NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:885
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kini Nabila dan Reynaldo berangkat menuju Gereja Katedral Kota Perak yang sudah dia daftarkan untuk melaksanakan pernikahan. Reynaldo dikawal oleh beberapa pengawal, dan dia juga membawa petugas kependudukan untuk menjadi saksi resmi pernikahan mereka.

"Apa yang kau pikirkan.." ucap Reynaldo menatap wajah Nabila yang terlihat sedang terpikir-pikir.

"Aku hanya menghapus satu mimpiku.." ujar Nabila dengan suara pelan.

"Maksudmu..?"

"Aku sedang menghapus mimpi akan menikah dengan seseorang yang mencintaiku – menikahi seorang pria hanya sekali seumur hidup, dengan acara yang meriah agar menjadi bukti bahwa kelak aku tidak seperti orang tuaku yang bercerai begitu saja seolah-olah pernikahan itu hanya permainan. Dan ternyata sekarang, mimpi itu hanya tinggal kenangan" ucap Nabila dengan wajah sendu.

Reynaldo tersadar bahwa mereka sedang mempermainkan sesuatu yang sakral seperti pernikahan. Ingatan tentang masa lalu dengan ibunya pun muncul di benaknya.

*Flashback On..

"Ada apa mom..?" ucap Reynaldo menatap wajah ibunya Dewi yang sedang menatap erat sebuah gaun putih di dalam butik perancang busana pengantin di Mall Grand City Kota Perak.

"Gaun ini sangat indahkan..?" ucap Dewi menunjuk ke arah gaun yang terpajang di etalase.

"Mommy ingin melihatnya? Ayo masuk kita pilih untuk mommy.." ucap Reynaldo menarik tangan ibunya untuk masuk ke dalam butik.

"Hahahah ada-ada saja, mana mungkin mommy memakai gaun ini – ini cocoknya untuk calon istrimu nantinya.." ucap Dewi tersenyum ke arah Reynaldo.

"Tapi gaun ini masih cocok buat mommy, ayo coba saja – Gabriel yakin mommy pasti sangat cantikk.." ucap Reynaldo tersenyum manis.

"Tidakk.. ini tidak cocok untuk mommy sayang.. ini buat menantu mommy saja.."

"Ayolah mommy.. cobaa pasti muat.. mommy masih cantik dan segar kok.. plisss.." ucap Reynaldo memohon dengan wajah memelas.

"Pelayan! Tolong bantu ibu saya untuk mencoba gaun itu.." ucap Reynaldo memanggil pegawai butik untuk membantu ibunya.

"Kau memang pemaksa ya sayang.." ucap Dewi menyubit pipi sang putra dengan lembut.

"Karena Gabriel tidak suka kalau mommy menolak permintaanku" ucap Reynaldo terkekeh melihatnya.

Kini Dewi berjalan menuju ruang ganti dibantu oleh para pegawai butik. Beberapa saat kemudian, dia keluar dengan mengenakan gaun putih itu.

"Sayangg.." panggil Dewi kepada Reynaldo.

"Mommy.. mommy sangat cantikk.." ucap Reynaldo menatap ibunya dari ujung rambut sampai ujung kaki – gaun itu sangat pas dan membuat Dewi terlihat semakin anggun. Meskipun usianya sudah menginjak 50 tahun, kecantikannya tidak pernah pudar.

"Mommy jadi seperti pengantin baru lagi.. ." ucap Dewi tertawa melihat pantulan dirinya di cermin.

"Hahahah mommy memang yang terbaik.." ucap Reynaldo memeluk tubuh ibunya dengan erat.

"Mommy ingin kau memberikan gaun ini kelak kepada wanita pilihanmu sayang.. Nikahlah sekali dan untuk selama-lamanya, berjanjilah kepada mommy bahwa pernikahan itu akan menjadi momen sakral dihadapan Tuhan. Mommy ingin kau bahagia dengan orang yang benar-benar mencintaimu" ucap Dewi memberikan nasehat yang penuh cinta.

"Baikk Nyonyaa Dewi, nanti aku akan bawa dia ke depanmu – dia pasti akan secantik mommy, sebijaksana mommy, sepintar mommy, selembut mommy, dan sempurna seperti mommy.." ucap Reynaldo dengan penuh keyakinan.

Flashback off*

Kenangan itu masih jelas terpatri di memori Reynaldo. Saat melihat gaun pengantin yang dikenakan Nabila, dia merasa seolah melihat bayangan ibunya tersenyum padanya. Terlebih lagi perkataan Nabila tentang mimpi menikah sekali seumur hidup membuatnya mengingat janjinya kepada ibunya.

"Mommy maafkan aku tidak bisa menepati janjiku, tapi aku tetap memberikan gaun itu kepadanya. Semoga mommy tidak marah padaku.." ucap Reynaldo dalam hati.

"Heii Nabila kau tidak perlu sedih – aku akan tetap memperlakukanmu seperti seorang istri. Dan bertahanlah, ini hanya setengah tahun saja.."

"Yah baiklahh lakukan saja seperti yang kau mau, aku mulai lelah dengan kehidupan yang namanya cinta.." ucap Nabila sendu.

"Jangan sedih, kau terlihat tidak cantik kalau wajahmu seperti itu!"

"Cihhh kau yang jelek bajingan!!" cetus Nabila namun kemudian tersenyum kecil.

Kini mereka telah sampai di Gereja Katedral Kota Perak – sebuah gereja besar dan megah. Di dalam sudah ada beberapa pengawal yang berjaga sebagai saksi, seorang pendeta, petugas gereja, serta petugas kependudukan yang akan menangani administrasi pernikahan.

