NovelToon NovelToon
KEKASIH GELAP WALI KOTA

KEKASIH GELAP WALI KOTA

Status: sedang berlangsung
Genre:POV Pelakor / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cinta Terlarang / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:284
Nilai: 5
Nama Author: Wen Cassia

Dalam setiap imaji tentang masa depan, Summer tidak menemukan gambaran selain Denver dan mata cokelat gelapnya yang hangat. Hidupnya dijejali dengan fantasi manis bahwa kehidupan tentram, jauh dari carut-marut dan kutukan, hanya bisa ia dapatkan jika Denver bersamanya.

Namun, Summer lupa satu hal: Obsesi selalu berkelindan erat dengan kemuakan. Denver akhirnya menemukan cara untuk lepas dari tali kekang Summer, mengesampingkan harga yang harus perempuan itu tanggung agar Denver bisa bernapas dengan leluasa.

Sayangnya, kalkulasi Denver agak meleset kali ini. Summer memang terperosok ke penjara lembap dan dingin, namun di tempat itu pula ia menjelma menjadi iblis yang melafalkan syair pembalasan dendam setiap malam. Dan agar bisa berdiri di podium pemenang, tersenyum congkak layaknya mimpi buruk, Summer harus bisa memenangkan hati Archilles Meridian, sang wali kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wen Cassia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 | KONTRADIKSI JANGGAL

“Siapa?” Kian melayangkan pandangan curiga, merunut penampilan pria di depannya bolak-balik dari topi putih yang dikenakannya, kaus polo putih di bawah rompi berwarna olive, celana kargo senada rompi, hingga sepatu bot hitam mengilap tanpa corak.

Tatapan Kian berlama-lama mengamati wajah pria itu. Mata biru jernihnya dinaungi sepasang alis yang menukik lembut di sudutnya, tulang pipinya yang tinggi tampak serasi dengan hidung aristokratnya, senyum yang tersungging di sudut bibirnya, yang terlihat seperti seringaian alih-alih senyum sopan, memberi kesan wajah pria itu tidak dimaksudkan untuk terlihat ramah menentramkan.

“Teman Summer, Alkaios Leander,” kata pria itu. Setidaknya suaranya tidak semengintimidasi wajahnya. “Kami akan keluar sebentar.”

“Teman? Kau?” Alis Kian berkerut-kerut sangsi. Sejak kapan Summer punya teman? Dulu dalam hidupnya hanya ada Denver, Denver, dan Denver.

“Karena wajahku?” Alkaios menunjuk wajahnya sendiri. “Aku bukan dewa Yunani, siapa tahu kau penasaran. Zeus pun akan kesulitan membuat wajah seperti ini sebagai samaran.”

Mulut Kian terbuka separuh karena ngeri, tatapannya berubah miris. “Efeknya memang akan separah ini kalau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Summer. Medusa membuat orang menjadi batu, adikku membuat orang menjadi tidak waras. Ayo masuk, jangan sampai ada yang melihatmu dengan kondisi seperti ini.”

Kian membuka pintu lebar-lebar agar Alkaios bisa masuk, mempersilakannya duduk di sofa panjang abu-abu tua di ruang tamu.

“Jadi, kau teman Summer dari mana?” tanya Kian setelah pelayan pergi untuk menyiapkan minuman Alkaios. “Kau narapidana juga?”

“Kalau mencuri hati orang bisa diganjar penjara—ya, aku narapidana berkali-kali, residivis.” Alkaois meringis ketika Kian terlihat seperti ingin mencekiknya. “Mengatakan ini akan membuatku terlihat menyedihkan, tapi kurasa hanya aku yang menganggap kami berteman. Adikmu membenciku.”

“Dia membenci semua orang,” kata Kian santai. “Jangan anggap dirimu spesial.”

“Apa yang kau lakukan di sini?!”

