NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 18

Mobil Aiden berhenti tepat di depan teras rumah mewah keluarga Saputra. Sepanjang perjalanan, Vanya hanya bisa meremas tali tasnya. Perasaan takut, cemas, dan berdebar bercampur menjadi satu.

Besok adalah hari kepindahannya ke apartemen, dan lusa tepat pada hari Kamis pernikahan privat itu akan dilaksanakan. Hanya tinggal dua hari lagi statusnya akan berubah total.

​"Turun,"

perintah Aiden lembut namun tegas saat melihat Vanya masih bengong.

​"Kak... beneran lusa?"

tanya Vanya pelan, matanya berkaca-kaca menatap Aiden.

​Aiden melepas sabuk pengamannya, lalu berbalik menghadap Vanya.

Ia mengusap kepala Vanya dengan telaten.

"Semua udah disiapin, Vanya. Papi sama Papa udah sepakat. Lo cuma perlu ikutin gue. Paham? "

​Vanya mengangguk kecil, lalu turun dari mobil dengan langkah gontai.

Begitu masuk ke dalam rumah, ia melihat Papa Airlangga dan Mama Olivia sedang duduk di ruang tengah sambil memandangi beberapa kotak kado yang baru tiba.

​"Papaaa! Mamaaa!"

​Vanya langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya di pelukan Papa Airlangga.

Ia memeluk pinggang papanya sangat erat, seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal di hari pertama sekolah.

​"Loh, loh... kenapa ini anak Papa? Kok manja banget sore ini?"

Papa Airlangga tertawa sambil mengelus punggung putrinya.

​"Vanya takut, Pa... Vanya nggak mau pindah... Vanya masih mau tidur sama Mama, masih mau manja-manja sama Papa,"

isak Vanya manja.

Sifat barbarnya hilang total, digantikan oleh mode bayi.

​Mama Olivia ikut duduk di samping mereka, mengusap air mata di pipi Vanya.

"Sayang, dengerin Mama. Kamu pindah ke apartemen itu bukan berarti jauh dari kami.

Ini demi kebaikan kamu dan Aiden juga. Lusa itu hari besar kamu, Vanya. Kamu harus belajar jadi istri yang baik buat Aiden."

​"Tapi Vanya kan masih bocah, Ma! Vanya bahkan belum bisa masak air!"

rengek Vanya.

"vanya takut nanti Kak Aiden galak kalau vanya nggak bisa apa-apa!"

​Papa Airlangga terkekeh.

"Aiden itu sayang sama kamu, Sayang. Dia sudah janji sama Papa bakal jagain kamu lebih dari Papa jagain kamu. Udah, sekarang mandi, terus siap-siap packing. Barang-barang kamu harus sudah rapi malam ini."

​Vanya masuk ke kamarnya dengan perasaan berat.

Ia menatap sekeliling kamar yang sudah ia tempati selama belasan tahun. Boneka-boneka besar, meja rias yang penuh skincare, dan tempat tidur yang sangat empuk. Semuanya harus ia tinggalkan besok.

​Sambil memasukkan baju-baju ke dalam koper, ponselnya bergetar di atas kasur. Sebuah pesan suara Aiden.

​ "Jangan nangis terus.Mending lo pastiin semua baju yang kamu pilih di mall kemarin masuk ke koper utama."

​Vanya mendengus, air matanya berhenti seketika karena kesal.

"Dasar ni orang,Gak ada sedih-sedihnya apa ya mau pisah sama ortu!"

gumamnya kesal.

​Vanya melemparkan ponselnya ke atas tumpukan baju dengan wajah merah padam.

Ia kembali merengek manja, berguling-guling di atas karpet.

"Mamaaa! Kak Aiden nakal bangettt! Gwehh nggak mau nikah kalau begini caranyaaa!"

​Namun, di balik rengekan itu, ada getaran aneh di dadanya.

Ada rasa tidak sabar yang terselip di antara rasa takutnya. Vanya berdiri di depan cermin, menyentuh bibirnya yang tadi siang dicium secara brutal oleh Aiden.

​"Lusa ya... gue beneran bakal jadi istrinya es batu itu?"

bisiknya pada bayangannya sendiri.

​Malam itu, Vanya meminta tidur di tengah-tengah Papa dan Mamanya untuk terakhir kalinya.

Ia memeluk lengan Papanya erat-erat, mencoba merekam aroma rumah ini sebelum besok ia

harus memulai hidup baru di bawah atap yang sama dengan pria yang haus akan dirinya.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!