Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Penonaktifan Virus Berbahaya
Tim Geng Garuda langsung bergerak, mereka menyelinap ke dalam fasilitas rahasia itu dengan sangat hati-hati. Shanaya dan timnya langsung dihadang oleh penjaga di depan, tapi mereka dengan mudah mengatasinya.
"Masuk, sekarang!" Shanaya berteriak, mereka semua berlari ke dalam fasilitas
Di dalam, mereka melihat banyak teknisi the Shadow sedang sibuk mengembangkan virus itu. Shanaya langsung menuju ke pusat kontrol, "Kita harus menghentikan proses ini sekarang juga!"
Shanaya dan timnya langsung bergerak cepat, mereka berusaha untuk menghentikan proses pengembangan virus itu. Tapi, tiba-tiba, Albert muncul di depan mereka.
"Kamu tidak akan bisa menghentikan kami, Shanaya!"
Dia mengaktifkan sistem keamanan, membuat semua pintu di fasilitas itu terkunci. "Kamu terjebak di sini!"
Shanaya tersenyum dingin, "Terjebak? Kamu yang akan terjebak, Albert!"
Dia langsung mengeluarkan perangkat hack yang diberikan Joe, "Kamu lupa bahwa aku punya teman yang jago dalam urusan hacker, Albert?"
Shanaya mulai menghack sistem keamanan, berusaha untuk membuka pintu-pintu yang terkunci.
Albert terlihat panik, "Gak mungkin! Kamu gak bisa menghack sistem kami!"
Tapi, Thalia dan Maura tidak membiarkan dia mengganggu Shanaya, mereka langsung menghadapi Albert dan mengarahkannya ke sudut ruangan.
Bu Shania yang berada di dekat pusat kontrol pun berkata, "Shanaya, bunda bisa mengstop proses pengembangan virus, tapi kamu harus cepat!"
Shanaya menjawab, "Aku hampir selesai, Bun..."
Shanaya fokus pada hackingan, jari-jarinya bergerak cepat di atas perangkat. Sistem keamanan mulai lemah, dan pintu-pintu mulai terbuka. Albert semakin panik, "Gak... gak mungkin!"
Thalia dan Maura menahannya, memastikan dia tidak bisa mengganggu Shanaya.
Bu Shania mengaktifkan sistem stop, proses pengembangan virus mulai terhenti.
"Berhasil, Shanaya!"
Shanaya tersenyum, "Selesai! Virus itu gak akan pernah aktif!"
Geng Garuda yang masuk dari belakang akhirnya berhasil mencapai pusat kontrol, Bintang dan Nathaniel terlihat lega, "Loe berhasil, Shanaya!"
Pak Tirta juga muncul, "Kamu semua melakukan pekerjaan yang hebat! Fasilitas ini sudah aman, virus itu tidak akan pernah mengancam siapapun lagi..."
Shanaya tersenyum, "Makasih, teman-teman. Ini semua berkat kerja sama tim kita..."
Mereka semua berbangga, tapi Albert yang masih ditahan Thalia dan Maura terlihat sangat marah, "Kalian...gak akan pernah menang melawan the Shadow!"
Pak Tirta mendekati Albert, "Kamu salah, Albert. Kami sudah menghentikan rencana jahat kalian. Saatnya kamu berbicara, siapa dalang di balik the Shadow?"
Albert tertawa, "Kamu tidak akan pernah tahu, Pak Tirta. Dalang di balik the Shadow...adalah seseorang yang tidak kamu duga hahaha..."
Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Tapi, aku tidak akan memberitahu kalian. Aku lebih baik mati daripada mengkhianati mereka..."
Shanaya maju, "Kamu gak perlu mati, Albert. Bicarakan saja, mungkin kami bisa membantu kamu..."
Albert hanya tersenyum sinis, "Gak ada kesepakatan, Shanaya. Loe gak bisa ngancam gue..."
Pak Tirta memberi isyarat, "Bawa dia ke tempat yang aman, kita akan interogasi lagi nanti." Thalia dan Maura menarik Albert pergi, sementara Shanaya dan timnya mulai membahas rencana selanjutnya
"Sekarang, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
Shanaya berpikir sejenak, "Gue rasa kita harus cari informasi lebih lanjut tentang the Shadow dan dalang di baliknya. Albert gak akan pernah mau bicara, jadi kita harus cari bukti lain..."
Joe menambahkan, "Gue bisa coba hack ke dalam sistem the Shadow, mungkin ada data yang bisa kita gunakan..."
Pak Tirta mengangguk, "Baik, Joe, coba lakukan itu. Shanaya, kamu dan tim harus waspada, the Shadow mungkin masih memiliki rencana yang lain..."
Shanaya mengangguk, "Baik, Pak Tirta. Kami akan waspada dan mencari informasi lebih lanjut..."
Thalia menambahkan, "Gue akan coba cari tahu lebih lanjut tentang Albert, mungkin ada sesuatu yang kita lewatkan..."
Maura yang duduk di sebelah Thalia, "Gue akan bantu Felix hack ke dalam sistem the Shadow, kita harus cari data yang berguna..."
Felix mulai bekerja, jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard laptopnya.
