Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanda tangan surat perceraian
Keesokan harinya pukul 12 siang,dimana hari yang tidak pernah bersarang dipikiran nya sejak dulu akhirnya tiba,saat ini Ia sudah berada di depan pengadilan agama untuk penandatanganan surat cerai.
Lusia tidak ikut karna mereka memiliki begitu banyak pekerjaan,karna peresmian brand nya semakin dekat.
Ia baru sampai dan langsung masuk menemui pengacara pribadi nya dan juga pengacara Oliver yang sudah Ia hubungi sendiri.
Saat ini di tangannya sudah ada surat cerai yang perlu tanda tangan nya dan juga Oliver, sehingga mereka akan berpisah secara resmi.
Ia tersenyum dengan mata yang sedikit perih ketika akhirnya Ia mencoret kan tanda tangannya di sana."Setelah ini benar-benar tidak ada lagi ikatan lagi dengan Oliver"
"Sebuah keberuntungan atau ke sesalan tidak memiliki anak di pernikahan kami"
Ia kembali tersenyum miris,jika masalah anak memang sejak dulu dirinya lah yang menolak untuk selalu menunda mereka mempunyai anak,karna Ia selalu berpikir kalau cinta suaminya akan terbagi dua jika mereka memiliki anak,selain itu Ia selalu berpikir jika memiliki anak maka tubuhnya tidak akan indah lagi sehingga akan membuat suaminya berpaling.
"Padahal kenyataannya memang dia tidak mencintai ku, sebenarnya itu lebih baik tidak memiliki keturunan di pernikahan kami karna itu hanya akan membuat anak ku menderita karna ayahnya sendiri tidak menyukai nya"
"Sejak awal wanita yang Ia cintai adalah Yasmine,dia juga hanya ingin keturunan dari wanita yang Ia cintai kan?",Ia mendesah pelan dan tersenyum sinis menatap jarinya yang sudah tidak ada lagi cincin yang selalu Ia pakai dan tidak pernah terlepas.
"Klien saya sudah menandatangani surat perceraian,sekarang hanya menunggu tanda tangan dari pihak pria agar bisa di selesaikan dengan cepat dan persidangan bisa di lakukan beberapa hari ke depan"
Pengacara Oliver saat ini mengangguk, sejak tadi beberapa kali Ia sudah melihat jam tangannya dan juga ponselnya."Tuan Oliver kemana,kenapa dia tidak mengangkat telfon.Ini bahkan sudah lebih dari 30 menit tapi dia tidak juga datang",ucapnya dalam hati dengan tidak tenang.
***
Sementara itu
Oliver saat ini bekerja seperti orang gila, sampai membuat sekretarisnya Glen khawatir sampai menghubungi Jakson hingga sekarang mereka sudah berada di luar ruangan Oliver menatap ke dalam.
Sejak semalam pagi hingga siang ini juga terus bekerja tanpa henti dan istirahat,bertemu beberapa klien dan rekan bisnis,melakukan beberapa meeting,pergi ke lapangan proyek dan banyak pekerjaan lain yang sebelumnya menumpuk di kerjakan dalam dua hari,tanpa tidur dan istirahat dan bolak balik ke luar kota bahkan ada pertemuan dengan klien ke luar negeri.
Glen merasa sangat sial karna Ia ikut terseret karna hal itu, istirahatnya juga sangat sedikit.
"Tidak tau apa yang membuat tuan Oliver seperti sekarang.Terakhir kali tuan Oliver seperti ini sampai bekerja tanpa henti tiga hari saat setelah menikah dengan nyonya Alessia"
Glen mendesah kasar mengingat kembali hal itu,dimana Ia juga ikut terseret saat itu bekerja tanpa henti dan lelah.Ya,meskipun gajinya bertambah dua kali lipat tapi siapa yang mau bekerja tanpa henti seperti lembu.
"Hmm,mungkin tuan sedang ada hal yang di pikirkan terkait masalah keluarga besar"
"Tapi jika masalah tentang keluarga,tuan Oliver tidak pernah seperti itu.Aku yakin ada masalah yang lebih besar daripada itu semua",Glen yakin dengan pikiran nya sendiri,karna Ia sudah kenal dengan Oliver sejak mereka kecil sampai sekarang, meskipun keluarganya dingin dalam hubungan keluarga seperti umumnya, Oliver tidak pernah mempersalahkan nya karna terbiasa sejak kecil dan kalau ada masalah apapun dia tidak pernah melakukan hal gila seperti itu.
Bertepatan saat itu,Yasmine muncul dengan penampilan yang sangat cantik tidak seperti seseorang yang sedang sakit.
"Dimana dia?"
