siap baper dan siap ngakak guling-guling..
Bab ratusan mungkin sampai ribuan ya..
Karna semua kumpul jadi satu!
Biar gak pusing bacanya ...
eits... tapi jangan sawan dulu pas liat babnya. .. satu bab isinya sedikit emang paling enak kalo Marathon bacanya.
masih ongoing karna reasders setia gak mau pindah kamar!
Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda berumur 27tahun yang di nikahkan secara mendadak oleh orangtuanya dengan gadis cantik berumur 20tahun seorang anak yatim yang bekerja di sebuah panti asuhan.
Reza..
sosok pria yang humoris dan berhati hangat siap tak siap mau tak mau akhirnya menyetujui menjadi suami dadakan untuk Melisa, ia menerima pernikahan itu karna lelah terpuruk di tinggal kan kekasihnya.
Melisa yang Polos dan biasa mengurus semuanya sendiri membuat Reza merasa nyaman dengan nya..
meski pada akhirnya kerikil kerikil kecil datang menghantam rumah tangga mereka yang baru saja merasakan kekuatan cinta.
sanggupkah keduanya bertahan?
konflik gak berat ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
🌻🌻🌻
"Ambil semua,Ra!" titah Reza pada Melisa yang masih sibuk menimbang barang mana yang harus ia beli.
"Jangan asal beli, Mas nanti jatuhnya mubazir," jawab Melisa.
Reza kembali menurut dan mengekor di belakang istrinya, ia masih mendorong trolly yang hampir penuh dengan barang belanjaan.
"Udah,Mas cukup!"
" Ok, kita ke kasir ya"
Melisa mengangguk, keduanya langsung menuju area kasir untuk melakukan transaksi pembayaran
"Kamu tunggu aja disana,biar aku yang antri"
"Gak apa-apa,Mas aku disini aja bareng kamu"
Melisa merapatkan tubuhnya pada Reza dengan wajah sedikit masam, ia sangat terganggu dengan tatapan orang-orang disekelilingnya yang seakan mencari perhatian suaminya..
"Kamu kenapa?" tanya Reza aneh.
"Enggak, aku gak apa-apa"
"Ya udah,"
Reza yang sedikit peka dengan situasinya merangkul bahu Melisa mesra, ia sesekali mengecup pucuk kepala istrinya lembut.
Aku kenapa sih, bener bener gak nyaman banget.. bathin Melisa, kesal.
******
Sampai di apartemen, Melisa langsung membereskan barang belanjaannya, Ia menyusun semua dengan rapih sesuai tempatnya.
"Mas Reza mau makan disini apa dirumah?" tanya Melisa dari arah dapur.
"Disini aja,Ra!"
Reza masih sibuk menata meja kerjanya di dalam kamar yang esok akan mereka tempati.
"Mau dimasakin apa?" tiba-tiba Melisa datang menghampiri.
"Cumi, boleh juga tuh!"
" Ok, tapi mas Reza mandi dulu gih" ucap Melisa sembari muntup hidungnya.
Reza yang merasa di ledek langsung bangun dan menghampiri istrinya, ia peluk tubuh langsing itu erat-erat tanpa ampun sampai Melisa harus kehabisan tenaga karna meronta.
"Ampun, Mas"
kini entah berapa tanda merah yang di buat suaminya itu, hukuman yang harus ia terima karna berani menggoda singa yang lapar.
"Mas Rezaaaaaa,!!!" teriak Melisa di depan cermin saat ia menyingkap rambut panjangnya, terlihat beberapa jejak peninggalan sang suami di lehernya.
Reza tertawa terbahak bahak di kamar mandi saat mendengar teriakan istrinya itu, namun ia pun tersenyum getir karna hanya mampu melakukan hal itu sejauh ini.
Bukan tak ingin, Namun ia belum sanggup menyentuh saat hatinya belum mencakup nama istrinya sepenuhnya.
***
Reza berjalan santai menuju dapur, apartment yang memang tak terlalu luas, hanya ada tiga kamar tidur, dapur, satu kamar mandi dan ruang tengah yang luas.
Ini memang impiannya setelah menikah nanti, ia tak ingin rumah mewah seperti rumah kedua orangtuanya.
"Udah Mateng belum?" tanya Reza.
"Iya, ini baru mau di pindahin ke piring"
Dengan cekatan kedua tangannya langsung menyiapkan semua masakan dan menaruhnya di atas meja makan, Melisa mengambil piring dan menaruh nasi di atasnya beserta lauk dan sayurnya.
"Habisin, ya!!" titah Melisa.
"Iya dong, wangi banget, Ra!"
Reza langsung melahap makanannya sampai habis tak bersisa, ia sangat menikmati masakan yang di buat istrinya.
"Kita pulang,Mas?" tanya Melisa sambil merapihkan piring kotor.
"Iya, besok baru kesini lagi,banyak kerjaan aku yang masih dirumah" jawab Reza yang bersandar di punggung kursi.
"Ya udah, aku rapihin dulu ya"
Reza menunggu istrinya membereskan dapur, matanya tak lepas dari tubuh Melisa yang kesana kemari merapihkan semuanya..
Tuhan memberiku yang lebih dari indah..
***
Reza merapatkan pelukannya di tubuh Melisa sambil mengusap punggungnya agar cepat terlelap.
"Mas Reza serius sama pernikahan ini?" tiba-tiba pertanyaan Melisa membuat Reza terkejut.
"Kenapa nanya gitu?"
"Ya, gak apa-apa cuma tanya aja, kenapa mas Reza mau nikah sama perempuan kaya aku"
Reza terkekeh dengan penuturan istrinya itu, ia merasa gemas dengan apa yang di ucapkannya.
"Memang kamu seperti apa?" Reza balik bertanya.
"Ya aku cuma perempuan biasa, kadang ngerasa gak pantes disamping mas Reza" lirihnya sedih, ia mengingat kejadian tadi siang saat berada di swalayan.
"Jangan fikirkan orang lain, Ra. Hidupmu hanya boleh fokus untuk kita" ucap Reza sembari mengecup kening istrinya.
"Tapi...Mas!"
Masih ada yang mengganjal dalam hatinya yang seakan tak bisa ia ungkapkan.
"Sudah, kita tidur ya, udah malam"
"Mas...apa boleh aku bertanya?"
"Apalagi, Ra?"
"Apa alasan mas Reza menikahiku?"
"Alasan?" Reza balik Bertanya.
"Ya, Alasan mas Reza apa? sedangkan kita bertemupun belum pernah sebelumnya"
"Alasanku simpel,Ra!" jawab Reza santai
" Iya, apa?" tanya melisa gemas karna penasaran.
"Aku cuma mau bahagia, dan ternyata Tuhan kasihnya kamu!!!"
Melisa yang mendengar alasan suaminya itu langsung tersipu malu, ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Reza, bagian tubuh yang menjadi tempat ternyaman nya..
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Like....like...like...
komennya ya jangan lupa!!!!