingin kan kepala, aku berendam di dalam bathtub untuk menyegar kan badan ku yang gerah, ku pejam kan mata ku menikmati dingin nya air yang menyentuh kulitku.
Beberapa saat kemudian ritual mandi ku selesaikan. Hari ini aku tidak ke kantor lebih baik aku yang menyiap kan makanan simple selagi istriku tidur, anggap saja apresiasi karena melakukan tugas nya sebagai istri yang baik.
ku ambil beberapa bahan di kulkas yang ku taruh di meja, menu pagi ini adalah hotsilog adalah makanan khas Filipina yang terdiri dari sosis, telur mata sapi, garlic fried rice dan sedikit sambel. Ketika makanan selesai ku tata rapi dua porsi makanan itu di meja makan, segelas air dan susu sebagai pendampingnya.
Rasa nya senang sekali melakukan aktifitas yang telah lama tidak ku lakukan.entah lah, entah bagaimana rasa masakan ku ini dan semoga saya istriku suka,
Kulangkahkan kaki ku menuju kamar niat untuk membangun kan nya, ahh ternyata dia sudah tidak ada disana Mungkin saja membersihkan diri, tak lama kemudian zheya pun muncul dari kamar mandi yang memakai kaos hitam kebesaran di tubuh nya hingga celana pendek yang dipakainya tertutupi.
"Apa?" Tanya zheya melihat ku bingung yang menatap nya mematung.
"Makan" ucap ku singkat,
aku berusaha menahan diri untuk tidak menarik nya kepelukan ku, dia sangat menggemaskan dan menggoda, tiap kali bersama selalu saja membuat ku spot jantung, jantung yang berdetak dengan cepat dengan debaran yang membuat ku kwalahan, aku Tampa sadar memegangi dada takut nya jantung ku keluar kan bahaya.. ahh apa jangan jangan aku periksa saja kerumah sakit ya? Jangan jangan ada riwayat sakit jantung lagi?
"Kamu kenapa?" Ucap zheya menghampiri ku
"Maaf ya aku telat bangun pasti kamu kelaparan yaa .?" Tanya nya yang terlihat khawatir
"Jangan jangan kamu kena mag lagi?" Tambah nya lagi
"Aku ga pa pa, aayokk makan" ujar ku
"Tunggu ya, aku masak dulu" ucap nya yang terburu buru ke dapur. Hadehh santai baby santai… kalem wehh suami mu ini ga bakal nuntut hal seperti itu kok..
Aku hanya tersenyum melihat tingkah nya itu.
"Loh., Ini ada hotsilog? Siapa yang bikin? Apa bibi yang masak? Lah kan bibi tugas nya cuma beresin rumah? Kamu yang suruh?" Tanya nya yang bertubi pada ku
"Enggak kok.." jawab ku
"Lalu ini dari mana? Kamu yang pesan? Terus siapa yang siapin?" Tanya nya lagi dengan wajah yang bingun
"Ayukk makan!! Nanti aja bahas" ucap ku yang menahan tawa karena saat ini wajah istriku ini sangat lucu
"Ya udah"ucap nya
Tampa pikir panjang zheya pun mulai menyantap sarapan nya itu, Lihat lah apa apaan ekspresi nya itu pipi nya terangkat akibat senyum tipis nya yang dengan elegan masih menyantap suapan demi suapan Garlic fried rice ke dalam mutlut nya. Dia tak berbicara apapun tapi ekspresi nya yang mengangguk sesekali membuat ku penasaran.
"Ini siapa sih yang bikin nya?" Tanya nya dengan wajah yang penasaran
"Pengen juga bikin menu ini di resto!"imbuh nya lagi
"Kamu suka?" Tanya ku padanya
"Rasanya pas benget di lidah aku, kek pecah di mulut telur nya yang lembut dan nasi yang gurih berpadu apalagi sosis nya yang digoreng membuat cita rasanya endul banget!!" Pernyataan nya berhasil membuat senyum ku mengembang, entah apa yang tenga aku rasakan saat ini semacam kepuasan yang tak dapat ditahan.jujur saja Untuk pertama kali aku senang di puji meski yang di puji hanya makanan yang tidak istri ku ketahui siapa yang membuat nya.
