NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terjebak Dalam Jerat

Cinta Yang Terjebak Dalam Jerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:371
Nilai: 5
Nama Author: Gitagracia Gea

Genre: Romance Drama


"Cinta seharusnya membuatmu merasa bahagia dan dihargai... bukan merasa terkurung dan tak berdaya."

Nara, gadis berusia 19 tahun yang penuh semangat dalam mengejar impian jadi desainer, merasa telah menemukan cinta sejatinya saat bertemu Reza – pria tampan dan cerdas yang selalu bisa membuatnya merasa spesial. Awalnya, hubungan mereka seperti dongeng yang indah: pelukan hangat, ucapan manis, dan janji-janji tentang masa depan yang indah.

Namun perlahan-lahan, warna indah itu mulai memudar. Reza mulai menunjukkan sisi lain yang tak pernah dilihat Nara: dia melarangnya bertemu teman-teman lama, mengontrol setiap langkah yang dia lakukan, bahkan menyalahkan Nara setiap kali ada hal yang tidak berjalan sesuai keinginannya. Setiap kali Nara merasa ingin menyerah, Reza akan datang dengan wajah menyesal dan meminta maaf, membuatnya berpikir bahwa semuanya akan baik2 saja.

Hingga saatnya Dito – teman masa kecil yang baru kembali setelah lama pergi – muncul dal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gitagracia Gea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Masa Lalu Yang Terbongkar

Nama yang tertulis di bawah nama yayasan itu membuat jantung Nara berhenti sejenak – Rendra Wijaya.

Laki-laki yang dulu menjadi alasan utama dia kabur dari kota ini lima tahun yang lalu. Saudara kandung Lina yang juga pernah menjadi kekasihnya sebelum dia bertemu Reza.

"Siapa Rendra Wijaya?" tanya Dito yang melihat wajah Nara yang tiba-tiba menjadi pucat.

Nara tidak bisa menjawab. Dia meremas surat itu dengan kuat hingga jari-jari nya menjadi putih. Kenangan masa lalu yang sudah dia sembunyikan selama bertahun-tahun mulai muncul kembali seperti ombak yang menerpa pantai.

 

Flashback lima tahun yang lalu

"Nara, sayang, tolong dengarkan aku!" Rendra menggenggam tangannya dengan kuat, matanya penuh dengan kesedihan. "Aku tidak sengaja melakukan itu. Itu hanya salah paham!"

"Tidak ada yang salah paham, Rendra!" teriak Nara dengan air mata yang menetes. "Aku melihatmu sendiri dengan wanita itu di kamar hotel! Dan sekarang kamu bilang itu salah paham?"

"Aku hanya sedang membicarakan bisnis dengan dia!" Rendra mencoba menjelaskan. "Kamu harus percaya padaku!"

"Tidak bisa lagi, Rendra. Aku sudah tidak bisa percaya padamu lagi." Nara menarik tangan nya dari genggaman Rendra dan berbalik untuk pergi. "Aku akan pergi dari kota ini dan tidak akan pernah kembali lagi!"

 

"Nara? Kamu baik-baik saja?" suara Dito yang mengagetkannya kembali ke kenyataan.

"Aku... aku kenal dia," jawab Nara dengan suara yang lemah. "Dia adalah saudara kandung Lina dan... mantan kekasihku."

Reza yang baru saja datang mendengar kata-kata itu dan wajahnya menunjukkan kejutan yang jelas. Dia tahu tentang Rendra, tapi tidak pernah menyangka bahwa hubungan mereka pernah sedalam itu.

"Kamu tidak perlu pergi menemukannya jika kamu tidak siap," ucap Reza dengan suara yang penuh perhatian. "Kita bisa mencari sumber pendanaan lain. Ada banyak yayasan atau perusahaan lain yang mungkin bisa membantu kita."

Tapi Nara menggeleng perlahan. "Ini adalah kesempatan terbaik yang kita punya. Tanpa dukungan dari yayasan ini, proyek kita tidak akan bisa berjalan. Anak-anak membutuhkan kita."

Pada hari berikutnya, Nara datang ke kantor yayasan Bakti Anak Indonesia yang terletak di pusat bisnis kota. Gedung yang megah dan modern membuatnya merasa kecil dan tidak nyaman. Dia mengambil napas dalam-dalam sebelum memasuki gedung.