Glen segera menyuruh nya masuk, berharap dengan adanya Yasmine di sana, tuan nya itu akan mendengar kan nya untuk beristirahat.Ya, karna khawatir dengan keadaan sang tuan Ia menghubungi Yasmine beberapa jam yang lalu.
Yasmine melihat ke dalam dan tersenyum tipis,"Memang di saat seperti ini,kalian harus menghubungi ku.Dan kenapa kalian baru menghubungi ku sekarang?, bagaimana kalau kesehatan nya menurun apa kalian bisa bertanggung jawab?", kesalnya pada kedua pria yang jauh lebih tinggi darinya itu,menatap mereka dengan berani dan marah kemudian melangkah masuk dengan percaya diri dan khawatir.
Ia tersenyum, setiap kali melihat pria itu Ia memang selalu terpesona melihat ketampanannya dan ketegasan wajahnya yang begitu sempurna,"bahkan di saat kelelahan dan berantakan seperti ini ketampanannya semakin menonjol,sejak awal seharusnya kau memang milik ku"
Saat ini Oliver yang sangat serius berkutat sedang dengan laptop nya baru menyadari kedatangan Yasmine,saat wanita itu mengusap punggung nya.
"Kenapa kau datang kemari?",tanya nya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop nya.
"Oliver,Glen mengatakan kau sudah tidak beristirahat selama dua hari dan terus bekerja.Aku sangat khawatir dengan keadaan mu jadi aku datang,tapi jangan khawatir aku datang bersama dokter yang mengawasi ku"
Yasmine begitu lemah dan prihatin mengatakan nya, dengan terus berdiri di samping kursi Oliver.
Namun Oliver seolah tak mempedulikan perkataan nya, seperti pekerjaan nya saat ini sangat penting daripada hal apapun."Pulanglah,aku baik-baik saja tidak ada yang perlu kau khawatir kan", ucapnya dengan nada datar dan terkesan dingin hingga membuat Yasmine terkejut dengan hal itu.
"Oliver jika kau punya masalah,kau bisa cerita pada ku.Aku selalu menjadi pendengar yang baik untuk mu kan?", ucapnya dengan tersenyum manis dan penuh perhatian.
Oliver menghentikan pergerakan tangannya di atas laptop,hingga ucapan demi ucapan Alessia kemarin memenuhi pikiran nya kembali.
"Jika kau ingin bersama dengan nya, silahkan aku tidak akan menjadi penghalang untuk kalian.Aku minta maaf kalau selama ini aku menjadi penghalang untuk kalian bersama"
"Tapi sekarang...hmmm huuhhh aku sudah sadar kalau aku sudah salah meletakkan perasaan pada seseorang yang seharusnya tidak pernah boleh aku cintai,yaitu...Kekasih sahabat ku sendiri"
"Tapi satu yang aku sesali dari kalian berdua,kenapa kalian membohongi ku?.Kenapa tidak mengatakan yang sejujurnya sejak awal?"
Semuanya terus berputar di kepalanya,setiap ucapannya, wajahnya,tangisnya,semua terbayangkan hingga memenuhi pikiran nya setiap saat,hingga Ia memilih menyibukkan diri berharap kalau itu semua hanya mimpi.
"Apakah aku pernah menginginkan perpisahan ini?"
Yasmine berpikir kalau Oliver akhirnya mendengar kan ucapannya, sehingga dengan cekatan Ia menyingkirkan laptop dari hadapan pria itu,dan meletakkan bekal di sana."Glen mengatakan kau belum makan sejak pagi tadi,aku membawakan bekal untuk mu.Aku menyempatkan untuk masak, sudah lama aku tidak memasak untuk mu,jadi aku berusaha sebisa ku untuk membuat semua ini",ucapnya dengan bangga memperlihatkan semua hasil masakannya.
Oliver merasa kosong melihat hidangan mewah di depan nya, Ia tau kalau Yasmine memang begitu pandai memasak, orangtuanya memiliki restoran jadi sejak kecil Ia sudah di ajari memasak,namun entah kenapa Ia sama sekali tidak tertarik dengan semua makanan itu.
"Kau harus makan,dan mulai sekarang.Kalau kau memang ada masalah di rumah, setiap hari aku yang akan memasak untuk mu"
Mendengar itu, Oliver justru teringat dengan Alessia yang selalu memasak untuk nya setiap hari dan di manapun dan kapan pun tanpa membiarkan nya memakan makanan luar.
Ia pikir semua masakan itu sama,namun setelah tak lagi memakan masakan Alessia rasanya semua makanan apapun tidak pas di lidahnya, semuanya tidak sesuai dengan selera nya.
Dan Ia baru menyadari nya sekarang.
***
siapa yg jadi uler kadut disini
semangat aj bikin olliver menyesal dan klu km berjodoh lg pasti bertemu kembali dlm persi yg baik terutama sm olliver