NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh empat

Kayla kini sedang duduk di samping ranjangnya, ia masih penasaran dengan suara teriakan ditelepon tadi, siapa si perempuan itu?

Apakah itu Kanaya? Tapi tidak mungkin, sudah jelas adiknya tengah menginap di rumah temannya.

'Ah mungkin saja itu ibunya Arga' pikirnya

Kayla mengambil ponselnya ketika ada notifikasi panggilan masuk, ia segera mengangkatnya ketika nama Arga terpampang di sana.

"Halo Kay," ucap Arga di sebrang sana

"Iya halo Ga."

"Maaf Kay tadi sempat matiin sambungan teleponnya, kamu mau jalan-jalan?" Tanya Arga di sebrang sana.

"Iya gak apa-apa, iya kamu mau temenin aku gak?"

"Tentu aja, kamu mau jalan kapan?sekarang?"

Kayla terdiam sejenak untuk memikirkan waktu yang pas untuk keluar bersama Arga.

"Kay?kamu masih disana kan?"Seruan Arga dari telepon membuatnya tersadar

"Ah, kalau nanti siang kamu bisa?"tanya Kayla

"Bisa, aku jemput kamu jam 1 ya."

"Oke,emm Ga di rumah ada siapa?"

"Ada apa?tumben banget kamu tanya gitu."

"Gak, aku tadi sempet denger suara perempuan teriak di sana."

Sejenak tak ada jawaban dari Arga di sebrang sana membuat Kayla sedikit curiga.

"Itu asisten rumah tangga aku, tadi kepeleset di dapur."

"Oh gitu, yaudah aku tutup ya teleponnya, sampai jumpa nanti siang."

Tanpa menunggu jawaban dari Arga, Kayla mematikan sambungan teleponnya.

Kayla termenung, entah kenapa jawaban Arga mengenai siapa yang berteriak agak sedikit mengganjal, dirinya berusaha percaya tapi entah kenapa ia merasa jika Arga tidak berkata jujur kepadanya.

"Engga, Arga udah berubah kok. Sekarang Kanaya jarang keluar malam untuk bertemu Arga, sikap mereka berdua juga sekarang terlihat biasa."

Tapi bukankah sebelumnya juga sikap mereka di depan nya memang terlihat biasa saja, mengenai pertemuan mereka bisa jadi kan mereka mencuri waktu untuk bertemu lagi tanpa sepengetahuannya dan jangan lupakan mereka masih bisa berhubungan melalui ponsel.

Kayla berusaha meyakinkan diri jika Arga telah berubah, tapi entah kenapa isi hatinya dan juga logikanya tak sejalan. Hatinya yakin Arga telah berubah, tapi logikanya selalu berpikir sebaliknya, pikirannya selalu memikirkan kemungkinan mengenai hubungan Arga dan Kanaya yang mungkin masih berlanjut sampai saat ini.

___

Kayla melihat pantulan dirinya di cermin, beberapa menit yang lalu dia merias sedikit wajahnya. Ia ingin tampil cantik di momen pertamanya jalan bersama Arga, ralat ini kedua kalinya ia dan Arga akan menghabiskan waktu bersama.

Ia melihat jam di tangannya, sudah pukul setelah satu siang, janjinya Arga akan menjemputnya pada pukul satu.

Kayla beranjak dari duduknya, ia bercermin kembali dan melihat penampilannya.

"Hehe, hari ini gue cantik ya," puji Kayla pada dirinya sendiri.

Hari ini Kayla hanya memakai pakaian simpel, ia memakai celana jeans panjang dan kemeja panjang yang bagian depannya di masukan ke dalam, dan rambutnya di kuncir kuda.

Kayla segera keluar dari kamar, ia akan menunggu Arga di teras rumah saja.

"Mau kemana kak?"tanya Mamahnya,ketika dirinya baru saja keluar dari kamar.

"Mau jalan sama Arga mah," jawab Kayla dengan semangat.

Lia tersenyum. "Semangat banget anak mamah, yasudah hati-hati ya jangan pulang terlambat. Adikmu juga baru aja pergi juga, anak itu baru aja pulang udah pergi lagi aja."

