NovelToon NovelToon
Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ibuku Selingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:95.5k
Nilai: 5
Nama Author: rafizqi

“Dikhianati suami, ditikam ibu sendiri… masihkah ada tempat bagi Andin untuk bahagia?”

Andin, seorang wanita sederhana, menikah dengan Raka—pria miskin yang dulu ia tolong di jalan. Hidup mereka memang pas-pasan, namun Andin bahagia.

Namun kebahagiaan itu berubah menjadi neraka saat ibunya, Ratna—mantan wanita malam—datang dan tinggal bersama mereka. Andin menerima ibunya dengan hati terbuka, tak tahu bahwa kehadiran itu adalah awal dari kehancurannya sendiri.

Saat Andin mengandung anak pertamanya, Raka dan Ratna diam-diam berselingkuh.

Mampukah Andin menghadapi kenyataan di depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Hari itu, suasana kafe di tengah kota begitu tenang. Langit berwarna abu lembut, menandakan sore akan segera turun.

Andin baru saja menyelesaikan pertemuan dengan tim produksinya. Ia mengenakan setelan putih sederhana namun elegan—auranya berwibawa dan tenang, jauh berbeda dari sosok rapuh yang dulu menangis di depan pintu rumah Raka.

Ia berjalan ke arah mobilnya, menenteng tas kecil, tiba-tiba terdengar suara keras dari seberang jalan.

Suara klakson, teriakan orang, dan benturan logam.

Andin spontan menoleh.

Seorang pria tampak terjatuh di pinggir trotoar, tubuhnya terguling, darah mengalir dari pelipisnya.

Andin terkejut dan langsung berlari mendekat.

Namun langkahnya terhenti mendadak ketika ia melihat wajah pria itu.

Raka.

“Raka?!” seru Andin, matanya membesar.

Raka menatapnya dengan pandangan lemah, darah menetes dari dahinya, suaranya serak penuh getir.

“Andin…” katanya pelan.

“Aku… aku nggak sengaja lihat kamu lewat. Aku cuma pengin nyapa. Tapi mobil itu—”

Andin menunduk, jantungnya berdetak cepat.

Refleks ia memanggil seseorang untuk menolong, tapi Raka menggenggam tangannya terlebih dulu.

“Jangan panggil siapa-siapa… tolong… biarkan aku di sini sebentar…” Ucapnya menatap Andin yang berada di sampingnya.

Suara itu begitu lirih, seolah menahan sakit yang luar biasa.

Andin menatap wajah yang dulu begitu ia kenal, kini terlihat lemah dan berlumuran darah.

Ada sedikit rasa iba menyelinap—entah karena rasa kemanusiaan, atau sisa kenangan masa lalu yang belum benar-benar padam.

“Baiklah, aku bawa kamu ke rumah sakit,” kata Andin akhirnya.

Raka hanya mengangguk pelan, namun dalam hatinya, senyum licik muncul di balik kesakitan yang pura-pura ia tunjukkan.

Semua berjalan sesuai rencana.

Beberapa jam kemudian, di rumah sakit.

Andin duduk di kursi tunggu dengan wajah lelah.

Raka sudah dirawat di ruang VIP. Luka di dahinya tidak terlalu parah, hanya goresan kecil—namun ia sengaja memperlihatkannya seolah luka itu sangat berat.

Ketika dokter keluar, Andin langsung berdiri.

“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya Andin segera.

“Tidak ada yang serius,” jawab dokter.

“Hanya luka ringan. Tapi sebaiknya dia istirahat, sepertinya emosinya juga sedang tidak stabil.”

Andin mengangguk dan masuk ke kamar rawat.

Raka terbaring di ranjang, dengan perban di kepala. Ia menatap Andin yang datang, lalu tersenyum samar.

“Kamu masih peduli, ternyata,” ucapnya pelan.

Andin menarik kursi dan duduk, menjaga jarak.

“Jangan salah paham, Raka. Aku hanya menolong karena kamu butuh bantuan. Itu saja.”

Raka menunduk pura-pura sedih, matanya berkaca-kaca.

“Aku nggak pantas dimaafin… aku tahu aku udah menghancurkan semuanya. Tapi aku cuma… ingin minta maaf, Din. Sekali ini saja.”

Andin terdiam. Kata-kata itu mengguncang hatinya sedikit, namun ia berusaha tetap kuat.

“Sudah berlalu, Raka. Luka itu terlalu dalam untuk disembuhkan dengan kata maaf.”

Namun Raka tidak menyerah.

Ia menggenggam tangan Andin, suaranya bergetar penuh kepura-puraan.