Seruan yang nyaris menyerupai bentakan itu datang dari lantai dua. Summer dalam balutan jubah mandi mendelik pada Alkaios, rambut panjangnya masih basah.

“Menjemputmu,” jawab Alkaios tenang.

“Demi Tuhan.” Gigi Summer terkatup jengkel, ia seperti ingin menendang pembatas pagar di depannya. Kian menggeleng kecil demi melihat itu, temperamen adiknya semakin parah hari demi hari. “Sudah kubilang untuk menungguku di depan restoran, dan masih dua jam lagi dari waktu yang kita sepakati. Sudah gila, ya?”

“Yah, aku sedang tidak sibuk. Mau mati rasanya menunggu dua jam lagi di rumah,” sahut Alkaios. “Tapi jangan khawatir. Ambil waktu sebanyak yang kau mau, aku akan menunggu dengan tenang di sini.” 

“Kuharap kau tidak berencana mati dengan tenang juga di sini—dasar orang gila!”

Langkah mengentak Summer, lalu disusul suara nyaring pintu yang dibanting membuat Kian terkekeh puas, langsung tersumpal saat Alkaios mendekat padanya dengan pandangan tertuju pada tembok di mana Summer baru menghilang.

“Apa adikmu repot-repot mandi karena akan menemuiku?”

...****...

“Aku hanya melihat biru pucat—yah, memang birunya kelihatan aneh.”

“Masa? Kau harus menatapnya cukup lama agar bisa melihat warna hijaunya. Kontras dengan Antares yang merah mencolok dan Spica yang putih akan membuat warna hijau Zubeneschamali muncul sedikit.” Suara Kian terdengar serius.

Summer menuruni tangga dengan dahi berkerut saat menemukan Kian yang duduk dengan posisi sedikit membungkuk ke arah Alkaios, begitu pun sebaliknya. Mereka seperti tengah berdiskusi tentang masa depan negara.

“Aku benci ketika tidak bisa melihat hal-hal yang spektakuler.” Alkaios berdecak, wajahnya menjadi tertekuk. “Temanku dari daerah ekuator juga sering pamer bisa melihat Crux dan False Cross dari jendela rumah, bersebelahan, seperti peniru yang dipergoki pemilik wajah asli. Rasa-rasanya sudah cukup aku melihat Polaris setiap hari, aku juga mau lihat Rigil Kentaurus dan Hadar, menerka posisi Proxima Centauri dan planetnya.”

“Setidaknya kita bisa melihat Cassiopeia dan Big Dipper … meskipun tidak sefantastis pecahan Argo Navis—setidaknya kita punya bahan untuk menghibur diri.” Kian menepuk-nepuk bahu Alkaios.

“Minggat saja ke selatan kalau begitu,” kata Summer begitu tiba di anak tangga paling bawah. “Kalian bisa menikahi bintang-bintang itu di sana.”

“Seperti kau yang menikahi ikan buntal dalam mimpimu, lalu menggorengnya dengan kejam?” Kian bersedekap santai sambil menyilangkan kaki.

“Seperti aku yang tidak pernah membuang tiga jam tidurku untuk memandangi hal bodoh macam Pleiades.” Summer mengerling. “Aku tidak punya waktu untuk omong kosong ini. Ayo berangkat.”

“Kuharap kau cukup bijak untuk selalu berkendara di belakang mobil pembawa kayu,” kata Kian pada Alkaios. “Kita beruntung jika ada kayu gelondong yang mau mencium kening adikku tersayang.”

“Aku akan menjaga adikmu baik-baik.” Alkaios bangkit berdiri.

“Ah, satu lagi.” Kian ikut beranjak berdiri, berkata pelan pada Alkaios, “Dia memakai riasan agar tidak terlihat konyol—hanya itu alasannya, tidak ada yang lain. Sebaiknya mulai biasakan dirimu dengan kenyataan.”

