NovelToon NovelToon
Affair With My Bos

Affair With My Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Dahlia seorang istri yang sangat dikecewakan suami yang sangat dicintainya. Namun Dahlia tetap memilih untuk bertahan mempertahankan rumah tangganya. Dahlia tidak mau seperti ibu dan kakaknya yang menyandang status janda juga. Dahlia pun lebih memilih melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya dengan menjalin hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat Belas

"Dia siapa?."

Tanya Vera saat melihat foto Dahlia ada di atas meja kerja sahabatnya, Liana.

"Istri dari pegawaiku, Ryan."

"Istri?."

"Iya, namanya Dahlia. Ryan sangat mencintainya."

"Ah gila sih, ini, Adnan menjalin hubungan dengan istri orang. Mau jadi perebut bini orang apa Adnan?. Atau jangan-jangan Adnan ditipu perempuan itu?."

Vera segera menghubungi Pak Adnan guna mengetahui kebenarannya. Namun sayangnya tidak direspon.

"Bagaimana?."

"Mungkin Adnan sedang sibuk."

"Tapi kamu yakin Adnan memiliki hubungan dengan Dahlia?."

"Iya, orang aku udah ketemu di rumah Adnan."

Kemudian Liana tersenyum lebar.

"Kenapa senyum?."

"Berita ini sangat bagus untukku tapi mungkin nggak untukmu kalau kamu mau balik sama Adnan. Sejujurnya aku sangat mencintai Ryan, aku bisa mendekatinya kalau Dahlia sama Adnan."

"Oh, gitu, tapi apa nggak ada laki-laki lain?. Kenapa harus yang lebih muda?."

Liana menarik napas panjang.

"Sama yang lebih tua atau seumuran pun nggak jadi jaminan apa-apa. Tapi hatiku udah memilihnya. Kaya kamu aja, nggak mau balik sama Adnan tapi nyeselnya ampe sekarang karena kesempatan nggak datang dua kali. Iya 'kan?. Sekarang Adnan malah udah sama Dahlia."

Kedua orang yang sudah disebut namanya sedang sibuk di meja kerja masing-masing. Keduanya masih sangat profesional jika di kantor, hanya sesekali saja Pak Adnan yang iseng suka menggoda Dahlia melalui pesan singkat atau telepon.

Sambil tersenyum Dahlia menatap ponselnya yang kembali bergetar setelah beberapa kali dibiarkan mati.

"Angkat teleponnya, Dahlia, berisik."

Lusi melemparkan kertas hingga mengenai punggung Dahlia.

"Oke."

Dahlia mengambil ponselnya lalu mengikuti kata Lusi.

"Halo."

"Aku tunggu di pantry, sekarang!."

"Iya."

Sambil tersenyum Dahlia memasukkan ponsel ke dalam saku bajunya. Lalu berjalan menuju pantry di mana Pak Adnan sudah menunggunya.

Keduanya sama-sama tersenyum saat sudah saling berhadapan.

"Makanlah! Habis itu minum obat."

"Pak Adnan udah makan?."

"Belum."

"Kita makan bareng aja."

Lalu Dahlia meminta Pak Adnan duduk, lebih dulu menyuapi Pak Adnan lalu kemudian dirinya sendiri. Pak Adnan tidak mau kalah, secara bergantian mereka makan saling menyuapi.

Dahlia sudah meminum obatnya sebelum mereka keluar dari pantry. Bersamaan dengan Lusi yang akan ke toilet yang harus melewati pantry.

Lusi segera kabur berlari dengan banyak tanya di kepalanya. Dahlia dan Pak Adnan keluar dari pantry. Habis apa mereka?.

"Kadang Lusi mulutnya ember."

Jujur saja Dahlia takut Lusi menyebarluaskan gosip dirinya dan Pak Adnan.

"Biar aja, aku nggak masalah."

"Iya, Pak Adnan nggak masalah. Tapi aku, mereka pasti mikirnya aku yang menggoda, kegatelan, murahan."

"Tenang, nggak akan ada yang berani menggosip."

Dahlia mengangguk lalu kembali ke meja kerjanya. Dan Pak Adnan menelepon seseorang.

*

Dahlia sudah berada di rumah mamanya, bukan hanya Dahlia saja melainkan sudah ada Ryan.

"Kamu minta cerai dari Ryan?."

"Iya."

"Kenapa?. Kata kamu semuanya baik-baik aja, terus kenapa minta cerai?."

"Kita udah nggak cocok lagi, ma."

Dahlia masih menjaga perasaan mamanya, tidak mau merusak nama Ryan di depan mamanya.

"Nggak ada rumah tangga yang langsung cocok, Dahlia. Pasti ada bedanya, tapi itu bisa disesuaikan dan dibicarakan bukan minta cerai."

"Tapi aku mau cerai, ma."

"Berarti bener, kamu ngotot minta cerai karena sudah tergoda laki-laki lain."

Dahlia memicingkan matanya sambil menatap Ryan. Pasti pria itu sudah mengatakan yang tidak-tidak tentangnya.

