NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 16

Suasana di dalam ruang kerja pribadi itu mendadak berubah drastis.

​"Kak... beneran, gwehh takut,"

bisik Vanya dengan suara bergetar. Tangannya meremas ujung rok seragamnya.

​Aiden tidak menyahut, Ia justru melepaskan jam tangan mewahnya dan meletakkannya di meja, lalu mendekati Vanya.

"Gue bilang.. Gue nggak suka liat lo kesakitan karena mesin itu. Sini, tiduran."

​"Nggak mau! Malu!"

rengek Vanya, air mata

 mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Aiden menghela napas, namun tatapannya tetap tidak beranjak dari dada Vanya yang memang terlihat sangat kencang dan m3nonjol di balik seragam putihnya.

Tanpa banyak bicara, Aiden menarik lembut bahu Vanya, memaksa gadis itu untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang yang empuk.

​Aiden sendiri tidak ikut naik ke sofa. Ia memilih posisi jongkok di lantai, tepat di samping tubuh Vanya, sehingga wajahnya sejajar dengan area sensitif gadis itu.

Posisinya benar-benar intimidatif sekaligus sangat privat.

​"Kak Aiden... pelan-pelan,"

 isak Vanya kecil.

"Hiks... gweh takut sakit..."

​Aiden mengusap pipi Vanya yang basah dengan ibu jarinya.

 "Ssshhh... diem. Kalau lo ngerengek terus, gue malah makin nggak bisa nahan diri, Vanya."

​Dengan gerakan yang sangat hati-hati namun pasti.

Aiden mulai membuka satu per satu kancing seragam Vanya.

Setiap kancing yang terbuka membuat jantung Vanya serasa mau melompat keluar.

 Saat udara dingin AC menyentuh kulitnya, Vanya refleks menutup matanya rapat-rapat, tangannya mencengkeram lengan sofa hingga kukunya memutih.

​Begitu area itu terekspos, Aiden sempat terpaku sejenak. Pemandangan di depannya jauh lebih indah dan daripada yang ia bayangkan.

Aroma su*u yang manis dan hangat langsung menyeruak, memicu sisi haus di dalam diri Aiden.

​"Hiks... Kak... sakit banget, udah penuh..."

Vanya mulai menangis sesenggukan, dadanya naik turun karena napas yang tidak teratur.

​Aiden mendekatkan wajahnya.

"Gue bantu keluarin sekarang. Tahan dikit kalau geli."

​Dan saat itulah, Aiden menjalankan tugasnya. Ia tidak menggunakan alat, melainkan menggunakan caranya sendiri yang jauh lebih alami.

Vanya tersentak, tubuhnya melengkung saat merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.

 Itu bukan rasa sakit dari mesin yang kaku, melainkan sesuatu yang hangat dan sangat menuntut.

​"Akhh! Kak Aiden... hiks... geli... pelan-pelan," rintih Vanya manja.

Tangannya yang bebas refleks meremas rambut hitam Aiden, mencoba mencari pegangan di tengah sensasi yang memabukkan itu.

​Aiden tidak berhenti. Ia justru semakin intens, menyesap c4iran manis yang menjadi asupannya dengan penuh gairah.

 Suara isakan Vanya dan bunyi kecapan halus memenuhi ruangan yang kedap suara itu.

Bagi Aiden, tangisan manja Vanya adalah musik paling merdu yang pernah ia dengar. Semakin Vanya merengek, semakin Aiden merasa ingin memiliki gadis ini seutuhnya.

​Sekitar sepuluh menit berlalu, ketegangan di dada Vanya perlahan mengendur. Rasa sesak yang menyiksanya sejak pagi tadi kini berganti dengan rasa lemas yang luar biasa.

 Air matanya masih mengalir, tapi kali ini bukan karena sakit, melainkan karena syok sensorik yang ia alami.

​Aiden akhirnya menjauhkan wajahnya. Sudut bibirnya sedikit basah, ia menyekanya dengan punggung tangan sambil menatap Vanya yang terkulai lemas di atas sofa dengan seragam terbuka.

​"Gimana? Masih sakit?"

tanya Aiden, suaranya terdengar sangat berat dan penuh kepuasan.

​Vanya hanya bisa menggeleng lemah, wajahnya sudah merah padam sampai ke leher. Ia segera menarik seragamnya untuk menutupi tubuhnya.

