NovelToon NovelToon
Masalalu Yang Terulang

Masalalu Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Time Travel / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Mengubah Takdir / Jujutsu Kaisen
Popularitas:133
Nilai: 5
Nama Author: YuniPus

Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Bab 19 – Sekumpulan Anak Dari Keluarga Berpengaruh

Di bawah sinar bulan, bayangan memenuhi hutan.

Suasana yang romantis.

Setelah memijat memar Sekar, Arya memandang Sekar yang perlahan-lahan mengenakan pakaiannya kembali. Mereka hanya terdiam.

Sekar mengangkat kepala melihat Arya. Ekspresi tenang dan serius dari wajahnya, merasakan kehangatan dari daerah memar tersebut, Sekar begitu bersyukur. Jika ini bukan karena bantuan Arya, ia tak tahu sampai kapan ia dapat menahan sakit. Arya yang telah menyelamatkannya dari penderitaan tak berujung.

Entah mengapa Arya merasa canggung dengan tatapan itu, setelah itu, beberapa bagian yang harusnya tak tersentuh telah disentuh, dan mereka merasa lega telah selesai.

"Arya, kau telah menyinggung Keluarga Keraton, kau harus waspada." Sekar tahu bahwa Keluarga Keraton tak tahu malu dan kejam. Tahun itu saat keluarganya menolak masuk ke dalam perangkap Keluarga Keraton menyebabkan lebih dari 80% properti milik keluarga dikuasai oleh Keluarga Keraton, membuat mereka tak punya pilihan selain bergantung pada Keluarga Keraton.

Hingga saat ini keluarga Sekar, Keluarga Naga Bersayap, belum dapat bangkit dari keterpurukan, menjadi urutan terakhir dari keluarga terpandang dan tak lama lagi masuk ke dalam golongan keluarga aristokrat.

"Aku tahu, Keluarga Keraton gemar akan ketenaran, jadi mereka tak akan mencelakaiku. Aku jamin mereka akan menunggu beberapa bulan hingga semuanya tenang sebelum melakukannya," kata Arya sambil tersenyum samar. Setelah beberapa bulan, ia akan mempunyai sebuah pertahanan.

Melihat mata Arya yang penuh percaya diri, Sekar dapat merasakan bahwa seberapa besar tantangan yang akan Arya hadapi tak menjadi masalah. Sekar begitu mengagumi Arya.

"Ambillah sebuah kristal yang tak terpakai setelah kau kembali, Aku akan melihat bakat alami yang kau miliki." Kata Arya pada Sekar. Dengan saling pengertian di antara mereka, Arya tahu bahwa Sekar adalah gadis yang baik. Tak ada yang tahu jika satu hari nanti Sekar akan menjadi penolongnya. Arya memutuskan untuk mengajarkan teknik kultivasi yang begitu kuat.

"Kristal yang tak terpakai? Untuk apa?" tanya Sekar sambil mengeluarkan kristal jiwa dari kantong, "Aku punya 3 buah."

"Jadi kau membawanya, bagus." tawa Arya, mengambil salah satunya, "Masukkan kekuatan jiwa mu ke dalamnya dan aku akan mengamati."

"Oke," Sekar mengangguk dan melakukan sesuai perkataan Arya, kristal mengeluarkan cahaya menyilaukan, perlahan-lahan membentuk Naga Bersayap terbang.

Arya takjub melihat Sekar "Kekuatan jiwa 83, atribut Angin Petir, bentuk Naga Bersayap."

Tak heran jika Sekar berlatih begitu cepat di masa lalu. Walaupun ia beristirahat selama 2 tahun di tempat tidur, pencapaiannya terus meningkat pesat. Ia telah memiliki Naga Bersayap, bakat yang ada di antara 10 ribu orang. Memiliki bentuk tersebut pencapaian akan meningkat pesat apa pun teknik yang di pasangkan. Jika ia berlatih dengan atribut Angin Petir maka hasilnya akan sangat luar biasa.

"Atribut Angin Petir, bentuk Naga Bersayap, apa itu?" tanya Sekar tak mengerti. Kebingungan yang nampak di kedua mata indahnya.

"Maksudnya kau sangat cocok untuk atribut Angin Petir." Arya berpikir sejenak lalu berkata, "Aku memiliki teknik kultivasi, aku akan memberikanmu."

Teknik ini ditemukan oleh Arya di kota tua yang hilang. Ini cocok untuk orang-orang yang memiliki bentuk Naga Bersayap untuk berlatih. Saat Sekar memulai latihan, pencapaiannya akan meningkat pesat, lebih cepat dibanding Arya dan lainnya.