"Eling, Dahlia!." Kamu harus menghentikan kegilaan kamu ini. Dosa merusak rumah tangga, apalagi karena kamu suka laki-laki lain. Kurang apa lagi coba? Ryan sebagai suami kamu sangat sempurna. Seharusnya kamu bersyukur, nggak banyak tingkah."

Dahlia menarik napas sangat panjang, sudah bisa ditebak jika mamanya akan percaya pada Ryan. Tapi Dahlia tidak mau menyerah begitu saja, tadinya dia tidak mau menyakiti mamanya dan masih mau menutup rapat perbuatan bejat suaminya.

Dahlia mengeluarkan ponsel lalu memperlihatkan video tidak senonoh antara suaminya dan Ryan.

Mama terdiam lemas, meski jijik melihatnya namun demi sebuah kebenaran dilakukannya walau hanya sepenggal saja.

"Mama masih percaya dan membelanya?. Akan membenarkan perbuatannya walau mungkin udah bilang ke mama mereka berdua melakukannya karena efek obat?. Mama seorang yang pernah menjadi istri dan tahu betul apa yang terjadi. Tapi aku nggak bisa maksa kalau mama masih mau percaya pada orang ini dan aku tetep mau cerai darinya."

Mata basah mama menatap Ryan, mama sangat kecewa atas kelakuan menantu satu-satunya yang sangat dipercayainya.

"Ma, tolong percaya padaku."

Ryan mendapatkan penolakan saat akan meraih tangan mama mertuanya.

"Ada beberapa kesalahan yang bisa dimaafkan tapi nggak bisa dilupakan. Salah satunya ini, kami terluka karena kelakuan orang-orang terdekat kami yang kami anggap akan menjadi pelindung kami. Tapi nyatanya mereka meninggalkan ingatan yang buruk."

"Sumpah, ma, aku nggak brengsek seperti suami mama dan kak Manda. Aku berbeda dengan mereka berdua."

Terus saja Ryan membela diri, berusaha membuktikan dirinya lebih baik dan tidak bersalah.

"Kembalikan Dahlia dengan baik-baik pada mama dengan jangan persulit perceraian kalian."

"Aku nggak akan menceraikan Dahlia, ma."

"Tapi pengadilan bisa memutus cerai kita berdua."

Dahlia yang buka suara sambil memberi kode supaya Ryan segera keluar dari rumah mamanya.

Meski Ryan sangat menolak untuk pergi, tapi dia tidak memiliki pilihan lain saat mama mertuanya meminta langsung padanya untuk pergi jika masih ingin dianggap baik oleh keluarganya.

Lalu kemudian mama memeluk Dahlia sambil berurai air mata.

"Tolong maafkan, mama, Dahlia. Ini seperti kutukan saja, kamu harus menjadi janda juga. Pasti ini sangat berat untukmu."

Lalu Dahlia melerai pelukan, menghapus air mata mamanya.

"Pada awalnya ini sangat berat untukku, ma, tapi kejadian yang kedua ini aku bisa menerimanya dan aku putuskan cerai."

"Jadi ini kejadian yang kedua kali?."

"Iya, tapi yang pertama aku masih mempercayainya karena nggak ada bukti. Belajar dari yang pertama makanya aku memberanikan diri mencari kebenarannya walau sangat pahit."

"Tapi bener nggak apa yang dibilangnya, kalau kamu juga selingkuh dengan laki-laki lain."

Kini Dahlia diam.

"Kalau udah siap tolong cerita sama mama, mama akan mendengarkan dan nggak akan menghakimi."

"Makasih, ma, nanti aku cerita sama mama."

Dahlia sudah kembali berada di kamar yang selama ini dibiarkan kosong. Sesekali ditempati kalau menginap di rumah mamanya.

Ponsel yang ada di sampingnya bergetar, sambil tersenyum dia meraih ponselnya lalu menjawab panggilan telepon dari Pak Adnan.

"Pasti kangen sama aku, ya, Pak?."

Terdengar suara tawa Pak Adnan dari seberang sana.

"Sangat kangen, Ia. Tapi bisa apa aku?. Kamu lebih memilih pulang ketimbang tinggal di sini. Tapi bagaimana di sana?."

"Aman, mama percaya dan berada dipihakku."

"Bagus, se-nggaknya kamu punya support system yang sangat luar biasa kuat."

"Iya, karena Pak Adnan juga."

"Aduh, Ia, hidungku terbang. Tolong kamu tangkap dan bawa ke sini."

Dahlia tertawa yang kemudian disambut tawa Pak Adnan juga.

1
Yanti Gunawan
gak adil banget buat dahlia😫😭😭
Siti Sarifah
keren
Siti Sarifah
ceritanya selalu bagus, gk pernah gagal untuk membuat pembaca ikut larut dlm emosi dr cerita
Linda Yohana
Bagus novelnya
Yanti Gunawan
mbok yo d banyakin thor thor jangan pelit" up😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!