Kayla mengerutkan alisnya. "Loh Naya udah pulang mah?terus kemana lagi dia sekarang?"

"Adikmu baru pulang jam setengah sepuluh tadi, terus dia keluar lagi katanya mau main sama temennya."

"Oh begitu, yaudah mah aku mau tunggu Arga di teras aja, aku sekalian pamit ya mah."

Setelah berpamitan pada mamahnya, ia keluar dan menunggu Arga di teras sembari menunggu ia membuka ponsel dan membaca novel online di ponselnya.

Cukup lama menunggu tapi sosok Arga belum juga datang, ia melihat jam di layar ponselnya. Sudah pukul satu lewat lima belas menit, tapi Arga belum juga datang.

"Coba tunggu sebentar lagi, mungkin macet di jalan," ucap Kayla pada dirinya.

Ia membuka kembali ponselnya, tak lama ada pesan masuk dari Arga, ia segera membuka pesan itu.

Arga

Kay maaf aku gak bisa jemput kamu aku ada urusan mendadak,kita ketemu aja di tempat yang kamu mau nanti aku susul.

Sharelok ya kalau kamu udah sampai di sana,sekali lagi maaf ya

Love you

Kayla mendesah kecewa, sudah lama ia menunggu laki-laki itu malah tidak menjemputnya, tapi tak apa setidaknya Arga tidak membatalkan janjinya. Ia segera membuka aplikasi ojek online di ponselnya, ia terdiam ketika akan memasukan alamat tujuan di aplikasi itu.

"Mau jalan ke mana ya?jadi bingung. Niatnya kan aku cuma mau keliling kota aja sama Arga."

Setelah cukup lama berpikir akhirnya ia berpikir untuk pergi ke danau yang letaknya cukup jauh dari rumahnya, danau itu dulu sering ia kunjungi bersama Bastian dan Sasha ketika masih kecil. Terakhir kali ke sana ketika ia akan masuk Sekolah Menengah Pertama, ia memilih danau itu selain karena tempatnya indah juga danau setahunya sudah menjadi objek wisata sejak dua tahun yang lalu, jadi ia penasaran dengan tempat itu sekarang.

Kayla segera mengetik alamat danau itu di aplikasi dan menunggu ojek yang ia pesan datang. Kenapa ia tak memilih pakai taksi saja? jawabannya karena ia sedang berhemat. Ya Kayla memang cukup selektif untuk menggunakan uangnya.

Tak lama ojek yang ia tunggu datang dan ia segera pergi menuju danau.

___

Sesampainya di danau, Kayla cukup terkejut dengan perubahan danau itu sekarang. Tempatnya masih indah tapi karena sudah di jadikan objek wisata, tempat itu menjadi sedikit ramai dari terakhir kali ia ke sana. Sekarang terdapat beberapa stand yang menjual berbagai makanan, Kayla berjalan menuju ke arah danau.

"Ternyata yang berubah hanya bagian gerbang masuk sedangkan danau dan sekitarnya tidak banyak yang berubah."

Kayla memotret danau itu dan mengirimkannya pada Arga.

(Kayla mengirim foto danau)

Arga aku tunggu di sini ya

Kayla mengirim pesan itu dan tak lupa mengirim alamat dimana ia berada sekarang. Sembari menunggu Arga, ia menikmati indahnya danau dan semilir angin menyejukkan di sana.

Kayla begitu menikmati suasana asri di sana, suasana yang jarang ia dapatkan. Mungkin tempat ini akan menjadi tempat favoritnya untuk berkunjung.

"Arga kemana ya?"Kayla menoleh ke sekitar danau mencari sosok yang ia tunggu sedari tadi.

Ia mengecek ponsel sudah hampir jam 3 sore tapi Arga belum juga datang, kemana perginya laki-laki itu?

Ia melihat riwayat pesannya juga belum dibalas bahkan dibaca oleh laki-laki itu, Kayla berdecak ia merasa kesal karena sudah cukup lama ia menunggu. Karena tak mau terlalu lama menunggu ia memilih untuk menelepon laki-laki itu.

Sekali percobaan ponsel laki-laki itu hanya berdering dan panggilannya tak diangkat oleh Arga.