Summer memutar mata dan melenggang pergi setelah Kian menepuk bahu Alkaios dua kali dengan ekspresi bersimpati. Tak lama setelah keluar dari rumah, Alkaios dengan cepat menyejajari langkahnya.

“Ibu Archilles ini seperti apa orangnya?” Summer membuka suara.

“Tajam, keras kepala, merasa paling benar … sebenarnya cukup loyal jika sudah menyukai sesuatu. Dia paling tidak tahan dengan cara-cara licik rendahan.” Dengan sigap Alkaios membukakan pintu mobilnya untuk Summer, memblokir sisi pintu kursi penumpang belakang agar Summer duduk di depan. Perempuan itu melirik tajam dan mendengus sebelum masuk ke dalam mobil. “Tante Diana tidak menyukai Allura bukan karena latar belakangnya sebagai anak dari panti asuhan, semata-mata karena Allura menggunakan cara kotor untuk menyabotase perjodohan kakaknya dan Archilles,” tambahnya setelah duduk di belakang kemudi.

“Memangnya bagaimana tepatnya Allura bisa menikah dengan Archilles?” Summer melintangkan sabuk pengaman ke depan tubuh, lantas memastikan keamanannya sudah terkunci.

Deru rendah mobil terdengar, lalu tak lama kemudian Alkaios mengemudikan mobilnya memutari taman luas kediaman Almaja.

“Paman Dimitri memang sudah berencana menjodohkan Archilles dengan putri kandung Tuan Declan, Melody Sanders. Kau tau, pernikahan politik untuk mengukuhkan posisi kedua politisi itu. Tanggal pertunangan sudah diputuskan. Namun, tiba-tiba saja foto Archilles dan Allura di sebuah hotel tersebar di seluruh media, menciptakan kegemparan. Aku ingat sekali bagaimana carut-marutnya keadaan keluargaku saat itu.” Pandangan Alkaois sedikit menerawang ke depan, matanya birunya berpendar tertimpa cahaya matahari yang mulai tergelincir ke barat.

“Belakangan baru diketahui jika Allura yang merancang segalanya,” lanjut Alkaios. “Membayar wartawan, menipu Archilles agar masuk ke kamar hotel bersamanya, pura-pura jatuh untuk membuat posisi mereka terlihat ambigu dari sudut kamera yang tepat. Foto mereka menjadi konsumsi publik keesokan harinya, rumor merebak ganas. Paman Dimitri tidak punya pilihan selain memberi pengumuman bahwa calon tunangan Archilles sejak awal adalah Allura, bukan Melody, dan tanggal pernikahan mereka sudah ditentukan. Kalau tidak begitu, skandal akan merusak reputasi keluarga Meridian.”

Menipu Archilles? Salah satu alis Summer terangkat skeptis. Pria itu bahkan langsung bisa mencium kejanggalan kehadiran Summer hanya dalam dua kali pertemuan, atau bahkan mungkin sudah merasakan sesuatu yang aneh sejak pertemuan pertama mereka di galeri, namun bisa dibodohi Allura begitu saja? Apa benar itu Archilles Meridian yang sama?

Semakin mengenal Archilles, Summer menemukan banyak sekali kontradiksi, tanpa berhasil merumuskan satu pun sifat asli pria itu.

...****...

Daftar Istilah

Zeus: Pemimpin para dewa dalam mitologi Yunani, memiliki kekuatan untuk mengendalikan langit dan bumi, dikenal dengan nama dewa cuaca, dewa iklim, dan dewa takdir (KBBI).

Medusa: Makhluk wanita mengerikan dalam mitologi Yunani, rambutnya berupa ular-ular kecil, sinar matanya dapat membuat orang yang memandangnya berubah menjadi batu (KBBI).