"Gue udah masuk ke dalam sistem, tapi ini terenkripsi banget. Gue butuh waktu beberapa jam buat ngebobolnya..."
Shanaya tersenyum, "Loe pasti bisa, Fel. Kita percaya sama loe..."
Pak Tirta memberikan instruksi terakhir, "Baik, tim. Kami akan terus memantau situasi. Shanaya, kamu dan tim harus siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin terjadi..."
Setelah Pak Tirta meninggalkan ruangan, Shanaya dan timnya langsung fokus pada misi mereka. Thalia mulai mencari informasi tentang Albert, sementara Maura membantu Felix membobol sistem the Shadow.
Felix masih sibuk dengan laptopnya, "Gue hampir masuk... hampir... ya!"
Tiba-tiba, Felix berhenti, "Apa ini?" Dia menunjuk ke layar laptopnya, "Gue nemuin sesuatu yang aneh. Ada file yang terenkripsi dengan nama 'Proyek X'..."
Shanaya maju, "Buka itu, Fel. Gue rasa itu penting..."
Felix mulai bekerja, dan beberapa detik kemudian, file itu terbuka. Mereka semua melihat isi file itu, dan mata mereka melebar karena kejutan.
Isi file 'Proyek X' menunjukkan rencana jahat the Shadow untuk menciptakan virus yang lebih kuat dan dapat mengkontrol semua sistem di dunia.
Shanaya dan timnya terkejut, "Ini gak mungkin! Mereka gak bisa lakuin ini!"
Thalia menambahkan, "Kita harus menghentikan mereka, sekarang juga!"
Felix masih memproses informasi, "Gue akan coba cari tahu lokasi server the Shadow, kita harus tahu dari mana mereka mengoperasikan ini..."
Felix fokus pada layar laptopnya, "Gue udah dapet lokasinya! Server the Shadow berada di sebuah kastil rahasia di pinggiran kota..."
Shanaya langsung mengambil keputusan, "Kita harus bergerak sekarang. Thalia, Maura, dan Bintang, kalian siap untuk infiltrasi?"
Thalia mengangguk, "Siap! Kita harus hentikan the Shadow sebelum mereka meluncurkan virus itu..."
Shanaya tersenyum, "Oke, kita harus berhati-hati. Fel, loe bisa hack ke dalam sistem keamanan fasilitas itu?"
Felix mengangguk, "Gue udah siap, Shan. Gue akan matikan kamera pengawas dan buka pintu masuk untuk kita..."
Maura menambahkan, "Gue siap dengan peralatan hacking, kalau-kalau kita butuh akses cepat ke sistem mereka..."
Thalia memeriksa peralatan mereka, "Oke, kita semua siap. Shan, loe yang mimpin..."
Shanaya mengangguk, "Baik, kita bergerak. Tujuannya adalah server the Shadow. Kita harus hentikan virus itu sebelum terlambat..."
Mereka semua mengenakan peralatan mereka dan bersiap untuk infiltrasi.
Mereka semua bergerak dengan hati-hati, menuju ke arah fasilitas rahasia the Shadow.
Felix memantau situasi dari jarak jauh, "Kamera pengawas sudah mati, pintu masuk terbuka. Gue juga udah kirim koordinat ke perangkat kalian, navigasi sudah siap..."
Shanaya memimpin timnya masuk ke dalam fasilitas, mereka bergerak dengan cepat dan senyap.
Saat mereka masuk lebih dalam, mereka mendengar suara-suara aneh dan melihat beberapa orang the Shadow yang berjaga-jaga.
Shanaya memberi isyarat, "Kita harus lebih hati-hati, ada penjaga di depan. Thalia, Maura, kalian siap?"
Thalia dan Maura mengangguk, "Siap!" Mereka semua bersiap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.
Thalia dan Maura bergerak maju, mereka mengambil posisi dan bersiap untuk menghadapi penjaga.
Shanaya memberi isyarat, "3... 2... 1...!"
Mereka semua bergerak, Thalia dan Maura melumpuhkan penjaga dengan cepat dan senyap.
Felix memantau situasi, "Gue lihat ada lagi penjaga di koridor sebelah kanan, 20 meter dari posisi kalian..."
Shanaya memimpin timnya, "Kita harus bergerak, sekarang!"
Mereka semua bergerak maju, menuju ke arah server the Shadow.
Shanaya dan timnya terus bergerak maju, mereka menghindari penjaga dan menuju ke arah server the Shadow.
Saat mereka mendekati ruang server, mereka mendengar suara mesin yang berputar dan lampu-lampu yang berkedip.
Felix memberi peringatan, "Gue deteksi sistem keamanan tingkat tinggi di ruang server, kita harus berhati-hati..."
Maura menambahkan, "Gue siap, gue bisa hack ke dalam sistem itu..."
Shanaya mengangguk, "Oke, Maura, loe hack sistemnya. Thalia, loe siaga. Gue akan periksa servernya..."
Mereka pun bergerak sesuai dengan pembagian tugas mereka masing-masing. Lantas apakah mereka bisa menemukan jawaban dari misi yang tengah mereka cari saat ini?
Bersamboo dulu ya... 🙏🤭🌹