kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Pak Santo yang mendengar azam ngomong seperti itu membuat pak Santo geram dan ngedumel "sialan tuh bocah pakek teriak teriak lagi, bisa terancam aku in. mudah mudahan gak ada yang curiga sama aku".
disisi lain si tuyul yang di belang pak Santo memberi kode ke Azam dengan jari telunjuk yang menempel ke bibirnya " Sssttttt " agar azam jangan ngomong lagi.
si azam yang melihat tuyul itu pun heran maksudnya apa yang d kodein tuyul itu. karena bingung, azam bertanya sama ibunya
" bu, maksudnya apa ya kalau kek gini (sambil mencontohkan si tuyul)
" kamu kenapa tanya begitu nak ? " ucap Wati
" itu si ndull bu, buat kek gitu itu apa artinya ? "
wati melirik ke pak Santo dengan heran karna ada si ndull yang di bilang sama azam. padahal tidak ada apa apa.
" itu artinya diam jangan berisik nak " walaupun heran si ibu tetap menjawabnya
" owhh jadi itu artinya hahaha" si azam tertawa karna baru tau arti kode itu
" emang kenapa nak,,,kamu lihat apa,,? " tanya Wati
" itu bu si ndull yang di gendong bapak tu,,,dia buat kek gini bu ( meniru apa yg di buat tuyul ) "
ibu wati pun heran dengan tingkah anaknya itu.
" ndull emang kenapa gak boleh berisik kenapa harus diam aku " teriak azam ke tuyul itu.
si tuyul pun menepuk jidatnya karna dia takut nanti di tanya majikannya setelah pulang dari situ.
si tuyul pun membatin " aduhhh zam,,zam, mampus aku zam "
pak Santo yang mendengar teriakan si azam pun udah mulai gak tenang. dengan langkah cepat pak Santo langsung kabur, takut para warga mencurigai pak Santo.
melihat pak Santo yang sudah berjalan cepat dan menghilang itu, para ibu ibu jadi heran
belum lagi apa yang di perbuat azam anak dari ibu wati. dan ada beberapa ibu ibu yang mulai mencurigai pak Santo.
ibu wati yang sudah selesai berbelanja segera membayar. dengan cepat ibu wati membawa azam segera meninggalkan warung.
setelah setengah perjalanan bu wati mulai bertanya maksud dari anaknya. " Azam tadi kenapa kamu teriak seperti itu ke pak Santo ? "
" owh itu bu, azam liat teman azam. dia lagi di gendong bapaknya makanya azam panggil si ndull " jawab azam dengan polosnya
" Ibu gak lihat pak Santo gendong anaknya zam " dengan wajah mengernyit
" masa ibu gak lihat ? azam aja jelas lihatnya kok " ucap Azam
ibu wati lebih terheran lagi, pasalnya pak Santo belum memiliki anak, trus apa yang di lihat azam. apa mungkin yang di dengar saat ibu ibu pada gosip tadi. apa jangan jangan selama ini pak Santo pelihara tuyul. itu lah yang terpikirkan oleh ibu wati.
sampai tak terasa ibu wati dan azam sudah sampai rumah, meletakan semua belanjaan di dapur dan memulai masak untuk siang nanti. sedangkan azam kembali bermain dengan mainannya.
di sisi lain pak Santo yang sudah menjauh akhirnya berhenti dan menurunkan tuyul peliharaannya. pak Santo memandang tuyul tersebut untuk memberikan penjelasan soal tadi, si tuyul jadi gemetaran karena di tatap tajam sama pak Santo.
" ekhemm,,,coba kau jelaskan siapa anak itu dan kenapa bisa kenal sama kamu " tanya pak Santo
" emm,,anu,,anuu,,,tuan " jawab tuyul gemetaran
" anu anu apa haah " bentak Pak Santo
" anu tuan,,,dia azam,,dia bisa lihat saya. semalam dia ajak saya main " jawab jujur Tuyul
" owhhh pantesan kamu semalam setorannya sedikit ! rupanya kamu banyak mainnya ya ! "
si tuyul hanya menundukan kepalanya karena di marahi tuannya.
" mulai besok kita jangan di kampung sini lagi. bahaya karena sudah ada anak sialan itu dan untuk kamu jangan lagi banyak mainnya. kalau gak aku kurung kamu di botol minyak kayu putih " tegas pak Santo
" siap tuan saya tidak main lagi. ,jangan kurung saya tuan apa lagi di botol minyak kayu putih " jawab tuyul yang sudah ketakutan karena di ancam akan di kurung di botol minyak kayu putih.
" itu kan sempit bangeti kalo di kurung di situ " batin tuyul.
dirumah bu wati masih sibuk dengan pekerjaan dapurnya, sedangkan azam lagi sibuk dengan mainannya. tiba tiba azam melihat kedatangan wanita yang sebaya ibunya azam dan ternyata itu bu Rani teman ibunya.
" Assalamualaikum ehh ada azam,,,ibu kamu ada nak " tanya ibu Rani
" Walaikumsalam iya tante, ibu ada di dapur lagi masak " jawab Azam sambil memanggil kan ibunya.
" silahkan masuk Ran ,tumben kamu main kesini " ibu wati kedepan menyuruh Rani masuk
" iya wati mumpung lagi ada waktu makanya bisa main kesini " jawab Rani sambil masuk dan duduk di sofa
" sebentar aku buatkan minuman dulu. udah lama juga kamu gak main kemari pengen ngobrol ngobrol juga " ucap Wati tersenyum
" aduhhh gak usah repot repot wati. iya aku juga pengen ngobrol banyak sama kamu " jawab Rani seraya tersenyum juga
ibu wati pergi ke belakang untuk membuatkan minuman. setelah membuat minuman, bu wati membawa ke ruang tamu dimana bu Rani duduk dan setelah itu mereka mengobrol.
dari obrolan itu di ketahui bahwa bu Rani selama ini belum menikah sampai saat ini. entah kenapa setiap mau nikah pasti ada aja kendalanya. dan saat ini sudah ada yang mau meminang bu Rani. takut akan sebelum sebelumnya bu Rani curhat akan nasibnya.
tengah asik mengobrol datang azam dengan berbicara yang mengagetkan ibu wati dan bu Rani.
" bu,,,kok bikin minumnya dua ? kan ada oom itu juga. masa gak di buatin " tanya azam dengan polosnya.
deghhh,,,,
mereka kaget mendengar apa yang di bilang azam. maksudnya apa cuma di buat dua minuman sedangkan mereka cuma berdua. bu Rani jadi heran juga kenapa azam bilang gitu.
" azam,,,kan ibu sama tante Rani aja berdua disini jadi emang dua dong nak" jawab ibunya yang heran
Azam : " jelas jelas bertiga kok bu,,,itu ada om nya juga ngapain oom itu berdiri aja di situ,,,duduk aja om " sembari azam menyuruh sosok tersebut untuk duduk
Ibu Rani : " azam,,,tante kan datang sendiri,,,kan azam liat sendiri tadi,,tante datang cuma sendiri " jawab Rani sambil menjelaskan ke azam
" lah terus oom itu siapa bu tante ? kenapa ikut masuk juga ? masa gak lihat ibu sama tante ada oom itu " jelas azam yang juga heran karena ibunya dan tantenya gak bisa lihat sosok tersebut dengan muka yang mengkerut.