Percobaan kedua masih tetap sama hanya berdering tanpa ada yang mengangkat.

Kayla menggigit bibirnya kesal, sudah beberapa kali ia mencoba menelpon Arga tapi tak ada satupun panggilannya yang terjawab. Kayla duduk di bangku ia pasrah, biarlah ia menunggu saja mungkin urusan Arga masih belum selesai.

Kayla mendongak ketika sebuah tetesan Air mengenai kepalanya.

"Yah, malah gerimis."

Kayla berdiri, ia segera mencari tempat untuk berteduh karena tetesan air hujan semakin deras.

Ia berlari menuju sebuah pendopo yang tak jauh dari tempatnya duduk tadi, ia segera berteduh di sana walaupun bajunya sudah setengah basah.

"Kenapa si dengan hari ini, udah nunggu Arga dari tadi gak datang-datang udah gitu kehujanan pula."

Kayla mengusap bajunya yang basah, hujannya semakin deras dan tubuhnya lama-lama merasa dingin. Ia memeriksa kembali ponselnya, bahkan sampai saat ini pesan darinya belum juga di balas oleh Arga, sebenarnya kemana si laki-laki itu dan apa urusan mendadak itu sampai-sampai Arga mengabaikannya seperti ini?

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, ia baru sadar jika di pendopo itu hanya ada ia sendiri. Orang-orang yang ia lihat tadi entah berteduh dimana, Kayla memeluk dirinya sendiri dan sesekali menggosok kedua telapak tangannya karena merasa udara di sekitarnya semakin dingin.

"Ya ampun dingin banget, tau gini bawa jaket," ujarnya dengan tubuh menggigil.

Kayla sedikit terlonjak ketika ponselnya bergetar, ia segera membuka ponsel berharap jika yang meneleponnya itu adalah Arga.

"Gue kira Arga," ujar Kayla sedikit kecewa karena yang meneleponnya adalah Bastian.

"Halo, kenapa Bas?"tanya Kayla

"Lo dimana Kay?"tanya Bastian dari sebrang sana.

"Kenapa Bas tanya keberadaan gue?"

"Ni anak gue tanya malah nanya balik, jawab dulu Lo dimana?"

"Lo sendiri kenapa tiba-tiba nanya gue dimana? emangnya kenapa?"

"Gue baru pulang dari rumah temen gak sengaja liat Lo kayanya ke arah danau, Lo lagi ada di sana?"

"Iya, gue di danau Bas."

"Lo kenapa ke danau jam segini Kay?"

Kayla mengerutkan alisnya merasa aneh, kenapa tiba-tiba Bastian jadi panik begini, padahal kan ia hanya pergi ke danau.

"kenapa si Bas?Lo takut gue nyasar?tenang aja gue kan dulu sering ke sini sama Lo"

"Bukan gitu, ini udah sore Kay pasti di sana sepi, mana sekarang hujan lebat juga. Lagian Lo ke sana mau ngapain si?"

Kayla sedikit terkejut mendengar penjelasan Bastian, pantas saja sekarang hanya tinggal dirinya. Berarti orang-orang yang ia lihat sebelumnya pasti sudah pergi. Kayla yang tadi merasa biasa saja, tiba-tiba menjadi takut hujan semakin lebat, hari pun sudah semakin sore dan suasana menjadi sedikit gelap karena hujan.

"Gue tadinya janji ketemu di sini sama Arga tapi sampai sekarang dia belum juga datang, Bas bisa tolong susul gue ke sini gak? Gue sendirian mana di sini gelap, gue gak bisa pergi karena hujannya lebat banget"

"Astaga Kayla, yaudah Lo tunggu di sana, jangan kemana-mana."

Sambungan telepon di putus oleh Bastian, ia melihat baterai ponselnya sekarat.

"Yah baterainya mau habis lagi, sial banget si hari ini."

Rasanya Kayla ingin menangis saja.

Arga sekarang apalagi? baru kemarin Lo buat gue bahagia, kalau memang gak bisa datang seharusnya Lo kasih kabar,j angan buat gue nunggu gak jelas kaya gini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!