 "Gwehh benci Kak Aiden... hiks... Kakak jahat banget mainnya kasar,"

 adunya manja sambil memalingkan muka.

​Aiden terkekeh pelan. Ia bangkit dari posisinya dan duduk di pinggir sofa, lalu membantu Vanya mengancingkan kembali seragamnya dengan telaten.

"Kasar gimana? Gue rasa tadi lo malah nikmatin. Buktinya lo nggak dorong gue, kan?"

​"Ihh! Tau ah!"

Vanya bangun dan duduk, merapikan rambutnya yang berantakan.

Ia merasa sangat malu untuk menatap mata Aiden sekarang. Rasanya harga dirinya sebagai gadis manja jatuh seketika di tangan cowok ini.

​Vanya berdiri, kakinya masih terasa sedikit gemetar. Ia berjalan menuju pintu, namun sebelum membukanya, ia berbalik dan menatap Aiden yang masih duduk di sofa sambil memperhatikannya.

 "Gwehh keluar dulu! Jangan berani-berani ceritain ini ke siapapun! Paham?!"

​Aiden hanya memberikan senyum miring andalannya.

 "Tergantung. Kalau lo nurut, rahasia ini aman di mulut gue. Tapi kalau lo nakal lagi..."

Aiden menggantung kalimatnya sambil menjilat bibirnya sendiri.

​Vanya mendengus kesal dan langsung keluar dari ruangan itu dengan langkah gemeter, menyisakan Aiden yang kembali bersandar

di sofa sambil menghirup sisa aroma manis Vanya yang masih tertinggal di sana.

1
Puji Asih
seruuu
Jamayah Tambi
Kata nak buatvresepsi penikahan Aiden dan Vanya kalau dah libur .Ni ke New aYork pula.Bila nak bagi tau umum mereka suami isteri.
Jamayah Tambi
Laurakan dah dihukum kenapa bisa kuliah lagi di kampus yg sama pulak tu
Jamayah Tambi
Kau memang salah Auden Yang kau terima masuk 2 beruk dalam rumah kenapa.Dah tau 2 beruk tu suka ngeyel ke kamu.Dasar gatal.
Jamayah Tambi
Berlebihan sangat mereka ni bila tau Vanya hamil.
Jamayah Tambi
Kau memang salah Aiden.Tidak mau berterus terang.Pembohong.
Jamayah Tambi
Vanya bodoh.Dah tau Andra bawa kau ke situ kenapa masuk juga.Kau boleh je lari dan tunggu texsi kat luar
Jamayah Tambi
Rasain ksu Den.Klu Laura pelukblengan lamu biarkan saja.Kan dah timbul fitnah.
Jamayah Tambi
Kaubkena tegas.Kara tak nak tapi kau masih lagi mau klu perempuan itu pegang tangan kamu
Jamayah Tambi
Yang kau layan perempuan tu kenapa.
Jamayah Tambi
Pindah rumah lain.Kan irang kaya
Jamayah Tambi
Kalau kau sayang bini pindah saja dari pent house tu.Divsana ada jalang yg tak faham bahasa
Jamayah Tambi
Rumah sebesarvitu tak kan tidak ada kamar lain
Masa tidur di sofa
Jamayah Tambi
Hah,tau cemburu,kalau suami minta ya on saja.
Jamayah Tambi
Apa massalahbkorang ni.Ada usteri tak nak bagi hak suami.Aiden cari lain barubtau.Nasib sayang.Yg Si Aiden tak nak tidur rumah mertua kenapa.Tak faham anak2 sekarang
Jamayah Tambi
Orang Amerika tinggi2.Tak jumpa yg rendah macam kita.Black man terutamanya,sikap mereka kasar.
Jamayah Tambi
Vano bocil 5 tahun kenapa nasi cadel ya.Biasa bocil 5 tahun udah petah bercakap.Kalau di sekolah Teka udah pandai pidato
Jamayah Tambi
Apa hak satpam sekolah menghukum murid.Tugadnya menjaga gerbang sekolah dan menjaga keamanan sekolah,juga memastikan yg masuk ke sekolah bukan oran sembarangan.Kalau kat negaraku satpam tubdah kena ke polisi kerana menghukum murid berjemur di lapangan hingga pengsan.
Jamayah Tambi
Belum dapat samosa ya Den
Jamayah Tambi
Geli geleman aku babyvtua minta suau.Kalau hisap2 manja tak pe la.Ini minta susu macam bayi kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!