Bentuk Naga Bersayap sangat luar biasa, Arya merasa iri!

"Teknik ini lebih kuat dibanding yang saat ini kau gunakan latihan!" Kata Arya sambil mengucapkan mantra ke teknik tersebut ke Sekar.

Sekar mengingat teknik tersebut, dan setelah mantra, ia merasakan kekuatan yang sesungguhnya dari atribut Angin Petir dan sangat kuat dan tak tertandingi! Semua teknik yang sebelumnya ia miliki tak berarti apa pun dibanding teknik ini!

"Teknik ini disebut teknik Kultivasi Naga Petir!" tawa Arya, "Teknik ini yang paling sesuai denganmu!"

"Terima Kasih." Sekar menatap Arya dengan penuh rasa syukur. Ia tak tahu bagaimana cara membalas kebaikan Arya, pertama ia menyembuhkannya dari sakit dan penderitaan, lalu memberikan teknik kultivasi yang kuat. Sambil menggigit bibirnya ia berkata, "Aku tak tahu bagaimana membalasmu, namun aku akan bersedia melakukan apa pun yang kau inginkan."

Mendengar perkataan Sekar membuat jantung Arya tak berhenti bergetar sambil melihat Sekar yang mempesona, ia tersenyum simpul dan berkata, "Kita adalah teman, membantu satu sama lain adalah hal yang wajar, saat aku ada masalah nanti, kau pasti juga akan membantuku, kan?"

"En," Sekar mengangguk, rasa kecewa terpancar jelas di mata cantik itu. Seandainya Arya meminta untuk menjadi kekasihnya saat ini juga, ia akan segera mengiyakan tanpa ragu.

Mereka berlatih selama beberapa jam. Sekar berlatih teknik Naga Petir beberapa saat. Lonjakan peningkatan yang luar biasa. Orang yang memiliki bentuk jiwa Naga Bersayap sangat beruntung sebab bakat ini hanya ada satu di antara puluhan ribu, di gabung dengan teknik kultivasi yang paling tinggi cocok untuk kondisi fisik, kecepatan peningkatan akan melonjak drastis.

Walaupun teknik Dewa Surgawi lebih kuat dibanding Naga Petir pada akhirnya, namun selama proses latihan kecepatan peningkatan Naga Petir lebih cepat dibanding Dewa Surgawi.

Saat fajar tiba, tubuh Sekar memancarkan cahaya cyan samar.

"Peningkatan Naga Petir begitu menakutkan, hanya beberapa saat, ia telah mencapai pinggiran peringkat perunggu bintang 1." Arya hanya bisa menahan perih. Ia, Darma, Bagas, dan tiga lainnya tak dapat dibandingkan dengan Sekar.

Saat Sekar membuka mata, Arya telah menghilang, tatapan mata Sekar menyiratkan kekecewaan. Sejak ia kecil, ia jarang bergaul dengan anak pria. Arya satu-satunya anak lelaki yang membuatnya menemukan cahaya baru. Memikirkan Arya, membuat Sekar merasakan kehangatan.

Jika ia tak pernah bertemu Arya, bagaimana suram kehidupan yang akan ia lewati? Tanpa dia bagaimana aku bisa seperti saat ini, penuh harapan?

Sekar telah memutuskan. Tak masalah jika Arya menyukainya atau tidak, ia akan selalu berada di samping Arya, hingga hari di mana Arya tak mengakui kehadirannya.

Saat ini, Jika para anak lelaki tahu akan keputusan Sekar, pasti mereka akan patah hati.

"Kekuatan Jiwa 92, aku akan segera mencapai tingkatan perunggu!" Sekar penuh dengan keringat, ia merasa tak nyaman, namun kulitnya tampak lebih lembut dan bening.

Setelah melihat ke arah Arya meninggalkannya, Sekar bergegas dan berjalan menuju pintu keluar area latihan.

Pagi hari

Setiap toko obat di Kota Kemuliaan kedatangan orang-orang misterius, berpakaian bagaikan pesuruh dari keluarga yang besar, membeli rumput Kabut Ungu di toko. Dengan jumlah yang sangat banyak bahkan persediaan untuk beberapa tahun telah terjual habis.

"Mengapa mereka membeli sebanyak itu?"

"Sepertinya aku mengenali mereka, mereka pelayan Nona Sekar dari Keluarga Naga Bersayap!"