Di ruang tunggu, dia melihat foto-foto Pak Bambang yang terpajang di dinding – foto dia bersama anak-anak dari berbagai daerah, foto dia saat meresmikan sekolah baru, dan foto dia bersama keluarga nya. Di salah satu foto, dia melihat wajah Rendra yang muda dengan senyum yang ceria bersama Pak Bambang.

"Saudara Nara?"

Suara itu membuatnya berbalik. Rendra Wijaya berdiri di depan nya – lebih tinggi dari dulu, wajahnya lebih matang dengan sedikit kerutan di sekitar mata, tapi masih memiliki senyum yang pernah membuatnya jatuh cinta.

"Rendra," ucap Nara dengan suara yang sedikit menggigil.

"Sudah lama tidak bertemu ya," ucap Rendra dengan suara yang tenang tapi penuh emosi. "Kamu tetap cantik seperti dulu."

Mereka masuk ke dalam ruang kerja yang luas dan nyaman. Setelah duduk, suasana menjadi sangat sunyi dan penuh dengan kata-kata yang tidak terucapkan.

"Aku sudah membaca proposal proyek kamu," ucap Rendra akhirnya membuka pembicaraan. "Ide kamu sangat bagus dan sesuai dengan visi yayasan kami untuk membantu anak-anak berkembang melalui kreativitas."

"Jadi... apakah yayasan ini bersedia membantu kami?" tanya Nara dengan hati-hati.

"Kita bersedia memberikan dukungan penuh – mulai dari dana, fasilitas, hingga pelatihan untuk instruktur kamu," jawab Rendra dengan serius. "Tapi ada satu syarat."

Nara merasa jantungnya berdebar kencang. "Apa syaratnya?"

"Aku ingin menjadi bagian dari proyek ini secara langsung," ucap Rendra sambil melihat matanya dengan tatapan yang mendalam. "Aku ingin bekerja bersama kamu untuk membuat proyek ini sukses."

Nara merasa bingung. "Mengapa kamu ingin melakukannya? Setelah semua yang terjadi antara kita..."

"Aku tahu bahwa aku telah menyakitimu di masa lalu," ucap Rendra dengan suara yang penuh rasa menyesal. "Aku tidak pernah berhenti menyalahkan diri sendiri karena membuatmu pergi seperti itu. Saat aku tahu bahwa kamu kembali dan sedang menjalankan proyek yang begitu berarti, aku melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan aku."

Dia mengambil sebuah berkas dari meja dan menyerahkannya kepada Nara. "Ini adalah bukti bahwa aku tidak pernah melakukan apa-apa yang salah dengan wanita itu di masa lalu. Dia adalah konsultan bisnis yang datang untuk membicarakan kerja sama dengan perusahaan keluarga kita. Semua itu sudah aku jelaskan kepada Pak Bambang saat itu juga."

Nara membuka berkas dan melihat surat keterangan dari wanita tersebut, bukti transaksi bisnis, dan catatan resmi dari perusahaan. Semua itu menunjukkan bahwa apa yang Rendra katakan adalah kebenaran.

"Aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak pernah mencuri hati kamu atau bermain-main dengan perasaanmu," ucap Rendra dengan tatapan yang tulus. "Aku benar-benar mencintaimu saat itu, dan aku masih mencintaimu sampai sekarang."

Nara merasa air mata mulai menggenang di matanya. Selama lima tahun, dia telah menyalahkan Rendra dan menyimpan rasa sakit yang mendalam di dalam hatinya. Tapi sekarang dia tahu bahwa semua itu adalah kesalahpahaman yang bisa saja dihindari jika mereka lebih banyak berkomunikasi.

"Tapi apa dengan Lina?" tanya Nara dengan khawatir. "Dia tahu tentang hubungan kita dan sepertinya tidak suka padaku."

Rendra menghela napas dalam-dalam. "Lina memang tidak menyukaimu. Dia merasa bahwa kamu telah merusak hubungan keluarga kita karena aku terus-menerus membicarakanmu setelah kamu pergi. Tapi aku sudah menjelaskan padanya bahwa kesalahan semuanya ada pada diriku yang tidak bisa menjelaskan dengan baik."

Di luar ruangan, seseorang sedang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu yang sedikit terbuka – itu adalah Lina. Wajahnya penuh dengan kemarahan dan rasa cemburu saat mendengar kata-kata cinta Rendra kepada Nara. Dia menggenggam tangannya dengan kuat, membuat keputusan yang akan mengubah segalanya.