Pintu gerbang tinggi gereja terbuka perlahan. Nabila menggandeng lengan Reynaldo, dan mereka berjalan menuju altar sambil diiringi alunan musik piano yang merdu.

Dibalik selendang pengantin yang menutupi sebagian wajahnya, Nabila merasa terharu – dia tidak menyangka pernikahannya akan terlaksana dengan suasana yang sakral seperti ini.

"Reynaldo.. mengapa pernikahan ini dibuat se sakral ini..!" ucap Nabila berbisik di tengah alunan musik.

"Pernikahan memang sakral, Nabila..."

"Tapi kita hanya menikah kontrak.."

"Entahlah, kau hanya perlu mengikuti saja.."

"Kau membuatku menangis sialan! Kau membuat semuanya seolah-olah pernikahan ini akan bertahan lama.." gumam Nabila dalam hati sambil menahan air mata.

Kini mereka telah berdiri di depan altar dan menghadap pendeta.

"Kalian bisa sujud dihadapan Tuhan untuk memulai prosesi pernikahan.." ucap pendeta dengan suara tenang.

"Dihadapan Tuhan – Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus – yang telah memanggil dan mempersatukan kalian, Reynaldo Wijaya Mahkota dan Nabila Safitri Dewi, akan memberkati kalian dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus. Supaya dalam iman, pengharapan, dan kasih, kalian hidup suci dan bahagia sampai akhir hayat. Karena apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia" ucap pendeta saat memberikan berkah.

"Kalian boleh berdiri. Saatnya mengucapkan janji pernikahan – mulai dari mempelai pria kemudian dilanjutkan mempelai wanita..."

"Mengapa pernikahan ini sampai sesakral ini... Aku memang selalu memimpikannya, tapi bukan dengan kondisi setelah enam bulan kita harus berpisah.." gumam Nabila dalam hati sambil menatap wajah Reynaldo dengan pandangan penuh emosi.

"Saya Reynaldo Wijaya Mahkota mengambil engkau Nabila Safitri Dewi menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita – sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang tulus" ucap Reynaldo menatap wajah Nabila dengan pandangan yang penuh makna. Saat itu, dia merasa seolah melihat ibunya tersenyum dari jauh.

"Mengapa mommy tersenyum.." ucap Reynaldo dalam hati.

"Aku berharap pernikahan ini tidak berakhir dengan perpisahan.." gumam Nabila dalam hati sebelum mengucapkan janjinya.

"Saya Nabila Safitri Dewi menerima engkau Reynaldo Wijaya Mahkota menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita – sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang tulus" ucap Nabila dengan suara sedikit bergetar, air mata mulai menetes di pipinya.

Meskipun hanya pernikahan kontrak, Nabila bertekad untuk selalu menghormati Reynaldo sebagai suaminya dan berharap ini menjadi pernikahan terakhir dalam hidupnya. Reynaldo yang melihat wajahnya yang lembut merasa sedikit bersalah telah membawa Nabila masuk ke dalam kehidupan yang kompleks ini.

"Kalian telah mengucapkan janji pernikahan. Saatnya menyematkan cincin.." ucap pendeta.

Seorang pelayan kemudian memberikan cincin kepada Reynaldo – sebuah cincin berlian yang merupakan peninggalan ibunya Dewi. Dia dengan hati-hati menyematkannya pada jari manis Nabila.

Pemberkatan pernikahan berjalan dengan lancar dan penuh kesakralan – persis seperti yang selalu diimpikan Nabila, meskipun semua akan berakhir setelah enam bulan sesuai perjanjian.

Setelah acara selesai, Reynaldo membawa Nabila ke Restoran "Danau Indah" yang terletak di tepi Danau Kota Perak. Tempat itu dihiasi dengan lilin dan bunga mawar merah yang membuat suasana sangat romantis.

Mata Nabila terpana melihat dekorasi yang ada – tempat itu sepi dan sangat privat karena Reynaldo telah menyewanya khusus untuk malam itu.

"Reynaldo kau sengaja memesan semua ini?" ucap Nabila dengan suara lembut sambil melihat sekeliling.

"Anggap saja ini makan malam pernikahan kita.." ucap Reynaldo tersenyum.

"Kau membuat semua seolah-olah benar-benar menjadikanku istri..!" ucap Nabila kembali merasa sedih.

"Kau memang istriku saat ini, jadi berhentilah membuat wajah sedih!"

"Tenang saja, aku hanya berpikir tentang pesta perpisahan SMA nanti. Setiap siswa harus membawa pasangan mereka sebelum melanjutkan ke universitas. Terlebih aku dikenal sebagai salah satu cewek cantik di sekolah – bagaimana mungkin aku tidak punya pasangan saat acara itu?" ucap Nabila menghela napas.

"Kau memiliki suami, jadi suamimu akan menemani kamu nanti!"

"Kau pasti terlalu sibuk dengan pekerjaanmu Reynaldo!"

"Aku hanya perlu mengosongkan satu hari saja untukmu!"

"Baiklah baik, sekarang kamu jadi seperti orang yang benar-benar peduli sama istri!"

"Hahaha kau memang istriku sekarang kan!"

"Aku tidak menyangka akan menikah dengan cepat seperti ini.."

"Kau menikah dengan orang yang tepat setidaknya.."

"Jangan merasa diri tinggi dong, kamu juga menikah karena terpaksa!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!