Zubeneschamali (Beta Librae): Bintang paling terang di konstelasi Libra. Zubeneschamali sebenarnya bintang biru-putih, namun karena sensitivitas mata manusia terhadap cahaya (terlebih jika dilihat dengan mata telan-jang), hamburan atmosfer, faktor psikologis, dan kontras warna simultan dengan Antares dan Spica, beberapa pengamat bisa melihat warna hijau samar.

Antares (Alpha Scorpii): Bintang superraksasa merah sekaligus bintang paling terang di konstelasi Scorpius, menjadi salah satu bintang paling mudah dikenali.

Spica (Alpha Virginis): Bintang biru-putih yang menjadi bintang paling terang di konstelasi Virgo.

Crux: Konstelasi berbentuk salib yang dijadikan sebagai penanda arah selatan. Crux terlihat dari ekuator dan wilayah di lintang selatan. Empat bintang utama: Mimosa, Gacrux, Imai, dan Acrux.

False Cross: Empat bintang dari konstelasi Carina dan Puppis yang membentuk salib yang mirip Crux, namun lebih besar: Avior–Aspidiske (Carina) dan Markeb–Alsephina (Puppis). Karena bentuknya yang menyerupai Crux, orang-orang menyebutnya sebagai Salib Palsu (False Cross). (Januari dini hari dari Indonesia, terutama Pulau Jawa, Crux dan False Cross berada di langit selatan cukup tinggi, agak bersebelahan).

Polaris (Alpha Ursae Minoris/Bintang Utara): Bintang paling terang di konstelasi Ursa Minor yang tidak pernah terbit dan tenggelam (beredar dengan radius yang sangat kecil), sehingga digunakan sebagai penunjuk arah utara. Polaris hanya terlihat di belahan bumi utara dan dekat ekuator.

Rigil Kentaurus (Alpha Centauri A): Komponen bintang paling terang di sistem Alpha Centauri, konstelasi Centaurus. Rigil Kentaurus menjadi salah satu bintang yang paling mudah dikenali di langit selatan.

Hadar (Beta Centauri): Bintang paling terang kedua di konstelasi Centaurus, posisinya dekat dengan Rigil Kentaurus.

Proxima Centauri: Bintang katai merah (red dwarf) yang menjadi bagian dari sistem bintang Alpha Centauri. Alpha Centauri yang dari sudut pandang Bumi dengan mata telan-jang hanya terlihat sebagai satu titik cahaya, sebenarnya terdiri dari tiga bintang: Rigil Kentaurus (Alpha Centauri A), Toliman (Alpha Centauri B), dan Proxima Centauri (Alpha Centauri C). Proxima Centauri adalah bintang yang paling dekat dengan Matahari. Planet yang mengorbit Proxima Centauri, Proxima Centauri B, adalah eksoplanet terdekat dari Tata Surya.

Cassiopeia: Konstelasi di langit utara yang berbentuk huruf W atau M tergantung sudut pandang dan rotasi Bumi. Lima bintang utama: Caph, Shedar, Navi, Ruchbah, dan Segin. Banyak orang menggunakan Cassiopeia sebagai navigasi untuk menemukan Galaksi Andromeda karena letaknya yang berdekatan.

Big Dipper (Biduk Besar): Sebuah asterisme (pola bintang yang mudah dikenali, bukan rasi bintang resmi) yang terdiri dari tujuh bintang terang di konstelasi Ursa Major, membentuk seperti gayung atau bajak, dan sangat berguna untuk menemukan Polaris.

Argo Navis: Konstelasi kuno berukuran raksasa di belahan langit selatan yang melambangkan kapal Argonauts dalam mitologi Yunani. Karena terlalu besar, pada abad ke-18, Argo Navis dipecah menjadi tiga rasi: Carina, Puppis, dan Vela.

1
Amaya Fania
jujur paling suka kalo kian muncul. ketawa mulu kalo lagi berantem sama summer, saling ejek, tapi diem diem sayang adek
Amaya Fania
penasaran lanjutannya, ayo lanjut kak
aspidiske ☆: okaii 😳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!