Rumput Kabut Ungu, selain digunakan untuk mengusir serangga dengan cara dibakar, tak memiliki kegunaan lain. Berdasarkan jumlah Keluarga Naga Bersayap 10 pound sudah sangat cukup, namun pelayan itu membeli ratusan ribu pound, membuat mereka terheran.

Semua rumput Kabut Ungu dikumpulkan oleh pelayan Sekar. Beberapa toko bahkan sengaja menyediakan sesuai dengan permintaan mereka. Kemungkinan 3 tahun ke depan, Kota Kemuliaan akan kekurangan rumput ini, namun tak ada satupun yang peduli jika rumput ini tersedia atau tidak.

Saat Arya menerima kantong yang berisikan rumput tersebut, ia tercengang. Jumlah yang sangat banyak, ia takut jika jumlah uang yang dihabiskan sekitar ratusan ribu koin. Jumlah yang tidak sedikit!

Namun Sekar tak peduli, ia akan melakukan apa pun agar Arya bahagia. Selain itu ini hanya beberapa ratus ribu koin. Hal ini tak sebanding dengan teknik Naga Petir.

Mengetahui peningkatan Sekar yang pesat, melewati angka 90 dalam beberapa hari dan segera mencapai tingkatan perunggu bintang 1, seluruh Keluarga Naga Bersayap begitu bersemangat. Mereka menghadiahkan ratusan ribu koin dan materi latihan yang tak ternilai ragamnya, jadi ia tak kekurangan uang sedikit pun.

Meskipun kondisi keuangan yang menurun, seekor unta kurus lebih besar dibanding seekor kuda. Keuangan Keluarga Naga Bersayap masih sangat cukup, dan mereka tak pernah pelit jika itu berhubungan untuk latihan generasi penerus keluarga.

Dengan jumlah yang begitu banyaknya, Arya sangat puas. Walaupun ia tak dapat mengembalikan uang Sekar saat ini, namun tak akan lama lagi ia akan membayarnya kembali.

Darma atau Bagas pasti bingung. Mereka tak mengerti apa yang akan dilakukan Arya dengan rumput itu. Arya duduk di perpustakaan dan mulai menulis.

Siang itu, begitu banyak orang keluar masuk di perpustakaan. Darma dan Bagas sedang membaca beberapa buku yang berhubungan dengan pola inskripsi dan kemampuan bertarung dengan bimbingan Arya. Jika ingin meraih level tertinggi, pertama yang harus dilakukan adalah berpengetahuan.

Setelah berlatih teknik kultivasi, pengetahuan mereka telah mengalami beberapa peningkatan. Mereka tak akan lupa dengan pengetahuan umum dan kemampuan belajar mereka menjadi lebih cepat.

Tak jauh dari Arya dan kelompoknya, sekelompok murid sedang berkumpul, sangat ramai.

"Barang yang ada di tanganku ini merupakan salah satu perlengkapan baju baja yang disebut Gelap Menyala. Hanya untuk peringkat perunggu dan seharga ratusan ribu koin, kalian tak akan mampu!" salah satu murid dengan bangga memamerkan perlengkapan baja berwarna merah. Dengan postur tubuh yang tinggi mengenakan perlengkapan tersebut, pesona petarung terlihat di dirinya.

Ia adalah Chandra, termasuk salah satu keluarga terhormat. Keturunan langsung dari Keluarga Ilahi, 15 tahun dan telah berada di peringkat perunggu dengan bintang 5. Tak lama lagi meraih perak bintang 1. Di antara golongan keluarga terhormat, Keluarga Ilahi yang terkaya. Chandra cukup dikenal di antara murid lainnya, dengan jumlah saudara yang banyak.

"Mengenakan Gelap Menyala, tak akan terkalahkan oleh level di bawah peringkat perak!"

"Perlengkapan yang keren!"

Saat melihat hal itu, beberapa anak gadis melihat dengan ekspresi iri, di antara mereka ada yang mencoba untuk menggoda Chandra sejak dulu.

"Aku memberikan ini kepadamu" Chandra melambaikan tangan, melemparkan Gelap Menyala ke salah satu temannya.

Perlengkapan seharga 100 ribu koin, diberikan seperti itu? Semua orang tercengang bagai sekumpulan orang bodoh.

Barang senilai 100 ribu koin tak memiliki arti bagi seorang Chandra. Dengan senyum sinis ia berkata, "Aku membawa 6 rumput Suci Gelap berusia 5 tahun, berasal dari kediamanmu, selama kalian menjadi pengikutku dan bekerja keras, akan banyak keuntungan yang kalian dapatkan teman-teman!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!