NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjinakkan Banteng Tanpa Menyentuh

Matahari siang membakar lantai batu arena hingga memancarkan uap panas. Di tengah panggung seluas dua puluh meter persegi itu, Han Luo berdiri berhadapan dengan Tie Niu.

Perbedaan fisik mereka sangat mencolok.

Tie Niu setinggi dua meter, otot-ototnya meletup seperti batu granit, dan dia memanggul gada besi seberat seratus jin di bahunya. Aura Qi-nya kasar dan tebal—Pembentukan Qi Tingkat 5 Puncak, dengan fokus pada Penempaan Tubuh.

Han Luo, di sisi lain, tampak seperti ranting kering yang akan patah jika ditiup angin. Dia memegang pedang besi standar dengan postur yang sengaja dibuat sedikit gemetar.

"Hahaha!" Tie Niu tertawa menggelegar. "Bocah kurus! Menyerahlah! Aku tidak mau mematahkan tulangmu secara tidak sengaja!"

Penonton bersorak. "Hancurkan dia, Banteng Besi!"

Han Luo tidak menjawab. Di balik matanya yang tampak takut, Ingatan Ensiklopedis-nya sedang membedah struktur otot Tie Niu.

Tie Niu. Kelebihan: Kekuatan ledakan tinggi, pertahanan kulit setara tembaga. Kelemahan: Titik pusat gravitasi terlalu tinggi, lutut kiri pernah cedera saat berburu babi hutan tiga bulan lalu (Info Novel Asli), dan temperamen yang mudah dipancing.

Wasit mengangkat tangan. "MULAI!"

BOOM!

Tie Niu tidak membuang waktu. Dia menerjang maju seperti kereta perang yang lepas kendali. Gada besinya diayunkan horizontal, menciptakan suara siulan angin yang mengerikan.

"Mati!"

Serangan itu cukup kuat untuk menghancurkan batu besar. Jika Han Luo menangkis, tangannya akan patah.

Han Luo tidak menangkis.

Dia menjatuhkan tubuhnya ke belakang, seolah-olah terpeleset karena takut.

Wush!

Gada besi itu lewat satu inci di atas hidungnya. Angin dari serangan itu memotong beberapa helai rambut Han Luo.

"Licin seperti belut!" geram Tie Niu. Dia memutar tubuhnya, mengubah momentum ayunan horizontal menjadi hantaman vertikal ke bawah. "Hancur!"

Kali ini, Han Luo berguling ke samping dengan canggung. Gada itu menghantam lantai.

BRAK!

Lantai batu retak seribu. Serpihan batu beterbangan.

"Hanya bisa lari?!" Tie Niu semakin marah. Wajahnya merah padam. Dia mulai menyerang membabi buta. Kiri, kanan, atas, bawah.

Han Luo terus menghindar. Bagi penonton awam, Han Luo terlihat panik, berlarian seperti ayam yang dikejar jagal. Dia tersandung, berguling, dan melompat dengan postur yang buruk.

"Menyedihkan," cibir Liu Feng di pinggir lapangan. "Dia tidak punya teknik."

Tapi bagi Tetua Agung Feng di tribun VIP, matanya menyipit.

"Anak itu..." gumam Tetua Feng. "Setiap kali dia 'tersandung', dia mendarat di posisi yang paling sulit dijangkau oleh gada lawan. Itu bukan panik. Itu efisiensi."

Di arena, napas Tie Niu mulai memburu. Mengayunkan gada seberat itu menguras stamina dengan cepat.

"Sialan! Diam di tempat!" Tie Niu mengumpulkan seluruh sisa Qi-nya untuk satu serangan area luas.

Teknik Gada: Gempa Bumi!

Dia melompat tinggi ke udara, berniat menghantam tanah untuk menciptakan gelombang kejut yang akan melempar Han Luo keluar.

Saat Tie Niu berada di titik tertinggi lompatannya, Han Luo berhenti "panik".

Matanya berkilat dingin.

Sekarang.

Han Luo tidak menyerang Tie Niu. Dia menjentikkan pergelangan tangannya. Sebutir kerikil kecil (yang dia ambil dari lantai retak tadi) melesat dengan kecepatan peluru, bukan ke arah tubuh Tie Niu, tapi ke arah lantai tempat Tie Niu akan mendarat.

Tepatnya, di bawah posisi calon pendaratan kaki kiri Tie Niu.

Tie Niu mendarat.

Tap.

Kaki kirinya (yang punya riwayat cedera) menginjak kerikil itu. Keseimbangannya goyah sepersekian detik. Lututnya bergeser.

"Argh!"

Tie Niu kehilangan tumpuan. Momentum gada besinya yang berat menarik tubuhnya ke depan. Dia tidak bisa menghentikan inersia-nya sendiri.

Han Luo hanya perlu melakukan satu hal: Dia mengulurkan kakinya sedikit.

Gubrak!

Tie Niu tersandung kaki Han Luo, meluncur terbang melewati Han Luo seperti proyektil daging, dan terus meluncur keluar dari batas arena.

BUM!

Tie Niu mendarat dengan wajah mencium tanah di luar garis putih. Gada besinya jatuh menimpa punggungnya sendiri.

Hening.

Seluruh arena terdiam.

Tie Niu, raksasa otot itu, dikalahkan karena... tersandung kerikil dan kaki lawan?

"PEMENANG: HAN LUO!" teriak wasit, meski dia sendiri terlihat bingung.