"Saya perlu waktu untuk memikirkan syaratmu," ucap Nara kepada Rendra setelah beberapa saat terdiam. "Aku tidak bisa membuat keputusan dengan tergesa-gesa."

"Tentu saja," jawab Rendra dengan senyum lembut. "Aku akan menunggu jawabanmu. Tidak peduli berapa lama waktu yang kamu butuhkan."

Saat Nara keluar dari kantor yayasan, dia menemukan Dito dan Reza sedang menunggu di luar. Mereka melihat wajahnya yang penuh dengan kebingungan dan segera tahu bahwa ada sesuatu yang besar yang baru saja terjadi.

"Bagaimana hasilnya?" tanya Reza dengan khawatir.

"Yayasan bersedia membantu kita," jawab Nara dengan suara pelan. "Tapi dengan syarat tertentu."

Mereka mulai berjalan menuju tempat parkir mobil. Namun sebelum mereka sampai di sana, sebuah mobil hitam berhenti dengan cepat di depan mereka. Lina keluar dengan wajah yang penuh kemarahan, di tangannya ada sebuah tas yang penuh dengan kertas.

"Kamu berpikir kamu sudah menang kan, Nara?" teriaknya dengan suara yang tinggi, menarik perhatian orang-orang di sekitar. "Kamu berpikir kamu bisa mengambil semua yang ada padaku – termasuk pria yang aku cintai!"

"Lina, tenang saja," ucap Rendra yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. "Kita bisa bicara dengan tenang."

"Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi!" teriak Lina dengan marah. Dia mulai melemparkan kertas-kertas dari tasnya ke udara. "Semua orang harus tahu siapa kamu sebenarnya, Nara Safitri!"

Kertas-kertas itu bertebaran di jalanan. Nara mengambil salah satu dan melihatnya dengan wajah yang penuh ketakutan. Itu adalah dokumen-dokumen tentang masa lalunya yang dia sembunyikan – tentang bagaimana dia harus keluar dari rumah pada usia muda karena masalah keluarga, tentang masa-masa sulit dia di Jakarta sebelum dia sukses, dan beberapa berita bohong yang dibuat oleh seseorang untuk menghancurkan namanya.

"Semua ini adalah kebohongan yang kamu buat bukan?" tanya Nara dengan suara yang gemetar.

"Beberapa di antaranya memang dibuat olehku," jawab Lina dengan senyum sinis. "Tapi sebagian besar adalah kebenaran yang kamu sembunyikan dari semua orang. Sekarang semua orang akan tahu bahwa kamu bukanlah orang yang baik seperti yang kamu tunjukkan!"

 

[CLIFFHANGER]

Orang-orang di sekitar mulai mengumpulkan kertas-kertas itu dan membacanya dengan rasa penasaran. Beberapa mulai mengajukan pertanyaan kepada Nara, sementara yang lain mulai berbisik-bisik dengan suara yang tidak bisa dia dengar.

Di tengah kekacauan itu, Nara melihat seorang anak kecil yang sedang berdiri di kejauhan – itu adalah Dani dari sekolah Reza. Dia sedang melihatnya dengan wajah yang penuh kebingungan dan sedikit ketakutan.

Apa yang akan dia pikirkan tentangku sekarang? pikir Nara dengan rasa bersalah yang mendalam.

Pada saat yang sama, seseorang dari balik kerumunan mengambil foto kejadian ini dengan ponselnya dan segera mengirimkannya ke media sosial dengan caption yang menyakitkan hati:

"NARA SAFITRI – PEMIMPIN PROGRAM PENDIDIKAN YANG MEMILIKI RAHASIA MENGERIKAN!"

Dalam hitungan menit, berita itu sudah viral di seluruh kota. Nara merasa dunia sedang runtuh di atasnya. Meskipun dia baru saja menemukan kebenaran tentang masa lalunya dengan Rendra, sekarang dia harus menghadapi ancaman yang lebih besar – kehilangan kepercayaan dari semua orang yang pernah dia bantu, termasuk anak-anak yang sangat dia sayangi.

Dan yang paling mengerikan adalah – dia tidak tahu apakah ada yang akan tetap mempercayainya setelah semua yang terbongkar ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!