"Syukur lah, besok aku aja yang bikin sarapan ya.." ucap ku pada nya Tampa sadar
"Hah?" Tanya nya bingung
"jadi hotsilog itu kamu yang bikin? Seriusan?"
"Menurut mu gimana?" Tanya ku balik
"Wahh keren ini mah!! Selain kamu jago nyari uang kamu juga jago masak ya?" Ucap nya dengan realistis… meski terdengar materialistis tetap saja membuat ku senang
"Makanya.. kasih jatah nanti lama lama suami mu yang keren ini di ambil orang loh.." goda ku padanya, yang dihadiahkan tatapan tajam kas perempuan ini.
"Sehari saja otak nya ga mesum bisa gak!!"
"Otak nya ngeres Mulu perasaan," ucap nya mendelik
"Ga bisa. Trus kmu mau apa??" Ledek ku
"Ya terserah mau gimana ahh.." zheya terlihat marah kemudian membawa piring piring bekas kami tadi untuk di cuci.
"Masaa?" Tanya ku tapi tak mendapati jawaban dari nya, aku sadar dia marah entah bagian mana yang membuat nya ga suka.
Apakah dia jengkel ku goda terus? Apakah dia benci aku selalu mesum padanya? Hati ku tiba tiba bimbang dan merasa sedikit tidak enak, perasaan apa ini yang jelas membuat ku tak nyaman
Apakah aku salah mesum pada istri ku sendiri? Entah lah kecewa saja rasanya
"Hmmpp" deheman ku memecahkan keheningan sesaat itu, namun zheya melirik ku dan menatap ku dengan datar
"Kalau udah punya teman main, pengadilan agama terbuka... Maka kamu bebas main kapan pun dengan siapapun!!" Ahh aku mengerti jadi dia menganggap serius candaan itu
"Tidak" jawab ku spontan, ntah kenapa hati ku mendadak nyeri membayangkan nya, rasanya ada beban berat di punggung ku tiba tiba
"Lalu?"
"Jujur saja aku jadi curiga? Meski kamu ga ada perasaan apa apa terhadap pernikahan ini, tolong hargai aku!! Meski begini aku tetap lah istri mu, aku akan dengan senang hati melepasmu jika kamu punya Wanita idaman lain, aku ga suka.." jelas nya, lihat lah wajah nya yang datar, tatapan nya yang tajam seperti ingin menguliti ku, dan jujur saja baru kali ini aku merasa takut. Entah apa yang aku takut kan
"Heyy!! Aku cuma becanda! Kamu anggap serius omongan aku? Mana mungkin lah Zhee? Meski hub kita begini aku bukan pria se brengsek itu!" Ucap ku, jujur saja aku gelista menghadapi situasi seperti ini, jadi ini yang dinamakan bagian buruk dalam pernikahan? Perasaan cemas yang tidak tau penyebabnya. Tapi zheya tak menanggapi ku mungkin dia terlanjur marah pada ku lalu pergi begitu saja
Ku pegang tangan nya itu dan ku coba untuk meyakinkan kan nya "maaf kan aku.." ucap ku
"Maaf aku ga akan bercanda seperti itu! Apakah aku menyakitimu?" Tanya ku pada nya dan menatap matanya itu. Mungkin saja yang tersakiti harga diri nya, aku tau dia wanita yang ber value dan tak muda di injak-injak
"Tidak.." ucap nya singkat
"Lalu kenapa?".
"Udah jangan marah.. maaf aku cuma becanda! Aku janji ga akan mengulangi candaan seprti itu.." ucap ku pada nya. Kupeluk tubuh nya itu dan ku usap kepalanya
"Tolong jangan berpikiran berlebihan, kamu membuat ku cemas kalau seperti ini.." pinta ku padanya
" aku yang terlalu berlebihan.." ucap nya terdengar Canggung
Aduh ada apa dengan ku sebenarnya? Mental ku jadi ciut gini? Heran ? Harus nya aku ke psikolog deh nanti,. Bahaya lama lama kaya gini mah.