"Hah? Apa-apaan itu?!" "Hoki! Itu murni keberuntungan!" "Tie Niu bodoh sekali, jatuh sendiri!"

Han Luo berdiri, menepuk-nepuk debu di jubahnya, lalu memasang wajah bingung yang polos. "Eh? Aku menang? Wah, terima kasih Langit!"

Dia berjalan turun panggung sambil memegang dadanya seolah masih jantungan.

Di kejauhan, Long Tian menatap Han Luo dengan kening berkerut.

"Saudara Han..." gumam Long Tian. "Kenapa aku merasa... dia sengaja menaruh kakinya di sana?"

Pertandingan Selanjutnya: Long Tian vs Zhao Si.

Zhao Si adalah murid senior Tingkat 4 dengan teknik Pedang Angin. Dia cepat dan lincah.

Han Luo duduk di bangku penonton, mengunyah dendeng kering sambil mengamati.

"Tunjukkan padaku, Long Tian. Apa hasil 'peternakan' Peri Lin padamu."

Pertarungan dimulai.

Zhao Si mendominasi di awal. Pedangnya cepat, meninggalkan luka gores di lengan dan paha Long Tian. Long Tian tampak kewalahan, hanya bisa bertahan dengan pedang besinya yang lambat.

"Menyerahlah, Sampah!" ejek Zhao Si.

Tapi Han Luo melihat sesuatu. Mata Long Tian tidak panik. Matanya tenang.

Tiba-tiba, saat Zhao Si menusuk ke arah dada, Long Tian tidak menangkis. Dia membiarkan pedang itu menusuk bahu kirinya.

Jleb!

Darah muncrat. Penonton berteriak ngeri.

Tapi Long Tian tersenyum. Dia mencengkeram lengan Zhao Si dengan tangan kirinya, mengunci pergerakan lawan.

"Tertangkap kau."

Tangan kanan Long Tian yang memegang pedang bergerak. Bukan teknik pedang, tapi hantaman gagang pedang ke wajah Zhao Si.

BUGH! BUGH! BUGH!

Tiga hantaman brutal. Hidung Zhao Si patah. Gigi rontok.

Zhao Si pingsan.

Long Tian mencabut pedang dari bahunya, darah mengucur deras, tapi dia tetap berdiri tegak.

"PEMENANG: LONG TIAN!"

Sorak sorai membahana. Kali ini bukan ejekan, tapi kekaguman. Gaya bertarung "Menerima Luka demi Kemenangan" selalu disukai penonton karena terlihat jantan.

Han Luo mengangguk pelan. "Gaya bertarung bunuh diri. Tipikal Protagonis yang punya regenerasi cepat. Obat Peri Lin pasti memberinya vitalitas monster."

Pertandingan Terakhir: Liu Feng vs Murid Lemah.

Liu Feng naik ke panggung. Lawannya gemetar ketakutan.

Liu Feng tidak menggunakan pedang (dia masih trauma pedangnya licin di babak 1). Dia mengangkat tangannya.

Teknik Jari Emas.

Sinar keemasan ditembakkan dari jarinya, menembus bahu lawan.

"Menyerah atau mati," kata Liu Feng dingin.

Lawan langsung bersujud menyerah.

Liu Feng menang tanpa keringat. Dia menatap tajam ke arah Han Luo di bangku penonton, lalu ke arah Long Tian. Tatapannya berkata: Kalian berdua targetku.

Sore Hari - Pengumuman 10 Besar.

Setelah serangkaian duel yang melelahkan, tersisalah 10 orang di panggung.

Liu Feng.

Long Tian.

Han Luo.

Guo Lanying.

... dan 6 figuran lainnya.

Tetua Agung Feng berdiri.

"Selamat! Kalian bersepuluh adalah elit Sekte Luar tahun ini. Kalian berhak masuk ke Reruntuhan Lembah Naga tiga hari lagi!"

Han Luo menghela napas lega. Tiket didapat.

"TAPI!" lanjut Tetua Feng, matanya berkilat licik. "Sebelum itu, kita akan menentukan Peringkat 1 untuk hadiah tambahan: Pil Pondasi!"

Mata semua orang melebar. Pil Pondasi! Benda yang menjamin kenaikan ke Ranah Pondasi!

"Babak Final akan diadakan besok pagi. Sistem Gugur. Undian akan dilakukan sekarang."

Han Luo berdoa dalam hati. Jangan lawan Liu Feng dulu. Jangan lawan Long Tian dulu. Beri aku figuran.

Wasit mengambil bola undian.

"Pertandingan Pertama Besok: Han Luo vs... Liu Feng!"

Han Luo terdiam.

Penonton meledak. "Hahaha! Tamatlah riwayatnya!"

Di panggung, Liu Feng menunjuk Han Luo dengan jarinya, lalu membuat gerakan menggorok leher.

Han Luo menghela napas panjang, wajahnya datar.

"Tentu saja," batinnya. "Dao Langit tidak suka melihatku santai. Dia ingin aku dihajar oleh Antagonis agar Protagonis bisa membalaskan dendamku nanti? Cih. Jangan harap."

Han Luo menatap Liu Feng balik.

Dia tidak takut. Karena dia tahu satu hal yang Liu Feng tidak tahu:

Han Luo memiliki Benang Sutra Es-Api dan Tarian Naga Merah.

"Besok," bisik Han Luo. "Aku akan membakar arogansimu sampai jadi abu."

1
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
Deevy Tresiyana
parah parah si autor kereeen coy😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!