“Aku kehilangan segalanya setelah kamu pergi, Din. Aku nggak bisa tidur, nggak bisa makan… Aku cuma ingin memperbaiki semuanya. Aku rela mulai dari nol asalkan kamu mau lihat aku lagi seperti dulu.”

Andin menarik tangannya pelan, menatapnya tajam.

“Dulu, waktu aku hampir mati melahirkan anak kita, kamu di mana, Raka?” Tanyanya tajam.

Suaranya lirih tapi menusuk.

“Waktu aku kehilangan segalanya, kamu malah memilih hidup bersama ibuku. Sekarang kamu datang lagi dengan wajah penuh darah dan kata-kata manis. Aku bukan Andin yang dulu.” tegasnya tajam.

Raka terdiam. Senyum kecil di bibirnya nyaris tak terlihat oleh Andin, tapi matanya menunjukkan sesuatu yang gelap.

"Bisa antar aku pulang?" tanya Raka. Wajahnya memelas menampilkan wajah polos yang dulu sempat Andin percaya.

"Supirku akan mengantarmu" jawab Andin agak ketus.

"Baiklah. Aku menurut" jawabnya tanpa membantah.

Ia tahu — dinding hati Andin belum sepenuhnya tertutup. Buktinya, ketika dia meminta di antar, Andin masih mengiyakan walaupun hanya memerintahkan supir untuk mengantarnya.

Dan di situlah celah yang akan ia manfaatkan. Yaitu kebaikan hati Andin.

Malamnya, setelah Andin pergi, Raka menatap bayangan dirinya di cermin kamar rawat.

Luka di kepalanya mulai mengering. Ia menyentuhnya perlahan, lalu tertawa kecil.

“Sedikit luka palsu demi membuka hatinya lagi,” gumamnya dingin.

“Langkah pertama berhasil.”

Ia menatap ke luar jendela, memandang lampu kota yang berkilau.

“Bersiaplah, Andin. Kau akan berpikir aku berubah, padahal aku hanya menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkanmu dan menggenggam mu lebih jauh." gumamnya tertawa licik.

.

.

.

Bersambung.

1
Dewi Sri
Sebenernya cerita nya bagus, tp sampai di bab ini sy bingung dari mana raka punya uang byk??
Yumma Proling
Baru Skli ini saya baca novel pemeran utama nya lemah n tolol 🤦
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh, masa penjahatnya jatuh ke jurang tdk diperiksa dan dicari, terus yg sdh dipenjara bisa melarikan diri seenaknya
Nina Rochaeny
wkt nikah sm Raka di KUA,knp sekarang dpn pendeta
Rafizqi: ( IG: @Rafizqi0202): iyakah kk 🤣🤣
author nya kurang fokus nmpak nya akn direvisi nnti kk 🙏
total 1 replies
fitriani
emang gila si raka itu anak sendiri d jual....
fitriani
kyknya kak othor lupa deh tadi kan si ratih sama petugas dinas sosial datangnya pagi eh d akhir bab malah nulisnya sore....
fitriani
nah makan dah tuh andin hasil ketololan lu.... skr hidup lu bnr2 dlm bahaya krn ketololan lu itu
fitriani
astaga andin tolol lu udah bnr2 gak ada obat.... dahlah makan tuh racun emak lu
fitriani
hans walaupun lu cinta mati k andin tapi kl dy tolol gitu pergi aja hans selamatin harga diri lu.....
fitriani
1 kata bwt andin.... tololllllll mau aja jatuh dilubang yg sama....
fitriani
hadeh si mak🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ydh mak gpp bermimpi dulu aja biar emak bahagia walaupun nanti kenyataan akan berbeda dgn mimpi emak
fitriani
gak si ratna gak si raka ada aja akal liciknya bwt manfaatin andin
fitriani
gila y si raka tega jual anaknya sendiri dan dgn santainya bilang k andin kl anaknya udah meninggal.... bnr2 gak waras ini si raka😡😡😡😡😡😡
fitriani
mau bikin drama apa lagi ini si emak peak ini😏😏😏😏😏😏
fitriani
bnr bgt yg paling susah itu perang melawan taruma diri kita sendiri krn penyelesaian nya gak segampang yg terlihat
fitriani
modar kowe raka.... makan tuh kebohongan🤪🤪🤪🤪🤪🤪
fitriani
eh kadal buntung lu pikir cara licik gitu mempan bwt andin??? gak y krn andin yg skr bujkan andin yg dulu..... andin yg skr adalah andin yg mempan sama trik2 kotor kyk gitu.... dasar kadal buntung lu raka😡😡😡😡😡😡
fitriani
y Allah aku sampe gemeteran bacanya bnr2 y si raka ini😡😡😡😡
fitriani
raka itu definisi laki2 menjijikan... mokondo😡😡😡😡😡😡
Siti Maulidah
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!